
Setelah menyelesaikan urusannya dengan toko perhiasan Oliver kembali menghubungi Jack memintanya untuk memesankannya tiket pulang.
"Apa urusanmu sudah selesai?, kenapa cepat sekali kamu kembali?".
"Iya... cepat pesankan tiket untukku sekarang",perintah Oliver pada Jack.
"Baik bos segera aku laksanakan,oh iya tadi Bianca datang kekantor mencarimu",lapor Lucas.
"Untuk apa",gerutu Oliver kesal mendengar nama perempuan itu.
"Tentu saja untuk bertemu denganmu bukankah sudah beberapa kali kamu menolak bertemu dengannya".
"Lalu apa yang kamu katakan padanya?".
"Aku bilang kamu pergi keluar negeri untuk bisnis dan saat mendengar itu dia terlihat mencoba menghubungimu lalu memaki kesal karena sepertinya gagal".
"Aku sedang tidak ingin berbicara atau bertemu dengannya sekarang jadi kalau dia kembali usir saja dia".
"Kurasa kamu mulai kasar padanya akhir akhir ini King".
"Aku tidak perduli dan berhenti membahas dia sekarang".
"Baiklah tiketmu sudah aku pesankan besok pagi kamu sudah sampai".
"Ya.... tapi besok setelah sampai aku harus bertemu dulu dengan seseorang sebelum kekantor".
"Dia.. klienmu? ".
"Ya... Oh iya Jack cari informasi dari pihak Bandara tentang penumpang bernama Vania yang baru tiba tadi malam diBandara dengan pesawat terakhir".
"Vania... siapa dia?,apa dia klien yang akan kamu temui besok?".
"Iya... tapi bukan itu yang aku inginkan tapi dengan siapa saja dia datang kemarin".
"Oh.. baiklah akan aku lakukan".
"Ya... beritahu aku secepatnya".
Setelah mengatakan itu Oliver mematikan panggilannya dan pergi menuju Bandara untuk kembali.
***
Ditempat Vania***
Xena tampak terlihat cemas mendengar rencana Vania hari itu yang ingin membawa Alea untuk bertemu Oliver, tapi dia bilang pada Xena dia akan membawa Alea untuk bertemu Darent bukan Oliver agar Xena memberinya izin.
"Vania... apa kamu yakin akan mengatakan kebohongan ini pada Darent Max?,bagaimana kalau dia tau itu tidak benar dan bermaksud mencelakai Alea nanti",ucap Xena cemas.
"Xena,tenanglah tidak akan terjadi hal buruk dengan Alea aku jamin kalau sampai situa bangka itu berani menyentuh Aleaku sayang seujung rambutnya akan kukebiri ditempat kakek durhaka itu nanti".
Mendengar apa yang dikatakan Vania, Xena masih tampak ragu tapi dia juga tidak bisa menolak niat Vania karena dia tau apa yang dilakukan Vania semua demi Alea.
"Cepatlah bawa dia kembali Vania setelah mereka bertemu,supaya aku tenang".
"Iya tentu saja Xena... sekarang aku pergi dulu karena kurasa sikakek tua itu sudah menunggu kami",pamit Vania dengan menggendong Alea keluar dari Apartemennya menuju tempat pertemuannya dengan Oliver.
Didalam mobil Vania berbicara dengan Alea.
"Alea sayang hari ini mama akan mengajak Alea bertemu Daddy Alea senang? ",tanya Vania dengan membelai sayang gadis kecil itu.
"Cenang mama Vanya",jawabnya dengan mengangguk.
"Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat untuk bertemu Daddy sayang",ucap Vania dengan mulai melajukan mobilnya meninggalkan Apartemennya.
***
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit Vania sampai disebuah restoran terbuka tempat dia membuat janji dengan Oliver untuk bertemu.
"Mama Vanya boleh Alea nanti panggil Daddy",pinta Alea dengan tatapan memohon karena baru kali ini dia akan bertemu orang yang disebut Daddy itu oleh Vania.
"Tentu saja sayang bahkan Alea juga boleh minta gendong pada Daddy Alea nanti".
"Calau bejitu Alea mau minta peluk Daddy nanti".
Vania mengangguk pada gadis kecil yang sudah seperti anaknya sendiri itu dan memeluknya semakin erat karena merasa terharu.
Sampai direstoran Vania segera menghubungi nomor Oliver yang langsung dijawab Oliver pada panggilan pertama.
