SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
77.kesepakatan Darent Vania.



Vania menunggu Darent ditempat yang sudah dijanjikan bersama Alea.


"Mama Lea mau ketemu Daddy lagi boleh",pinta Alea pada Vania saat mereka sampai.


"Iya sayang... kita akan ketemu Daddy sebentar lagi" jawab Vania.


Tak berapa lama Vania melihat Darent berjalan menghampirinya.


"Vania...",sapa Darent dengan perasaan campur aduk apa lagi saat dilihatnya Vania datang bersama seorang gadis kecil yang dilihatnya kemarin diponsel Oliver.


Vania tersenyum kearah Darent,"lama kita tidak bertemu bagaimana khabarmu?",tanya Vania yang dijawab Darent dengan helaan nafas keras.


"Seperti yang kamu lihat,semakin tua dan... ".


"Menurutku masih sama tampan seperti terakhir kali kita bertemu",jawab Vania yang membuat Darent tersenyum mendengarnya karena merasa Vania selalu bisa membuatnya merasa santai.


"Kurasa kamu juga masih sama seperti dulu,"balas Darent yang dijawab Vania dengan mengedikkan bahu.


"Jadi.. apa benar dia putriku?",tanya Darent langsung tanpa basa basi.


"Apa kamu meragukannya bukankah wajahnya sangat mirip putramu".


"Benar dia memang sangat mirip Oliver tapi...jujur saja aku tidak yakin dia putrimu".


Vania membolakan matanya kesal pada Darent.


"Apa maksudmu?!,kamu pikir aku tidak bisa menjadi seorang ibu begitu...".


"Ayolah Vania...aku kenal denganmu sudah sangat lama jadi aku tau bagaimana dirimu dan menyembunyikan seorang anak dari ayah anak itu ini benar benar bukan gayamu".


"Jadi bagaimana gayaku?! ".


"Kalau dia anakmu denganku aku yakin saat dokter menyatakan dirimu hamil kamu akan langsung menghubungi tanpa perlu menunggu waktu selama ini".


"Aku terlalu marah padamu saat itu hingga... ".


"Berhenti berpura pura tentang ini Vania,katakan saja apa yang sebenarnya tentang siapa ibu Alea".


"Baiklah aku juga lelah berpura pura pada kalian semua karena kalian benar benar menyebalkan, tapi harus kamu tahu kakek tua ucapanku ini tidak gratis jadi kamu harus membayar ganti rugi untuk apa yang sudah kamu lakukan pada Aleaku".


"Baiklah katakan saja aku harus melakukan apa kalau aku mampu pasti akan aku lakukan",jawab Darent dengan menghela nafas.


"Dia cucumu,apa kamu percaya",ucap Vania dengan menatap Darent yang terdiam mendengar itu.


"Darent! ",panggil Vania merasa kesal karena Darent tidak bereaksi dengan ucapannya.


"Lalu siapa ibunya? ",tanya Darent pada Vania meski Darent sudah bisa menduganya tapi dia ingin mendengar hal itu secara langsung dari Vania.


"Xena lalu kamu pikir siapa? ",jawab Vania kesal.


"Syukurlah... ",jawab Darent menarik nafas lega mendengarnya.


"Kenapa kamu terdengar lega saat tau dia anak Xena,apa kamu akan berpikir merebutnya seperti dulu kamu menyuruh Xena pergi dari samping putramu karena keegoisanmu itu!".


"Bukan seperti itu...Vania,meski kuakui saat itu aku sempat egois menyuruh Xena meninggalkan Oliver saat tau mereka punya hubungan spesial tapi kurasa itu wajar melihat banyaknya perbedaan diantara mereka dan Oliver adalah... ".


"Stop!!! Darent!!, kamu tau bagaimana marahnya aku padamu karena hal itu, apalagi saat tau Xena hamil dan selama hamil dia mengalami kehamilan sulit seorang diri,bahkan membuatku benar benar ingin membunuhmu saat itu juga karena kamu membiarkan Oliver bertunangan dengan Bianca hingga membuat Xena yang melihat berita itu langsung mengalami kontaksi hebat sampai terpaksa melahirkan Alea sebelum waktunya!".


"Maaf.. Vania",jawab Darent lirih karena dia tidak tau apa yang bisa dikatakannya selain kata maaf sekarang setelah semua yang terjadi.


