
Mario dan Jack menatap Oliver dengan tatapan miris melihat kondisi Oliver yang seolah hanya hidup untuk melewati hari tanpa ada semangat.
"Kamu nyaman dengan pengawalan Daddymu itu King? ",tanya Mario penasaran.
Oliver menyandarkan tubuhnya kekursi tanpa menjawab ucapan Mario lalu menghela nafas dengan keras.
"Kamu tidak ingin mencoba mencarinya dan menanyakan apa alasannya pergi begitu saja King? ",tanya Mario lagi tapi Oliver tetap diam tanpa bersuara hanya mengedarkan pandangannya keseluruh club dengan hampa .
"King! ",panggil Mario yang dijawab tolehan oleh Oliver lalu bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu tanpa suara.
Melihat itu Mario dan Jack mengikuti langkah Oliver sampai tiba didepan mobilnya.
"King... apa ini yang kamu inginkan kenapa kamu seolah merelakan semuanya berjalan seperti keinginan mereka, kamu seperti bukan King yang dulu lagi".
"Aku lelah Mario... sekarang hanya ingin tidur jadi menyingkirlah, besok pagi aku harus kekampus untuk menyelesaikan urusanku disana".
"Urusanmu?,jangan bilang kamu akan berhenti kuliah karena patah hati,karena ini bukan seperti King yang biasanya",ucap Jack cemas.
"Aku kesana untuk kuliah Jack,dan urusan penting yang harus kuselesaikan adalah skripsiku yang harus segera kuselesaikan,apa kalian juga tidak ingin segera lulus bersamaku atau kalian masih terlalu mencintai dunia kampus sampai lebih suka menguntitku dari pada menyelesaikan tugas kuliah kalian",ucap Oliver dengan berjalan masuk kedalam mobilnya meninggalkan kedua sahabatnya itu yang langsung diikuti oleh kedua pengawal Daddynya membuat Oliver hanya menghela nafas keras dengan melihat kearah spion mobilnya.
"Maaf aku tidak bisa mencarimu sekarang Xena karena aku masih terlalu kecewa dengan keputusanmu yang meninggalkanku begitu saja jadi mari kita sama sama merasa sakit sekarang seperti keinginanmu",gumamnya dengan mendesah lelah, lelah karena sangat merindukan Xena lelah karena merasa marah dan kecewa pada perempuan itu yang mengambil keputusan sepihak hingga membuat mereka berada disituasi ini.
Oliver mengarahkan mobilnya ke sebuah hotel tempatnya menginap atau lebih tepatnya sudah hampir 2bulan ini menjadi tempat tinggalnya.
Dia sengaja memilih tinggal dihotel dari pada di Apartemennya sendiri atau kembali kerumah karena dia belum bisa menghilangkan rasa kecewa pada dua orang terpenting dalam hidupnya saat ini.
Sampai didepan pintu kamarnya Oliver menatap kearah dua pengawal lain yang diperintahkan Daddynya untuk menjaga kamar Oliver dan memastikan Oliver tidak menyimpan benda berbahaya didalam kamarnya atau membawa benda itu setiap kali dia kembali dari luar."Kami sudah membersihkan kamar anda tuan muda",ucap salah satu pengawal itu yang hanya dibalas tatapan datar oleh Oliver lalu masuk kedalam kamarnya, menutup pintunya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang mencoba memejamkan matanya untuk tidur. karena hanya saat tidur pikirannya tentang Xena dan rasa sedihnya juga kecewanya hilang.
Meski hanya mampu tidur sekitar 2 sampai 3 jam tapi itu cukup untuk membuat Oliver tetap normal selama hampir 2bulan ini dan setiap terbangun dia memilih mengalihkan pikirannya dengan menyelesaikan tugas kuliah atau memeriksa pekerjaan kantor Sander group secara mandiri.
Mungkin dia memang sakit hati dan kecewa tapi dia tidak ingin terpuruk selamanya.
Diminggu minggu awal dia memang merasa sangat sulit mengendalikan perasaannya tapi semakin hari dia sudah mulai bisa berpikir jernih meski perasaan sakit itu tidak bisa hilang dan membuatnya menjadi bersikap lebih dingin dan tidak perduli pada orang disekitarnya.
