SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
38.Tamu Tak Diundang.



Xena terkejut dan segera bangkit dari tidurnya saat sadar siapa yang ada disampingnya.


"King kenapa kamu ada dikamarku!! ",teriak Xena terkejut karena berpikir saat itu dia sedang tidur dikamarnya dirumah besar Sander.


Dengan malas Oliver bangkit dari posisi tidurnya lalu melirik jam yang ada diatas nakas ranjang,baru pukul 3.40 masih sangat pagi,dia merasa sangat mengantuk juga lelah karena tadi malam hampir tengah malam dia baru pulang dari kantor setelah menyelesaikan pekerjaannya lalu datang keApartemennya karena khawatir pada Xena yang berkali kali dihubunginya tapi tidak juga mengangkat panggilannya.


Oliver baru merasa tenang saat melihat perempuan itu tidur pulas diatas ranjang mereka.


"King! ",panggil Xena lagi yang membuat Oliver langsung menoleh kepada perempuan itu.


"Sayang bisakah kita tidak ribut sekarang dam melanjutkan tidur kita lagi aku lelah karena hampir tengah malam tadi aku baru pulang bekerja",ucap Oliver dengan suara parau khas bangun tidur yang terdengar sexy ditelinga Xena.


"King sebaiknya kamu pulang sekarang sebelum Bianca dan yang lain tau kamu ada didalam kamarku!" hardik Xena dengan mencoba menarik tubuh Oliver dari atas ranjang tapi bukannya Oliver yang bangkit tapi malah Xena yang jatuh menabrak dada polos Oliver.


"Sayang...kita sekarang berada diApartemen,bagaimana mungkin Bianca bisa memergoki kita",ucap Oliver dengan menarik tubuh Xena kedalam pelukannya dan bermaksud mengajaknya tidur lagi sampai pagi.


Mendengar itu Xena langsung terdiam dan mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar yang sekarang ditidurinya itu lalu dia sadar bahwa ternyata dia memang sekarang tidak berada dikamarnya sendiri.


"Ternyata aku yang salah",gumam Xena.


"Tidak papa.. sekarang ayo kita tidur lagi",ajak Oliver tapi sebelum Oliver memejamkan matanya lagi Xena kembali mendorongnya tubuhnya menjauh dari Oliver dan bermaksud bangkit lagi dari ranjang.


"Sebaiknya aku pulang sekarang",ucap Xena yang membuat Oliver kini bangkit dari tidurnya lalu menahan tubuh Xena dalam pelukannya.


"King",ucap Xena dengan berusaha melepaskan belitan tangan King ditubuhnya.


"Aku hanya ingin mengajakmu tidur sayang tapi kenapa itu juga sulit sekali!",hardik Oliver kesal.


Mendengar bentakan keras Oliver tanpa sadar Xena merasa sedih dan tanpa bisa dicegahnya dia mulai terisak,melihat itu Oliver segera meraih tubuh Xena kedalam pelukannya dan membelainya lembut.


"Maaf....aku tidak bermaksud marah padamu,tapi sekarang aku hanya ingin tidur sambil memelukmu saja sayang,jadi tolong mengertilah... ",ucap Oliver dengan membelai tubuh Xena agar dia berhenti menangis.


Mendengar bagaimana Oliver menenangkannya tiba tiba saja Xena membalas pelukan Oliver erat dan menyerusukkan wajahnya didada polos pemuda itu tanpa mengatakan apa apa.


Lama Xena berada diposisi itu sampai terdengar nafas teraturnya yang menandakan dia sudah kembali tertidur dengan memeluk tubuh Oliver.


Tau Xena sudah tertidur perlahan Oliver melonggarkan pelukan Xena lalu membetulkan posisi tidur perempuan itu supaya nyaman.


"Kadang aku bingung diantara kita berdua siapa yang lebih tua karena sejak mengenalmu kamu lebih mirip gadis remaja",gumam Oliver dengan mengecup lembut puncak kepala Xena lalu memeluknya dan ikut tidur bersamanya.


***


Pagi harinya Xena terbangun saat membuka mata hal pertama yang dicarinya adalah keberadaan Oliver yang sudah tidak ada disampingnya.


Melihat pemuda itu sudah bangun lebih dulu dan pergi tanpa membangunkannya membuat Xena merasa kecewa karena merasa ditiggalkan.