"Tapi.. saat ini hanya itu yang bisa kukatakan aku tak tau apa lagi yang bisa membuat semuanya membaik,hubunganku dengan Oliver berubah dingin, semua ucapanku tentang Bianca sama sekali tidak didengarkannya seolah dia sengaja bertunangan dengan Bianca yang hanya ingin memanfaatkannya itu untuk membalasku yang sudah memisahkannya dengan Xena".


"Itu pantas untukmu!",jawab Vania kesal.


"Aku ingin memperbaikinya Vania tapi.. bagaimana caranya aku yakin kalau aku bertemu Xena dia pasti tidak akan mau dan juga tidak percaya kalau aku serius ingin memintamaaf dan merasa bersalah sudah membuat hubungan mereka rusak hingga membuat Alea harus menjalani masa kecil tanpa sosok seorang Daddy".


"Entahlah... aku juga tidak tau bagaimana membuat mereka bisa membaik,aku sengaja mengatakan Alea putrimu pada Oliver berharap dia menyelidiki atau curiga tapi... dia seolah menerima saja semuanya bahkan tentang Xena dia juga hanya bertanya tanpa berniat untuk mencari keberadaannya membuat aku benar benar kesal padanya".


"Lalu bagaimana dengan Xena apa dia tidak ingin bertemu dengan Oliver atau...".


"Kurasa dia ingin tapi keberadaan Bianca membuatnya menyerah lebih dulu".


Vania dan Darent sama sama menghela nafas karena sekarang dia merasa sedang berusaha mendamaikan kedua anak mereka yang sedang bertengkar demi cucu mereka.


"Bagaimana kalau aku mencoba mendekatkan mereka lebih dulu,siapa tau setelah mereka berinteraksi hubungan mereka bisa membaik".


"Bagaimana caranya Darent kalau kamu menyuruh Xena langsung menemui Oliver aku tidak mengijinkannya".


"Biarkan mereka yang memutuskan bagaimana hubungan mereka, sekarang kita hanya perlu mendorongnya karena jujur saja aku lelah Vania dan ingin tenang tanpa terbebani masalah ini lagi".


"Apa kamu pikir aku tidak lelah,karena itu berikan solusinya sekarang biar aku merasa tenang".


"Baiklah,bagaimana kalau kita suruh Xena bekerja diperusahan Oliver agar mereka bisa dekat",saran Darent.


"Sebagai apa?" tanya Vania penasaran.


"Bagaimana kalau sebagai sekretaris Oliver".


Vania tampak berpikir itu memang posisi yang bisa selalu membuat mereka berinteraksi dan akan membuat hubungan mereka cepat terjalin lagi tapi apakah semudah itu setelah semua kesalahpahaman yang terjadi selama ini diantara mereka.


"Jangan khawatir soal Oliver biar aku yang menanganinya tugasmu hanya perlu menyakinkan Xena untuk bersedia bekerja diperusahaan Oliver dengan resiko melihat Bianca dekat dengan Oliver disana".


"Kuakui itu ide bagus meski aku harus mengerahkan kemampuan merayuku untuk membuat Xena setuju".


"Jadi kita sepakat bukan sekarang?",tanya Darent.


"Iya.. tapi kalau Xena benar benar bekerja bersama Oliver lalu bagaimana dengan Alea?".


"Kita yang akan menjaganya,bukankah itu rencana awalnya".


"Ya.. baiklah...aku setuju denganmu semua demi Alea".


***


Setelah pertemuannya dengan Darent Vania mencoba mengajak bicara Xena tentang rencananya dan Darent tadi.


"Xena... mari kita bicara tentang hubunganmu dengan Oliver juga Alea".


"Apa yang ingin kamu katakan Vania?".


"Jujur saja aku sangat tidak tega melihat Alea seperti ini dan kurasa kamu juga jadi...apa kamu tidak ingin mencoba mengatakan pada Oliver tentang keberadaan Alea".


"Tentu saja aku ingin tapi... ".


"Karena kita sudah kembali bagaimana kalau kamu mencoba mengejarnya lagi seperti dulu dan bersaing lagi dengan Bianca untuk memperebutkan Oliver bukan hanya demi dirimu tapi ini juga demi Alea kita",bujuk Vania yang membuat Xena jadi berpikir.


Ayo jangan lupa sajennya seiklasnya autor sudah Upkan satu bab lagi malam ini 😁😁.