
Oliver menghentikan mobilnya didepan bangunan Apartemen yang ditempati Xena dan Vania serta Alea.
"Berapa nomor unitmu sayang?",tanya Oliver dengan membantu Xena turun dari mobil.
"Lantai 3 nomor 3002",sebut Xena dengan keluar dari mobil lalu berjalan bersama Oliver ke lift untuk menuju unit tempat tinggalnya.
Sampai dipintu Apartemen yang dimaksud mereka berhenti.
"Ini?",tanya Oliver yang dijawab anggukan oleh Xena.
Sebelum Xena mengetuk pintu Oliver lebih dulu melakukannya.
"Tok.. tok... ".
Cukup lama tidak ada jawaban dari dalam membuat Xena ingat kalau tadi malam Alea dan Vania menginap dirumah Darent dan mungkin saja sekarang mereka masih disana.
Ingat dengan itu Xena segera mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Vania.
"Apa mereka belum kembali? ",tanya Oliver yang hanya dijawab gelengan oleh Xena.
"Aku sedang mencoba menghubungi Vania untuk tahu pastinya kalau memang mereka masih ada disana jadi kita bisa menyusul mereka sekarang".
"Kamu benar lakukanlah", perintah Oliver dengan berdiri menunggu bersama Xena.
Dua kali panggilan akhirnya Vania menjawab.
"Ya... Xena",jawab Vania.
"Dimana kamu dan Alea sekarang?",tanya Xena.
"Masih dirumah Darent Alea tidak mau kuajak pulang karena dia sedang menunggu Daddynya".
"Daddynya?, maksudmu King atau... ".
"King... Karena Darent bilang kemarin King akan datang kesini tapi ternyata dia membatalkannya dan Alea sangat kecawa waktu tahu hal itu jadi... ".
Sebelum Vania menyelesaikan ucapannya tiba tiba Oliver mengambil ponsel Xena dan langsung bicara pada Vania.
"katakan pada Alea aku akan datang sekarang kesana ",ucap Oliver pada Vania yang membuat Vania terkejut mendengar suara Oliver.
"Kamu!... apa kalian sudah bersama lagi?".
"Iya... kami bersama lagi dan akan pergi kerumah untuk menjemput Alea".
"Baiklah akan kukatakan pada Alea kalau kamu dan Xena akan kemari menjemputnya".
Setelah mengatakan hal itu Oliver mengakhiri panggilannya dengan Vania.
"Jadi...bagaimana?",tanya Xena cemas karena akan pergi menjemput Alea dirumah Darent.
"Jangan khawatir,kita akan pergi kesana untuk menjemput Alea".
"Tapi tuan Maxime... ".
"kamu tidak perlu khawatir soal dia karena ada aku yang akan selalu ada disisimu sayang".
"Semoga saja sekarang dia bisa mengerti saat kita menjelaskannya nanti".
"Tentu saja dia akan mengerti jadi berhentilah khawatir tentang masalah itu lagi".
Xena hanya diam tidak menjawab ucapan Oliver dan memilih mengikuti Oliver yang mengajaknya meninggalkan depan pintu Apartemennya.
**
Setelah pergi dari Apartemennya Oliver langsung mengajak Xena pergi menuju rumah keluarga Maxime.
Sampai disana Oliver memarkir mobilnya dihalaman rumah yang terlihat sepi lalu mengajak Xena untuk turun dan masuk kedalam Rumah.
Sampai didalam rumah mereka disambut pelayan rumah.
"Tuan muda anda kembali",sapa si pelayan dengan menunduk hormat kepada Oliver juga Xena.
"Dimana semua orang? ",tanya Oliver dengan mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.
"Nyonya Vania dan nona Alea berada ditaman belakang tuan muda",jawab sipelayan hormat.
"Lalu Daddy apa juga berada disana?".
"Tuan besar Maxi tadi keluar sepertinya pergi kekantor".
Setelah selesai berbicara dengan pelayan rumah Daddynya Oliver mengajak Xena untuk langsung menuju taman belakang.
Sampai ditaman luas yang berada tepat dibelakang bangunan rumah mewah keluarga Maxime,Oliver mengajak Xena menuju Gazebo yang berada disisi pagar taman itu.
Sampai disana dilihatnya Alea dan Vania sedang bercengkrama.
Xena segera menghampiri Gazebo untuk menemui Alea.
