SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
36.Saran Oliver.



Oliver menghentikan mobilnya didepan kantor Xena,lalu menoleh pada perempuan cantik itu yang sudah bersiap turun dari mobilnya.


"Aku akan menelponmu nanti malam setelah selesai dengan pekerjaanku",ucap Oliver yang membuat Xena langsung menoleh.


"Malam ini aku harus lembur, karena sekarang sudah beristirahat.


"Jangan terlalu memaksakan diri sayang,aku tidak ingin kamu kelelahan",ucap Oliver dengan merapikan anak anak rambut Xena yang berantakan.


Xena menggeleng, "Besok aku ada pertemuan penting jadi sebelum itu aku harus mempersiapkan hal hal yang akan kubahas besok".


"Baiklah tapi jangan terlalu berlebihan".


"Kurasa wajar aku bekerja keras kalau punya suami sepertimu",gerutu Xena tanpa sadar yang membuat Oliver langsung menaikkan alisnya keatas.


"Ada apa dengan diriku,apa ada yang salah? ".


Xena mengangguk, "Ya.... ",jawabnya singkat.


"Mana yang salah?,apa yang kita lakukan tadi di Apartemen masih belum cukup sayang,kamu ingin lagi",bisik Oliver ditelinga Xena.


Seketika Xena langsung menggeser tubuhnya sampai membentur pintu mobil karena apa yang dilakukan Oliver langsung membuat bulu bulu halus ditubuh Xena berdiri.


"King... hentikan!, bukan itu maksud ucapanku! ",hardik Xena kesal.


"Lalu? ",tanya Oliver dengan kembali menaikkan alisnya.


"Tapi tentang penampilanmu gaya hidupmu dan.... ".


"Kamu tidak perlu memikirkannya sayang itu bukan sesuatu yang penting".


"Tapi King.... ".


Oliver segera meletakkan jarinya dibibir Xena agar perempuan iti tidak lagi membahas gaya hidup dan penampilannya sekarang karena itu sedikit membuat dia mulai risih dengan pemikiran Xena yang berpikir dia mendapatkan semuanya dari menipu para gadis gadis kaya supaya bisa seperti ini.


"Lupakan saja itu, bukankah kamu bilang sekarang harus bekerja,aku juga supaya membuatmu yakin bahwa aku serius padamu".


Xena menatap Oliver sebelum kembali bicara.


"Maaf sepertinya aku sudah salah bicara",ucapnya lirih.


"Maksudmu?",Xena segera menggeleng karena tidak ingin perpisahan mereka diwarnai pertengkaran lagi.


"Sebaiknya aku turun sekarang sebelum ada orang yang curiga karena kamu terlalu lama parkir".


"Baiklah",jawab Oliver mengalah tapi sebelum Xena benar benar keluar dia kembali bicara.


"Aku akan tinggal dirumah Daddyku sementara jadi kalau kamu merasa tidak nyaman lagi berada dirumah Sander Karena selalu diganggu Bianca,tinggallah disana dan kurasa itu lebih nyaman".


"Jangan khawatir soal itu aku sudah biasa dengan Bianca".


"Tapi aku khawatir sayang,mungkin kali ini dia tidak sengaja membuatmu sampai terluka tapi lain kali aku yakin dia akan dengan sengaja melakukannya untuk membalasmu".


"Kalau memang benar seperti itu aku bisa tinggal sementara ditempat Vania, toh sekarang Apartemen Vania kosong karena.. ".


"Sudah kukatakan,aku tidak akan memaksamu untuk tinggal bersamaku jadi selama kamu belum setuju aku akan pulang kerumah dan kamu bisa tinggal disana sendiri kurasa itu lebih nyaman dari pada kamu tinggal ditempat Vania, yang bisa sewaktu waktu pulang".


Xena diam seolah berpikir sebelum menjawab apa yang dikatakan Oliver itu.


"Aku akan memikirkannya,tapi apa kamu harus menyewa apartemen dilingkungan itu hanya untuk tempat singgahmu? ",tanya Xena merasa tidak terlalu suka dengan pilihan Oliver pada tempat itu yang menurutnya terlalu berlebihan.


"Iya... ",jawab Oliver singkat.


"Kenapa?,bukankah kamu masih bisa pindah ketempat bagus tapi..".


"Aku tidak akan pindah karena disana adalah sarang cinta kita",jawab Oliver yang membuat bola mata Xena membulat.


