SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
53.Rumah Kita.



Xena sudah bersiap untuk pergi kekantor dan bermaksud mengajak Oliver untuk segera berangkat tapi Oliver tetap saja masih duduk ditepi ranjang sambil memperhatikan Xena.


"Ayo King kita akan terlambat kalau kamu seperti itu",ucap Xena menoleh kearah Oliver.


"Bagaimana kalau hari ini kamu libur lagi sayang dan kita bisa kencan lagi seperti kemarin",bujuk Oliver tanpa berniat berpakaian agar Xena mau menuruti keinginannya.


"King... bukankah kamu bilang mau membuktikan padaku kalau kamu serius tapi kalau kamu seperti ini bagaimana aku bisa percaya",ucap Xena dengan menunduk kearah Oliver dan berbicara dengan nada lembut seolah dengan anak anak.


"Tapi.. aku masih ingin menghabiskan waktu denganmu sayang",rengek Oliver dengan meraih tubuh Xena dan membenamkan kepalanya kedada Xena.


"King... ayolah kamu bilang ingin berubah bukan jadi....".


"Baiklah tapi bantu aku berpakaian",ucap Oliver lalu melepaskan pelukannya dan merentangan tangannya meminta Xena untuk memasangkan baju padanya.


Melihat bagaimana tingkah Oliver Xena hanya menarik nafas lalu mulai mengambilkan baju pemuda itu dengan berjalan keruang ganti.


"Kamu ingin memakai baju yang mana?", tawar Xena karena merasa Oliver berdiri dibelakangnya dan memeluk tubuhnya dari belakang.


"Pilihkan saja untukku",ucapnya dengan meletakkan kepalanya diceruk leher Xena dengan memperhatikan apa yang Xena lakukan.


"Baiklah... apa hari ini kamu akan bekerja pada tuan Max setelah dari kampus?",tanya Xena yang dijawab hanya gumaman oleh Oliver karena dia mulai sibuk mengendus aroma dileher Xena dan saat Oliver bermaksud menyesap kulit leher Itu Xena segera mendorong kepala Oliver menjauh.


"jangan lakukan itu!",hardik Xena dengan menatap tajam kearah Oliver.


"Kenapa? ",tanya Oliver kesal karena dilarang Xena.


"Hari ini dikantor ada Bianca kalau kamu menggigitku disana dia bisa melihatnya dan akan menjadi bahan ejekannya nanti".


"Oh.. shiiit, lalu untuk apa dia dikantormu?",tanya Oliver tampak tidak suka.


"Dia bilang akan belajar bekerja",jawab Xena santai dengan mulai membantu Oliver memasang kemeja yang diambilnya tadi dari lemari.


"Bekerja.....? ",tanya Oliver dengan mengerutkan dahinya pertanda tidak percaya.


"Iya.... ",jawab Xena dengan menyuruh Oliver memasukkan kakinya kedalam celana panjang yang akan dipakainya.


"Jadi itu yang membuatmu sejak kemarin terlihat tidak baik baik saja? .


Xena mengangguk",Iya.. awalnya tapi setelah kupikir lagi mungkin itu juga baik untuknya agar dia tidak seenak hatinya membuang uang miliknya".


"Kamu yakin tidak apa apa bekerja satu kantor dengan Bianca bagaimana kalau.... ".


"King sayang.... aku sudah bertahun tahun bersama Bianca dan juga sudah bertahun tahun bekerja dikantor itu mungkin kemarin aku memang merasa berat mendengar keinginan Bianca tapi... aku ingin memberinya kesempatan, karena bagaimana pun aku hanya walinya yang suatu saat harus angkat kaki dari hidupnya,jadi...apa salahnya aku melajarinya mengelola harta peninggalan Daddy Sander agar aku merasa tenang kalau keluar dari hidupnya nanti".


"Ya... kamu benar karena sekarang kamu bukan lagi nyonya Sander jadi secara perlahan kamu memang harus melepaskan semua tentang keluarga Sander dan mulai fokus denganku".


"Kamu yakin... akan menyuruh aku lepas dari keluarga Sander dan mulai bergantung padamu? ",tanya Xena dengan menyentuh wajah Oliver lembut.


