
Xena menghempaskan tubuhnya dikursi kerjanya dengan menarik nafas keras kepalanya terasa sakit tapi bukan karena pekerjaan atau karena pertemuannya tadi dengan kliennya, tapi karena selama pertemuan tadi pikirannya selalu tertuju pada Oliver sampai dia sempat memikirkan bahwa Oliver sedang duduk didepannya dan itu membuat Xena berkali kali harus mengerjapkan mata untuk membuat bayangan pemuda itu hilang dan dia bisa fokus dengan orang yang sedang duduk bersamanya membahas pekerjaan saat itu.
"Sepertinya anda kurang sehat nyonya Sander? ",tanya klien Xena saat mereka sama sama berjalan menuju area parkir.
"Maaf kalau anda terganggu karena itu tapi kemarin kaki saya terkilir dan.... ".
"Apakah parah?",tanyanya khawatir sambil melihat kearah kaki Xena yang masih diperban karena tadi pagi dia lupa untuk melepaskannya tapi sekarang dia bersyukur karena itu.
"Masih bengkak dan sebenarnya dokter ortopedi melarang saya untuk banyak berjalan tapi karena kemarin saya sudah membatalkan pertemuan kita jadi akan tidak pantas kalau hari ini saya juga melakukannya" jawab Xena dengan tersenyum sopan.
"Kalau memang anda sedang sakit saya tidak masalah untuk menunda pertemuan kita hari ini".
"Tidak papa, toh sekarang kita sudah bertemu tapi lain kali saya pasti akan mengingatnya".
"Baiklah kalau begitu sampai jumpa lain kali nyonya Sander",ucap sang klien lalu masuk kedalam mobilnya yang membuat Xena menarik nafas lega.
"Sepertinya aku memang sedang sakit sekarang tapi bukan dikaki melainkan diotakku karena selalu ingat dengan King yang membuatku benar benar hampir gila",gerutu Xena dengan berjalan kearah mobilnya dengan kesal.
***
Sementara itu dikampus Oliver sedang mengikuti perkuliahan tampak fokus menatap dosen perempuan yang sedang memberikan materi kuliah pagi tanpa berkedip membuat Mario yang duduk disampingnya menepuk lengannya pelan.
"King",panggil Mario yang membuat Oliver tampak terperanjat dan langsung menoleh kearah Mario.
"Ayo keluar kuliah Mis Selena sudah selesai",ucap Mario yang membuat King langsung kembali menatap dosennya itu yang terlihat merapikan tasnya dan bersiap untuk keluar dari ruang kelas mereka.
Melihat hal itu tanpa sadar Oliver memaki pelan.
"Sial".
Mario segera menoleh kearah Oliver karena mendengar pemuda itu memaki."Ada apa",tanyanya yang langsung dijawab gelengan oleh Oliver karena tidak ingin Mario tau kalau sebenarnya dari awal penjelasan materi yang diberikan oleh Mis Selena Oliver membayangkan orang yang sedang berdiri dan memberinya materi itu Xena bukan Mis Selena.
Melihat Oliver hanya menggeleng Mario mengangkat bahunya lalu berjalan keluar kelas diikuti Oliver dibelakangnya.
"Ayo kita kekafe",ajak Mario pada Oliver yang langsung dijawab Oliver dengan gelengan membuat dahi Mario berkerut melihat gelengan Oliver.
"Aku akan langsung kekantor Daddy setelah ini",terang Oliver.
"Sepertinya kamu serius kali ini Oliver",ucap Mario.
"Ya... kurasa sudah waktunya aku berubah bukan",jawab Oliver dengan tersenyum kearah Mario.
"Bukannya kamu bilang akan berhenti main main kalau kamu sudah selesai kuliah".
"Bukannya tahun depan aku selesai jadi sekarang aku hanya mempercepatnya saja".
"Atau ini karena seseorang?",tanya Mario curiga.
bukannya marah atau mengelak apa yang dikatakan Mario Oliver hanya mengangkat bahunya membuat Mario menjadi penasaran.
"Apa kamu sedang jatuh cinta sekarang King?",tanya Mario yang membuat Oliver seketika menghentikan langkahnya dan terlihat serius memikirkan ucapan Mario.
Melihat itu Mario juga ikut berhenti.
"Apa aku benar King?",tanya Mario lagi.
"Entahlah, tapi sejak mengenalnya aku ingin dia mengakuiku".
