
Mendengar Oliver berteriak keras padanya dengan wajah pucat Bianca berjalan keluar ruangan Oliver dengan menatap Xena penuh kebencian karena merasa gara gara Xena Oliver yang tadi bersikap manis padanya tiba tiba membentak dan mengusirnya.
Sementara itu Xena,meski sama takutnya dengan kemarahan Oliver seperti Bianca tapi dia tau itu kesalahannya,jadi dengan sisa keberaniannya dia mencoba bicara pada Oliver yang berekspresi dingin padanya.
"Saya akan membereskan kekacauan ini dan mencoba membetulkan semua file yang terkena tumpahan air barusan".
"Kamu memang harus melakukannya dan aku ingin hari ini juga selesai semuanya karena besok salah satu file itu ada yang harus kubawa untuk tandatangan kontrak dengan klien penting".
"Akan saya usahakan tuan".
"Aku ingin harus selesai nyonya Wilson",Ucap Oliver dingin.
"Iya.. harus selesai kalau tidak selesai file itu akan saya bawa pulang dan....".
"Jangan berani membawa file itu pulang karena aku tidak percaya".
"Maksud anda?".
"Selesaikan semuanya dikantor hari ini juga dan jangan berpikir anda aku ijinkan pulang sebelum semua kekacauan anda ini selesai!".
"Tapi...".
"Selain itu kerjakan didalam kantorku saja jangan berani anda membawanya keluar dari ruangan ini karena itu sangat rahasia",perintah Oliver yang membuat Xena hanya bisa mengangguk sebagai jawaban perintah Oliver.
Setelah mengatakan hal itu Oliver pergi meninggalkan ruang kerjanya bersama Jack dan meninggalkan Xena sendiri didalam ruang kerja yang dulu merupakan ruang kerjanya juga tapi sekarang sudah direnovasi oleh Oliver yang bukan hanya menjadi ruang kerja tapi juga tempat istirahat mungkin juga tempat tinggal.
"Huffft",Xena menghela nafasnya keras karena merutuki kebodohannya hingga harus bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan yang bukan pekerjaannya sebagai sekretaris, tapi dulu saat dia masih menjabat direktur diperusahaan Sander pekerjaan ini biasa dilakukannya karena itu bukan hal sulit menyeleaikannya meski butuh waktu mungkin sepanjang hari atau bakan sampai malam.
Karena khawatir akan lembur lama sebelum mulai mengerjakan berkas yang rusak Xena menghubungi Vania mengatakan bahwa dia harus lembur hari ini sampai tidak tau kapan baru bisa pulang dan meminta Vania untuk menjaga Alea sepanjang hari ini.
"Lembur?, maksudmu lembur bekerja?".
"Iya Vania lalu apa lagi? ".
"Tapi kamukan hanya sekretaris kecil jadi... ".
"Memang benar tapi tanpa sengaja aku tadi sudah merusak beberapa berkas penting milik King dan itu membuatnya marah".
"Ooo.. ".
"Vania aku serius apa kamu pikir... ".
"Ya... baiklah aku tidak akan bertanya berkas apa itu dan akan percaya kalau malam ini kamu lembur, oh iya karena kamu bilang akan lembur lama aku juga mau minta izin untuk mengajak Alea menginap dirumah Darent malam ini tidak masalah kan".
Xena terdiam membuat Vania kembali bertanya.
"Xena? ".
"Iya.. baiklah hanya malam ini karena aku juga akan repot sepanjang hari ini".
"Iya aku janji hanya malam ini aku mengajaknya menginap dirumah Darent".
Setelah itu Xena mengakhiri panggilannya dengan Vania dan mulai mengerjakan kekacauan yang dibuatnya kalau bisa sebelum Oliver kembali kekantornya.
***
Sementara itu Vania membawa Alea bertemu Darent disebuah pusat perbelanjaan karena ingin membawa Alea untuk jalan jalan diArena bermain yang ada disana.
Saat mereka sedang mengajak Alea untuk makan tiba tiba mereka bertemu dengan Oliver dan Jack yang juga sedang berada disana.
Alea yang melihat Oliver segera berlari menghampiri meja Oliver.
"Daddy! ",panggilnya pada Oliver yang sedang fokus menatap layar laptopnya sampai tidak melihat Alea berjalan menghampirinya.
