SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
78.Keputusan Xena



Xena terdiam mendengar apa yang dikatakan Vania dengan berkali kali menghela nafas untuk menghilangkan rasa sakit dan sesak didadanya mengingat semua yang sudah terjadi dan dialaminya selama ini sendiri tanpa Oliver perduli.


"Xena aku tau kamu kecewa padanya dengan semua yang dilakukannya padamu selama ini tapi... ".


"Aku tau Vania Alea butuh sosok Daddynya tapi... aku belum siap kalau harus datang keperusahaannya sebagai Xena hanya demi Alea, hatiku masih sakit karena apa yang sudah dilakukannya selama ini".


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kamu muncul bukan sebagai Xena disana".


Maksudmu? ".


Kemudian Vania membisikkan rencananya kepada Xena.


"Bagaimana?",tanya Vania harap harap cemas dengan keputusan Xena.


"Kamu yakin kalau seperti itu tidak papa".


"Kurasa... tapi sebaiknya kita coba kalau kamu merasa tidak nyaman kita berhenti lalu pergi dari sini bagaimana? ".


"Baiklah kita coba untuk 3 bulan saja kalau dalam 3 bulan.... ".


"Oke hanya 3 bulan",jawab Vania senang karena Xena setuju.


***


1 minggu kemudian dikantor Oliver ***


"King ini nyonya Wilson yang akan menjadi sekretarismu mulai sekarang",ucap Jack dengan mengajak seorang perempuan kehadapan Oliver.


Oliver menatap perempuan bernama nyonya Wilson itu dari atas kebawah dengan tatapan tajam tanpa suara.


"Anda.. nyonya Wilson....? ",tanya Oliver pada perempuan dengan kaca mata tebal rambut disanggul tinggi serta pakaian longgar yang sama sekali tidak menarik.


"I... iya.. tuan.. saya.. nyonya.. Wilson sekretaris anda yang baru ...".jawab perempuan itu gugup karena ditatap Oliver setajam itu.


"Sebenarnya aku tidak suka pegawai perempuan berada dekat denganku tapi..


karena sepertinya anda tidak seperti perempuan pada umumnya, jadi...kurasa tidak masalah... ".


"Terimakasih tuan King.. ".


"Oliver panggil aku Oliver... ",ucap Oliver dengan penuh penekanan membuat nyonya Wilson panas dingin dibuatnya.


"Ba... baik.. tuan Oliver.. ".


"Oh iya.. sebenarnya untuk semua urusan pekerjaan sudah ada Jack yang menanganinya tapi kamu bisa membantunya selain itu karena kamu sekretarisku aku ingin mulai sekarang kamu membantu menyiapkan semua kebutuhan pribadiku".


Seketika wajah tertunduk nyonya Wilson terangkat dan langsung bersitatap dengan Oliver karena terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Oliver.


"Ma.. maksud anda... ".


"Selain bekerja diruangan ini aku juga tinggal dikantor untuk memudahkanku bekerja selama ini jadi mulai sekarang tugasmu adalah membantuku menyiapkan kebutuhanku dari pagi sampai... ".


"Jadi.. saya harus tinggal bersama anda begitu!",pekik nyonya Wilson terkejut.


"Aku tidak menyuruhmu begitu nyonya Wilson aku hanya menyuruhmu menyiapkan kebutuhanku sebagai sekretaris juga sedikit membantuku membersihkan ruanganku,karena aku tidak suka sembarang orang masuk ketempat pribadiku apalagi untuk tinggal bersama seorang perempuan yang tidak punya hubungan denganku".


"Maaf tuan Oliver..".


Jack meletakkan nyonya Wilson tepat didepan ruang kerja Oliver agar Oliver mudah untuk memanggilnya kalau dia membutuhkan perempuan itu.


Oliver tidak banyak protes dengan kedatangan nyonya Wilson sebagai sekretarisnya itu membuat Jack sedikit heran dengan sikap Oliver kali ini, karena selama ini Oliver paling tidak mau ada perempuan yang bekerja dekat dengannya apalagi untuk membantunya melakukan urusan pribadi dia sangat anti bahkan Bianca yang menjadi tunangannya saja selalu ditolaknya setiap kali ingin membantunya menyiapkan kebutuhannya atau sekedar masuk keruang istirahatnya tapi ini..


sedikit aneh menurut Jack tapi juga lega karena dia tidak perlu lagi melakukan hal itu sekarang untuk Oliver kalau sudah ada nyonya Wilson yang disuruhnya melakukan pekerjaan sampingannya.


