
Darent sangat terkejut mendengar laporan dari anak buahnya tentang rencana Oliver yang ingin bertunangan dengan Bianca. Meski dia tau selama beberapa bulan ini dari laporan anak buahnya hubungan Oliver dan Bianca memang dekat tapi tunangan jujur saja Darent sulit percaya.
Untuk memastikan sendiri Darent sengaja menghubungi Oliver.
"Oliver bisa kita bertemu untuk bicara",ucap Darent tanpa basa basi pada Oliver.
"Ya...kebetulan aku juga ingin bertemu Daddy ,ada yang ingin kubahas dengan Daddy sekarang".
"Apa ini mengenai rencanamu yang ingin bertunangan dengan Bianca".
"Aku tidak ingin membicarakannya ditelpon".
"Baiklah temui aku sekarang direstoran....".
"Hemmm",jawab Oliver lalu mematikan telponnya membuat Darent terpaksa menarik nafas keras setelah sambungan telpon mereka berakhir lalu segera pergi kerestoran tempat dia dan Oliver akan bertemu.
***
"Apa itu benar Oliver? ",tanya Darent tanpa basa basi setelah mereka bertemu.
"Apa yang Daddy maksud kabar rencana pertunanganku dengan Bianca? ",tanya balik Oliver.
"Iya lalu apa Lagi",jawab Darent kesal tapi Oliver tetap terlihat berekspresi datar.
"Iya... aku akan mengajak Bianca bertunangan minggu depan setelah acara wisudaku selesai".
Darent menatap Oliver tajam entah kenapa saat mendengar khabar itu dia tidak merasa bahagia sama sekali tapi lebih kekesal karena seolah Oliver melakukan hal itu untuk membalas apa yang dilakukannya beberapa bulan yang lalu padanya dan Xena.
"Apa Daddy tidak senang mendengarnya?",tanya Oliver dengan tatapan datar kearah Darent membuat Darent tanpa sadar menghela nafas keras sebelum menjawab pertanyaan Oliver.
"Apa kamu yakin dengan keputusanmu ini karena Daddy tidak ingin kamu nanti..".
"Aku ingin memegang kendali penuh untuk perusahan Sander setelah wisuda nanti",pinta Oliver yang membuat Darent terdiam tidak tau apakah dia sekarang merasa bahagia atau malah sebaliknya mendengar rencana Oliver hari ini.
"Bagaimana Daddy? ",tanya Oliver minta kepastian pada Darent.
"Untuk masalah perusahaan aku tidak mempermasalahkannya karena itu memang dari awal ingin kuberikan padamu, tapi soal rencana pertunanganmu dengan Bianca,apa kamu benar benar yakin dengan keputusanmu?, Oliver bukan Daddy melarangmu tapi Daddy rasa.... ".
"Aku akan tetap bertunangan dengan Bianca seperti rencanaku dan kuharap Daddy tidak menghalanginya".
"Rencanamu maksudmu? ",tanya Darent karena merasa Oliver bertunangan dengan Bianca hanya untuk membalasnya.
"Setelah aku lulus lalu bertunangan dengan Bianca aku ingin Daddy berhenti mencampuri hidupku dalam segala hal termasuk untuk urusan pekerjaan".
"Maksudmu kamu ingin memutuskan hubungan kita begitu? ",tanya Darent cemas.
Oliver menggeleng,"Aku hanya ingin hidup dengan caraku sendiri, berhenti mencampuri hidupku lagi setelah ini karena selama ini aku sudah cukup mengalah pada Daddy".
"Mengalah maksudmu dengan tidak mencari Xena dan bermaksud bertunangan dengan Bianca begitu?!",tanya Darent geram.
"Iya.. bukankah Daddy bilang kalau dengan Bianca tidak masalah,jadi karena sekarang aku sudah melakukan seperti apa yang Daddy katakan maka aku minta Daddy berhenti mengganggu hidupku lagi".
"Oliver itu.. aku memang tidak melarangmu untuk bertunangan dengan Bianca kalau memang kamu menyukainya tapi kalau kamu melakukannya hanya untuk membalas Daddy apa itu adil untuk Bianca? ".
"Perasaannya bukan urusanku,aku melakukannya karena aku mau dan dia bersedia untuk urusan suka apa Daddy masih berhak menayakan hal itu padaku?!".
