SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
59. Sakit.



Bangun tidur Xena tiba tiba merasa perutnya mual hebat ,dengan tergesa gesa Xena segera berlari kewastafel untuk memuntahkan semua isi perutnya yang tidak bisa ditahannya lagi.


Oliver yang mendengar suara muntah Xena dikamar mandi segera bangun lalu membantu Xena yang terus saja memuntahksn isi perutnya diwastafel membuat Oliver menjadi khawatir padanya.


"kamu baik baik saja sayang? ",tanya Oliver dengan membantu Xena mencuci mulutnya diwastafel.


Mendengar pertanyaan Oliver Xena hanya bisa mengangguk karena akibat muntah barusan membuat tubuhnya menjadi seolah kehilangan tenaganya.


"Ayo kubantu kamu berbaring diranjang lagi",ucapnya dengan mengangkat tubuh Xena kembali kekamar.


"Aku tidak papa King mungkin asam lambungku sedang naik karena itu aku muntah barusan",terang Xena yang melihat wajah Oliver khawatir melihatnya.


"Mungkin itu karena akhir akhir ini kamu sering makan cemilan dan tidak terlalu makan berat karena itu kamu seperti ini",gerutu Oliver sedikit kesal mengingat Xena akhir akkhir ini lebih suka makan cemilan ringan dibandingkan makan makanan yang mengenyangkan.


"Iya maaf... aku janji akan menguranginya mulai sekarang tapi...kalau hanya sedikit bolehkan King... ",rengek Xena dengan ekspresi memohon karena sekarang saja dia merasa ingin makan keripik kentang yang punya rasa asin.


"Tidak....sayang makanan itu tidak baik untuk kesehatanmu aku tidak ingin kamu sakit karena punya kebiasaan buruk seperti itu",bujuk Oliver pada Xena seperti membujuk anak kecil yang menolak untuk makan.


"Tapi aku ingin makan keripik sekarang King",rengek Xena tiba tiba yang membuat Oliver sedikit kesal dengan keinginan Xena karena baru saja muntah bukannya ingin makan bubur atau sesuatu yang lain tapi ini tetap ingin makan cemilan miliknya.


"Tidak!",tegas Oliver yang membuat ekspresi Xena berubah muram.


"Aku melakukan semua ini demi kebaikanmu sayang selain itu....".


"Aku tau... dan sekarang sebaiknya aku mandi lalu segera pergi kekantor",ucap Xena lalu segera bangun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


"Kamu yakin ingin bekerja bagaimana kalau hari ini kamu istirahat saja dirumah nanti setelah aku pulang dari kampus aku akan mengantarmu kedokter",saran Oliver yang langsung dijawab gelengan oleh Xena.


"Aku akan pergi kedokter dari kantor saja agar tidak bosan dirumah sendiri King",jawab Xena yang ingin ditolak Oliver tapi saat melihat tatapan Xena akhirnya dia mengalah dengan mengiyakan saja apa yang ucapkan perempuan itu.


"Hari ini biar kuantar kamu kekantor",pinta Oliver saat Xena bermaksud tetap kekantor dengan mobilnya sendiri.


"Tapi King... bagaimana kalau Bianca....",Xena masih berusaha menolak karena khawatir kalau sampai Bianca melihat dia dan Oliver datang dengan mobil Oliver itu pasti akan membuat hubungan mereka yang mulai baik akan memburuk lagi dan Xena tidak ingin itu terjadi sekarang.


"Jangan terlalu menghawatirkan dia tapi khawatirkan kondisimu sayang,aku tidak akan tenang kalau kamu berangkat sendiri dengan kondisi kurang sehat seperti sekarang jadi... ".


"Baiklah.. aku mengalah ayo kita berangkat sekarang karena pagi ini ada rapat dewan direksi yang harus aku hadiri karena itu aku harus tetap pergi kekantor meski sakit".


"Aku benci mendengarmu memaksakan diri seperti itu,nanti kalau aku yang memimpin perusahaan itu aku tidak akan pernah membiarkanmu seperti ini bekerja saat sakit benar benar menyebalkan seharusnya..".


