
Oliver menghentikan mobilnya ditempat tadi malam dia menjemput Xena.
"Kamu yakin akan turun disini sayang?",tanya Oliver merasa tidak nyaman mengantar Xena secara sembunyi sembunyi seperti itu.
Xena segera menggeleng,"Aku tidak ingin Bianca melihat kita sekarang",ucap Xena dengan membuka pintu mobil Oliver.
"Baiklah nanti aku akan menghubungimu",ucap Oliver tidak ingin mendebat Xena pagi itu karena dia juga sudah cukup kesiangan sekarang untuk pergi kekampus.
Xena hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan mobil Oliver yang tidak lama langsung melaju meninggalkan tempat itu.
Saat Xena sampai di rumah Sander dia berpapasan dengan Bianca yang baru pulang dengan mobilnya membuat Xena menjadi gugup khawatir Bianca sempat melihat mobil Oliver pergi dari lingkungan rumah itu tadi.
Xena sengaja tidak menegur Bianca tapi segera masuk kedalam kamarnya untuk bersiap pergi kekantor,tapi baru beberapa langkah Xena berjalan belum sampai kepintu depan tiba tiba Bianca langsung menegurnya seolah tadi sengaja menunggunya untuk turun lagi.
"Bukannya kamu baru kembali kenapa sekarang pergi lagi",ucap Bianca sinis.
Mendengar nada Bianca yang seolah menghinanya itu Xena segera menoleh kearah gadis muda itu.
"Aku akan pergi kekantor sekarang apa kamu tidak ada kuliah hari ini?",tanya Xena dengan nada sesabar mungkin menghadapi gadis itu.
"Kekantor?,lalu dari mana kamu tadi malam hingga baru pulang sekarang ?",tanya Bianca semakin sinis.
Mendengar itu Xena terpaksa menghela nafas keras sebelum menjawab Bianca.
"Bianca pliss..., jangan mengajakku berdebat sekarang karena aku sangat lelah dan sebentar lagi aku harus menghadiri rapat penting",jawab Xena dengan berjalan menjauh dari Bianca yang merasa kesal karena tidak diperdulikan oleh Xena.
"Dasar perempuan menyebalkan,aku yakin dia tadi malam baru saja bersama seorang pria tapi beraninya dia berlagak seperti perempuan sok suci",gerutu Bianca kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu.
***
Sementara itu Oliver yang baru tiba dikantor sang Daddy siang itu disuruh Darent untuk pergi kekantornya.
"Ada apa tuan Darent?",tanya Oliver dengan duduk dihadapan sang Daddy.
"Apa kamu sangat sibuk akhir akhir ini?",tanya Darent dengan memicingkan matanya kearah Oliver.
"Ya.. aku berusaha menyelesaikan semua berkas yang tuan berikan dengan baik".
"Selain itu?",tanya Darent masih tetap dengan ekspresi semula.
"Tentu saja aku tetap kuliah seperti biasa,supaya bisa segera lulus",terang Oliver.
"Apa hanya itu? ",tanya Daren lagi yang membuat Oliver sedikit bingung.
"Maksud Daddy? ",tanya Oliver sedikit tidak mengerti arah pembicaraan Darent sekarang.
"Bagaimana dengan perempuan itu?",tanya Darent tiba tiba yang membuat Oliver sedikit terkejut mendapat pertanyaan mendadak seperti itu dari ayahnya.
"Baik,kenapa Dad? ",tanya Oliver dengan nada pelan khawatir Darent mengetahui sesuatu tentang dia dan Xena sebelum dia siap menceritakannya sendiri.
"Kurasa hubungan kalian berkembang dengan sangat pesat,apa kamu mencintainya Oliver?",tanya Darent yang membuat Oliver bingung bagaimana menjelaskan tentang perasaannya untuk Xena sekarang pada sang Daddy karena perasaan ini benar benar baru baginya.
"Itu... aku merasa dia sangat istimewa bagiku tapi.... ".
"Ada apa?, apa kamu masih mencoba merahasiakannya dari Daddymu ini?".
"Ya.... hubungan kami masih terlau baru Dad,aku takut dia akan meninggalkanku kalau dia tau siapa aku sebenarnya",jawab oliver dengan wajah tertunduk.
