
Oliver mengerjabkan matanya dan tersenyum bahagia saat melihat Xena tertidur dengan bergelung nyaman didalam pelukannya.
Saat Oliver mencoba merapikan rambutnya yang berantakan Xena malah menggeliat dan terbangun.
"King... ",panggilnya dengan suara parau khas bangun tidur yang menurut Oliver itu sangat sexy.
"Pagi sayang... ",jawab Oliver dengan mengecup puncak kepala Xena dengan penuh perasaan lalu beralih kebibirnya yang masih sedikit bengkak karena ciuman mereka tadi malam.
"Pagi...",jawab Xena dengan menggeser tubuhnya dari pelukan Oliver hanya untuk meregangkan tubuhnya yang terasa lelah tapi puas.
Oliver memperhatikan apa yang dilakukan Xena dengan sesekali menelan ludahnya yang terasa kelat ditenggorokan karena menurutnya apa yang dilakukan Xena itu sangat sexy dan membuatnya kembali ingin mengulang apa yang sudah mereka lakukan tadi malam tapi Oliver ingat hari ini dia masih ada kuliah lalu ada juga janji siang nanti untuk menemani sang Daddy bertemu klien.
"Kamu cantik sekali....",puji Oliver dengan tidak melepaskan tatapannya kearah Xena yang membuat wajah Xena langsung memerah.
"Sebaiknya aku mandi sekarang",ucap Xena dengan turun dari ranjang tapi sebelum Xena berhasil turun Oliver lebih dulu meraih tubuhnya dan mengangkatnya kedalam kamar mandi.
"King.... turunkan aku,aku bisa mandi sendiri!",pinta Xena yang tidak digubris oleh Oliver dan tetap membawa Xena masuk kekamar mandi lalu baru menurunkannya setelah berada dibawah shower.
"Sekarang keluarlah King biar aku mandi",tapi bukannya keluar Oliver malah ikut membasahi tubuhnya dibawah shower.
"Kurasa mandi bersama akan lebih cepat",ucap Oliver dengan tatapan penuh gairah kearah tubuh polos Xena yang berada dibawah guyuran air hangat shower.
Melihat bagaimana Oliver menatap tubuhnya Xena mencoba menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangannya yang sebenarnya percuma.
"Jangan berpikir macam macam",hardik Xena dengan menatap tajam kearah Oliver.
Oliver segera menggeleng mendengar ucapan Xena.
"Aku hanya akan membantumu mandi sayang lalu setelah itu kita berangkat bersama",bujuk Oliver dengan menuangkan sabun ketelapak tangannya dan mulai menggosok tubuh Xena dimulai dari bagian pundaknya dengan perlahan.
Xena mulai merasa alaram bahaya saat jari Oliver menyentuh kulit polosnya dengan sabun.
"Biar kulakukan sendiri",ucap Xena dengan mengambil sendiri sabun ketangannya,tapi sebelum tangan Xena menggosok tubuhnya Oliver meraih tangan Xena yang penuh sabun lalu menggosokkannya ketubuhnya.
"Gosok aku, biar kita bisa selesai bersama",ucap oliver dengan mulai mengarahkan tangan Xena untuk menggosok tubuhnya dengan sabun ditangannya.
Dimulai dari bagian dada,lalu Oliver menyuruh Xena terus menggerakkan tangannya kebawah sama seperti apa yang dilakukannya ditubuh Xena.
Tapi saat Xena sampai dibagian dekat pusaka Oliver dia berhenti dan berusaha mengalihkan tangannya dari benda itu dengan bermaksud menaikkan lagi tangannya tapi segera dicegah oleh Oliver.
"Bagian itu juga perlu kamu bersihkan sayang",ucap Oliver dengan mengarahkan tangan Xena kesana dan menyuruh tangannya untuk menggosok bagian itu.
"King... kurasa ini tidak perlu'', jawab Xena masih merasa keberatan untuk melakukan apa yang diinginkan oleh Oliver padanya.
Oliver hanya diam tapi tangannya tetap memerintahkan Xena untuk menggosok bagian itu.
Dengan sedikit malu Xena akhirnya melakukan apa yang diinginkan Oliver dengan mulai memberikan sabun dibenda pusakanya dan perlahan mulai menggerakkan tangannya maju mundur seperti keinginan Oliver sampai Xena terkejut karena merasa benda pusaka Oliver menjadi membesar".