"Aku menunggu saat itu",ucap Xena tiba tiba dengan memeluknya erat Oliver membuat Oliver tersadar dengan apa yang baru saja dikatakannya dan bermaksud meralatnya tapi saat melihat ekspresi Xena yang terlihat tidak mengerti maksud ucapannya dan berpikir apa yang dikatakannya hanya sebuah candaan belaka membuat Oliver tenang dan membalas pelukan Xena sama erat dan tidak perduli meski saat itu mereka berpelukan didepan Apartemen yang kemungkinan bisa dilihat banyak orang.


"Benarkah kamu akan menungguku sampai diposisi itu",goda Oliver dengan membelai lembut wajah Xena yang terlihat sedikit pucat tapi tetap cantik.


"Iya... agar aku tidak perlu lelah seperti sekarang dan hanya perlu duduk manis disampingmu saja bagaimana?".


"Aku senang mendengarnya",ucap Xena dengan mendongakkan wajahnya untuk mencium bibir Oliver.


Niat awalnya hanya ingin memberikan ciuman sekilas pada Oliver tapi ternyata berakhir dengan adegan saling lu*at cukup lama dan baru berakhir saat Xena merasa dirinya hampir kehabisan nafas.


"Maaf sayang aku tidak bisa menahan diri",ucap oliver dengan menyapu bibir Xena yang sedikit bengkak akibat ciuman dalamnya barusan.


"Bukankah kamu memang selalu seperti itu",gerutu Xena pelan tapi tidak marah lalu berjalan kearah mobil Oliver mengajaknya untuk segera berangkat.


Oliver membantu Xena masuk kemobil baru setelah itu Oliver juga masuk kemobilnya lalu mulai melajukan mobil itu meninggalkan area Apartemen mereka.


"Aku akan kuliah sampai siang maukah kamu menungguku sampai selesai dulu baru pergi kedokter sayang",pinta Oliver yang kembali khawatir saat melihat wajah pucat Xena.


"Jangan khawatir King, kalau aku merasa semakin tidak nyaman dilambungku aku bisa menyuruh Maya mengantarku kedokter sementara kamu lakukan saja urusanmu hari ini, jangan mengkhawatirkan aku",bujuk Xena dengan menyentuh lengan Oliver lembut.


"Baiklah tapi berjanjilah kamu akan menghubungi aku kalau terjadi sesuatu nanti",jawab Oliver masih dengan ekspresi cemasnya.


"Iya... King",jawab Xena dengan menyandarkan kepalanya kelengan Oliver dengan manja,Oliver tersenyum melihat kemanjaan yang ditunjukan Xena pagi ini padanya.


"Besok aku juga akan mengantar dan menjemputmu sayang",ucap Oliver yang membuat Xena langsung menoleh.


"Kenapa?.


"Karena aku suka melihatmu seperti ini",ucap Oliver dengan mengecup sekilas puncak kepala Xena dengan penuh cinta.


"Aku juga suka dan aku berpikir untuk mengatakan hubungan kita pada Bianca secara perlahan".


"Kamu yakin?",tanya Oliver sedikit khawatir dengan reaksi Bianca nanti.


"Yakin tapi aku akan menunggu waktu yang tepat".


"Baiklah sampai jumpa nanti sayang ingat hubungi aku kalau ada apa apa",pesan Oliver sebelum Xena turun dari mobilnya.


"Iya...kenapa kamu hari ini cerewet sekali sih",jawab Xena dengan mencubit gemas pipi Oliver lalu segera turun sebelum Oliver membalasnya.


***


Sementara itu tanpa mereka ketahui apa yang mereka lakukan tadi didepan Apartemen itu sempat dipotret oleh seseorang dan hasilnya langsung dikirimkan keemail Darent Oleh detektif yang ditugaskan Darent untuk menyelidiki siapa kekasih Oliver sekarang.


"Ting! ".


Sebuah pesan masuk keemail Darent,dengan tidak sabar Darent segera membuka email yang dikirim detektifnya itu.


"Tuan ini foto yang berhasil saya ambil saat tuan Oliver sedang bersama perempuan itu",tulis sang detektif yang membuat Darent segera membuka satu persatu foto foto itu dengan dahi berkerut dan tatapan tidak percaya melihat siapa perempuan yang saat itu sedang berciuman begitu mesra dengan putranya didepan Apartemen.