SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
95.Ayo Membuat Kesepakatan.



Oliver menatap kearah Bianca yang terlihat sangat marah pada Xena dan dirinya.


"Ayo kita buat kesepakatan untuk berpisah Bianca" ajak Oliver menatap kearah Bianca tajam.


"Kesepakatan untuk berpisah King?!,Aku tidak mau!!!",teriak Bianca keras penuh emosi.


Untung saja sekarang mereka berada diruang Vip kalau tidak Xena yakin semua pengunjung restoran saat ini akan menoleh kearah meja mereka dan kali ini Xena membenarkan pilihan Oliver untuk berbicara dengan Bianca ditempat seperti ini.


Mendengar penolakan yang diucapkan Bianca wajah Oliver sama sekali tidak berubah.


Masih dengan ekspresi semula Oliver mengeluarkan berkas perjanjian yang sudah disiapkannya sebelumnya.


Xena menatap berkas dihadapan Oliver dalam diam karena sepertinya Oliver sudah menyiapkan semuanya sebelum berniat berbicara dengan Bianca hari ini.


"Aku ingin kita berpisah secara baik baik Bianca seperti waktu aku memintamu untuk membantuku menjadi tunanganku".


"Membantumu?, maksudmu selama ini kamu hanya memanfaatkanku begitu King?!".


"Bukan murni memanfaatkan,aku hanya butuh status darimu sementara aku yakin dirimu juga mendapatkan keuntungan dari hubungan kita selama ini, jadi... ".


"Keuntungan!!,apa keuntungannya untukku!!,perasaan cintaku padamu selama ini ternyata cuma kamu manfaatkan lalu kamu masih berani bilang aku mendapat keuntungan!!!".


Oliver menyandarkan tubuhnya kekursi dengan tidak melepaskan tatapannya pada Bianca.


Sementara itu Xena lebih memilih diam kali ini dan hanya menyaksikan pembicaraan Oliver dan Bianca.


"Benarkah?, aku rasa selama ini diantara kita tidak pernah ada perasaan yang namanya cinta,hubungan kita hanya seperti simbiosis mutualisme atau lebih tepatnya aku hanya jadi tambang uang untuk membiayai gaya hidupmu selama ini, apa aku salah Bianca?",tanya Oliver dengan tatapan tajam kearah Bianca.


Bianca terdiam sebentar mendengar ucapan Oliver tapi tentu saja dia tidak mau Oliver berpikir seperti itu tentang dirinya.


"Aku tidak seperti itu King!!,aku sudah mencintaimu dari sebelum kamu bertemu dia",Bianca menunjuk kearah Xena dengan tatapan marah dan benci.


"Berhenti mencoba mengatakan semua itu Bianca karena kita berdua tau bagaimana hubungan kita sebenarnya selama 3 tahun ini jadi mari kita akhiri,tapi aku tidak akan mengakhirinya begitu saja jadi mari kita buat kesepakatan', jawabnya Oliver dengan memberikan berkas didepannya kepada Bianca.


"Apa ini?, "tanya Bianca masih sangat marah.


"Baca saja dulu kurasa apa yang kutawarkan padamu ini sangat sesuai dan cukup menguntungkan tapi tentu saja semuanya tidak gratis".


"Kamu ingin membeli cintaku dengan uang yang tidak seberapa ini King,kamu benar benar tidak punya perasaan. Hanya karena dia kembali lalu kamu mengakhiri hubungan kita yang sudah terjalin selama 3 tahun ini",ucap Bianca dengan airmata berlinang seperti orang yang paling tersakiti saat itu.


Melihat bagaimana Bianca meratap, Xena sedikit merasa bersalah dan berpikir seharusnya dia tadi mendengarkan permintaan Oliver untuk tinggal dirumah dari pada ikut bertemu Bianca dan harus melihat pemandangan seperti ini.


Oliver diam tanpa merubah ekspresinya meski Bianca terlihat sangat menyedihkan didepannya.


Oliver baru mulai berbicara lagi setelah Bianca terlihat mulai tenang.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu disini Bianca setelah ini masih banyak hal yang harus kulakukan".


"Kamu bilang tidak punya waktu untuk mencoba menenangkanku tapi untuknya kamu selalu punya waktu,bahkan kamu rela melawan Daddymu selama ini selain itu kalian sudah berpisah selama 3 tahun lalu tiba tiba dia datang kepadamu dan bilang kalian punya seorang anak.King dimana pikiran sehatmu apakah kamu tidak berpikir kalau dia berbohong padamu dengan....".