"King sebaiknya kita hentikan ini sebelum nanti kita.... ".
"Terus sayang.....",desis Oliver karena merasa gelombang gairahnya mulai bangkit lagi akibat gerakan tangan Xena dibagian benda pusakanya.
"Ta.. tapi....".
Oliver mengerang panjang saat merasa denyutan hebat menguasainya lalu segera diangkatnya sebelah kaki Xena tinggi kepinggangnya dan dengan satu hentakan keras Oliver mendorong masuk benda pusaka nya kedalam tubuh Xena.
Xena sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Oliver tapi segera melupakannya saat Oliver kembali melu*at intens bibirnya seiring dengan gerakan dibagian bawah tubuh mereka.
"King... ",desis Xena keras saat merasa gelombang keni*matan mulai menghantam dinding dalam inti tubuhnya.
Melihat Xena hampir mencapai puncaknya Oliver semakin mempercepat gerakannya agar mereka bisa mencapai puncak bersama.
"King... aku.... tidak.. tahan... lagi... ",desis Xena dengan mencengkram erat kedua pundak Oliver bahkan mencakarnya karena tidak bisa menahan ledakan kuat yang akan menyembur keluar dari dalam dirinya saat itu.
"Keluarkan sayang....",desis Oliver dengan mulai menegang karena dirinya juga mulai mencapai klimak permainan dan miliknya sudah mulai berkedut bersama milik Xena yang mengalir keluar.
Oliver segera menghidupkan kran air hangat setelah merasa semburan klimak mereka selesai meski nafasnya dan Xena masih sangat terengah engah saat itu.
"Kurasa aku tidak punya energi lagi",gumam Xena dengan menyandarkan tubuhnya kedada Oliver.
"Kalau begitu bersandarlah biar aku yang memandikanmu sekarang sampai bersih".
"Hemmm",gumam Xena dengan bersandar dan memeluk pinggang Oliver erat.
Oliver segera mengangkat tubuh Xena setelah dia selesai memandikannya".
"King aku sudah bisa jalan sendiri",ucap Xena protes tapi lagi lagi Oliver tidak memperdulikan protes Xena.
Dan baru menurunkan tubuh Xena setelah mereka sampai didalam kamar.
"Aku harus bertanggung jawab karena sudah membuatmu lelah barusan",ucap Oliver dengan melap rambut basah Xena menggunakan handuk kecil.
"Kurasa itu hanya alasanmu saja,lalu apa kamu juga akan bertanggung jawab kalau aku nanti hamil ",gerutu Xena dengan bangkit dari duduknya dan bermaksud memakai bajunya yang tadi malam tapi segera dilarang Oliver.
"Pakai ini",ucap oliver dengan menyerahkan baju Xena yang kemarin dipakainya dan sekarang sudah bersih tanpa menjawab pertanyaan Xena barusan .
"Oh... aku lupa,kapan kamu membawanya untuk dicuci?",tanya Xena dengan mulai memakai bajunya.
"Pengurus apartemen yang melakukannya, tapi sebaiknya kamu harus meninggal beberapa baju disini mulai sekarang".
Mendengar itu Xena tidak menanggapi ucapan Oliver tapi Oliver kembali mengulanginya lagi.
"Kalau kamu tidak mau memindahkan beberapa bajumu dari rumah Sander biar aku siapkan beberapa untukmu disini".
"Terserah saja",jawab Xena lirih.
"Kenapa? ",tanya Oliver merasa tidak suka dengan nada bicara Xena.
"Tidak ada King... hanya saja.... ah sudahlah,sebaiknya kita bahas lain kali saja sekarang cepatlah bersiap lalu antar aku kembali kerumah Daddy Sander".
"Baiklah ayo",jawab Oliver dengan melangkah keluar apartemen menuju mobil setelah selesai berpakaian.
"Aku akan bertanggung jawab pada kalian kalau benar nanti kamu hamil",ucap Oliver tiba, tiba sebelum dia melajukan mobilnya meninggalkan area parkir Apartemen membuat Xena sangat terkejut mendengar itu.
like.... komen..... 😁😁