SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
69.Syok.



Xena menatap Vania dengan cemas dan segera menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia menolak Vania untuk melakukan itu karena jujur saja dia belum siap untuk mendengar khabar tentang Oliver sekarang.


"Vania.... ".


"Hanya memeriksanya saja bukankah kamu bilang sekarang dia wisuda aku penasaran bagaimana penampilannya saat memakai baju wisuda dan aku rasa kamu juga,siapa tau saja dimedia sosialnya ada berita dia sedang mencari keberadaanmu".


"Tapi aku masih merasa bersalah padanya karena sudah pergi begitu saja darinya waktu itu dan aku khawatir dia masih marah padaku".


"Kita coba saja siapa tau sekarang dia sedang meratapi dirimu dan mencarimu kemana mana".


"Entahlah Vania,aku...".


"Kita coba saja,kurasa putri kecil kita ini juga ingin mendengar khabar Daddynya sebelum dia lahir,siapa tau saat dia keluar nanti King bisa menemanimu melahirkan Xena".


Ucapan Vania tiba tiba langsung membuat Xena berharap.


"I... iya baiklah",jawab Xena lirih.


Mendengar persetujuan Xena, Vania segera memeriksa media sosial milik Oliver, tapi ternyata media sosial pria itu sudah lama tidak diaktifkan membuat Vania kecewa.


"Bagaimana?, "tanya Xena cemas karena melihat wajah kecewa Vania.


"Sepertinya dia sudah berhenti bermain media sosial sejak beberapa bulan yang lalu Xena",jawab Vania kesal karena tidak bisa mendengar khabar pemuda itu.


"Tidak papa,mungkin aku sudah membuatnya sangat terluka hingga...".


"Xena.... sepertinya kamu harus melihat ini dan.... jangan kecewa... karena... ".


Seketika Xena merebut ponsel yang ada ditangan Vania dan wajahnya seketika langsung memucat saat melihat foto yang baru dilihat Vania dimedia sosial milik Bianca.


Melihat wajah Xena yang sangat pucat Vania bermaksud mengambil ponselnya dari tangan Xena dan berusaha mencoba menenangkan Xena.


"Xena... itu... belum tentu benar mungkin saja itu foto waktu mereka wisuda lalu.... ".


"Dia jahat Vania....King jahat.... kenapa.... dia tidak menungguku.... aku..... ",belum selesai Xena mengungkapkan emosinya dengan nafas yang tersengal sengal dan air mata mengalir deras dipipinya karena melihat foto Oliver yang berpelukan mesra dengan Bianca dan Bianca memberi Caption foto itu"Terimakasih atas kado istimewamu dihari kelulusanku ini",tulisnya dengan memperlihatkan cincin yang baru saja disematkan Oliver dijari manisnya dengan tersenyum bahagia.


"Xena tenangkan dirimu aku yakin King tidak akan semudah itu meninggalkanmu Xena",ucap Vania dengan sangat cemas karena melihat wajah Xena yang sudah sangat pucat dan tiba tiba dia memegangi perutnya sambil meringis menahan sakit.


"Xe.. Xena ada apa denganmu..?",tanya Vania cemas.


"Va.. Vania....sakit... pe.. perutku... sakit...",ucap Xena lirih masih dengan memegangi perutnya sebelum akhirnya pingsan tidak sadarkan diri.


Melihat Xena pingsan Vania panik dan segera menghubungi petugas kesehatan untuk membawa Xena kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit dokter segera menangani Xena.


"Do... dokter... bagaimana kondisi Xena dan bayinya... ".


"Karena terlalu syok oleh sesuatu hingga membuatnya mengalami kontraksi hebat sebelum waktunya jadi yang bisa kami lakukan sekarang adalah segera melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawa keduanya",terang dokter itu yang membuat Vania sangat syok mendengarnya.


"Do... dokter.... tolong... selamatkan mereka...",mohon Vania dengan menangis karena tidak menyangka rencana awalnya yang hanya iseng sampai membuat Xena harus mengalami kondisi seperti ini.


"Anda tenang saja nona Vania kami akan berusaha semampu kami untuk menyelamatkan nyawa nyonya Xena dan bayinya".


"Iya... kumohon dokter...",jawab Vania lirih dengan merosot kedinding karena terlalu syok.


