
"Daddy? ".
Oliver menatap gadis kecil berusia sekitar tiga tahun yang berwajah mirip dirinya itu.
"Bukan! ",jawab Vania cepat pada Oliver membuat Oliver langsung mengerutkan kening kearah Vania.
"Alea putriku dengan Darent",tambah Vania cepat.
Seketika Oliver terdiam mendengar hal itu dan merasa sedikit kecewa karena dia tadi sempat berpikir gadis kecil dihadapannya itu adalah putrinya dengan Xena.
"Jadi... dia saudara kecilku begitu maksudmu?",tanya Oliver datar.
"I.. iya".
"Lalu... untuk apa Xena menjual cincinnya kemarin? ".
"Itu.... benda itu sudah lama dititipkan padaku sejak dia melihatmu bertunangan dengan Bianca lalu kemarin aku membawanya ketoko perhiasan karena Alea harus masuk rumah sakit lagi".
"Dia sakit? ",tanya Oliver mendekat kearah Alea dan memeriksa tubuh gadis itu dengan teliti.
"Iya....tidak cukup parah tapi... sejak dia lahir setiap kali dia demam dia harus mendapat perawatan ekstra dirumah sakit".
"Gadis yang malang, apa ini sakit sayang?",tanya Oliver dengan menunjuk bekas tempat dokter memasang infusnya ditangan mungil Alea yang dijawab anggukan oleh Alea.
"Doktel... dilumah sakit yang nyuntik Lea",adunya pada Oliver dengan wajah cemberut dan hampir menangis.
"Tidak papa sayang dokter melakukannya supaya Alea cepat sembuh dan bisa bermain lagi kakak juga dulu sering mengalaminya tapi lihat sekarang kakak bisa tumbuh besar dan sehatkan",ucap Oliver dengan membelai sayang kepala Alea membuat Vania yang melihat interaksi mereka hampir tidak sanggup untuk terus berbohong.
"No kakak... Lea mau Daddy",ucap Alea pada Oliver yang membuat wajah Oliver sedikit muram.
"Oke boleh panggil Daddy...sekarang tapi..".
"Peluk,Daddy peluk Lea",pinta Alea dengan merentangkan kedua tangan mungilnya kearah Oliver membuat Oliver secara reflek langsung meraih tubuh mungil Alea kedalam pelukannya.
"Gendong Daddy gendong... ",pinta Alea dengan nada merengek membuat Oliver dengan patuh menuruti permintaan gadis kecil itu.
Alea melingkarkan kedua tangannya keleher Oliver erat membuat Vania hanya bisa menatap apa yang dilakukan mereka berdua dengan perasaan terharu.
"Jadi.. apa maumu? ",tanya Oliver pada Vania dengan tetap mengendong Alea.
"Kurasa kamu tau bukan Alea butuh figur seorang Daddy jadi... ".
Oliver terlihat menghela nafas,"Akan kuberikan test DNA Alea pada Daddyku agar dia tau keberadaan Alea..."jawab Oliver dengan nada pelan karena didengarnya nafas Alea mulai teratur yang menandakan gadis kecil itu tertidur.
"Iya.... tolong lakukan".
"Lalu....dimana Xena apa kamu masih belum mau memberitahukan keberadaannya padaku sekarang".
"Untuk apa?, bukankah kamu sudah bertunangan dengan Bianca lalu dimana posisi Xena kalau dia kembali,kalau kamu memang perduli padanya atau berniat ingin bersamanya seharusnya kamu menyelesaikan masalahmu dengan Bianca bukan hanya meminta Xena kembali padamu seperti ini".
"Apa dia yang menyuruhmu mengatakan itu padaku, kenapa bukan dia yang mengatakan hal itu langsung dan menjelaskan padaku apa alasannya pergi dariku begitu saja tiga tahun yang lalu?!".
Oliver mulai emosi karena Vania terus menyalahkannya dan membela Xena tanpa mau mengatakan keberadaan Xena padanya.
"King..mengertilah posisi Xena..dia sangat terluka karena kamu memutuskan untuk bertunangan dengan Bianca saat itu".
"Aku tidak ingin kamu menjelaskan perasaan Xena padaku tapi aku ingin kamu mengatakan keberadaannya sekarang".
