
"Brak! "
Xena Sangat terkejut saat tuan Anderson bos tempatnya bekerja selama 1 tahun terakhir ini tiba tiba melemparkan berkas yang baru saja dikerjakannya kearahnya.
"Sudah berapa kali kukatakan nyonya Wilson ganti semua data keuangan perusahaan yang tidak Valid,tapi kenapa kamu tidak mendengarkan perintahku! ",hardik pria berusia diatas 40 tahun itu dengan sangat marah.
"Ma.. maaf tuan Anderson kalau saya melakukan itu untuk menutupi kerugian perusahaan karena pengeluaran pribadi anda saya khawatir perusahaan anda yang sudah hampir bangkrut ini akan semakin mengalami vailid dan...".
"Perusahaan ini milikku terserah aku mau melakukan apa dengannya!".
"Tapi tuan tua Anderson sudah berusaha keras untuk membuat perusahaan ini tetap stabil sebelum beliau meninggal 6 bulan yang lalu jadi saya harap.... ".
"Stop!,kakek tua itu sudah meninggal dan sekarang perusahaan ini milikku terserah apa yang akan aku lakukan dengan uangku sekarang!, tugasmu sebagai bawahanku hanya menjalankan perintahku dengar!",bentaknya pada Xena yang berpenampilan kuno dengan kacamata super tebal serta baju longgar berlapis yang membuat Willy Anderson merasa muak setiap kali melihatnya.
Xena memang sengaja berpenampilan tidak menarik sejak dia bekerja sebagai sekretaris tuan Anderson tua dulu untuk menghindari orang kenal dirinya tapi sejak posisi situa Anderson digantikan oleh putranya yang suka bermain perempuan Xena merasa penampilan jeleknya sangat membantunya karena pria mata keranjang itu tidak pernah meliriknya sama sekali dan itu membuatnya merasa tenang saat berada dikantor.
"Maaf saya hanya berusaha membantu anda sesuai keahlian saya tuan Anderson...",jawab Xena lirih.
"Yang perlu kamu lakukan hanya memanipulasi data perusahaan agar perusahaan besar mau bekerjasama dengan perusahaanku",Willy Anderson menghardik lagi membuat Xena hanya bisa menarik nafas pelan.
"Kalau itu keinginan anda saya akan melakukannya tapi saya tidak bisa menjamin akan berhasil menggaet perusahaan besar untuk.....".
"Lakukan saja atau sebaiknya kamu berhenti saja sekarang!",hardik Willi Anderson kesal.
Xena terdiam mendengar ucapan pria itu sejujurnya dia merasa lelah bekerja sebagai sekretaris pria itu yang harus mengerjakan hampir seluruh pekerjaan dikantor Anderson yang curat marut karena Willy Anderson selalu memakai dana perusahaan untuk bersenang senang selama ini.
Tapi kalau harus berhenti jujur saja dia merasa sedikit berat karena dia sangat butuh pekerjaan ini untuk bisa menghidupi Alea putrinya tanpa harus menggantungkan lagi hidupnya pada Vania yang sekarang sudah tidak setenar dulu sebagai model.
"Akan saya usahakan tuan Anderson tapi karena sekarang sudah sore saya permisi untuk pulang dulu".
"Pulang sana, kamu pikir aku sudi melihat wajah jelekmu itu berlama lama",hina Willy Anderson pada Xena yang dibalas Xena dengan anggukan lalu pergi meninggalkan ruangan Willy Anderson.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit menggunakan mobilnya Xena tiba diApartemen sederhana tempat dia Vania dan Alea tinggal sekarang.
"Kamu sudah pulang?",sapa Vania saat melihat Xena masuk kedalam Apartemen mereka.
"Iya... mana Alea Vania? ",tanya Xena dengan melepas pakaian kerjanya yang cukup tebal itu dan menggantungnya dibelakang pintu.
"Dia tertidur dikamar",jawab Vania dengan menunjuk kamar tidur Xena.
"Tidur?, bukannya biasanya jam segini dia masih bangun kenapa hari ini sudah tidur?",tanya Xena heran lalu berjalan masuk kedalam kamar menghampiri ranjang Alea lalu menyentuh tubuh putrinya.
Xena terkejut saat merasakan suhu tubuh Alea terasa sangat panas
"Vania Alea demam bagaimana ini?! ",ucap Xena cemas karena setiap Alea demam dia harus mendapat perawatan dirumah sakit karena memiliki golongan darah yang langka.