****


"King selamat ya atas pertunanganmu",ucap Mario dan Jack pada Oliver setelah acara pemasangan cincin pada Bianca selesai.


"Kurasa kalian tidak sedang mengucapkan selamat tapi sedang mengucapkan belasungkawa sekarang",jawab Oliver kesal melihat wajah kedua sahabatnya yang terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukannya sekarang.


"Apa maksudmu?, tentu saja kami senang karena.... ".


"Ah sudahlah.. tidak usah berpura pura bersikap seperti itu padaku sekarang",jawab Oliver kesal dengan meminum minumannya sampai habis.


Lalu berjalan meninggalkan kedua temannya itu untuk menemui Bianca yang terlihat sedang asyik mengobrol dengan teman temannya.


Melihat Oliver berjalan kearahnya Bianca segera menghampirinya dan langsung memeluk tubuh Oliver dengan mesra.


"King... terimakasih untuk hari ini",ucap Bianca dengan mendekatkan wajahnya kearah Oliver yang langsung disambut Oliver dengan sengaja melu*at bibir Bianca dihadapan teman temannya meski hanya sekilas tapi cukup bisa membuat teman teman Bianca berdecak iri melihat hal itu.


"Tidak masalah Bianca,oh iya karena besok aku harus mulai bekerja diperusahan Sander jadi aku ingin kembali lebih dulu sekarang".


Mendengar itu Bianca sedikit kecewa dan masih berusaha menahan Oliver ditempat itu dengan bergelayut mesra dilengan Oliver.


"Tapi King...ini belum terlalu malam selain itu bisakah malam ini kita menghabiskan malam bersama karena aku sudah menjadi tunanganmu",mohon Bianca dengan manja. Perlahan Oliver melepaskan belitan Bianca ditubuhnya lalu berbicara dengan lembut.


"Sepertinya tidak malam ini Bianca karena Daddy Darent belum percaya dengan hubungan kita dan juga dengan kemampuanku jadi bisakah kamu bersabar menjalani hubungan kita ini sampai Daddy Darent percaya dengan keseriusan kita",bujuk Oliver yang membuat Bianca mengangguk meski kecewa.


"Baiklah tapi.... ".


"Nikmati waktu bersama mereka Bianca karena kalau kita sudah menikah nanti aku ingin kamu hanya menghabiskan waktumu bersamaku",ucap Oliver dengan sengaja memotong ucapan Bianca yang terpaksa mengalah mendengar apa yang Oliver katakan.


"Baiklah aku akan berpesta dengan mereka malam ini dan akan menghubungimu setelah selesai nanti King",ucap Bianca yang dijawab anggukan dan senyum tipis dari Oliver sebelum pergi meninggalkan tempat itu.


"Kamu yakin akan melepaskan Oliver malam ini Bianca?",tanya Rosi dengan mendekat kearah Bianca.


"Sebenarnya aku tidak ingin tapi...kamu taukan hubungan King dan Daddy Darent sempat memanas beberapa waktu lalu karena sinenek sihir itu dan kalau aku terlalu menekannya aku khawatir Daddynya King akan melakukan hal yang sama padaku seperti pada sinenek sihir itu".


"Tapi kamukan bisa menetangnya Bianca".


"Mungkin bisa tapi apa kamu pikir aku bodoh Ros".


"Maksudmu?".


"King memang tampan tapi posisinya sekarang belum stabil kalau aku sampai menyinggung Daddynya lalu Oliver diusir tanpa harta apa kamu pikir aku masih tetap mau mendampinginya?,tidak Ros... aku bukan Bianca yang dulu yang naif hanya cukup hidup dengan cinta".


"Maksudmu Bianca? ".


"Kamu tau kenapa aku bersedia menerima Oliver sekarang?".


Rosi menggeleng.


"Itu karena Xena yang mau menghidupiku sudah tidak ada,aku tidak mau menghabiskan hidupku sampai tua hanya dengan duduk didalam kantor membosankan itu seperti Xena,aku ingin menikmati hidupku seperti kalian".


"Jadi karena itu kamu langsung menyetujui keinginan Oliver?".


"Iya... dan kamu tau aku sengaja memposting khabar pertunanganku ini dimediasosialku agar Xena bisa melihat dan tidak berani kembali kemari lagi untuk mengganggu King" jawab Bianca dengan tersenyum puas.


Masih episode penuh emosi ya 😁😁.