"Aku tidak bisa karena aku tidak ingin dia terluka lagi dan kalau kamu menolak membantuku untuk mengatakan keberadaan Alea pada Darent aku juga tidak perduli,jadi jangan mencoba mengancamku atas nama Alea".
Dengan perasaan berat Oliver menyerahkan Alea kepada Vania.
"Alea adalah keturunan Maxime jadi meski kamu tidak ingin mengatakan keberadaan Xena aku tetap akan mengatakan keberadaannya pada Daddy karena dia berhak punya sosok ayah dihidupnya".
"Ya..dan kuharap saat Darent mendengar hal ini dia tidak seegois dirimu sekarang karena kalau dia masih bersikap egois seperti dulu aku juga akan membawa Alea pergi jauh dari kalian berdua".
"Kalau Daddy tidak menginginkannya aku yang akan menjaganya jadi jangan khawatir tentang masalah Alea".
"Maksudmu kamu ingin mengambil hak asuh Alea dariku?!,jangan harap King karena aku tidak akan membiarkan kamu melakukannya!!".
"Apakah aku sekejam itu dimatamu Vania aku memang tidak mencari keberadaan Xena selama ini tapi aku punya alasanku sendiri dan aku tidak ingin mengatakan hal itu dengan orang lain selain Xena tapi untuk Alea dia bagian dari keluargaku jadi aku akan menjaganya selayaknya tanpa merebut dia darimu karena kamu ibunya".
Vania menghela nafas keras lalu perlahan meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan apapun lagi pada Oliver,karena dia khawatir semakin lama mereka bicara maka dia tidak akan tega untuk tidak mengatakan semua kebenaran tentang Alea serta Xena sementara sekarang status Oliver berbeda dari dulu dan disini posisinya hanya teman Xena jadi dia tidak berhak memutuskan hidup Xena,biarkan mereka memikirkan sendiri masalah mereka sekarang niatnya mengatakan Alea sebagai anaknya dan Darent adalah untuk memberi pelajaran untuk Darent karena sudah membuat Alea harus lahir tanpa sosok Ayah selama ini.
Oliver hanya menatap kepergian Vania dan Alea dengan diam tanpa bermaksud mencegahnya.
Setelah Vania pergi dari tempat itu Oliver segera menghubungi Darent.
"Halo Oliver ada apa kamu menghubungiku, apa ada masalah dengan perusahaan atau... ".
"Bisa kita bertemu dan bicara sekarang Dad?",pinta Oliver dengan menyugar rambutnya lelah.
"Dimana dirimu? ",tanya Darent langsung.
"Aku berada direstoran...".
Oliver menyebutkan nama restoran tempatnya berada sekarang.
"Apakah ini penting sekali?",tanya Darent terlihat berat karena restoran yang disebutkan Oliver jaraknya cukup jauh dari tempatnya sekarang yang sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya.
"Kalau Daddy repot kita bisa bertemu nanti".
"Iya... sejujurnya aku sedang bertemu klien ditempat yang berlawanan dengan restoran itu kalau misalnya aku pergi kesana kurasa akan memakan waktu cukup lama jadi bisa kita bertemu ditempat lain nanti".
"Aku hanya akan berada dikantor nanti, hubungi saja aku kalau Daddy punya waktu"
"Baiklah,aku akan menghubungimu nanti kalau ada waktu".
"Hemmm",jawab Oliver lalu mematikan panggilan mereka.
Setelah itu Oliver pergi dari restoran itu kembali kekantornya.
***
Sementara itu Vania yang baru kembali langsung disambut Xena dengan wajah cemas khawatir Vania kembali tanpa membawa Alea lagi bersamanya.
"Vania mana Aleaku?",tanyanya dengan menghampiri mobil Vania.
"Dia sedang tidur Xena" jawab Vania dengan menunjuk kearah Alea yang tidur dikursi bayinya.
Melihat Alea tertidur Xena baru bisa menarik nafas lega lalu mengambil Alea untuk dipindahkannya kedalam,tapi saat Xena melepaskan sabuk pengamannya tiba tiba Alea terbangun.
"Sayang... ",panggil Xena dengan tersenyum manis pada putrinya.
"Mana Daddy mommy? ",tanyanya dengan menatap kearah Xena yang langsung terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Alea saat baru bangun.
Mohon tinggalkan jejak kalian setelah membaca untuk mendukung Alea menyatukan Mommy dan Daddynya 🙏🙏😁.