
Xena terbangun dan sedikit terkejut karena melihat suasana tempatnya tertidur gelap.
Xena bermaksud menyalakan lampu kamar tapi membatalkannya setelah sadar dia berada dimana sekarang lalu mulai merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya sudah sangat terbuai rayuan Oliver tadi.
"Sial ini terjadi lagi",gerutunya dengan perlahan menyingkirkan tangan Oliver yang melingkar ditubuhnya.
Xena menatap Oliver yang tertidur lelap dalam temaram cahaya kamar lalu perlahan bangun dari ranjang.
Dengan bantuan senter dari ponselnya Xena memakai kembali pakaiannya lalu membetulkan selimut Oliver sebelum keluar dari kamar pria itu.
Xena sedikit mengernyitkan pandangannya merasa sedikit pusing karena cahaya terang diruang kerja Oliver saat keluar.
Dia merapikan apa yang sudah dikerjakannya tadi lalu mengambil tas tangannya baru setelah itu keluar dari kantor Oliver untuk pulang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit Xena sampai diApartemennya.
Untung saja hari itu Vania dan Alea tidak ada dirumah jadi dia tidak perlu mencemaskan Vania akan menanyainya kenapa dini hari dia baru pulang kerja.
Xena melepas semua pakaiannya lalu menguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower untuk menghilangkan rasa lelah dan ngilu dibagian tubuhnya akibat sisa percintaannya dengan Oliver tadi.
"Ya ampun kenapa dia tetap saja suka membuat tubuhku seperti macan tutul seperti ini ",gerutu Xena saat melihat banyaknya tanda mata yang ditinggalkan Oliver ditubuhnya.
'Besok aku harus pura pura tidak terjadi apa apa dan kuharap dia juga lupa dengan semua yang terjadi tadi",batin Xena dengan merebahkan tubuhnya diranjangnya dan mencoba untuk tidur meski sulit.
**
Dikamar Oliver...
Oliver terbangun dan merasa kepalanya sangat pusing sambil meraba samping tempat tidurnya dan langsung merasa kesal karena tau Xena sudah pergi.
"Shitt! dasar menyebalkan!,tidak bisakah dia menungguku bangun atau membangunkanku lebih dulu sebelum pergi meninggalkanku sepertinya kabur benar benar menjadi hobinya dan dia tidak pernah belajar dari kesalahan dengan terus mengulanginya",gerutunya dengan bagkit dari ranjang dan berjalan dengan menekan kepalanya kekamar mandi berharap dengan membersihkan diri rasa sakit kepalanya akan hilang.
cukup lama Oliver merendam tubuhnya didalam bak mandi sambil memikirkan apa yang malam tadi mereka lakukan.
"Sepertinya dia akan tetap menghindariku kalau kali ini dia tidak hamil karena percintaan kami tadi malam",batinnya dengan berpikir.
"Jadi kuharap kali ini aku akan membuatnya hamil agar dia tidak punya alasan tidak masuk akal untuk menghindariku lagi dengan tetap pura pura menjadi nyonya Wilson menyebalkan itu,tapi untuk yang terakhir sayang aku akan mengikuti permainanmu sebelum kamu menyerah",gumam Oliver dengan tersenyum smrik sendiri.
***
Xena sudah siap untuk berangkat bekerja lalu kembali menatap penampilannya dicermin.
"Semua akan baik baik saja Xena,aku yakin dia pasti juga akan melupakannya karena tadi malam dia melakukannya saat mabuk".
Sampai dikantor dada Xena semakin berdebar debar meski dia bisa menutupinya tapi dia terkejut dan sangat gugup saat mendengar Oliver memanggilnya untuk masuk kedalam ruangannya.
"Nyonya Wilson bisa anda masuk keruangan saya sekarang? ",perintah Oliver dengan nada dingin melalui intercomnya membuat Xena harus berkali kali menarik nafas sebelum menjawab.
"Baik tuan Oliver".
Dengan memantapkan hati Xena mengetuk pintu ruangan Oliver.
"Masuk! ",perintah Oliver dari dalam ruangan.
Dengan langkah gugup Xena masuk kedalam ruangan.