"Tentu saja aku yakin apa kamu masih meragukanku sayang? ",tanya Oliver tidak suka.


Xena segera menggeleng,"Kalau aku lepas dari keluarga Sander otomatis secara perlahan aku harus keluar dari perusahaan itu dan setelah aku tidak berada diposisiku sekarang maka akan banyak hal berubah dalam hidupku terutama dalam bidang materi,aku mungkin tidak akan bisa lagi memberikanmu apa yang kamu inginkan lagi bagaimana apa kamu sanggup?".


"Sudah kukatakan aku yang akan menghidupimu kalau itu terjadi, jadi jangan khawatir".


"Aku tidak khawatir soal diriku King tapi kamu.... ".


"Maksudmu? ",tanya Oliver bingung.


"Sssttt, sudah kukatakan berhenti memikirkan tentang diriku kalau kamu tidak nyaman dengan semua hal ini aku akan menurutimu".


"Benarkah?",tanya Xena senang.


Oliver mengangguk,"Iya....",jawabnya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita mulai berhemat dari sekarang",pinta Xena.


"Baiklah apa yang harus aku hemat sekarang asal kamu jangan menyuruhku berhemat untuk mengurangi waktu bercinta dan menyentuhmu saja aku tidak keberatan".


"Tentu saja bukan itu".


"Lalu? ".


"Bagaimana kalau kita mulai dengan Apartemen ini untuk berhemat".


"Ada apa dengan Apartemen ini?",tanya Oliver bingung.


"King... Apartemen ini terlalu mahal biaya sewanya jadi bagaimana kalau kita pindah keApartemen yang sedikit lebih murah jadi....".


"Tidak,aku tidak mau melepas tempat ini dan untuk masalah pembayarannya kamu tidak perlu memikirkannya biar itu menjadi tanggung jawabku kamu mengerti",ucap oliver dengan berjalan keluar dari ruang pakaian mereka.


"King tunggu!,tolong dengarkan dulu penjelasanku,aku melakukan ini untuk...".


"Kamu yang harus dengar sekarang Xena aku tidak akan pernah pindah dari sini meski kamu yang memintanya".


"Tapi kenapa?, tempat ini memang bagus tapi kamu tau sendiri bukan harga bangunan ditempat ini".


"Aku tidak perduli, kamu pikir aku begitu saja memilih tempat ini sebelum....",tiba tiba Oliver terdiam saat dia hampir keceplosan mengatakan sebelum dia membeli Apartemen itu yang pasti akan membuat Xena semakin banyak bertanya nanti.


"Kenapa kamu berhenti King? ",tanya Xena mulai penasaran.


"Kalau kita sudah tidak sanggup lagi membayar sewanya dengan penghasilanmu aku akan membayarnya dengan menjual mobilku",ucap Oliver tiba tiba dengan menatap mobil yang biasa dipakainya.


Mendengar itu Xena langsung terbelalak.


"King!,apa kamu sudah gila mau menjual mobil kesayanganmu hanya demi bisa tetap tinggal ditempat mewah ini!",hardik Xena marah karena dia tau seberharga apa mobil Oliver itu bagi pemuda itu.


"Aku tau tapi bagiku Apartemen ini juga sangat berharga bahkan lebih berharga dari mobilku".


"Kenapa?,ini hanya sebuah bangunan King",Tanya Xena kesal.


"Mungkin bagimu hanya sebuah bangunan tapi bagiku ini rumah".


"Maksudmu? ",tanya Xena tidak mengerti.


"Ini rumah pertama yang kusiapkan untuk kita apa kamu tidak mengerti Xena!",ucap Oliver kesal yang membuat Xena langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan Oliver.


"Kamu adalah orang yang sangat aku cintai karena itu aku ingin memberikan semua yang terbaik padamu termasuk tempat kita menghabiskan waktu bersama agar kamu merasa bahwa bagiku kamu istimewa apa kamu tidak mengerti!",hardik Oliver semakin kesal.


Tanpa sadar Xena mendekati Oliver lalu memeluk tubuh pemuda itu erat membuat kekesalah Oliver perlahan menghilang karenanya.


"King... terimakasih sudah membuatku begitu istimewa bagimu",ucapnya parau karena merasa sangat dicintai sekarang.