
Xena menghempaskan tubuhnya diranjang kamar mereka dengan cukup keras membuat Oliver yang saat itu sedang sibuk dengan ponsel ditangannya langsung menoleh kearah perempuan itu.
Apalagi saat didengarnya Xena tampak menghela nafas keras seolah berusaha melepaskan beban berat dengan helaan nafasnya itu.
"Apa ada masalah sayang?,"tanyanya dengan meletakkan ponselnya diatas nakas lalu mendekat tubuhnya kearah Xena yang membuat langsung menyandarkan tubuhnya pada Oliver.
"Hanya.....",Xena tampak ragu ragu untuk mengatakan apa yang membuat perasaannya resah sekarang.
Ada rasa sedikit tidak nyaman kalau dia ingin menceritakan tentang pembicaraannya dengan Darent tadi takut hal itu akan membuat Oliver tersinggung atau merasa dia sedang membicarakan pemuda itu karena masalah yang fihadapi Darent serupa dengan kasusnya dulu dengan Oliver.
"Hanya apa? ",tanya Oliver semakin penasaran.
" Masalah pekerjaan,Aku.... masih merasa belum yakin dengan tawaran tuan Darent yang ingin menggabungkan perusahaan Sander dengan miliknya",ucap Xena memilih membahas masalah perusahaan dengan Oliver dibanding membahas apa yang tadi dia bicarakan dengan Darent tentang putranya karena khawatir Oliver berpikir bahwa dia dan Darent sangat dekat.
"Apa kalian bertemu tadi untuk membahas hal itu?",tanya Oliver dengan menatap kearah Xena.
Xena mengangguk, karena memang itu tadi yang mereka bahas setelah pembicaraan pribadi mereka tentang putranya, tapi sebenarnya bukan itu yang membuat Xena resah sekarang melainkan pembicaraan tentang putranya yang punya cerita hampir sama dengan yang dialami Bianca itu sebenarnya yang membuatnya resah sekarang.
"Apa yang membuatmu resah bukankah hal itu akan membuat perusahaan Sander semakin kuat dan kamu tidak perlu rmencemaskan tentang perusahaan lagi nantinya".
"Itu benar tapi....bagaimana denganku apa aku juga akan kehilangan pekerjaanku nanti King",ucap Xena dengan setengah mengeluh sambil menyelusupkan wajahnya dengan manja kedada Oliver,karena dengan melakukan itu dia merasa perasaannya tenang dengan menghirup aroma segar dari tubuh Oliver yang disukainya.
"Kenapa kamu berpikir begitu sayang bukankah kamu akan tetap diposisimu sekarang meski kedua perusahaan bersatu".
"Itu benar tapi aku tau tuan Darent melakukan itu pasti punya tujuan",gerutu Xena dengan kembali menghela nafas.
"Maksudmu? ".
"Kurasa dia sengaja melakukan itu mungkin untuk memberikan jabatan kepada putranya kurasa".
Seketika Oliver terdiam mendengar itu dan merasa sedikit tidak nyaman pada Xena karena sampai sekarang dia belum jujur siapa dirinya sebenarnya dan apa yang dipikirkan Xena itu benar.
"Apakah dia mengatakan itu sayang?",tanya Oliver lirih karena merasa bersalah pada Xena.
Xena menggeleng,"Tapi aku tau itu pasti tujuannya",jawabnya.
"Kalau dia tidak mengatakannya bagaimana kamu tau?",tanya Oliver penasaran.
"Karena aku punya insting soal itu King.....",jawab Xena dengan tiba tiba bangkit dari posisinya tadi yang membuat Oliver protes karena merasa ditinggalkan.
"Sayang.... ",panggil Oliver pada Xena tapi Xena tidak menjawab panggilannya membuat Oliver terpaksa mengikuti Xena keluar dari kamar mereka.
Sampai diluar kamar Oliver sedikit herqn melihat Xena tampak asyik menonton televisi sambil memakan banyak cemilan membuat Oliver menjadi sedikit kesal lalu berjalan menghampiri Xena.
"Aku lapar",jawabnya dengan memasukkan keripik kedalam mulutnya.
"Lapar?,tapi kenapa kamu malah makan makanan seperti ini?",tanya Oliver merasa jeran karena biasanya Xena paling anti makan semua itu.
