
Oliver berjalan keluar dari kantor Xena bermaksud langsung masuk kedalam mobilnya tapi sebelum dia masuk tiba tiba dari arah belakang seseorang menghampirinya.
"King,sedang apa kamu diperusahaanku?",tanya Bianca yang membuat Oliver sedikit terkejut bertemu Bianca disana.
"Kamu.....?".
"Iya... aku pemilik perusahaan ini, lalu untuk apa kamu kemari? ",tanyanya dengan ekspresi bangga.
"Bekerja",jawab Oliver dengan masuk kedalam mobilnya dan mulai menghidupkan mobilnya siap untuk pergi.
"Bekerja?, maksudmu kamu bekerja disini?",tanya Bianca penasaran yang tidak dijawab oleh Oliver tapi lebih memilih melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu membuat Bianca kesal dengan sikap Oliver itu.
"Brengsek!!, berani beraninya dia tidak menganggapku ada,apa dia pikir aku berbohong saat bilang ini perusahaan milikku",gerutu Bianca dengan berjalan masuk kedalam lift untuk menemui Xena.
***
"Brak!".
Suara pintu ruangan yang dibuka dengan keras membuat Xena sedikit terlonjak dari duduknya.
"Bianca bisakah kamu mengetuk pintu dulu sebelum masuk! ",hardik Xena marah pada anak tirinya itu.
"Kenapa?, bukannya ini perusahaanku jadi aku bisa bebas untuk keluar masuk disini semauku",jawab Bianca sinis.
Mendengar itu Xena hanya menghela nafas keras tidak ingin melanjutkan menjawab Bianca karena dia tau kalau dia menjawab gadis muda itu lagi yang ada mereka akan berdebat hebat diruangannya nanti dan sekarang dia sedang tidak ingin melakukan itu.
"Ada apa kamu kemari?",tanya Xena dengan menatap kearah Bianca yang sudah duduk disofa.
Bukannya menjawab pertanyaan Xena Bianca malah menanyakan hal lain.
"Aku tadi bertemu dengan King diparkiran kantor....".
"King..... ",ucap Xena tanpa sadar membuat Bianca langsung mengerutkan keningnya melihat bagaimana cara Xena menyebut nama pemuda itu.
"Iya... untuk apa dia kemari?",tanya Bianca dengan nada tidak suka.
"Oh... maksudmu King asisten tuan Max",ucap Xena setelah bisa menguasai dirinya saat mendengar Bianca menyebut nama itu barusan.
"Apa!, siapa dia?! ",tanya Bianca tidak mengerti maksud Xena.
"Dia.... pemuda yang seumuran denganmu bukan,dia adalah asisten rekan bisnisku Darent Max",terang Xena.
"Maksudmu dia bekerja menjadi seorang asisten?",tanya Bianca tidak percaya.
"Iya... dan dia kemari untuk mengantarkan berkas kerja sama kami".
"Jadi benar benar bekerja,tapi untuk apa",gumam Bianca lebih kepada dirinya sendiri karena setahu dia Oliver adalah anak dari orang kaya.
"Kenapa Bianca?",Tanya Xena penasaran.
"Setahuku orangtua King adalah orang kaya tapi kenapa dia sekarang bekerja menjadi asisten?".
"Orangtuanya sudah bangkrut,karena itu dia harus bekerja",jawab Xena tanpa sadar.
"Bangkrut?",dari mana kamu tau hal itu?",karena Bianca tidak mendengar khabar itu dikampus atau memang sengaja disembunyikannya agar dia tetap bisa sombong seperti biasanya.
Xena sedikit gugup mendengar pertanyaan Bianca barusan tapi dia segera bisa menguasai dirinya.
"Tuan Max yang bercerita padaku soal itu, karena dia adalah teman dekat dari orang tua King".
"Sepertinya hubungan kalian sangat dekat sampai dia menceritakan hal diluar pekerjaan denganmu",ucap Bianca dengan tatapan menyelidik kearah Xena.
"Apa maksud ucapanmu Bianca?",tanya Xena tidak suka karena Bianca menuduhnya punya hubungan istimewa dengan Darent.
"Kurasa wajar kalau kamu punya hubungan dengan pria lain karena kamu masih cukup muda dan posisimu disini juga hanya sementara jadi kurasa pilihanmu untuk mempunyai kekasih seorang pengusaha lain itu sudah tepat".
