
Oliver bangun dari ranjang dan berjalan keluar dari kamarnya dengan langkah pelan supaya tidak membangunkan Alea dan Xena yang sedang tertidur pulas saat itu.
Setelah keluar kamar Oliver langsung berjalan menuruni tangga menuju depan.
Diruang makan dia berpapasan dengan pelayan rumahnya yang sedang sibuk membersihkan meja makan.
"Tuan muda", sapa mereka dengan menunduk hormat pada Oliver yang dijawab Oliver dengan anggukan balik.
"Mana Daddyku dan Vania?",tanya Oliver pada pelayan tersebut.
"Tuan besar tadi berada diruang kerjanya sementara nona Vania berada dikamar",terang pelayan itu.
Mendengar keterangan dari pelayan tentang keberadaan Daddynya Oliver segera melangkah meninggalkan ruang makan.
"Anda tidak makan siang dulu tuan muda?",tanya pelayan itu dengan dengan hormat.
"Nanti saja",jawab Oliver dengan pergi meninggalkan ruang makan menuju ke ruang kerja sang Daddy.
Sampai didepan ruang kerja sang Daddy Oliver segera mengetuk pintunya.
"Siapa? ",tanya Darent dari dalam ruangan.
"Ini aku Dad, boleh aku masuk? ",tanya Oliver dengan mulai membuka pintu ruang kerja Darent dengan posisi hanya melongokkan kepalanya dari balik pintu.
Darent menatap Oliver dengan tatapan sulit diartikan karena waktu melihat Oliver melakukan hal itu dia jadi ingat kebiasaan Oliver waktu kecil dulu kalau ingin bicara atau minta sesuatu padanya.
"Oh... masuklah.. kebetulan aku sudah selesai".
Setelah mendapat persetujuan Darent, Oliver berjalan masuk kedalam ruang kerja Darent yang belum berubah sama sekali dari dulu.
Oliver duduk dihadapan Darent yang menatap Oliver dengan perasaan rindu.
"Ada yang ingin kubicarakan dengan Daddy",ucap Oliver setelah mereka duduk berhadapan.
"Apa sangat penting? ",tanya Darent penasaran.
"Iya... ini mengenai Alea dan Xena".
Darent diam tidak bereaksi apa pun pada Oliver.
Melihat Darent hanya diam Oliver melanjutkan ucapannya.
"Aku yakin Daddy sudah tau kalau Xena sudah kembali dan juga tentang status Alea yang sebenarnya".
"Ya.. lalu? ".
"Sebenarnya bukan itu yang ingin kukatakan".
"Lalu? ".
"Ini mengenai Xena,Aku ingin mendaftarkan pernikahanku secara resmi dengannya".
"Pernikahan?,maksudmu kamu ingin menikahinya sekarang? ".
"Sebenarnya tiga tahun yang lalu kami pernah menikah tapi hanya sah dihadapan Tuhan".
Oliver terdiam sebentar untuk menunggu reaksi Darent yang terlihat terkejut dengan apa yang baru saja dikatakannya tapi tidak mengatakan apa apa pada Oliver dan memilih menunggu Oliver melanjutkan bicaranya.
"Dan sekarang setelah Xena kembali aku bermaksud mendaftarkan pernikahan kami agar resmi secara hukum".
"Apa kalian sudah membicarakan ini sebelumnya?",tanya Darent tanpa ekspresi.
Kali ini Darent benar benar terkejut mendengar ucapan terakhir Oliver.
"Apa maksudmu bayi yang sedang dikandungnya,Apa Xena sedang hamil sekarang?!".
"Iya Dad, dia hamil anakku lagi dan kali ini aku tidak ingin melewatkan setiap moment dalam kehamilanya seperti pada Alea jadi kumohon Daddy jangan mencoba mencampuri atau menghalangiku kali ini untuk berkumpul lagi bersama mereka".
"Tapi..bukankah kamu punya Bianca...".
"Aku sudah mengakhiri hubunganku dengannya tadi karena aku tau hubungan kami tidak akan berhasil".
Darent menatap kearah Oliver dengan diam seolah sedang menilai keseriusan dari semua apa yang Oliver katakan.
"Oliver kurasa sebelum kamu mengajakku bicara kamu sudah memikirkan semuanya bahkan tentang perlindungan pada Xena dan Alea agar aku tidak bisa mengganggu mereka apa aku benar?".