"Aku sudah sampai direstoran",ucap Vania.
"Tunggu sebentar aku sedang menuju kesana",jawab Oliver terdengar terburu buru dari suaranya membuat Vania mengerutkan keningnya heran.
"Aku diBandara dan akan menuju kesana menemuimu".
"Dengan siapa kamu kemari?!"tanya Vania curiga.
"Tentu saja sendiri kamu pikir aku akan bertemu denganmu bersama tunanganku begitu".
"Mungkin saja karena aku seperti mendengar suaranya disampingmu.
"Benarkah?, aku juga seperti mendengar suara seseorang bersamamu, apa dia berubah pikiran dan bersedia menemuiku sekarang".
"Aku tidak akan mengijinkannya menemuimu semudah itu setelah penderitaan tiga tahun yang sudah kamu berikan padanya''.
"Ayolah Vania aku sangat rindu pada Xena tidak bisakah kamu membujuknya,atau berikan nomor ponselnya atau alamatnya padaku biar aku yang pergi menemuinya sendiri",bujuk Oliver pada Vania.
"Cepat datang kemari dan berhenti membujukku karena itu tidak akan berhasil".
"Baiklah aku akan mengalah sebentar lagi pada kalian tapi kalau aku menemukannya berhenti menghalangiku karena dia milikku".
"Dia bukan benda atau barang King, jadi... ".
"Aku tidak perduli meski kamu berusaha menyembunyikannya atau menjaganya serapat mungkin aku yakin aku akan segera menemukannya".
"Menyebalkan...setelah menyakitinya seperti itu sekarang kamu ingin langsung bisa menemuinya lalu memakannya begitu".
"Apapun istilahmu tapi aku memang sangat ingin bersamanya sekarang".
"Tidak semudah itu, kamu harus membereskan dulu semua masalah yang kamu timbulkan dengan mengajak Bianca bertunangan hingga membuat... ".
Vania hampir saja kelepasan bicara dengan Oliver,karena khabar pertunangannya dengan Bianca tiga tahun yang lalu hingga membuat Xena mengalami kontaksi hebat dan harus melahirkan Alea sebelum waktunya.
"Aku hampir sampai kita bertemu didalam",jawab Oliver yang membuat Vania merasa lega karena Oliver pasti lupa dengan ucapannya barusan.
"Baiklah".
Setelah itu hubungan mereka terputus dan Vania memilih memperhatikan Alea sambil menunggu Oliver sampai.
***
Sepuluh menit kemudian Oliver kembali menghubunginya.
"Dimana kamu?",tanyanya tanpa basa basi.
"Aku beradaa diarea roftoft".
Setelah mendengar itu Oliver mematikan panggilannya dan tidak lama kemudian seseorang menegur Vania.
"Vania! ".
Mendengar namanya dipanggil Vania langsung menoleh kearah sumber suara dan matanya langsung terbelalak melihat penampilan Oliver sekarang.
Tampan itu sudah pasti karena dia memang dari dulu sudah tampan tidak jauh beda dengan Darent tapi ini versi lebih muda dan lebih sempurna karena mungkin perpaduan dari Darent dan mantan istrinya dulu.
"King",sapa Vania balik pada Oliver yang langsung duduk berhadapan dengannya tanpa menjawab lagi sapaannya karena mata pria muda itu langsung tertuju pada sosok mungil Alea yang duduk disamping Vania dengan cemilan ditangannya.
"Siapa dia?,apa dia putriku? ".
Vania sangat terkejut mendengar pertanyaan tiba tiba Oliver dan bermaksud menyangkalnya tapi sebelum dia menjawab Oliver lebih dulu bicara lagi.
"Atau dia saudara kecilku? ",tanyanya dengan tatapan menyelidik kearah Vania.
"Kenapa kamu menduga seperti itu?!",tanya balik Vania.
"Karena dia sangat mirip denganku dalam versi perempuan dan tidak mungkin kami tidak punya hubungan bukan karena aku tidak akan percaya Vania".
"Itu.... ".
Belum sempat Vania bicara tiba tiba Alea nyeletuk.
"Daddy.... ".
Membuat Vania dan Oliver saling pandang.
(ini kira kira visual Alea sudah cantik belum 😁😁)
Tolong ramaikan like dan komentnya ya reader 😁😁🙏.