"Bianca stop!,aku tidak suka kamu menuduhku seperti itu tanpa bukti!".
"Bukti.... untuk apa?,apa meski kamu menyembunyikan hal itu serapat mungkin aku tidak mungkin akan tau kalau kamu punya seorang kekasih sekarang",ucap Bianca dengan nada menghina.
"Bianca....hari ini aku terlalu lelah karena baru pulang dari perjalanan bisnisku jadi bisakah kamu.... ".
"Oh... jadi,kamu baru pergi dengan kekasihmu itu selama beberapa hari ini sampai tidak bisa dihubungi".
"Bianca....berhenti menghina aku bagaimana pun aku.... ".
"Sudah kukatakan aku tidak mengakuimu sebagai ibu tiriku apa kamu masih tidak mengerti hal itu dan harus kukatakan berulang kali soal itu!",hardik Bianca.
"Bianca aku adalah direktur diperusahaan ini jadi aku bisa menyuruh petugas keamanan untuk mengusirmu pergi kalau kamu terus saja membuat masalah denganku diperusahaan ini! ",bentak Xena marah.
"Beraninya kamu mengancamku seperti itu!,apa kamu lupa posisimu sekarang yang hanya waliku sampai beberapa bulan kedepan!",balas Bianca tak kalah marah.
"Aku tau itu tapi aku tetap masih seorang direktur sampai... ".
"Aku akan mengambil alih posisimu itu saat usiaku genap 21 tahun beberapa bulan lagi",ucap Bianca dengan ekspresi kemenangan saat melihat wajah Xena langsung memucat mendengar keinginannya itu.
"Bi.. Bianca... apa kamu yakin dengan kata katamu kamu pikir memimpin sebuah perusahaan itu mudah",jawab Xena lemah.
"Tentu saja yakin dan mulai hari ini aku akan mulai bekerja diperusahaan ini untuk belajar bagaimana caranya memimpin perusahaan",jawabnya dengan sombong.
Xena sangat terkejut mendengar keinginan gila Bianca itu meski dia memang ingin menyuruh Bianca belajar mengelola perusahaannya tapi tidak dengan cara seperti ini dan Xena tidak yakin Bianca akan serius belajar bekerja.
Xena menghela nafas sebelum menjawab ucapan Bianca"Bianca aku senang mendengar keinginanmu itu tapi kalau memang kamu ingin melakukan hal itu kamu harus bersungguh sungguh karena kalau tidak perusahan yang sudah susah payah dibangun oleh Daddymu ini akan bangkrut tanpa sisa".
"Itu bukan urusanmu?".
"Maksudmu? ".
"Dari pada kamu terlalu sibuk memikirkan hartaku lebih baik kamu pikirkan nasibmu sendiri,karena dalam waktu dekat aku ingin kamu keluar dari rumah keluargaku lalu... ".
"Apa!.... kenapa kamu sampai mengusirku pergi dari rumah Daddy?! ".
"Karena kamu memang sudah tidak punya hak untuk tinggal dirumah itu sejak kamu bukan lagi istri Daddy!",balas Bianca yang membuat Xena merasa syok mendengarnya.
"Tapi.... Bianca Daddy Sander pernah bilang aku boleh tinggal dirumah itu sampai aku tua nanti",jawab Xena lemah.
"Tapi aku tidak suka padamu,karena rumah itu termasuk salah satu harta Daddy jadi itu juga milikku, tapi kamu jangan khawatir aku tidak akan mengambil lagi saham yang diberikan Daddy padamu dengan syarat kamu harus mau melajari aku untuk menjadi direktur perusahaan ini".
"Kamu yakin dengan keinginanmu itu Bianca?",tanya Xena dengan mulai menekan pelipisnya yang terasa sakit memikirkan keinginan Bianca kali ini.
"Tentu saja aku yakin dan mulai besok aku akan mulai bekerja diperusahaan ini",ucap Bianca dengan bangkit dari duduknya bermaksud meninggalkan ruangan Xena tapi sebelum dia keluar dia kembali bicara pada Xena.
"Sebaiknya kamu secepatnya mencari tempat tinggal baru untuk pindah sebelum aku mengusirmu dari rumahku dengan paksa",ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan Xena.
Like... koment ya 😁😁.