"Sepertinya kamu mulai ingin menguji kesabaranku Bianca,apa karena selama ini aku terlalu baik jadi kamu bisa bicara semaumu tentang keluargaku".


"King... ".


"Cukup Bianca!!, sekarang terserah padamu akan menandatanganinya atau tidak karena mau atau tidak aku tetap akan memutuskan hubungan ini".


Setelah mengatakan hal itu Oliver meraih tangan Xena mengajaknya pergi dari sana.


"King!! ",panggil Bianca mencoba untuk menghentikan langkah Oliver pergi meninggalkannya.


Oliver terus saja melangkah keluar tanpa mendengarkan lagi panggilan Bianca membuat Bianca sangat kesal.


"Sial....sial!!! ",makinya dengan memukulkan tangannya kemeja restoran dan mulai menangis keras.


"King... kamu tega...aku sudah bersabar selama 3 tahun ini tapi ternyata hanya ini yang ku dapat",tangisnya dengan rasa marah dan kesal juga benci jadi satu saat ini.


Setelah tangisnya berhenti Bianca segera menghubungi seseorang.


"Sekarang?,apa kamu sedang punya masalah hingga mengajakku pergi keBar meski ini masih siang".


"Iya... aku butuh teman bicara sekarang".


"Apa sesuatu sudah terjadi padamu Bianca??".


"Hemm, tapi aku tidak ingin membicarakannya ditelpon jadi bisakah aku bertemu denganmu".


"Baiklah aku akan menemuimu disana dalam satu jam".


Setelah itu Bianca pergi meninggalkan restoran.


***


Kembali ke Oliver dan Xena***


"Kenapa kamu diam sayang? ",tanya Oliver karena melihat Xena terus saja diam meski mereka sudah meninggalkan Restoran dan Bianca.


Xena menggeleng lemah.


"Aku merasa sangat bersalah kepada Bianca",jawabnya jujur dengan menatap jalanan yang mereka lalui.


"Kenapa?, apa karena kamu kembali bersama denganku atau karena kamu sudah merebut tunangannya".


Xena langsung menoleh kearah Oliver.


"Apa bedanya itu?! ",tanyanya kesal karena Oliver berbicara dengan nada setengah menggoda.


"Apapun itu,aku sama sekali tidak keberatan dan bolehkan aku merasa sedikit bangga karena kamu tadi sudah mengakuiku sayang",ucap Oliver dengan ekspresi bangganya dihadapan Xena yang langsung memerah wajahnya mendengar ucapan Oliver.


"Itu.... hanya....reflek dan sepertinya aku melakukannya atas perintah calon bayi ini",jawab Xena beralasan pada Oliver.


"Benarkah?,kalau begitu aku harus berterimakasih padanya karena sudah membuat Mommy membela Daddynya dari perempuan lain",balas Oliver dengan menyentuh perut rata Xena dengan tangannya yang bebas.


Xena menatap Oliver dengan bahagia karena merasa Oliver begitu menyayangi calon anak kedua mereka.


"Kita akan kemana sekarang?",tanya Xena karena melihat Oliver mengarahkan mobilnya bukan ke jalan menuju kantornya.


"Ayo kita pergi kerumah sakit untuk memastikan kondisi kehamilanmu sayang",ajak Oliver dengan terus melajukan mobil yang dibawanya menuju rumah sakit.


"Iya baiklah, kita kesana".


Sampai dirumah sakit mereka langsung menuju ruang dokter kandungan.


"Nyonya...''.


Xena akan menjawab tapi Oliver lebih dulu menjawabkan untuknya.


" Nyonya Xena Maxime",jawab Oliver dengan menatap kearah Xena yang juga menatapnya.


"Oh.. baiklah nyonya Xena silahkan anda masuk kedalam".


Xena menganggung pada petugas Administrasi dan langsung masuk kedalam ruangan bersama Oliver.


Didalam dokter melakukan pemeriksaan kepada Xena seperti yang dulu pernah dilakukannya waktu mengandung Alea.


"Ini bukan kehamilan pertama anda nyonya?",tanya Sang dokter yang langsung dijawab Xena dengan gelengan.


"Ini anak kedua kami dokter",jawab Xena dengan menatap Oliver.


Sementara Oliver mendengarkan semua penjelasan dokter dengan sangat serius.


"Apa masih ada yang ingin ditanyakan?".


"Iya... apa tidak masalah kalau kami ingin bercinta Dok? ",tanya Oliver yang membuat wajah Xena langsung merona mendengarnya.