Xena hanya mengangkat bahu sambil kembali memasukkan cemilan kedalam mulutnya membuat Oliver semakin kesal dibuatnya karena merasa diabaikan lalu segera mengambil bungkus keripik dari tangan Xena dan menjauhkannya membuat Xena protes karena keasyikannya diusik Oliver.
"King... kembalikan!,itu milikku! ",pintanya dengan wajah cemberut kearah Oliver.
"Berhenti makan makanan seperti ini sayang atau kamu akan gendut nanti",larang Oliver yang membuat Xena semakin tidak suka dengan larangan yang dikatakan Oliver meski itu benar,tapi entah kenapa akhir akhir ini dia merasa sangat suka memakan cemilan cemilan tidak sehat yang dulu sangat dihindarinya itu terutama yang punya rasa asin bahkan akhir akhir ini dia selalu membawa cemilan seperti itu setiap kali bekerja.
"Lalu kenapa kalau aku gendut?,apa itu membuatmu akan mencari perempuan lain yang lebih cantik seperti dulu!",hardiknya dengan kesal dan segera bangkit dari duduknya,bermaksud pergi meninggalkan Oliver tapi sebelum dia berhasil pergi Oliver lebih dulu menangkap tubuh Xena hingga terjatuh kepangkuannya membuat Xena semakin kesal dan memaki Oliver dengan keras".
"King!,lepas!, aku mau kembali kekamar sekarang!",teriaknya.
Bukannya melepaskan Xena Oliver malah mengunci kuat tubuh Xena diatas pangkuannya sampai dia tidak bisa bergerak lalu mulai mendekatkan wajahnya kearah Wajah Xena yang langsung memundurkan wajahnya agar Oliver tidak bisa menciumnya.
"Jangan lakukan aku sedang marah sekarang!",ucapnya dengan tetap berusaha meronta.
"Benarkah?,tapi kurasa kamu sedang bergairah sekarang bukannya marah sayang", goda Oliver dengan menyesap dada Xena dari balik Piyama tipis yang dipakainya membuat Xena terpekik Karena apa yang Oliver lakukan.
"King hentikan!,aku... ".
Saat Xena lengah Oliver segera menyambar bibir Xena membuat semua ucapan dan kekasalan perempuan itu seketika langsung sirna berganti dengan gairahnya yang mulai bangkit oleh rayuan Oliver dimulutnya.
"Kita lanjutkan sayang.. ",pinta Oliver dengan tatapan yang mulai berkabut untuk meminta persetujuan Xena saat ingin melanjutkan permainan mereka dan setiap kali Oliver mengatakan permintaan manisnya itu Xena langsung luluh segala kesal ataupun marahnya pada pemuda itu hilang berganti dengan perasaan cinta dan mendamba yang besar.
"Iya.... tapi kita lakukan dikamar saja malam ini",pinta Xena dengan mengalungkan tangannya dikedua leher Oliver sementara kakinya dibelitkannya kepinggang kekar pemuda itu meminta Oliver membawanya kesana dengan cara digendong ala koala.
Dengan sigap Oliver berdiri lalu mulai mengangkat tubuh Xena kedalam kamar tidur mereka.
"Kurasa berat badanmu bertambah sekarang",celetuk Oliver yang membuat Xena kembali memasang wajah cemberut.
"Apa kamu mau bilang aku sekarang lebih gendut lalu sebentar lagi.... ".
Oliver memilih membungkam mulut Xena dengan ciuman agar kekesalan Xena reda dan baru melepaskan tautan bibir mereka saat sampai diranjang membuat nafas Xena sampai terengah keras.
Tapi belum sempat Xena bernafas normal Oliver sudah kembali melu*at bibir Xena dengan tangannya sibuk melepaskan pakaian yang melekat ditubuh mereka berdua lalu setelah itu dia mulai menciumi setiap bagian tubuh Xena dengan penuh cinta.
Bercinta dengan Oliver membuat Xena benar benar merasa sangat dicintai sebagai seorang perempuan dan itu membuatnya dari hari kehari semakin merasa terikat dengan pemuda itu baik secara jiwa maupun raga.
Oliver tau bagaimana cara memperlakukan Xena sebagai seorang perempuan dan membuat Xena merasa bahwa mereka benar benar seusia dalam segala hal terutama dalam bercinta.