SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
96.Aku Tidak Rela.



Disebuah Kafe Bianca terlihat duduk dikursi bersama temannya Rosi.


"Apa yang terjadi padamu?',tanya Rosi sambil menyesap minumannya dan menatap kearah Bianca yang terlihat sangat kacau saat itu.


"Dia kembali",jawab Bianca dengan suara parau karena terlalu banyak menangis tadi.


"Dia... siapa?',Rosi mencoba berpikir siapa orang yang dimaksud Bianca sekarang.


"Dia.. si nenek sihir menyebalkan apa kamu belum paham juga, Ros",jawabnya kesal lalu menyesap habis minumannya dan langsung memanggil pelayan untuk memberinya minuman yang baru.


"Maksudmu Xena?!!! ".


Bianca mengangguk lemah kearah Rosi sebagai jawabannya.


"Lalu kenapa kalau dia kembali?,Apakah dia membuatmu kesal lagi".


Bianca kembali mengangguk dengan kembali menyesap minumannya.


"Apa yang sudah dilakukannya padamu hingga kamu bisa seperti orang baru putus cinta hanya karena dia kembali".


"Aku memang baru saja putus cinta Ros... ",jawab Bianca dengan kembali menangis mengingat bagaimana Oliver tadi sudah mencampakannya dihadapan Xena.


"Putus cinta?, coba ceritakan padaku apa yang sebenarnya sudah terjadi padamu tadi Bianca",pinta Rosi yang melihat Bianca menangis.


Bianca lalu menceritakan apa yang terjadi padanya direstoran tadi bersama Oliver Dan Xena.


Mata Rosi seketika membulat sempurna setelah Bianca selesai bercerita tantang apa yang sudah terkadi direstoran tadi.


"Jadi... jadi... Xena sudah kembali! ".


"Iya... bukankah aku sudah bilang tadi padamu.Apa kamu belum mengerti juga!",jawab Bianca kesal.


"Aku hanya merasa tidak percaya setelah pergi selama tiga tahun ternyata dia masih berani kembali kemari.Lalu tentang pernikahan mereka apa itu benar atau hanya akal akalan mereka saja supaya kamu mau putus dengan King".


"Aku tidak tau Ros tapi dia bilang sekarang dia sedang mengandung anak King lagi dan itu membuatku sangat sakit hati pada mereka".


"Lagi?, maksudmu?",tanya Rosi bingung.


"Dia mengaku sudah punya anak sebelum ini dengan Oliver Ros".


"Maksudmu dia sudah punya anak sebelum kembali kemari dan dia mengakui kalau anak itu sebagai anak King Bianca?!",Tanya Rosi yang dijawab anggukan oleh Bianca dengan marah.


"Lalu kamu diam saja Bianca mereka melakukan hal itu padamu? ".


"Aku menolaknya tapi lihatlah bukannya membelaku atau menghiburku waktu Xena menentangku Oliver malah membela perempuan itu dan memberikan ini sebagai tanda hubungan kami sudah berakhir",jelas Bianca dengan memberikan berkas perjanjian yang tadi diberikan Oliver pada Rosi.


Rosi mengambil berkas itu dari Xena dan mulai membacanya.


"Sebenarnya ini bukan ucapan perpisahan yang buruk kepadamu Bianca lalu kenapa kamu tidak langsung menadatanganinya",ucap Rosi dengan ekspresi bingung.


"Aku tau dia cukup baik sebagai tunanganku dengan memberikan 5 persen saham sebagai tanda putus tapi...itu tidak bisa dibanding kan dengan apa yang dimiliki Xena atau aku kalau menjadi istrinya",jawab Bianca.


"Maksudmu? ".


"Ini hanya sepersekian dari harta yang akan dimiliki Xena nanti Ros dan dengan uang dari sahamku aku hanya akan sanggup hidup berapa lama!,aku butuh lebih dari ini Ros untuk tetap hidup seperti sekarang".


"Kalau itu masalahnya kamu bisa mencari pria baru yang akan menjaminmu lagi bagaimana? ".


"Aku tidak tau dinegara ini apa masih ada pria yang lebih kaya dari keluarga King",desahnya kesal.


"Bagaimana kalau kita cari apakah ada atau tidak? ".


"Maksudmu? ",tanya Bianca bingung.


"Mari kita berburu seperti dulu Bianca",ajak Rosi dengan tersenyum kearah Bianca.


