SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
63.Kabar Bahagia juga kabar buruk.



Xena membuka matanya dan sedikit bingung melihat dimana dia berada karena saat pertama kali membuka mata semuanya terasa berwarna putih dan...


"Akhirnya anda sadar nyonya Xena",ucap Maya dengan nada lega.


Mendengar ada suara seseorang disampingnya Xena segera menoleh.


"Maya... dimana aku sekarang?",tanyanya lemah tapi tetap berusaha bangkit meski kepalanya terasa masih sangat sakit dan perutnya masih saja terasa tidak nyaman.


"Anda berada disebuah klinik nyonya anda tiba tiba pingsan dan saya.... ".


"Iya.. aku ingat sekarang,terimakasih karena sudah mau menjagaku sampai sadar Maya tapi sebaiknya kamu kembali saja keperusahaan sekarang".


"Tapi kondisi anda",Maya masih terlihat cemas melihat bagaimana kondisi Xena sekarang yang terlihat masih sangat pucat dan lemah.


"Aku sudah tidak papa Maya pergilah tapi sebelum pergi bisakah kamu panggilkan dokter untukku aku ingin tau bagaimana kondisiku sekarang".


"Baik nyonya akan saya panggilkan dokter untuk anda lalu setelah itu saya akan kembali kekantor".


Xena mengangguk dan tersenyum pada Asistennya itu.


"Terimakasih banyak Maya'', ucapnya sebelum Maya keluar dari ruang rawatnya.


Tak berapa lama setelah Maya pergi seorang dokter masuk kedalam ruangan Xena.


"Selamat siang nyonya Sander",sapa sang dokter yang berperawakan sedang itu dengan ramah pada Xena, yang dibalas Xena tak kalah ramahnya meski kondisinya masih sangat lemah.


"Selamat siang dokter, saya hanya ingin tau bagaimana kondisi saya sekarang?",tanya Xena tanpa basa basi karena dia harus segera tau penyakit apa yang dideritanya atau semua ini memang gejala hamil seperti perkiraan diawalnya atau bukan.


"Kondisi kesehatan anda kalau boleh jujur saat ini sangat lemah dan butuh banyak istirahat apalagi dengan kondisi anda yang sedang hamil muda saya sarankan.... ".


"Apa... saya.. hamil dok...?! ",tanya Xena merasa tidak percaya meski sudah menduganya tapi tetap saja saat mendengar dokter mengatakan hal itu dia merasa.....sangat bahagia tentu saja dia sangat bahagia mendengarnya,meski...ada terselip rasa sedih tapi tidak bisa dipungkiri dia sangat bahagia karena hamil anak pria yang dicintainya....tanpa bisa ditahan airmatanya mengalir deras sebagai ungkapan semua perasaan yang dirasakannya sekarang.


Dokter yang melihat emosi Xena setelah mendengar khabar itu menjadi sedikit khawatir karena luapan emosi Xena sangat berlebihan tangisnya lebih keluapan emosi bukan hanya tangis bahagia layaknya orang yang mendengar khabar kalau dia hamil.


"Ma... maaf... saya... terlalu bahagia jadi.... ".


"Sepertinya khabar ini cukup mengejutkan anda nyonya",ucap sang dokter dengan masih berusaha menenangkan Xena yang masih terisak cukup keras meski sudah cukup tenang.


"I... iya.. dok... sa.. ya.. tidak percaya kalau akhirnya saya bisa hamil setelah 15 tahun pernikahan saya akhirnya Tuhan mau memberikan saya kesempatan ini pada saya",ucap Xena dengan masih terisak karena merasa sakit saat mengatakan kebohongan itu dihadapan calon bayinya tapi tidak mungkin dia mengatakan alasan sebenarnya kenapa saat dia mendengar khabar bahagia itu dia malah seolah setengah histeris.


"Kalau begitu selamat untuk anda dan suami anda nyonya,tapi.... ".


Seketika Xena menatap kearah Dokter itu dengan tatapan khawatir.


"Apa ada masalah dengan kehamilan saya dokter? ",tanya Xena cemas.