"Sebaiknya aku keluar sekarang sebelum bicaramu semakin ngelantur",gerutu Xena kesal.


"Tapi aku serius menyuruhmu untuk tinggal disana sayang",ucap Oliver yang membuat Xena kembali menoleh pada pemuda itu.


"King! ",panggil Xena kesal.


"Aku janji tidak akan mengganggumu kalau kamu mau tinggal disana".


"Maksudmu? ",tanya Xena dengan dahi berkerut.


"Aku khawatir dengan keselamatanmu kalau kamu terus tinggal bersama Bianca dirumah siSander itu".


"Jangan menyebutnya begitu,aku tidak suka",hardik Xena saat Oliver menyebut nama mantan suaminya dengan sinis.


"Baiklah aku tidak akan menyebutnya begitu,tapi pikirkan saranku",pinta Oliver.


"Kamu tau King sejujurnya aku lebih takut padamu dari pada Bianca karena itu aku tidak ingin mengikuti keinginanmu".


"Kalau itu masalahnya aku tidak akan datang kesana kalau kamu tidak ingin".


"Itu percuma karena kode nomornya kamu tau,jadi...."


"Ganti saja kodenya supaya aku tidak tau".


Xena terdiam dan tampak berpikir sebelum kembali bicara dengan pemuda itu.


"Akan kupikirkan saranmu itu",jawab Xena akhirnya mencoba memikirkan apa yang diinginkan pemuda itu padanya.


"Seriuslah memikirkannya Xena karena ini juga untuk kebaikanmu,apa kamu akan selamanya terus terikat dengan keluarga Sander sementara kamu tidak punya hubungan apa apa lagi dengan mereka sekarang".


"Jangan mencoba menasehatiku, ingat aku lebih tua belasan tahun darimu",gerutu Xena dengan menarik gemas hidung mancung Oliver lalu bermaksud menarik tangannya tapi sebelum dia bisa melakukannya Oliver lebih dulu menangkap tangan itu membuat Xena sedikit terpekik karena terkejut Oliver menarik tubuh Xena kearahnya.


"King!!, apa yang kamu lakukan?! ",hardik Xena kesal.


"memberi istriku sedikit pelajaran karena tidak pernah mendengarkan ucapanku".


"Jangan berani berbuat macam macam!!!,kita sedang didepan kantorku sekarang selain itu kakiku terasa sakit lagi",ucap Xena dengan ekpresi sedikit meringis seolah sedang kesakitan membuat Oliver langsung mengalihkan perhatiannya kekaki Xena yang dibalut perban itu.


"Apa sakit sekali?",tanya Oliver dengan nada khawatir lalu melepaskan tubuh Xena.


Xena menatap Oliver lalu mengangguk "Iya... sepertinya terbentur pintu mobil barusan",jawab Xena dengan sengaja masih meringis.


"Apa perlu aku mengantarmu masuk kedalam?",tawar Oliver yang segera dijawab gelengan Oleh Xena.


"Aku bisa masuk sendiri jangan khawatir",jawab xena dengan segera membuka pintu mobil Oliver sebelum Oliver mencegahnya lagi dengan seribu alasannya.


"Baiklah,hati hati saat berjalan dan usahakan.... ".


"Kamu jangan terlalu khawatir,aku baik baik saja sekarang",jawab Xena melambai lalu bergegas pergi meninggalkan mobil Oliver dengan langkah cepat membuat Oliver menyunggingkan senyum kesal karena berhasil dikerjai Xena.


"Ternyata kamu baik baik saja dasar....",gumam Oliver lalu menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah turun dari mobil Oliver,Xena berjalan cepat masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan,khawatir Oliver akan kembali mengikutinya kekantornya karena sadar Xena baru saja membohonginya.


Setelah berada didepan pintu kantornya Xena baru bisa menarik nafas lega setelah memastikan Oliver tidak lagi mengikutinya.


Setelah mengatur nafasnya Xena segera membuka pintu kantor itu dan langsung terkejut melihat Bianca ternyata ada didalam kantornya saat itu.


"Darimana kamu?!,aku sudah menunggumu dari tadi tapi kamu tidak juga kembali padahal Asistenmu bilang kamu pergi kerumah sakit diantar asisten klienmu?!",tanya Bianca ketus yang membuat wajah Xena memucat khawatir Bianca melihat dia turun dari mobil Oliver tadi.


Like.... Koment....😁😁.