Bianca hanya diam tidak menanggapi ucapan Rosi pikirannya sekarang terlalu kalut untuk menerima ajakan Rosi.


***


Sementara itu Oliver dan Xena sudah pulang dari rumahsakit dan sedang dalam perjalanan.


"Apa itu yang kamu inginkan sayang".


"Maksudmu? ".


"Ya... kalau kamu ingin aku pergi bekerja maka sebagai suami yang baik aku akan pergi bekerja ,tapi kalau aku bekerja bagaimana denganmu,?".


"Aku... tentu saja aku akan pulang ketempatku untuk menemui Alea lalu kemana lagi.Aku sudah dari kemarin tidak pulang aku rasa sekarang Alea sedang menugguku".


"Baiklah kita pergi bertemu Alea sekarang",jawab Oliver dengan mengendarai mobilnya menuju tempat tinggal Xena.


"King... kita akan kemana?",tanya Xena karena Oliver sedang menuju tempat tinggalnya.


"Mengantarmu pulang lalu kemana lagi".


"Ini... dari mana kamu tau tempat tinggalku?",tanya Xena dengan bingung.


"Aku ini suami juga bosmu tentu saja aku tau sayang".


"Kamu menyelidikiku?".


"Ya... anggap saja seperti itu".


"King!! ",hardik Xena mulai kesal karena Oliver seperti sengaja mempermainkannya sekarang.


Oliver hanya tertawa mendengar Xena kesal Karena bicaranya yang sengaja berbelit belit barusan.


"Aku serius sedang bertanya padamu, tapi kamu malah sengaja membuatku kesal",gerutu Xena.


"Aku suka melihatmu kesal seperti sekarang membuatmu benar benar nyata,oh iya setelah semuanya beres mari kita menikah lagi sayang",ajak Oliver pada Xena yang langsung membuat Xena menoleh Karena terkejut mendengar ucapan Oliver.


"Menikah?, maksudmu? ".


"Mari kita resmikan pernikahan kita bukan hanya dihadapan Tuhan tapi juga dihadapan hukum dan aku akan segera mengurus akta pernikahan kita secepatnya".


Xena terdiam mendengarnya dan baru ingat kalau dulu mereka hanya mengatakan janji pernikahan dihadapan Tuhan tanpa seorangpun tahu bahkan belum sempat mereka mengurus akta nikah mereka,tapi mereka harus berpisah.


"Itu... apa tidak papa King...? ",tanya Xena cemas.


"Maksudmu? bagaimana sayang? ".


"Aku khawatir kalau nanti semua orang tau tentang pernikahan kita itu akan berpengaruh pada karir dan juga...".


"Kenapa kamu menghawatirkan hal yang tidak seharusnya,sayang".


"Apa maksudmu tidak seharusnya? ".


"Xena...kita tidak bisa terus menyembunyikan pernikahan kita seperti sekarang,karena aku tidak ingin orang orang menghujadmu dan Alea juga anak kita yang masih kamu kandung sekarang jadi mari kita resmikan pernikahan kita demi mereka dan juga masa depan kita,jangan dengarkan apa yang orang katakan karena mereka tidak tau apa yang sudah kita lalui sampai ketitik ini".


Xena hanya bisa terdiam mendengar penjelasan Oliver, karena semua yang diucapkan pria itu memang benar mereka tidak boleh lagi hanya memikirkan keegoisan mereka saja sementara sekarang ada anak anak yang membutuhkan tanggung jawab dan juga kasih sayang dari mereka.


"Kurasa kamu benar King",jawab Xena setelah lama berpikir.


"Jadi...kamu setujukan sayang dengan rencanaku".


Xena mengangguk dan tersenyum kearah Oliver.


Oliver segera meraih tangan Xena dan membawanya kebibirnya lalu mengecupnya dengan mesra.


"Mulai sekarang cobalah bersandar dibahuku Xena dan biarkan aku menjadi tempat keluh kesahmu".


Xena mengangguk dengan mata mulai berkaca kaca mendengar ucapan Oliver.


"Lalu apa mulai malam ini kamu dan Alea mau tinggal bersamaku",pinta Oliver.


"HAH! kenapa secepat ini bukankah masih ada hari Esok king".


"Tapi aku ingin secepatnya tinggal bersama kalian diApartemen kita yang dulu sayang".


Maaf belum bisa Up maksimal seperti biasanya reader 🙏🙏