"Ada apa tuan Oliver? ",tanya Xena tanpa berani menatap pria yang duduk dimeja kerjanya itu.
"Semua ini anda yang mengerjakannya?",tanyanya dengan menunjuk pekerjaan Xena tadi malam.
Xena merasa bingung dengan pertanyaan Oliver dan merasa sedikit tidak suka dengan nada bicara pria itu yang tidak percaya padanya.
"Tentu saja apa anda pikir... ",jawab Xena dengan menatap kearah Oliver yang juga sedang menatapnya tapi dengan ekspresi sulit digambarkan.
Sementara Xena seolah terhipnotis melihat penampilan Oliver pagi ini yang menurutnya terlihat sangat tampan dan luar biasa atau memang dia selalu seperti itu hanya pagi ini terasa lebih berbeda setelah tadi malam mereka menghabiskan malam panas bersama.
"Apa sebelumnya anda pernah mengerjakan hal ini?",tanya Oliver meski dia tau jawabannya ,tapi tetap penasaran apa yang akan perempuan itu katakan sebagai alasan kenapa dia bisa mengerjakan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh para direktur dan staf berpengalaman.
Mendengar pertanyaan yang diajukan Oliver Xena tersadar dari lamunannya dan mengangguk.
"Iya... itu sebelum bekerja dengan anda saya sempat menjadi sekretaris pribadi tuan Dawson yang harus mengerjakan seluruh hal diperusahaannya",terang Xena membuat Oliver yang mendengarnya menjadi semakin kesal karena Xena selalu bisa mematahkan asumsinya.
"pantas saja anda terlihat sangat ahli",gumam Oliver dengan mengalihkan tatapannya ke layar komputernya tanpa memperdulikan Xena lagi membuat Xena merasa tidak nyaman dan sedikit kesal karena merasa seolah Oliver sengaja melakukan hal itu untuk mengabaikannya.
"Apa anda sudah selesai tuan?,kalau sudah saya akan melanjutkan pekerjaan saya",ucapnya dengan bermaksud berdiri dari duduknya.
"Iya pergilah",jawab Oliver tanpa menatap Xena lagi membuat Xena semakin kesal pada Oliver tapi belum sempat Xena keluar dari ruangan Oliver kembali bicara padanya.
"Oh iya nyonya Wilson tolong anda buatkan saya kopi sekarang",perintahnya yang dijawab Xena singkat.
"Iya tuan akan segera saya buatkan".
Lalu nanti saat aku keluar dengan Jack untuk bertemu klien tolong kamu bersihkan ruangan tidurku ganti seprai juga buka jendela ruangan itu agar udara didalamnya berganti karena aku merasa pengab saat mencium aroma dari ranjangku".
Xena mencoba menahan kesalnya mendengar apa yang dikatakan Oliver padanya barusan,beraninya pria itu mengatakan aroma sisa percintaan mereka membuatnya pengab dan sesak nafas.
"Akan saya ganti semuanya dengan yang baru dan saya jamin saat anda kembali aroma yang menbuat anda pengab itu tidak ada lagi!!".
"Ya.... lakukan",ucapnya.
Dengan langkah cukup keras sebagai tanda protes Xena keluar dari ruangan Oliver.
Begitu pun saat meletakkan cangkir kopi dihadapan pria itu Xena sengaja meletakkannya dengan membunyikan suara keras sebagai bukti dia kesal.
"Ini kopi anda tuan! ".
"Iya... ",jawabnya singkat tanpa menoleh sedikit pun kearah Xena yang semakin kesal karena merasa diabakan Oliver setelah malam panas yang mereka habiskan tadi malam.
Bahkan saat Oliver pergi bersama Jack pria itu sama sekali tidak mengatakan apapun atau berpesan apa apa lagi pada Xena tapi melewati Xena seolah tidak terjadi apa apa.
"Bersabarlah Xena dia pasti berpikir tadi malam dia bersama dengan nyonya Wilson bukan denganmu karena itu dia pura pura ingin melupakannya",batin Xena menenangkan dirinya sendiri meski sangat kecewa dengan sikap Oliver karena selama ini meski dia menjadi nyonya Wilson Oliver tidak pernah menatapnya seperti tadi seolah mereka dua orang yang tidak saling kenal.