Jack sampai bengong mendengar seorang gadis kecil memanggil Oliver Daddy karena baru kali ini dia bertemu Alea.
"Alea!",jawab Oliver terkejut melihat gadis kecil itu berada direstoran yang sama dengannya.
"Daddy gendong",pinta Alea pada Oliver tanpa memperdulikan keheranan Jack pada gadis kecil itu.
"Baiklah kemari akan Daddy pangku kamu",ucapnya dengan mengangkat tubuh Alea kepangkuannya.
"King apa dia putrimu?",tanya Jack tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi melihat kemiripan dan keakraban mereka berdua .
"Maksudmu? ".
"Tentu saja artinya saudaraku",dengus Oliver kesal.
Entah kesal dengan pertanyaan Jack atau kesal dengan kenyatan bahwa gadis diatas pangkuannya itu hanya adiknya bukan putrinya sendiri.
"Tapi wajah kalian sangat mirip jadi kupikir... ".
"Andai benar dia anakku aku pasti senang",celetuk Oliver dengan mengecup sayang pipi gembul Alea.
"Alea juga mau cium Daddy",pintanya dengan mendongak kearah Oliver yang langsung menundukan wajahnya supaya Alea bisa menciumnya.
"Dengan siapa Alea kesini?",tanya Oliver mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya kegadis kecil itu.
"Sama Mama Vania malam ini Mama mau ngajak Alea tidul dilumah Daddy".
"Daddy maksudnya? ".
"Alea akan menginap dirumahku malam ini apa kamu juga ingin pulang? ",ucap Darent.
"Sepertinya tidak bisa Dad besok aku ada pertemuan penting dan berkasnya belum aku selesaikan",tolak Oliver.
"Sayang sekali, padahal aku tadi sempat berharap saat melihat Alea menghampirimu dia bisa meluluhkanmu untuk pulang".
"Sepertinya lain kali saja Dad".
"Baiklah ayo Alea pergi dengan Daddy Darent dan mama Vania karena sepertinya Daddymu yang ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya",ucap Darent dengan mengambil Alea dari pangkuan Oliver.
"Nanti Daddy ikut Lea jalan jalan ya sama Mommy",pinta Alea sebelum Darent membawanya yang diangguki Oliver dengan tersenyum manis lalu melambai kearah Alea.
"Kenapa kamu tidak mau pulang King kulihat kamu sangat menyayangi adik kecilmu itu selain itu Tuan Darent juga sudah berusaha memperbaiki hubungan kalian selama ini".
"Aku tidak ingin membicarakan ini sekarang yang pasti aku tidak siap melihat kebahagiaan mereka''.
"Kenapa kulihat kamu sangat menyayangi gadis itu".
"Iya.. karena aku sangat menyayanginya jadi aku merasa cemburu pada Daddyku karena Alea putrinya bukan putriku".
"Maksudmu?".
"Saat melihat Alea aku sangat ingin dia jadi anakku bukan adikku dan itu sangat menyesakkan Jack".
"Kalau kamu ingin punya anak sendiri kenapa kamu masih menunda menikah meski sudah cukup lama bertunangan dengan Bianca apa yang membuatmu tidak juga menikahinya.?".
"Karena aku tidak berniat menikahinya selain itu aku juga tidak pernah mencintainya".
"Apa!!!, tapi kenapa kamu mempertahankannya selama ini King?".
"Hanya sebagai pelampiasan kemarahanku".
"King... ".
"sudahlah aku tidak punya minat lagi untuk bekerja jadi ayo kita ke Bar sekarang".
"Ke Bar tapi ini masih cukup sore untuk minum".
"Tapi sekarang aku benar benar ingin minum sesuatu yang cukup keras untuk menghilangkan kekesalanku".
"Baiklah aku akan menemanimu ke Bar untuk minum sekarang".
Setelah itu mereka berdua pergi dari tempat itu menuju Bar untuk minum.
Sekitar pukul sepuluh malam Jack mengantar Oliver yang minum cukup banyak tadi diBar.
"Antar saja aku sampai depan kantor Jack",pinta Oliver saat Jack bermaksud membantunya naik keatas.
"Kamu yakin tidak papa keatas sendiri?",tanya Jack khawatir.
"Hemmm",lalu Oliver pergi meninggalkan Jack dengan langkah yang sedikit goyah.
Mohon budayakan like dan koment sesudah membaca ya reader 😊😊