Oliver mengedikan bahunya sebelum dia menjawab.
"Dia istimewa dihatiku dan yang pasti dia membuat aku ingin menjadi pria yang baik menurut dia, aku ingin membuktikan padanya bahwa aku bukanlah pria brengsek seperti yang menjadi imejku selama ini".
"Apa aku boleh tau siapa dia sebagai sahabatmu? ",tanya Mario yang segera dijawab Oliver dengan gelengan.
"Jangan sekarang karena aku takut kalau kamu dan Jack tau siapa dia itu akan membuat dia menjauhiku",ucap Oliver.
Mendengar itu Mario tidak bertanya lagi dan memilih berjalan kearah mobilnya sendiri meninggalkan Oliver yang juga berjalan kearah mobilnya.
Oliver sudah bersiap menjalankan mobilnya meninggalkan area parkir kampus saat tiba tiba Bianca mengetuk kaca jendela mobilnya membuat Oliver kesal tapi tetap membukanya karena Bianca berdiri sangat dekat dengan mobilnya.
Oliver hanya menatap gadis itu dengan tatapan kesal setelah membuka kaca jendela mobilnya.
"King... aku mau bicara sebentar denganmu",pintanya dengan ekspresi memohon.
Oliver menghela nafas kesal sebelum bicara.
"Katakan",ucap Oliver dingin karena sejak kejadian dipesta itu dia memang sengaja menghindari gadis ini, bukan tidak marah atau kesal dengan apa yang dilakukan bianca tapi dia melakukannya karena mengingat Xena,karena itu Oliver lebih memilih menghindar dari Bianca dari pada melampiaskan kemarahannya akibat kelakuan gila gadis itu padanya.
"Maukah kamu turun dan berbicara dikafe denganku",pinta Bianca dengan suara merayu.
"Aku sudah ada janji setelah ini, jadi katakan saja sekarang disini apa yang ingin kamu sampaikan".
Mendengar itu tiba tiba raut wajah lembut Bianca berubah kesal,"Dengan siapa?,apakah dengan perempuan itu?",tanyanya terlihat marah pada Oliver.
Melihat hal itu Oliver benar benar ingin melayangkan tangannya kearah Gadis itu karena ekspresi menyebalkannya sekarang,tapi ditahannya dengan sekuat tenaga dan memilih bersiap menjalankan mobilnya membuat Bianca segera meraih tangan Oliver yang berada diatas kemudi.
"King jangan pergi kita belum selesai bicara!",pinta Bianca dengan ekspresi memohon.
"Tapi aku tidak ingin bicara denganmu Bianca jadi lepaskan tanganmu sekarang atau aku akan nekat tetap menjalankan mobilku!" bentak Oliver keras yang membuat Bianca dengan terpaksa melepaskan cekalannya dari tangan Oliver karena dia tau kalau Oliver sudah bicara seperti itu maka dia bisa melakukannya.
Setelah Bianca melepaskan cekalannya dan berdiri sedikit mundur Oliver segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Bianca yang berdiri dengan marah ditempatnya.
"Sial.... sial!!!",makinya dengan sangat kesal lalu berjalan menuju kafe tempat dia biasa berkumpul dengan teman temannya.
**
Bianca menjatuhkan tubuhnya dikursi kafe dengan wajah ditekuk membuat kedua temannya Rosi dan Bela mengerutkan kening melihat itu.
"Ada apa?,apa kamu gagal bicara dengan King? ",tanya Rosi dengan menyedot minuman digelasnya.
"Ya... dia bahkan marah lagi padaku karena aku menanyakan perempuan sialan yang sekarang menjadi kekasihnya itu".
"Tentu saja dia tidak mau mengatakannya Bianca,karena dia tidak mau kamu menyakiti perempuan itu seperti sebelumnya.
"Lalu aku harus bagaimana sekarang semua cara sudah kulakukan agar King mau menjadi kekasihku tapi selalu saja ada perempuan sialan yang mengganggunya".
"Jangan bertanya padanya tapi sebaiknya kamu selidiki hal itu sendiri".
"Maksudmu Ros? ".
"Coba kamu ikuti dia agar kamu tau sebenarnya siapa perempuan yang sedang dekat dengannya sekarang",saran Rosi yang membuat Bianca mengangguk setuju.
Like dan Komen juga hadiah seiklasnya😁😁