"Ya... saya mengerti.... saya akan memeriksa ulang kondisi saya setelah keluar dari sini",ucap Xena dengan menarik nafas lega meski juga merasa sedikit khawatir melihat bagaimana ekspresi dokter itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu tentang kondisinya tapi tidak berani mengatakan karena seperti katanya barusan kliniknya ini memang hanya klinik untuk umum.


Xena juga baru sadar ternyata Maya tidak membawanya kerumah sakit besar seperti rencana awal mereka tapi mengantarnya keklinik kecil yang hanya ada seorang dokter umum saja disana.


Xena pikir mungkin kondisinya saat pingsan membuat Maya sangat khawatir karena itu dia hanya mengantarnya keklinik terdekat agar dia bisa segera mendapat pertolongan.


"Iya... saya... juga menyarankannya nyonya Sander,baiklah karena sekarang anda sudah sadar sebaiknya anda beristirahat saja sampai kondisi anda benar benar pulih baru....".


"Bisakah saya pindah kerumah sakit besar sekarang dokter karena jujur saja saya merasa tubuh saya sangat tidak nyaman jadi saya ingin pindah kerumah sakit yang lebih besar".


Mendengar itu sang Dokter mengangguk karena melihat bagaimana lemahnya kondisi Xena dia memang harus ditangani dengan lebih baik dirumah sakit agar kondisinya dan juga bayi yang ada dalam kandungannya tidak bermasalah.


"Baik akan saya buat surat rujukan untuk anda",jawab sang dokter lalu keluar dari ruangan Xena dan tak lama dia kembali lagi dengan memberikan surat keterangan pada Xena.


"Bisakah anda memanggilkan taksi untuk saya dokter karena ternyata suami saya saat ini sedang berada diluar kota dan baru kembali malam nanti sementara.... ".


"Akan saya panggilkan nyonya",jawab sang dokter dengan ramah dan tidak ingin banyak tanya karena dilihat dari penampilannya dia yakin Xena pasti istri orang kaya atau pengusaha sukses.


"Terimakasih banyak dokter",ucap Xena dengan tersenyum ramah pada sang dokter saat dia diantar kedalam taksi.


"Saya hanya melakukan kewajiban saya nyonya",balasnya tak kalah ramah pada Xena.


Xena menyandarkan tubuhnya dijok taksi sambil menatap keluar jendela dengan pikiran melayang kemana mana sementara tangannya tanpa sadar terus saja menyentuh perutnya karena dia merasa dengan melakukan hal itu pikirannya bisa tenang dan hanya itu yang saat ini diperlukannya.


"Kita kemana nyonya? ",tanya sisupir taksi membuat Xena sadar dari pikirannya.


"Oh... antar saya keBandara",jawab Xena pada sisupir yang dijawab anggukan oleh sisupir.


'Kita akan pergi dulu dari Daddy sayang nanti kalau semua sudah membaik baru mommy akan membawamu menemui Daddymu lagi, baik baiklah ikut mommy ya sayang kita harus kuat bersama', bisik Xena dengan terus mengelus lembut perutnya yang masih rata berusaha mencari kekuatan dengan melakukan itu.


"Nyonya kita sudah sampai",ucap sisupir pada Xena.


Mendengar itu Xena segera turun dari taksi lalu berjalan keBandara untuk naik pesawat keluarnegeri.


Sambil menunggu waktu keberangkatan Xena menghubungi Vania tempat pertama yang akan ditujunya saat ini sebelum dia memikirkan apa yang akan dilakukannya lagi nanti dengan hidupnya dan anak yang masih dalam kandungannya itu.


"Halo Vania",telpon Xena pada sahabatnya itu.


"Xena?, kupikir kamu sudah melupakanku karena terlalu sibuk dengan berondong tampanmu itu",Gerutu Vania pada Xena yang dibalas Xena hanya dengan helaan nafas keras yang dapat didengar Vania dari seberang telpon hingga membuat Vania merasa bahwa sudah ada yang terjadi pada sahabatnya itu sekarang tapi sebelum Vania sempat bertanya Xena sudah lebih dulu bicara.


"Aku akan datang ketempatmu sekarang,tolong jemput aku diBandara nanti",ucap Xena pada Vania.