"Ya... kali ini aku tidak akan mengalah seperti tiga tahun yang lalu Dad dan aku juga tidak ingin memberi peluang pada Daddy untuk bisa mempengaruhi atau membawa Xena pergi lagi dariku seperti dulu".
"Lalu sejak kapan kamu tau penyamaran Xena? ".
"Apa Daddy berpikir aku bisa terkecoh meski Daddy menyuruh Xena berdandan mwnjadi nyonya Wilson?. Daddy salah aku sangat mengenal Xena jadi....".
"Lalu bagaimana dengan kehamilannya yang sekarang apa kamu sengaja merencanakannya, agar dia tidak bisa kabur lagi darimu dan aku juga tidak bisa memisahkan kalian lagi",tanya Darent dengan menatap kedepan pintu ruang kerjanya karena tadi sempat melihat kelebat bayangan baju seorang perempuan diluar pintu ruang kerjanya.
"Jujur saja iya, aku memang sangat berharap dia hamil anakku supaya dia tidak bisa kabur lagi dari sisiku seperti dulu".
Darent menyandarkan tubuhnya kekursi lalu kembali menatap kepintu ruang kerjanya tajam membuat Oliver sadar ada sesuatu dibelakanganya dan segera menoleh kearah tatapan Darent.
Oliver terkejut saat melihat Xena berdiri didepan pintu ruang kerja sang ayah dengan ekspresi sulit diartikan.
Tanpa menunggu Oliver segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Xena yang tetap ditempatnya sampai Oliver tiba disampingnya.
"Sayang... kamu sudah bangun?",tanya Oliver berusaha meraih tubuh Xena tapi Xena menolak membuat Oliver terkejut dan khawatir Xena salah paham dengan maksud bicaranya dengan Darent tadi.
"Xena... ",Panggil Oliver berusaha ingin memberi penjelasan pada Xena tentang maksud ucapannya supaya tidak ada salah paham diantara mereka tapi Xena seolah enggan mengikuti keinginan Oliver.
"Aku meninggalkan Alea dikamar sendiri bisakah kamu melihatkannya untukku.Apakah sekarang dia sudah bangun atau belum",pinta Xena dengan eksprsi memohon pada Oliver membuat Oliver takut dan gugup mendengarnya dan sebuah pikiran buruk tiba tiba terlintas dibenaknya.
"Xena...kita sudah membicarakan ini sebelumnya bukan?, jadi kumohon jangan berpikir buruk tentang apa yang aku katakan pada Daddy barusan karena... ".
"Bisakah kamu memeriksa Alea sebentar King aku perlu bicara dengan tuan Maxime sebentar".
"Sayang.... ",ucap Oliver dengan ekpresi sangat khawatir kalau Xena akan mengulang kejadian tiga tahun yang lalu setelah bicara dengan Darent.
"Kumohon King... kami perlu bicara untuk meluruskan kesalah pahaman tiga tahun yang lalu sebelum kita melangkah lebih jauh",pinta Xena pada Oliver yang dengan berat hati menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku akan memeriksa Alea dan kuharap kalian berdua bisa bicara selayaknya dua orang dewasa sekarang",jawab Oliver dengan berjalan pergi meninggalkan ruang kerja Darent untuk memberi waktu pada Xena dan Darent bicara.
Setelah Oliver tidak lagi terlihat, Xena berjalan masuk kedalam ruang kerja Darent dan sengaja menutup pintunya agar Oliver atau siapapun tidak mendengar pembicaraan mereka nanti.
"Duduklah Xena",pinta Darent dengan mempersilahkan Xena duduk dihadapannya.
Dengan langkah mantap Xena mengikuti apa yang diperintahkan ayah dari Daddy anak anaknya itu.
"Bagaimana khabar anda selama ini tuan Darent Maxime? ",tanya Xena dengan menatap tajam kearah Darent.
"Seperti yang kamu lihat sekarang aku sudah semakin tua dari tiga tahun yang lalu tentunya",jawab Darent dengan menyandarkan tubuhnya kekursi kerjanya.
"Ya itu bisa kulihat dan sepertinya selama tiga tahun tidak bertemu hubungan anda dan putra anda banyak berubah",ucap Xena dengan ikut menyandarkan tubuhnya seperti Darent tanpa melepaskan tatapannya dari pria tua itu.