Dengan langkah berat Xena turun dari ranjang dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri baru setelah itu dia akan pergi juga dari Apartemen itu pikirnya.


Dengan hanya mengenakan batrobe mandi dan rambut basah yang dililitnya keatas menggunakan handuk, Xena keluar dari kamar mandi.


Sampai didalam kamar dia terkejut melihat Oliver ada dikamar.


"King...kamu belum pergi?",tanya Xena terdengar lega mengetahui ternyata pemuda itu tidak pergi tanpa pamit dengannya.


"Aku hanya turun kebawah untuk membeli sarapan dan juga mengambilkan baju ganti untukmu",ucap Oliver dengan menyerahkan paperbag pada Xena.


"Ini... kapan kamu membelinya?",tanya Xena dengan mengeluarkan baju itu dari dalam paperbag.


"Beberapa hari yang lalu tepatnya aku membelikannya setelah aku melihat bajumu rusak Karena aku malam itu dihotel".


"Pakailah...aku akan menunggumu diluar untuk sarapan lalu ayo kita berangkat".


Mendengar itu Xena mengangguk lalu segera memakai bajunya setelah Oliver keluar dari kamar.


Tidak lama Xena sudah selesai berpakaian dan segera keluar menemui Oliver yang sudah duduk dimeja makan sedang menunggunya untuk makan bersama.


Melihat apa yang dilakukan Oliver perasaan Xena menjadi hangat karena merasa ada seseorang yang menghargainya dan menyayanginya.


"Sudah sayang? ",tanya Oliver saat melihat Xena berjalan kearah meja makan.


Xena mengangguk lalu duduk disamping Oliver.


"Tidak ada makanan istimewa dijam segini jadi aku membeli apa yang sudah mereka siapkan",ucap Oliver saat Xena membuka bungkus makanan yang dibelinya.


"Ini sudah lebih dari cukup terimakasih",jawab Xena dengan meletakkan seporsi sarapan itu didepan Oliver.


Oliver tersenyum pada Xena lalu mulai memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.


"Mari kita lakukan ini lagi",ajak Oliver dengan mendorong bungkus makanan miliknya yang sudah kosong itu ketengah untuk dikumpulkan dengan bungkus milik Xena sebelum dibuang.


Xena menatap Oliver sambil melakukan apa yang Oliver lakukan pada bungkus makanannya.


"Maksudmu? ".


"Bukan tinggal bersama tapi bagaimana kalau kita lebih sering menghabiskan waktu bersama seperti ini agar kita lebih saling mengenal sampai kamu siap tinggal bersama denganku".


Mendengar ide Oliver itu kali ini Xena langsung mengangguk.


"Iya mari kita melakukan ini kalau punya waktu senggang",jawab Xena.


Tiba tiba Oliver meraih tangan Xena dan digenggamnya mesra, "Tidak menunggu waktu senggang tapi bisakah kita setiap hari bertemu meski hanya untuk makan bersama".


"Maksudmu? ".


"Kalau kita tidak punya waktu untuk sarapan bersama mari kita bertemu waktu makan siang lalu kalau....".


"Akan aku usahakan",jawab Xena dengan membalas genggaman Oliver membuat Oliver tersenyum senang mendengarnya.


"Kamu serius bukan sayang?" tanya Oliver mencoba menyakinkan dirinya bahwa Xena setuju dengan keinginannya.


Xena mengangguk,"Iya... bukankah kamu mengajakku kencan jadi kenapa tidak...".


"Baiklah...ayo kita mulai kencan",jawab Oliver dengan berdiri dari duduknya dan menarik Xena untuk ikut bangun.


"Aku harus kekampus pagi ini",ucap Oliver dengan mengandeng Xena sampai depan pintu.


"Aku juga harus pergi kekantor,jadi...


ayo turun kebawah bersama",ajak Xena dengan menarik Oliver keluar tapi ditolak Oliver dan dia malah menarik tubuh Xena untuk mendekat kearahnya membuat Xena mengeluarkan protesnya.


"King... ".


"Hanya ciuman perpisahan",ucap Oliver lalu melu*at cepat bibir Xena sebelum Xena protes Oliver sudah mengakhiri ciumannya.


"Ayo kita menginap lagi akhir pekan disini sayang",bisik Oliver sebelum benar benar melepaskan tubuh Xena dari pelukannya.


Like ya setelah membaca 😁😁.