"Ini tempat kerja anda nyonya Wilson tugas anda adalah membantu sedikit pekerjaan saya dengan berkas berkas tapi yang lebih utama anda harus membantu tuan King untuk menyiapkan kebutuhan pribadinya mulai sekarang".


"Maksud anda tugas saya seperti sekretaris pribadi begitu".


"Iya...King sudah bilang bukan dia tinggal diruang istirahat meski tidak setiap hari tapi selama hari kerja kalau dia tidak sedang menginap diluar atau dinas keluar dia selalu tinggal disini jadi... "


"Saya akan datang lebih pagi lalu menyiapkan semua kebutuhan beliau bukankan begitu tuan Jack"


"Oh.. iya... tapi panggil saja Jack karena kita rekan".


"Baiklah Jack,sekarang aku sudah mengerti tugasku".


"Iya... semoga saja anda betah nyonya Wilson",ucap Jack dengan tersenyum ramah pada perempuan didepannya yang terlihat selalu gugup setiap kali mereka bicara.


Nyonya Wilson hanya mengangguk untuk menjawab ucapan ramah Jack sebelum pria muda itu pergi meninggalkannya sendiri.


Xena menghempaskan tubuhnya dikursi kerja dan langsung menarik nafas keras setelah tidak ada seorang pun disampingnya.


"Untung saja aku pernah punya pengalaman seperti ini sebelum kembali kesini jadi meski gugup aku bisa mengatasinya",batin Xena dengan mengelus elus dadanya lega.


Tapi belum lama dia duduk Oliver memanggilnya lewat intercom.


Mendengar suaranya membuat jantung Xena seolah dipacu lebih cepat dari seharusnya apalagi saat pertama kali mereka bersitatap tadi pesona seorang Oliver King sangat kuat hingga membuat Xena hampir pingsan,untung saja Oliver hanya menatapnya dari balik meja kerjanya jadi itu membuat Xena masih bisa mengontrol perasaannya, tapi kalau setiap hari selama 3 bulan kedepan mereka harus dekat seperti ini Xena benar benar tidak bisa menjamin perasaannya akan baik baik saja.


"Nyonya Wilson bisa anda keruanganku sekarang ",panggil Oliver yang membuat Xena tersadar dari lamunannya.


"I.. iya tuan Oliver saya akan datang",jawab Xena dengan gugup lalu segera bangkit dari kursinya dan mengetuk pintu ruang kerja Oliver.


"Masuk perintah Oliver dari dalam".


"Ada perintah untuk saya tuan?",tanyanya pada Oliver.


"Aku akan dinas untuk beberapa hari tolong kamu bantu menyiapkan barang barang pribadiku".


"Sekarang tuan?",tanya Xena gugup karena dia tidak menyangka dihari pertamanya bekerja dengan Oliver pria itu langsung mempercayakan hal yang begitu pribadi padanya.


Mendengar nada bicara Xena Oliver menatap perempuan didepannya dengan tatapan sulit ditebak.


"Tentu saja nyonya Wilson karena saya harus berangkat dua jam lagi dari sekarang".


"Maaf saya hanya merasa sedikit tidak terbiasa melakukan perkerjaan ini",jawabnya dengan tertunduk.


"Kalau begitu anda harus mulai belajar membiasakan diri dari sekarang nyonya Wilson".


"I.. iya. tuan kalau begitu akan saya lakukan sekarang".


Oliver mengangguk dan mempersilahkan Xena masuk keruangan istirahatnya yang lebih menyerupai sebuah Apartemen atau kamar dihotel menurut Xena dari pada disebut sebuah ruang istirahat saat Xena masuk kedalam ruangan dibelakang ruang yang sekarang dipakai kerja pria itu.


Karena ini pertama kalinya dia masuk kedalam ruangan pribadi Oliver dia sedikit bingung tapi berbekal pengalamannya dulu saat bersama pria itu dan menilik penampilannya sekarang Xena mulai mencoba mencari benda benda yang akan dipakai pria itu nanti saat berada diluarkota.