***
Oliver berjalan keluar dari kamar hotelnya seperti biasa setelah dia keluar pengawal Daddynya langsung masuk dan memeriksa kondisi kamarnya. Lalu saat dia akan masuk mobil kedua pengawal Darent yang lain siap mengikutinya kemana saja dia pergi.
"King",sapa Mario dan Jack saat Oliver bermaksud masuk kedalam mobilnya.
"Sedang apa kalian disini?",tanya Oliver tetap dengan ekspresi datarnya.
"Kami menjemputmu kekampus seperti dulu",ucap Jack dengan meringis kearah Oliver.
"Kalau ingin menjadi bodyguarku juga, sebaiknya kalian membuat surat lamaran dulu pada Daddy Darent agar apa yang kalian lakukan tidak sia sia" jawab Oliver dengan masuk kedalam mobilnya dan melajukannya meninggalkan tempat itu.
Sampai dikampus Oliver langsung turun dari mobilnya dan berjalan menuju tempat yang ditujunya dengan diikuti Jack dan Mario dari belakang tapi baru beberapa meter dia melangkah tiba tiba Bianca mencegatnya dari depan membuat Oliver seketika menghentikan langkahnya.
"King.... akhirnya aku melihatmu lagi, apa kamu baik baik saja? ",tanyanya dengan wajah cemas yang entah tulus atau tidak karena jujur saja Oliver tidak peduli.
"Seperti yang kamu lihat",jawab Oliver dengan meneruskan langkahnya diiringi Bianca disampingnya.
"Apa khabar itu benar King? ",tanya dengan mengiringi langkah Oliver.
Mendengar pertanyaan Bianca Oliver segera menghentikan langkahnya dengan menatap Bianca tajam membuat Mario dan Jack sedikit maju khawatir Oliver marah pada Bianca karena pertanyaannya barusan.
"Khabar yang mana? ",tanya Oliver dengan intonasi datar.
"Khabar bahwa kamu berkencan dengan Xena".
Bianca dan Mario juga Jack berpikir Oliver tidak akan menjawabnya pertanyaan Bianca tapi ternyata dia salah dengan ringannya Oliver menjawab.
"Iya ibu tirimu dan aku memang sempat berkencan sebelum dia menghilang",jawab Oliver yang membuat Bianca sangat terkejut mendengar pengakuan Oliver sampai dia tidak sadar kalau Oliver sudah pergi meninggalkannya.
"King, apa tidak papa mengatakan itu pada Bianca bagaimana kalau Bianca membuat masalah dengan ibu tirinya nanti kalau dia kembali".
"Itu bukan urusanku karena sejak dia pergi tanpa kata dariku hubungan kami sudah berakhir",jawab Oliver yang membuat Mario dan Jack sangat terkejut mendengarnya.
"Jadi mulai sekarang berhenti menanyakan perempuan itu padaku karena dia hanya masalaluku",ucap Oliver lagi dengan nada sangat dingin pada mereka berdua yang membuat Jack dan Mario langsung terdiam tidak berani lagi membahas hal itu pada Oliver.
Tapi baru selesai Oliver mengatakan itu tiba tiba Bianca kembali menghampirinya.
"King....apa dia sudah sangat menyakitimu dengan meninggalkanmu seperti ini?",tanya Bianca dengan ekspresi seolah perduli dengan Oliver yang terlihat jelas dimata Mario dan Jack.
"Tentu saja dia sangat menyakitiku tapi...
aku ingin melupakannya,apa kamu mau membantuku?".
Seketika wajah Bianca berubah dari sendu terlihat sangat senang membuat Mario dan Jack muak tapi Oliver tetap menatap Bianca datar.
"A.... apa kamu memberiku kesempatan untuk menjadi kekasihmu King?",tanyanya dengan senang.
"Iya... bahkan lebih dari itu juga bisa....",jawab Oliver yang membuat Bianca semakin senang mendengarnya.
"A.. apa yang lebih dari kekasih? ",tanya Bianca dengan perasaan sangat bahagia.
"Bagaimana kalau tunangan",ucap Oliver yang membuat Bianca seolah hampir pingsan karena terlalu bahagia mendengarnya sementara Jack dan Mario juga sama terkejutnya tapi dengan konteks berbeda.
Kalau mau marah Autor izinin deh dibab ini asal jangan sama autor marahnya 😁😁🙏maaf babnya bikin esmosi.