SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
62.Aku akan Meninggalkannya.



Xena yakin Darent pasti bisa melihat bagaimana ekpsresinya yang sudah seperti mayat hidup sekarang setelah mendengar apa yang dikatakan Darent padanya.


Dengan sisa tenaga Xena membalas tatapan Darent padanya.


Tatapan terluka dan benci tapi penuh tekad itulah yang Xena tunjukan saat ini pada pria arogan didepannya yang sudah menghinanya barusan.


"Jadi.... anda ingin saya meninggalkan putra tercinta anda begitu tuan Darent Max?!",ucap Xena dengan nada penuh penekanan.


"Iya.. nyonya Sander karena...".


"Baik.... saya akan melakukannya tapi apa anda bisa menjamin putra anda tidak akan mengejar saya atau menghalangi niat anda ini nanti kalau saya tiba tiba memutuskan hubungan kami begitu saja?".


"Jangan berani mengancam saya nyonya Sander atau... ".


"Saya tidak mengancam anda tapi anda yang terus menerus mengancam saya dari tadi dan ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada anda apa dia tau anda melakukan ini pada saya",ucap Xena dengan sinis lebih tepatnya dia merasa miris karena masih berharap saat ini tiba tiba Oliver datang dan menantang Darent untuknya,tapi untuk apa?,untuk hubungan singkat mereka yang sudah jelas tanpa masa depan atau untuk...


yang pasti Xena sadar dan seharusnya sudah dari awal dia sadar bahwa Oliver menyembunyikan sesuatu atau lebih tepatnya tidak ingin jujur karena ingin membalasnya soal Bianca,Xena yakin dia melakukannya untuk itu tidak mungkin dia bisa mencintai Xena secepat itu semantara selama ini hidupnya selalu dikelilingi oleh gadis gadis cantik.


Sekarang Xena sadar Oliver ingin bersamanya karena ingin merasakan sesuatu yang berbeda,bagaimana tidak berbeda seorang perempuan dewasa bahkan janda yang sudah menikah belasan tahun tapi ternyata masih perawan dia pasti merasa Xena perempuan tolol lain untuknya yang mudah ditipu hanya dengan sedikit rayauan dan ciuman manisnya.


Memikirkan itu dan mengingat semua kata kata Darent hati Xena sakit sangat sakit tapi juga marah benar benar marah pada ayah dan anak ini.


"Jadi...apa keinginan anda sebenarnya agar bersedia meninggalkan Oliverku",tanya Darent dengan nada lebih pelan mencoba membujuk Xena dengan cara negosiasi seorang pengusaha ulung.


Xena diam benar benar diam karena tidak atau apa yang diinginkannya sekarang dan tidak tau apa yang harus dilakukannya sekarang.


Meski marah tapi dia tetap ingin meminta atau lebih tepatnya memohon pada Darent untuk diijinkan tetap bersama Oliver meski hanya... hanya sebagai apa?, dimana statusnya dimata Oliver dan Darent lalu untuk apa dia ingin tetap bersama anak pria ini sementara hubungan mereka hanya sebatas.....


"Anda harus berjanji untuk membuat perusahaan Sander tetap seperti sekarang atau kalau perlu lebih berkembang lagi maka saya juga berjanji akan meninggalkan putra anda dan tidak akan pernah muncul lagi dihadapan kalian,apa anda bersedia tuan Darent Max",ucap Xena tak kalah lirih dari ucapan Darent tadi padanya dan tentu saja hal itu membuat Darent merasa heran karena apa yang Xena minta benar benar diluar perkiraannya.


"Apa hanya itu? ",tanya Darent dengan perasaan mulai merasa iba dan tidak tega pada perempuan cantik yang sudah berwajah sangat pucat didepannya itu.


"Iya... dan satu lagi aku tidak ingin dia bisa menghubungiku atau menemuiku".


"Maksud anda?",tanya Darent bingung.


