
Xena sedang bersiap untuk pergi kerumah sakit dengan diantar Maya asistennya karena sejak pagi sudah beberapa kali dia terus saja muntah membuat Bianca yang satu ruangan dengannya menjadi kesal.
"Apa yang terjadi denganmu Xena kenapa kamu terus saja muntah?!",tanyanya kesal melihat Xena kembali bergegas kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
"Sepertinya kali ini asam lambungku cukup parah",jawab Xena dengan memencet tombol intercom untuk menghubungi Maya.
"Kamu yakin itu asam lambung bukan pertanda kalau kamu sedang hamil?",celetuk Bianca yang membuat Xena langsung menghentikan gerakan tangannya yang ingin menghubungi Maya lalu menatap kearah Bianca yang juga menatap kearahnya dengan curiga
"Kenapa kamu bisa berpikir begitu tentangku Bianca? ",tanya Xena sambil berpikir dan mengingat ingat kapan terakhir kali dia mendapat tamu bulanannya.
"Karena gejalamu mirip seperti orang sedang hamil kurasa",jawabnya dengan cuek.
Xena mulai gugup mendengarnya dan tanpa sadar keringat dingin perlahan keluar dari tubuhnya.
"Kurasa bukan Bianca",jawab Xena tanpa berani menatap Bianca yang membuat Bianca semakin curiga.
"Kenapa kamu terlihat gugup apa kamu membenarkan ucapanku barusan",selidiknya dengan menatap Xena semakin tajam.
"Itu.... ".
"Aku bukan anak kecil Xena aku tau resiko kalau kita melakukan hibungan *** tanpa pengaman itu bisa hamil apa kamu lupa soal itu,hanya sepersekian persen saja yang melakukannya tidak akan hamil misalnya seperti kamu dengan Daddyku".
"Bukan begitu Bianca,aku dan Daddy Sander selama menikah kami.... ".
"Saat kamu masih menikah dengannya hanya ada dua kemungkinan kenapa kamu tidak hamil dengan Daddyku Xena kalau bukan kamu tidak ingin hamil atau memang Daddyku bermasalah saat itu tapi karena waktu itu aku masih cukup kecil jadi ya.... aku tidak perduli,tapi sekarang melihat apa yang terjadi padamu bukan hanya hari ini tapi sudah beberapa hari kulihat kamu terlihat berbeda, seperti orang yang sedang mengalami gejala hamil muda".
"Itu hanya asumsimu saja Bianca",jawab Xena dengan mulai membenarkan apa yang dikatakan Bianca, apalagi kalau diingat ingat lagi bulan ini ternyata dia sudah telat selama 2minggu dari jadwal datang bulannya,jadi kemungkinan itu benar meski dia masih berharap bukan.
Bukannya dia tidak ingin hamil dengan Oliver tapi.....kalau sekarang itu terlalu cepat masih banyak hal yang belum jelas diantara mereka salah satunya adalah masalah Bianca lalu....ah rasanya Xena masih belum ingin melibatkan anak dalam hubungannya dengan Oliver sekarang dia takut hadirnya anak akan membuat Oliver yang masih labil menurutnya akan meninggalkannya atau..... pikiran Xena terputus saat mendengar suara Maya lewat intercom yang tidak sengaja dipencetnya untuk memanggil asistennya itu tadi.
"Iya nyonya Xena ada apa? ",tanya Maya membuat Xena menarik nafas keras tanpa sadar sementara Bianca kembali sibuk dengan urusannya.
"Aku akan pergi kerumah sakit,tolong kamu antarkan aku kesana sekarang",perintahnya pada Maya.
"Baik nyonya Xena akan segera saya siapkan mobil untuk anda",jawab Maya.
"Kalau begitu aku turun sekarang Maya",ucap Xena lagi dengan bersiap untuk pergi bersama Maya tapi sebelum dia beranjak dari duduknya sebuah panggilan dari Darent masuk membuat Xena tarpaksa mengangkat panggilan pria itu didekat Bianca.
"Siang tuan Darent ada yang bisa saya bantu?",tanya Xena ramah pada rekan bisnisnya itu yang membuat Bianca langsung berdehem keras mendengar Xena menyebut nama Darent ditelpon.