"Kurasa kamu mencintainya Son, karena itu kamu khawatir dia meninggalkanmu".
"Mungkin Daddy benar, tapi.... ".
"Apa kamu benar benar tidak ingin mengatakan pada Daddy siapa perempuan itu,siapa tau dengan bantuan Daddy hubungan kalian akan semakin dekat dan kalau kamu ingin melanjutkan hubungan kalian kejenjang yang lebih serius kurasa.... ".
Oliver segera menggeleng,"Dia benar benar perempuan istimewa Dad, sejujurnya aku merasa malu saat berdekatan dengannya karena itu aku masih belum mengatkan siapa diriku yang sebenarnya".
"What!!!",ucap Darent tanpa sadar saat mendengar ucapan Oliver itu.
Darent berpikir perempuan seperti apa yang sampai bisa membuat putra semata wayang seorang Darent Maxime malu untuk mengakui jati dirinya itu.
Oliver hanya bisa tertunduk mendengar keterkejutan Daddynya itu,tanpa berniat mengatakan siapa perempuan yang sudah membuatnya jungkir balik sekarang.
"Seistimewa itukah dia bagimu Son? ",tanya Darent antara senang atau kesal pada perempuan yang dekat dengan Oliver sekarang karena sampai sampai Oliver malu sudah menjadi putranya.
"Ya.... karena itu aku ingin menjadi orang yang layak untuknya baru aku akan mengatakan siapa diriku yang sebenarnya Dad".
"Kurasa hanya perempuan tidak normal yang berani menolak dirimu karena putraku Son dan apa dia termasuk perempuan itu",gerutu Darent kesal.
Oliver tidak menyahut lagi tapi bangkit dari duduknya.
"Sepertinya aku harus bekerja sekarang Dad supaya aku cepat menyusulmu kesuksesanmu".
"Aku yakin tujuanmu bekerja keras akhir akhir ini bukan untuk menyusulku tapi ingin diakui oleh perempuan itu",gerutu Daren lagi dengan semakin kesal karena sekarang putranya berubah baik demi seorang perempuan bukan karena dirinya dan itu membuat dia semakin penasaran siapa sebenarnya perempuan istimewa Oliver itu.
Setelah Oliver keluar dari ruangannya Darent segera menghubungi seseorang.
"Halo tuan Max ada yang bisa saya bantu?",tanya orang diseberang telepon yang merupakan seorang detektif yang biasa disuruh Daren untuk mengawasi Oliver selama ini.
"Aku ingin kamu kembali mengikuti putraku lagi seperti biasanya".
"Baik tuan Darent akan saya lakukan".
"Tapi kali ini jangan sampai Oliver melihatmu saat sedang mengikutinya".
"Anda tidak perlu khawatir tuan Darent saya jamin tuan muda Oliver tidak mengetahui kalau sedang anda awasi".
"Yang lebih penting cari tau siapa perempuan yang sedang dekat dengan putraku itu sekarang".
Mendengar itu orang diseberang telpon merasa sedikit heran karena selama ini Darent tidak pernah perduli soal siapa teman perempuan putranya itu selama putranya dalam keadaan baik baik saja.
"Apa kamu dengar? ",tanya Darent dengan nada sedikit kesal karena sang detektif terlihat terdiam lama.
"I... iya tuan,apa ada sesuatu yang terjadi dengan tuan muda Oliver beberapa waktu ini?",tanya sang detektif pada Darent.
"Bukan hal negatif tapi tetap saja aku merasa aneh karena dia terlihat berusaha keras untuk berubah menjadi dewasa".
"Apa maksud anda perempuan ini sudah sangat mempengaruhi tuan muda Oliver sejak mereka saling kenal?".
"Iya... karena itu aku sangat penasaran siapa sebenarnya perempuan ini",ucap Darent dengan setengah bergumam.
"Baiklah kalau memang anda ingin tau mengenai perempuan yang sedang dekat dengan putra anda saya akan mencari tau secepatnya",ucap si detektif pada Darent yang membuat Darent sedikit tenang mendengar hal itu dan tidak sabar ingin segera tau siapa perempuan itu.
Hay reader jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian setelah membaca ya 😁😁.