SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
61.Niat Darent.



Setelah duduk berhadapan dengan Darent Xena langsung bertanya.


"Apa ini mengenai masalah pekerjaan tuan Darent atau....".


"Bagaimana kondisimu?",tanya Darent dengan menatap kearah Xena dengan ekspresi sulit ditebak.


"Maksud anda?",tanya Xena merasa sedikit bingung dengana arah pembicaraan pria didepannya ini.


"Bukankah kamu bilang tadi akan pergi kerumah sakit sesudah menemuiku",terang Darent yang membuat Xena merasa sedikit malu karena lupa sudah mengatakan itu tadi.


"Oh... tidak papa ini hanya penyakit lama yang kambuh",jawab Xena yang membuat Darent semakin menyelidik.


"Maksudmu? ".


"Maksud saya...".


"Bisakah kamu berhenti memanggilku secara formal Xena",pinta Darent tiba tiba yang membuat Xena langsung merasa gugup mendengar permintaan pria itu.


"Apa anda... maksud saya.... ".


"Apa sulit merubah panggilan formal menjadi panggilan biasa padaku",ucap Darent lagi yang membuat Xena semakin tidak nyaman pada pria itu karena sampai dua kali meminta hal itu padanya dan dia masih merasa sulit.


"Maaf.... ",jawab Xena lirih dengan sedikit tertunduk merasa tidak nyaman.


"Mungkin aku yang terlalu memaksa hari ini jadi bagaimana kalau lain kali".


"Maksud anda? ",tanya Xena dengan semakin bingung melihat sikap Darent hari ini padanya.


"Baiklah aku akan bicara jujur padamu niatku mengajakmu bertemu dan kuharap kamu mau serius mempertimbangkannya setelah mendengar apa yang akan kusampaikan padamu".


"Katakan tuan... eh maksudku Darent".


"Sebenarnya sudah lama aku memperhatikanmu tapi....baru sekarang aku berani... mengatakannya secara terus terang padamu setelah mengumpulkan keberanianku".


Xena tidak menjawab ucapan Darent tapi menunggu apa yang akan dikatakannya lagi selanjutnya dengan perasaan campur aduk.


"Sejujurnya sudah lama aku punya perasaan istimewa padamu bukan hanya perasaan seorang rekan bisnis tapi perasaan tertarik antara lakilaki kepada perempuan",ucap Darent yang membuat Xena sangat terkejut dan perlahan ekspresinya mulai memucat.


"Xena....apa aku membuatmu takut atau.... ".


Xena menggeleng,"saya hanya terkejut dan tidak menyangka anda menghubungi saya hari ini untuk mengatakan hal ini karena...".


"Apa kamu tidak tertarik padaku? " tanya Darent lagi yang membuat Xena kembali menggeleng bingung bagaimana harus mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.


"Atau ada seseorang yang sudah lebih dulu menyatakan perasaannya padamu atau memang kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang saat ini karena itu kamu terlihat sulit menjawab pertanyaanku barusan".


Darent mengatakan itu dengan menatap tajam kearah Xena membuat Xena semakin bingung dan gugup duduk bersama pria itu sekarang.


Xena menghela nafas keras sebelum mencoba menjawab pertanyaan dan keinginan Darent padanya.


"Tuan... eh.. Darent.... maaf... sejujurnya aku menganggap hubungan kita selama ini hanya sebatas rekan bisnis tidak lebih dari itu".


"Kenapa?,apa aku tidak bisa membuatmu tertarik sebagai seorang pria atau.... ".


"Baiklah aku akan jujur padamu agar kamu tidak lagi menaruh harapan atau berpikir aku perempuan tidak berpendirian".


Darent diam tapi kini menatap Xena dengan lebih tajam dan dingin tatapan lembutnya sudah mulai hilang berubah dengan tatapan sulit terbaca.


"Sebenarnya aku sudah...maksudku saat ini aku sedang dekat dengan seseorang karena itu....".


"Apakah hubungan kalian serius? ",tanya Darent tiba tiba dengan tatapan semakin tajam kearah Xena membuat Xena harus menelan ludah saat bicara untuk mengurangi rasa gugup ditatap Darent seperti itu.


"Itu... kami masih mencoba untuk saling mengenal tapi.... ".


