
Oliver menghempaskan tubuhnya diatas ranjang kamarnya merasa lelah dan kesal karena sudah berkali kali dia mencoba menghubungi Xena yang sedang dinas keluar negeri tapi gagal.
"Kenapa sih dia harus dinas selama ini tidak bisakah dia melakukannya lain kali saja saat aku sedang libur kuliah atau akhir pekan jadi aku bisa ikut pergi bersamanya",gerutu Oliver semakin kesal mengingat beberapa hari yang lalu Xena tiba tiba mengatakan akan pergi dinas untuk seminggu penuh.
Oliver ingin mencegahnya tapi dia tau kalau dia melakukan itu Xena pasti akan sangat marah padanya.
"Aaakk!! ",tanpa sadar Oliver berteriak keras karena terlalu kesal.
Ingin keluar tapi dia tidak tau harus melakukan apa bersama teman temannya sekarang sedangkan untuk kekantor sang Daddy dia juga tidak ingin, pikirannya saat ini terlalu dipenuhi oleh Xena Xena dan hanya Xena.
Karena tidak bisa menghubungi Xena Oliver memilih memandang foto Xena yang diambilnya dari dompet perempuan itu beberapa waktu yang lalu.
"Kamu benar benar sangat cantik dulu pantas saja situa Sander begitu tergila gila padamu dan rela menikahimu meski tidak bisa memilikimu seutuhnya,kalau aku jadi dia aku juga pasti akan melakukan hal yang sama dan karena sekarang kamu sudah menjadi milikku aku juga tidak akan melepaskanmu lagi",gumam Oliver dengan mengecup foto Xena waktu muda itu.
Karena terlalu lelah atau bosan akhirnya Oliver tertidur diatas ranjangnya.
Dia baru terbangun saat mendengar ponselnya berdering keras.Dengan kesal dan tanpa melihat siapa yang menghubungi Oliver menjawab panggilan itu.
"Hemmm",gumamnya dengan menelungkupkan kepalanya didalam bantalnya.
"Oliver dimana kamu? ",tanya Darent membuat Oliver segera mengeluarkan kepalanya dari bantal dan segera bangkit dari tidurnya saat mendengar suara Darent.
"Dikamarku ada apa Dad? ",tanya Oliver dengan menyugar rambutnya.
"Maksudmu dirumah? ",tanya Darent tidak percaya karena sekarang masih siang bahkan belum lewat tengah hari tapi tumben sekali putranya berada dirumah.
"Iya Dad kalau Daddy tidak percaya silahkan hubungi pengurus Teo apakah aku sekarang dirumah atau tidak",gerutu Oliver semakin kesal.
"Lalu apa yang sedang kamu lakukan sekarang?".
"Tidur, ada apa? ".
"Kuliahmu? ".
"Sudah selesai setelah itu aku langsung pulang".
"Apa ada masalah sesiang ini kamu sudah ada dirumah? ",tanya Darent penasaran.
"Tidak ada aku hanya ingin pulang karena sudah lama tidak dirumah".
"Bisakah kamu kekantor sekarang",perintah Daren pada Oliver.
"Apa ada hal penting yang harus kulakukan?",tanya Oliver dengan tidak bersemangat.
"Ya... kerjakan berkas untuk perusahaan Sander dan usahakan selesaikan hari ini juga karena besok harus diantar ketempat mereka".
"Baiklah kalau begitu aku kekantor satu jam lagi",ucap Oliver dengan mengakhiri panggilannya dengan Darent lalu bergegas kekamar mandi sebelum berganti baju untuk bersiap pergi kekantor.
***
"Tok...tok... tok...! ".
"Masuk! ",perintah Darent pada Oliver.
"Mana berkas yang harus saya kerjakan tuan Max? ",tanyanya dengan masuk keruangan Darent.
"Ini selesaikan semua ini karena besok semua ini harus diantar ketempat mereka".
"Apa ini berkas kerjasama kita yang baru dengan mereka?",tanya Oliver dengan memeriksa satu berkas yang diberikan Daren padanya.
"Iya... ini proyek jangka panjang dengan mereka dan aku ingin kamu mempelajarinya dengan serius tentang proyek kerja sama ini".
"Kenapa? ",tanya Oliver sedikit bingung.
Darent menyandarkan tubuhnya kekursi sebelum mulai bicara.
"Aku bermaksud mengambil alih perusahan Sander",ucapnya membuat Oliver membulatkan matanya terkejut.