"Alea! ",panggil Xena pada putrinya yang langsung menoleh saat mendengar ada yang memanggilnya.
"Mommy! ",balas Alea dengan bangkit dari tempatnya bersama Vania dan segera menghampiri Xena untuk memeluk tubuh Xena seolah mereka sudan lama tidak bertemu.
"Kalian sudah sampai? ",tanya Vania dengan menoleh kearah Oliver.
"Iya... pelayan tadi bilang Daddy sedang kekantor dan kalian berada disini karena itu kami kemari".
"Daddy",panggil Alea pada Oliver yang membuat Xena sedikit terkejut mendengar Alea sudah memanggil Oliver Daddy.
"Dia selalu memanggilku seperti itu dari pertama kami bertemu sayang,aku juga sedikit merasa heran tapi jujur saja aku suka".
"Mungkin hubungan darah kalian membuat insting kalian menjadi kuat".
"Kurasa",jawab Oliver dengan mengambil Alea dari pelukan Xena dan menggendongnya.
"Darent bilang dia akan pulang sebentar lagi waktu makan siang baru setelah itu akan mengantar kami pulang ke Apartemen. Aku tidak menyangka kalian malah kemari membawa khabar kebersamaan kalian".
"Kalau begitu aku akan menunggu Daddy pulang untuk bicara baru mengajak Alea pulang ketempatku",terang Oliver dengan mengajak Xena berjalan masuk kedalam Rumah.
"King kamu akan mengatakan semuanya sekarang pada tuan Max?",tanya Xena khawatir.
"Iya...apa kamu takut? ".
"Jujur saja iya kalau kamu mengatakan semuanya sekarang,King".
"Berhenti khawatir sayang, ayo kita istirahat kekamarku sekarang,kalau kamu merasa khawatir bertemu Daddy Darent biar aku saja yang bicara,kamu dan Alea istirahatlah karena aku yakin kamu pasti lelah sekarang".
Oliver mengajak Xena dan Alea masuk kekamarnya dilantai dua.
"Masuklah",ajak Oliver pada Xena.
"Ini kamarmu? ",tanya Xena dengan menatap Oliver lalu mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar yang didominasi nuansa Abu abu khas laki laki.
"Iya... tapi aku sudah tidak tinggal disini lagi sejak tiga tahun lalu".
"Lalu selama ini kamu tinggal dimana?",tanya Xena penasaran.
Dimana saja yang pasti bukan disini atau diApartemen kita",terang Oliver.
"Kenapa kamu tidak tinggal di Apartemen itu lagi bukannya kamu bilang itu... ".
"Aku tidak sanggub tinggal disana dengan semua kenangan yang kamu tinggalkan sayang".
"Kenapa? ".
"Karena itu membuatku tidak bisa berpikir normal dan aku takut aku bisa berpikir nekad saat itu, sudahlah sebaiknya kamu dan Alea istirahat saja sekarang".
Xena mengangguk lalu mulai merebahkan tubuhnya diranjang Oliver.
Oliver merebahkan tubuh Alea yang terlihat mengantuk disamping Xena lalu bermaksud bangkit tapi Alea mencegahnya.
"Daddy... temani Alea bobo...",rengek Alea dengan menahan lengan Oliver membuat Oliver tidak tega untuk menolaknya apalagi waktu menoleh kearah Xena, Xena mengangguk supaya Oliver setuju pada permintaan Alea.
Oliver merebahkan tubuhnya disamping Alea dan mulai menepuk nepuk tubuh gadis kecil itu agar tertidur.
Tapi waktu Alea tertidur ternyata Oliver juga ikut tertidur membuat Xena yang melihat bagaimana kedekatan mereka merasa sangat terharu dan merasa sedikit bersalah pada mereka berdua karena sudah memisahkan mereka berdua selama ini demi rasa marahnya.
Tidak ingin kehilangan moment bahagia kebersamaan mereka Xena memilih ikut tidur dengan meletakkan tangannya ditubuh Oliver.
Oliver yang merasa dipeluk Xena dari belakang dengan setengah tertidur membalikkan tubuhnya dan menarik Xena kedalam pelukannya.
"King... ".
"Tidurlah... sekarang... " ucapnya dengan mengecup lembut puncak kepala Xena lalu mengajaknya bermimpi bersama.
Mohon dukungannya reader semua maaf Upnya belum bisa maksimal tapi akan tetap autor usahakan Up setiap hari 😊😊.