"Apa aku mengenalnya Xena? ",tanya Darent lagi membuat Xena semakin bingung dengan sikap Darent yang mengintimidasinya sekarang.


"Maaf tuan Darent saya rasa anda tidak berhak untuk menanyakan hal sepribadi itu pada saya mengingat kita tidak terlalu dekat dan jujur saja saya merasa....".


"Apakah pria itu dia!?",tanya Darent dengan mengeluarkan fotonya dan Oliver waktu didepan Apartemen saat mereka sedang berciuman.


Melihat Darent menunjukan fotonya dan Oliver seketika Xena menatap Darent dengan wajah sangat marah.


"Apa maksud anda?,apa anda mengikuti saya atau menguntit kehidupan pribadi saya tuan Darent Max dan apa anda tau apa yang anda lakukan ini sudah sangat melanggar privasi saya, saya benar benar tidak menyangka anda sebagai seorang pengusaha besar bisa melakukan hal ini demi...".


"Dia putraku",jawab Darent yang membuat bola Mata Xena hampir saja keluar karena sangat terkejut mendengar jawaban singkat pria itu tentang pria yang bersamanya difoto.


Seketika tubuh Xena lunglai wajahnya sudah pasti sangat pucat saat itu karena terkejut dan tidak percaya mendengar apa yang baru saja dikatakan Darent padanya.


"Di... dia.... ".


"Apa hubungan anda dengan putraku nyonya Sander?! ",tanya Darent dengan tatapan sedingin es pada Xena yang membuat Xena hanya bisa membalas tatapan Darent tanpa bisa menjawabnya karena bibirnya seolah terkunci saat itu.


Tapi meski sulit Xena tetap berusaha bicara.


"Bu... bukankah anda bilang waktu itu bahwa dia... ".


"Itu atas permintaannya",jawab Darent dengan tatapan tetap sedingin es pada Xena.


Membuat Xena harus memejamkan matanya untuk mengatur semua rasa tidak nyaman yang muncul karena mengetahui hal ini sekarang dan Xena juga berusaha kuat untuk menghilangkan rasa mual dan pusing hebat yang tiba tiba kembali menyerangnya dengan memejamkan mata dan menarik nafas panjang berkali kali sebelum dia mulai berbicara lagi dengan Darent.


"Jadi.... apa anda sengaja mengatakan punya perasaan pada saya untuk memancing saya tuan Darent? ",tanya Xena dengan mencoba fokus menatap kearah Darent meski dia merasa kepalanya semakin sakit bahkan dia harus berpegangan pada tepi meja agar tidak ambruk.


"Jujur saja iya".


Sakit marah benci itu yang Xena rasakan saat ini pada Darent dan juga Oliver karena sudah memparmainkannya sampai ketitik ini.


"Jadi... apa yang anda inginkan dari saya sebagai orang tuanya",tanya Xena dengan dingin menatap kearah Darent.


"Tinggalkan putraku dan sebaiknya anda menjalin hubungan denganku karena...".


"Plak!!! ".


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Darent membuat Darent terkejut karena tidak menyangka Xena akan melakukan hal itu padanya.


"Maaf kalau saya sudah menampar anda tapi jujur saja saya tidak menyesal melakukannya karena saya benar benar marah mendengar apa yang baru saja anda ucapkan".


"Apa maksudmu?!, kamu tidak ingin meninggalkan Oliverku begitu!",bentak Darent marah.


Xena harus berpegang kuat pada tepi meja saat mendengar Darent menyebut nama Oliver karena baru kali ini nama itu membuat dadanya sangat sakit rasa sakit yang tidak bisa dijabarkan dengan kata kata tapi nyata terasa.


"Jadi anda ingin saya bersama anda hanya supaya saya berpisah dengannya? ",tanya Xena miris pada dirinya sendiri pada pria didepannya dan pada hubungannya dengan Oliver yang sudah diambang kehancuran sekarang.


"Iya... dia putraku satu satunya nyonya Xena Sander pewaris Max Corp Jadi aku tidak mungkin membiarkan masa depannya hancur hanya untuk hubungan terlarang dengan anda yang notabene seorang janda yang lebih pantas menjadi ibu baginya".