"Xena... ",panggil Darent yang langsung membuat Xena menghentikan langkahnya yang akan keluar dari ruang kerjanya karena tidak biasanya pria itu memanggil namanya langsung saat mereka bicara.
"Ya... tuan Darent....",jawab Xena bingung.
"Bisa kita bertemu siang ini direstoran.... ".
Darent menyebutkan nama restoran tempat dia ingin bertemu Xena.
"Kebetulan saya sekarang akan keluar kalau anda mau saya bisa menemui anda sekarang sebelum saya pergi kerumah sakit".
"Sedikit tapi saya masih bisa menemui anda kalau memang yang ingin anda bicarakan penting".
"Ya... ini sangat penting dan aku jamin tidak lama".
"Baiklah kalau begitu saya akan sampai sebentar lagi",jawab Xena dengan mengakhiri panggilannya dengan Darent.
"Kurasa dia juga merasa Xena",celetuk Bianca yang tidak lagi ditanggapi Xena tapi memilih keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju depan kantor dimana Maya sudah menunggunya.
"Kita langsung kerumah sakit pusat nyonya Xena? ",tanya Maya dengan mulai menghidupkan mobilnya siap untuk pergi.
"Aku harus bertemu dengan tuan Darent lebih dulu direstoran....",ucap Xena pada Maya.
Mendengar perintah Xena Maya mengangguk lalu melajukan mobilnya menuju restoran tempat dia dan Darent akan bertemu.
Didalam perjalanan tiba tiba Oliver menghubunginya.
"Sayang bagaimana kondisimu sekarang?",tulisnya dengan emot khawatir.
"Tidak parah tapi aku sempat beberapa kali muntah lagi tadi waktu dikantor",balas Xena jujur.
"Itu terdengar parah,apa aku harus menemuimu sekarang dan mengantarmu kedokter sayang,tapi....sekarang aku sedang ditumpukan berkas yang diberikan tuan Max padaku",balas Oliver lagi dengan emot kembali cemas dan kesal.
"Tidak perlu aku sekarang sedang menuju Rumah sakit bersama Maya jadi dari pada kamu terlalu mengkhawatirkan aku lebih baik kamu selesaikan semua pekerjaanmu hari ini baru setelah itu temui aku diApartemen",balas Xena lagi.
"Baiklah aku akan segera menyelesaikannya agar bisa segera memelukmu",balas Oliver yang membuat Xena tersenyum kecil membaca pesan Oliver.
"Aku akan menunggumu",balas Xena lagi.
"Aku mencintaimu sayang",tulis Oliver lagi yang membuat Xena benar benar tidak bisa menutupi rasa bahagianya saat membaca pesan cinta dari Oliver.
Setelah membacanya Xena lalu mengirim balasan lagi pada Oliver.
"Aku juga mencintaimu bahkan sekarang aku sudah merindukanmu meski kita baru berpisah beberapa jam saja King Sayang",tulis Xena lalu segera mengakhiri berbalas pesan dengan Oliver karena dia sudah sampai direstoran tempat dia akan bertemu dengan Darent.
"Maya tunggu dimobil saja karena kali ini aku tidak akan lama bicara dengan tuan Max,baru setelah itu antar aku kerumah sakit",perintah Xena pada Maya yang dijawab anggukan oleh Maya.
Xena keluar dari mobil lalu berjalan masuk kedalam restoran bintang lima itu mencari meja Darent.
Karena sekarang belum waktu makan siang jadi restoran itu masih terlihat sepi dan Xena tidak kesulitan mencari pria itu dengan penampilan Darent yang cukup mencolok dengan stelan jas mahalnya serta postur gagahnya meski usianya sudah hampir kepala 5.
"Tuan Darent",sapa Xena ramah seperti biasanya yang langsung dibalas Darent dengan senyum tipis.
"Xena...silahkan duduk",pintanya Dengan menarikkan kursi untuk Xena tepat dihadapannya membuat Xena sedikit heran dengan sikap ramah dan panggilan akrab Darent sekarang padanya.
Silahkan budayakan meninggalkan jejak setelah membaca reader 😁😁🙏.