
Oliver bangun dari ranjang setelah melihat Xena sudah pulas tertidur diselimutinya tubuh Xena sebelum dia berjalan keluar kamar meninggalkan Xena.
Oliver duduk diruang kerjanya lalu meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Ya..King".
"Bianca mari kita bertemu besok untuk bicara".
"Bertemu...kenapa harus besok bukankah hari ini kamu berjanji akan mengajakku pergi kerumah Daddy Darent untuk bertemu adik kecilmu disana lalu kenapa tidak sekarang saja, aku akan menemuimu dikantor lalu kita bisa pergi kesana berdua".
"Sekarang aku tidak bisa karena masih ada urusan yang harus kuselesaikan jadi besok saja kita bertemu".
Setelah mengatakan itu Oliver segera mengakhiri panggilannya dengan Bianca lalu menghubungi Jack.
"Ada apa King, bukannya kamu bilang tidak mau diganggu hari ini.
"itu benar,aku menghubungimu hanya ingin minta kamu menguruskan surat perjanjian perpisahan dengan Bianca".
"Maksudmu? ".
"Aku ingin mengakhiri pertunanganku dengan Bianca segera dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dikemudian hari aku ingin perpisahan kami diresmikan secara legal".
"Tapi kalian hanya bertunangan bukan menikah kenapa kamu harus serepot itu sampai harus membuat perjanjian perpisahan segala".
"Karena setelah ini aku tidak ingin punya urusan lagi dengannya dan juga untuk melindungi istri dan anak anakku nanti,supaya dia tidak bisa macam macam dikemudian hari".
"Jadi... kamu serius dengan perempuan yang sedang hamil itu King".
"Tentu saja aku serius Jack, aku selalu serius padanya dari dulu hanya saja... ".
"Dari dulu maksudmu, kalian sudah lama berhubungan dan...".
"Dia Xena... ",jawab Oliver yang membuat Jack langsung berteriak keras mendengar nama itu.
"Apa!!! Xena!!, tapi bukanya kalian sudah lama berpisah dan....".
"Dan dia sudah kembali karena itu aku ingin berpisah dengan Bianca secara resmi dengan surat perjanjian supaya kelak dia tidak bisa mengganggu kedua anakku".
"Kedua anakmu?,apa Xena sedang hamil bayi kembar sekarang apa kamu sudah membawanya kedokter tadi?",tanya Jack penasaran.
"Tidak!,maksudku anak kami yang pertama dan yang sekarang sedang dikandungnya!".
Seketika Jack terdiam mendengar penjelasan Oliver mungkin Karena terlalu terkejut atau bingung,tapi Oliver tidak perduli setelah selesai mengatakan maksudnya Oliver segera mematikan panggilan teleponnya.
Sebelum kembali masuk kedalam kamar Oliver lebih dulu memesan makanan untuk dia dan Xena karena dia yakin saat bangun nanti Xena pasti merasa lapar,apalagi selama hampir seharian ini,Oliver belum melihat Xena makan apapun kecuali airputih yang diberikannya tadi setelah muntah.
Oliver berjalan masuk kekamar setelah OB kantor mengantarkan makanan yang dipesannya.
Dia sedikit terkejut saat melihat Xena sudah tidak ada diranjang seketika pikiran buruk muncul dibenaknya khawatir Xena pergi seperti dulu tanpa kata darinya lagi.
Memikirkan hal itu Oliver mulai panik dan pucat, dia sudah bermaksud memanggil petugas keamanan kantor untuk membantunya mencari Xena sebelum dia bisa pergi jauh.
Tapi belum sempat dia memanggil petugas keamanan pintu kamar mandi terbuka memunculkan wajah Xena yang terlihat pucat .
Tanpa sadar Oliver langsung menarik nafas lega dan segera memeluk Xena erat sampai Xena harus mendorong Oliver karena merasa pelukannya terlalu erat ditubuhnya hingga membuatnya sesak.
"Maaf.... maaf... sayang aku terlalu cemas kalau kamu tadi pergi meninggalkanku lagi",jawab Oliver dengan melonggarkan pelukannya dan menarik Xena kesofa untuk duduk.