"Lalu bagaimana kalau tiba tiba dia datang disaat pertunangan kalian nanti apa kamu akan tetap bertunangan dengan Bianca atau...".
"Itu bukan urusan Daddy".
"Oliver... ".
"Jangan membuat rencana lain lagi yang akan membuat hubungan kita semakin memburuk Dad! ".
"Oliver.... kalau boleh jujur Daddy menyesal melakukannya karena harus melihatmu menjadi sosok seperti ini, harapan Daddy saat meminta Xena meninggalkanmu agar kamu....".
"Aku menemui Daddy hanya untuk mengatakan semua itu,karena sekarang semua sudah kukatakan jadi aku permisi,Oh iya selamat buat Daddy karena aku sudah mengabulkan keinginan Daddy untuk punya calon menantu seperti Bianca",ucap Oliver dengan berdiri dari duduknya bermaksud pergi meninggalkan Darent.
Tapi sebelum Oliver melangkah Darent menahannya.
"Aku akan membawanya kembali kalau itu bisa mengembalikan dirimu seperti dulu Oliver",ucap Darent dengan nada putus asa.
Mendengar itu Oliver hanya tersenyum miris.
"Dengan kekuasaan Daddy mungkin Daddy bisa melakukannya tapi aku sudah tidak tertarik lagi dengannya jadi berhenti mencoba mencegah rencana pertunanganku dengan Bianca sekarang".
"Oliver Daddy sungguh menyesal dan serius....".
"Berhenti membuat diriku seperti boneka Daddy,aku sudah dewasa untuk bisa melakukan dan memutuskan apa yang aku inginkan sekarang".
"Tapi Oliver.. kalau memang kamu merasa bahagia dan mencintai Xena Daddy bersedia mencarinya untukmu sekarang asal... ".
"Stop Dad!, berhenti membuatku semakin marah dan membenci kalian karena memperlakukanku seperti anak anak!,hubungan kami sudah berakhir sejak dia memutuskan meninggalkanku tanpa kata jadi jangan coba melakukan trik dengan menghadirkan dia saat aku akan bertunangan dengan Bianca karena aku tetap akan mengajak Bianca bertunangan meski dia datang! ".
Setelah mengatakan itu Oliver pergi meninggalkan Darent yang terlihat terpukul melihat sikap dingin yang Oliver tunjukan padanya.
"Ternyata tidak semua yang kulakukan selalu benar untuk hidup putra kita Camelia,bolehkah aku sekarang menyesal dan berharap kamu masih ada disini untuk mendengarkan keluh kesahku seperti dulu",gumam Darent dengan mata berkaca kaca mengingat almarhum istrinya.
***
Ditempat Xena***
"Xena aku senang akhirnya sekarang aku bisa melihatmu sehat dan sebentar lagi putri kecilku ini juga akan lahir,aku merasa tidak sabar untuk menunggu kelahirannya dan membuatnya bisa memanggilku mama",ucap Vania dengan mengelus sayang perut buncit Xena.
"Masih ada beberapa minggu lagi Vania sebelum dia lahir".
"Aku tau tapi aku sudah tidak sabar ingin segera melihat wajahnya apakah ada kemiripannya denganku atau...".
"Tentu saja tidak ada karena dia putriku dan King,jadi pasti dia akan lebih mirip aku atau King nanti",jawab Xena dengan tertawa keras mendengar canda Vania tentang anak yang masih dikandungnya.
"Aku hanya berharap karena aku pernah merasakan bibit keluarga Maxime jadi siapa tau DNAku ikut menempel didarahnya".
"Berhenti mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu atau aku akan membatalkan niatku menjadikanmu ibu angkat putriku nanti".
"Awas kalau berani akan kurebut ayahnya nanti,supaya aku juga bisa punya anak seperti putrimu",ancam Vania bercanda yang membuat Xena hanya tertawa mendengar itu karena dia tau apa yang dikatakan Vania tidak serius.
"Oh iya bagaimana kalau kita mencoba melihat berita tentang Daddymu sayang",ucap Vania tiba tiba dengan mengelus perut buncit Xena.
Mendengar ucapan Vania seketika ekspresi Xena berubah muram dan khawatir.