"Demam tapi dia tadi baik baik saja Xena",ucap Vania tak kalah cemas.
"Kita bawa dia kerumah sakit sekarang",ajak Xena dengan menggendong Alea keluar diikuti Vania yang langsung membawa mobil menuju rumah sakit.
Xena bisa bernafas lega tapi tentu saja setiap Alea sakit tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkannya untuk berobat.
"Aku harus menelpon tuan Anderson untuk meminta gajih dimuka agar bisa membayar biaya perawatan Alea sekarang",ucapnya dengan mengambil ponselnya dan mulai menghubungi pria yang menjadi bosnya dikantor.
"Ada apa nyonya Wilson?! ",jawab Willy Anderson ketus.
"Putri saya sakit bisakah saya mengajukan pinjaman untuk membayar biaya perawatannya tuan",mohon Xena dengan lelah.
"Tidak bisa... kamu pikir perusahaanku perusahaan nenek moyangmu hingga bisa semaumu meminjam uang".
"Tapi anda bisa memotongnya dari gajih saya tuan, saya hanya perlu.... ".
"Sudah kukatakan tidak bisa dan jangan berpikir aku mau meminjamimu uang lagi kalau tidak punya uang untuk apa punya anak,kirim saja anakmu kepanti asuhan sana supaya... ".
Mendengar ucapan pria menyebalkan itu tentang bagaimana dia menghina anaknya seketika emosi Xena meledak.
"Saya hanya meminjam uang pada anda bukan memintanya dan saya rasa jumlah yang saya pinjam itu tidak sebanding dengan pengeluaran anda untuk para ja*lang anda tapi bukannya memberikan pinjaman, anda malah menghina saya dan putri saya apa anda pikir saya tidak bisa hidup tanpa bekerja dengan anda!",maki Xena marah.
"Oh... kamu sudah berani menghinaku ya, kamu pikir siapa dirimu hanya perempuan miskin jelek dan aku yakin anakmu itu juga mungkin anak dari pria tidak jelas yang sudah kamu jebak untuk mau tidur denganmu".
"Cukup tuan Anderson anda memang atasan saya tapi bukan berarti anda bisa bicara seperti itu tentang hidup saya dan putri saya".
"Lalu kenapa?, apa kamu merasa terhina dan langsung ingin mengundurkan diri sekarang kalau memang iya silahkan kamu pikir aku perduli".
"Anda yang menginginkan itu baiklah mulai sekarang saya akan mengundurkan diri dari perusahaan anda dan jangan harap saya mau lagi membantu anda... ".
"Stop!!!, nyonya wilson mulai sekarang kamu aku pecat!!",teriak Willy Anderson marah lalu mematikan sambungan telponnya.
Xena menarik nafas keras kepalanya terasa sakit memikirkan harus mendapatkan uang secepatnya untuk membayar biaya rumah sakit Alea meski tidak seberapa, tapi dikondisinya yang sekarang itu cukup memberatkan.
"Apa sibrengsek itu menolak memberikan pinjaman padamu lagi?",tanya Vania yang tadi sempat mendengar perdebatan Xena dengan bosnya ditelpon.
Xena mengangguk lemah untuk menjawabnya,"Bahkan dia memecatku Vania",keluh Xena sedih.
"Itu lebih baik,bukankah selama ini kamu juga bermaksud untuk berhenti dari perusahaannya lalu kenapa kamu malah terlihat sedih".
"Tapi kalau aku berhenti sekarang bagaimana dengan Alea,besok aku harus membayar biaya rumah sakitnya belum lagi biaya kebutuhannya sebelum aku mendapat pekerjaan lagi nanti".
"Aku yang akan menanggungnya".
Tapi Xena segera menggeleng,"Kami sudah sangat merepotkanmu selama ini,jadi aku tidak ingin menyusahkanmu lagi apalagi sekarang hidupmu sendiri juga tidak mudah".
"Lalu kalau kamu tidak ingin menerima bantuanku lagi bagaimana kamu akan mendapatkan uang sekarang? ".
"Bagaimana kalau aku menjual cincin pemberian King ini sekarang,mungkin tidak mahal tapi kurasa bisa untuk membayar biaya rumah sakit besok",ucap Xena dengan menunjuk cincin pemberian Oliver yang masih tetap dipakainya sampai sekarang.