"Karena perusahaan ini punya potensi yang sangat bagus untuk berkembang sementara pemiliknya terlalu tidak perduli dengan semua itu".
"Maksud Daddy nyonya Xena? ".
Darent menggeleng, "bukan tapi kedua anak Sander, pemilik perusahaan yang sebenarnya''.
"Tapi bukankah sudah ada Nyonya Xena yang mengelola perusahaan itu sekarang lalu kenapa Daddy berniat mengambil alih perusahaan itu?".
"Untukmu, aku ingin memberikan perusahaan itu untukmu nanti".
Oliver kembali terkejut,"Dad....".
"Aku ingin kamu membuatnya menjadi lebih besar dan berkembang dengan dukungan perusahaan kita yang ada sekarang".
"Tapi bagaimana dengan nyonya Xena nanti aku rasa dia... '.
"Kalau soal itu kamu tenang saja dia akan tetap bekerja posisinya sekarang sampai kamu bisa mengambil alih semua urusan perusahaan darinya".
Oliver terdiam mendengar itu, tidak tau apa yang harus dikatakannya pada sang Daddy soal keinginannya itu.
"Lalu kalau aku sudah bisa memimpin perusahan itu bagaimana dengan posisi nyonya Xena".
"Jangan khawatir soal itu aku bisa membuat dia memimpin salah satu cabang anak perusahaan kita kalau dia masih mau bekerja".
"Maksud Daddy? ".
"Kamu tau dia hanya ibu tiri mereka selain itu dia masih cukup muda untuk menikah dan membina keluarga dengan pria lain jadi.... aku berencana mengambil alih perusahaan itu sebelum Xena sebagai pimpinan yang kompeten berhenti dari sana karena harus ikut dengan suami barunya nanti".
Mendengar keterangan Darent Oliver langsung bangkit dari duduknya,"Aku akan segera menyelesaikan ini,karena kurasa Daddy melakukan ini dengan sengaja bukan",gerutunya sedikit kesal.
"Hanya ingin membuatmu siap menjadi pewarisku nanti dan bukankah kamu bilang kamu sedang dekat dengan seorang gadis sekarang jadi Daddy... ".
"Iya... aku akan mulai serius membantu Daddy bekerja sekarang dan kurasa aku tertarik untuk memiliki perusahaan Sander sekarang".
"Benarkah?",tanya Darent terlihat senang mendengar itu.
"Iya....Dad, aku akan belajar seluk beluk perusahaan itu mulai sekarang lalu setelah aku lulus tahun depan aku ingin Daddy memberikan perusahaan itu padaku sebagai hadiahnya".
"Iya... asal kamu serius dalam belajarmu".
"Daddy tenang saja dalam waktu kurang dari satu tahun aku pasti siap memimpin Sander group's".
"Sebenarnya tidak harus secepat itu Son,saat kamu lulus nanti aku pasti tetap akan memberikan perusahaan itu padamu tapi karena masih ada Xena disana jadi kamu masih bisa.... ".
Tiba tiba Oliver menggeleng,"Aku ingin memimpinnya Dad dan aku yakin nyonya Xena juga tidak keberatan nanti".
"Kalau kamu seyakin itu nanti aku akan mengatakan padanya bahwa kamu adalah putraku setelah aku berhasil mengambil alih perusahaan itu jadi kamu bisa belajar secara langsung dengannya".
Mendengar itu Oliver segera menggeleng",Jangan katakan padanya kalau aku adalah putramu sebelum aku lulus nanti",pinta Oliver cepat membuat Darent sedikit bingung.
"Kenapa.... ".
Seketika Oliver bingung bagaimana mengatakan kepada sang Daddy soal larangannya itu.
"Itu... aku hanya... ingin menghindari Bianca",ucapnya cepat dan asal yang membuat Darent mengerutkan keningnya heran.
"Kenapa dengan Bianca?".
"E... sebenarnya aku sedabg menghindari dia karena dia terus mengejarku dan.....aku tidak menyukainya jadi aku tidak ingin kalau Xena tau bahwa aku anak Daddy karena Bianca pokoknya",terang Oliver.
Meski Darent sedikit bingung dengan alasan Oliver itu tapi dia tidak membahasnya lagi dan memilih mengangguk menuruti keinginan Oliver untuk merahasiakan hubungan mereka dari Xena.
Like dan komen ya 😁😁.