"Terserah bagaimana anda menjelaskan padanya tentang keberadaanku setelah hari ini tapi aku tidak ingin sampai melihatnya lagi selamanya karena kalau sampai kami bertemu lagi anda harus mengiklaskan aku memilikinya",ucap Xena tegas dan merasa lega karena akhirnya bisa mengeluarkan apa yang diinginkannya pada Darent.


Wajah Darent yang semula merasa iba pada Xena tiba tiba kembali mengeras mendengar kata kata terakhir Xena.


"Tidak ada tuan Darent tapi....aku tidak ingin munafik atau berbohong pada anda kalau aku tidak tertarik pada putra anda selama ini jadi sekarang aku melepaskannya karena dia memang masih terlalu muda dan aku tidak yakin dengan perasaannya padaku tapi... kalau suatu saat kami bertemu dan dia masih tertarik padaku seperti sekarang maka aku akan mengambilnya dari anda,jadi kalau memang anda....".


"Cukup!!! ",jangan berani berani mengancamku!!!,kamu pikir siapa dirimu hingga bisa.... ".


"Aku akan merahasiakan pertemuan kita ini darinya bahkan setelah keluar dari restoran ini aku akan langsung memutuskan hubungan kami".


"Aku tidak percaya !",hardik Darent masih sangat kesal dengan Xena.


"Anda ingin bukti lihatlah".


Xena mengambil ponselnya lalu memblokir dan memblacklist nomor ponsel Oliver dihadapan Darent.


"Apa anda pikir itu cukup sebagai bukti!",hardik Darent lagi.


"Mulai detik ini aku tidak akan kembali keperusahaan ataupun keApartemen itu bahkan aku tidak akan menginjakkkan kakiku lagi dirumah keluarga Sander atau tempat tempat yang pernah kami datangi dan besok anda sudah tidak akan mendengar namaku dinegara ini,apa itu belum cukup membuktikan keseriusanku untuk meninggalkan putra anda tuan Darent",ucap Xena dengan senyum miris.


Darent diam dengan tidak melepaskan tatapannya dari perempuan cantik didepannya ini ada rasa bersalah melihat bagaimana wajah perempuan itu yang berusaha kuat meski sebenarnya Darent tau ini pasti juga menyakitkan untuknya dilihat bagaimana dia mengatakan dan berusaha benar benar melepaskan Oliver.


"Apa masih ada yang ingin anda sampaikan atau katakan tuan Darent sebelum saya pergi".


"Aku akan memberikanmu konpensasi untuk ini agar... ".


"Apa anda pikir saya semiskin itu sampai harus mengemis sebuah kompensasi dari anda?,tidak tuan Darent,aku memang tidak sekaya anda tapi aku juga tidak sangat miskin jadi.... aku akan pergi dan nanti aku akan kembali....",ucap Xena dengan berjalan keluar dari restoran itu meninggalkan Darent yang tiba tiba terduduk lesu tidak menyangka akan menerima perlawanan begitu sengit dari Xena dan tanpa sadar dia mengagumi sikap Xena yang terlihat lembut dan lemah diluar tapi sangat tegas saat sudah memutuskan sesuatu.


"Apakah kali ini aku salah karena tidak mendengarkan apa yang dikatakan Oliver",gumamnya pada dirinya sendiri.


***


Sementara itu setelah keluar dari dalam restoran dengan tubuh lunglai Xena berlari ke tempat sampah terdekat untuk mengeluarkan semua isi perutnya yang terasa seperti diremas dan diaduk dengan hebat.


Beruntung saat Xena berlari Maya melihatnya dari dalam mobil jadi dengan segera dia menghampiri Xena dan membantunya saat masuk kemobil setelah Xena selesai mengeluarkan seluruh isi perutnya.


"Anda baik baik saja nyonya Xena?",tanyanya khawatir yang dibalas Xena dengan anggukan pelan sebelum tiba tiba pingsan yang membuat Maya terkejut dan khawatir,dengan gugup dia segera membawa Xena pergi dari restoran itu menuju Rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.


Bab ini dan bab sebelumnya cukup menguras emosi saat menulis,kalau kalian bagaimana saat membaca?,koment ya 😁😁