"Aku hanya bangun karena merasa kembali mual",terang Xena pada Oliver yang sedang membantu Xena merapikan rambutnya yang berantakan.
"Kamu muntah lagi?",tanya Oliver terdengar khawatir.
"Iya..tapi ini tidak separah kehamilan pertamaku dulu, dulu aku bukan hanya muntah tapi juga selama berbulan bulan hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur karena terus muntah ditambah ada kista dirahimku juga....".
Oliver terdiam menatap Xena mendengarkan semua yang perempuan itu katakan tentang kehamilan pertamanya dan bagaimana sulitnya dia selama mengandung dulu.
Dengan tangan sedikit gemetar Oliver menyentuh wajah cantik Xena lembut bahkan sangat lembut karena khawatir sentuhannya akan melukai kulit perempuan itu yang masih terlihat sangat cantik diusianya yang tidak bisa dibilang muda.
"Bolehkah aku menyesal karena tidak berusaha mencarimu dulu dan memilih mengikuti rasa marahku dengan terpuruk dan melakukan hal hal bodoh selama ini".
Xena mengerjab kerjabkan matanya mendengar apa yang dikatakan Oliver .
Meski sebenarnya rasa marahnya sudah hilang pada Oliver tapi kekesalannya karena Oliver tidak pernah berusaha mencarinya belum hilang jadi dia masih ingin sedikit memberi pelajaran padanya.
Belum lagi masalah pertunangannya dengan Bianca yang tentu saja itu tidak akan membuat Xena semudah itu memaafkan kelakuan Oliver meski kalau boleh jujur Xena bisa memahami perasaan Oliver tiga tahun yang lalu yang masih terlalu muda dan juga labil tapi rasa kecewa Xena tidak bisa hilang begitu saja.
"Tentu saja kamu harus menyesal karena sudah membuat kami sangat menderita".
"Lalu sayang bolehkan aku meminta kesempatan kedua padamu".
"Aku sudah katakan aku kecewa padamu King".
"Aku tau... tapi aku yakin kamu masih mencintaiku....",ucap Oliver dengan lebih rilexs saat mengatakannya.
"Jangan terlalu percaya diri,apa karena aku hamil lagi itu bisa menjadi bukti,sebenarnya aku tidak berharap hamil lagi denganmu",gerutu Xena kesal.
"Tapi aku sangat berharap dan aku tidak sabar menunggu hari ini".
"Tidak sabar maksudmu? ".
"Aku selalu menghitung sudah berapa lama kita melakukannya selama ini".
"Jadi kamu memperhatikan aku!".
"Tentu saja aku memperhatikanmu bahkan sejak pertama kali kamu melangkah masuk bersama Jack hari itu aku sudah tau kalau itu kamu".
Xena langsung membolakan matanya mendengarnya dan merasa kesal juga kecewa karena ternyata penyamarannya selama ini percuma.
"King!!!! ",teriaknya keras karena terlalu kesal sudah merasa dikerjai Oliver selama bekerja diperusahaannya.
"Sayang... sudah berapa kali kukatakan, aku mencintaimu dan aku pasti akan mengenalimu meski bagaimana kamu berusaha berubah untuk membuatku tidak mengenalimu,karena semua apa yang ada di dirimu sudah terekam dimemoriku".
"Apa itu?! ".
"Wajahmu caramu bicara suaramu bahkan semua kebiasaanmu yang kamu sendiri tidak sadari semua sudah terekam dimemoriku dan tidak pernah bisa ku lupakan karena hanya semua hal itu yang membuatku tetap bisa bertahan sampai sekarang untuk menunggumu kembali sayang".
Astaga benar benar pria yang sangat pandai merayu,batin Xena dengan kesal pada Oliver karena semua yang dikatakannya itu benar benar membuat Xena sangat bahagia tapi juga kesal karena bisa saja yang Oliver katakan itu juga pernah dikatakannya pada Bianca dan sebagai ibu dari anak Oliver tentu saja dia merasa sangat tidak terima alias cemburu kalau benar pria itu juga mengatakan semua itu pada Bianca.
Mohon tinggalkan jejak kalian ya reader๐๐