
Beberapa bulan kemudian diRumah sakit terbesar dikota tempat tinggal Oliver dan Xena.
Darent terlihat berjalan mondar mandir didepan ruang bersalin dengan gugup dan cemas hingga membuat semua orang yang ada disana merasa pusing dengan apa yang dilakukannya karena dia lebih gugup dari Oliver sebagai Suqmi Xena dan ayah bayi yang akan lahir sebentar lagi itu.
"Bisakah kamu berhenti mondar mandir Darent! ",hardik Vania kesal.
"Kenapa mereka lama sekali melakukan operasinya, apakah Xena dan bayinya baik baik saja atau aku perlu memanggil dokter yang lebih ahli lagi untuk membantunya melahirkan Antoni sekarang",gumamnya lebih kepada diri sendiri tapi cukup keras hingga bisa didengar oleh Oliver dan Vania yang duduk dikursi depan ruang bersalin dengan saling tatap lalu menggelengkan kepalanya dengan heran mendwngar ucqpan Darent.
"Dad... percayalah Xena dan calon putraku baik baik saja, dokter yang menanganinya sekarang sudah dokter terbaik jadi aku percaya mereka pasti akan selamat" bujuk Oliver mencoba menenangkan Darent yang terlihat lebih cemas dan khawatir dari dirinya sejak dia memberitau bahwa Xena akan melahirkan.
"Kita tetap harus berjaga jaga jangan sampai ada kesalahan sedikitpun Oliver,selain itu aku heran bagaimana kamu bisa begitu tenang sementara Xena sekarang didalam sana sedang berjuang melahirkan putramu".
"Aku juga cemas dan khawatir Dad tapi bukan berarti aku melakukan apa yang Daddy lakukan sekarang dan kenapa Daddy lebih cemas dari aku sementara Xena itu istriku",gerutunya balik.
"Aku tau!,tapi sekarang dia sedang melahirkan cucuku tentu saja aku cemas! ",jawab Darent tidak mau kalah.
Oliver dan Vania kembali menggelengkan kepala melihat kelakuan Darent dan memilih diam sambil menunggu dokter kandungan yang diminta khusus untuk menangani Xena keluar dari ruang operasi.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya pintu ruang operasi terbuka, dokter kandungan yang menangani Xena pun keluar.
Melihat sang dokter keluar Darent segera menghampirinya lebih dulu dari Oliver.
"Bagaimana operasinya dokter? ",tanyanya dengan wajah cemas meskipun ekspresi sang dokter terlihat sangat tenang saat itu.
"Semuanya berjalan dengan baik tuan Darent Max anda tidak perlu khawatir",terang sang dokter dengan tersenyum lalu menyentuh tangan Darent yang langsung menarik nafas lega mendengarnya.
Sementara itu Oliver segera menghampiri Xena yang didorong keluar dari ruang operasi oleh dua perawat menuju ruang perawatannya untuk memulihkan kondisi pasca melahirkannya.
Sampai diruang perawatan setelah para suster memindahkan Xena ke ranjang pasien dan memeriksa kondisinya Oliver langsung mendekat lalu membungkuk mengecup puncak kepala Xena sebelum bicara.
" Terimakasih Sayang sudah berjuang untuk melahirkan anak anak kita,aku sangat bahagia sekarang ",ucap Oliver dengan suara parau bahagia yang dibalas senyuman dan anggukan lemah oleh Xena tapi sama bahagianya juga karena bisa melahirkan putra mereka dengan selamat.
***
Beberapa hari setelah melahirkan kondisi fisik Xena semakin pulih dan sudah diijinkan untuk pulang.
Suster sedang membereskan barang barang Xena dan juga putranya Antonio yang sedang berada dipangkuannya diranjang rumah sakit menunggu Oliver datang menjemputnya yang sudah terlambat hampir setengah jam dari waktu yang dijanjikannya pada Xena membuat Xena sedikit khawatir lalu segera mengambil ponselnya dan menghubungi Oliver.
"Ya sayang... ",jawab Oliver langsung.
"Apakah kamu masih sibuk sekarang King?",tanyanya khawatir.
"Maaf aku terlambat sayang tapi sekarang aku sudah sampai tunggu aku akan naik sekarang".
Mendengar hal itu Xena menjadi lega lalu mengakhiri panggilannya dengan Oliver.
Tak lama terdengar pintu ruang perawatannya terbuka dan menampakan wajah Oliver yang tampak terburu buru.
"Maaf aku terlambat sayang",sapanya dengan berjalan mendekat kearah Xena lalu langsung mengecup lembut puncak kepala Xena dan juga putra mereka dengan penuh cinta.
"Kamu sendirian?",tanya Xena karena melihat Oliver hanya masuk sendiri sementara biasanya Darent dan Vania serta Alea tidak pernah tidak datang kerumah sakit sejak dia berada disana.
"Merek memilih menunggu kita dirumah sayang",jawab Oliver dengan membantu Xena berdiri setelah Xena menyerahkan baby Antoni keperawat yang akan ikut menjaga Antoni nanti dirumah.
***
Setelah lebih dari separo perjalanan Xena sedikit terkejut karena Oliver membelokkan mobilnya kearah yang berlawanan dengan Apartemen tempat tinggal mereka.
"King... kenapa kita berbelok kemari bukankah rumah kita kearah sana",tunjuk Xena pada Oliver.
"Itu kearah Apartemen sayang sementara sekarang kita akan pulang kerumah kita",terang Oliver.
"Rumah kita?, maksudmu? " tanya Xena bingung.
"Tunggulah sebentar lagi kita sampai",ucap Oliver pada Xena.
Mendengar keterangan Oliver Xena memilih diam selama sisa perjalanan pulang mereka.
Tak lama seperti ucapan Oliver mobil Oliver berbelok kesebuah jalan yang mengarah kesebuah rumah besar bergaya modern minimalis.
Sampai didepan rumah Alea langsung berlari menghampiri mobil Oliver.
"Mommy! Daddy!! ",panggilnya pada mereka berdua.
" Alea Sayang.... ",jawab Oliver dengan meraih tubuh Alea lalu digendongnya sebelum gadis kecil itu menubruk Xena yang masih belum pulih benar.
"Kalian sudah sampai" sapa Darent dan Vania yang keluar dari rumah itu untuj menyambut mereka.
"Iya.... ",jawab Oliver pada mereka.
Xena mengamati seluruh rumah lalu menoleh kearah Oliver.
"Kapan kamu menyiapkannya?",tanya Xena penasaran karena setahunya selama ini Oliver tidak pernah membahas tentang rumah ini dengannya.
"Sudah lama.... aku sengaja ingin menjadikan ini sebagai kejutan untukmu sayang karena rumah ini kubuat khusus untukmu apa kamu suka sayang".
Xena mengangguk, "Iya.. ini sangat bagus dan lebih keseperti rumah impianku, tidak terlalu besar tapi terlihat sangat menyenangkan".
"Mulai sekarang kita akan tinggal disini bersama anak anak kita".
Xena mengangguk lalu melangkah masuk kedalam rumah dengan dipeluk Oliver karena Alea sudah diambil kembali oleh Darent.
End**
Assalamualaikum Reader autor ucapkan terimakasih banyak karena sudah mau membaca karya receh autor sampai tamat.
Harapan autor semoga novel aitor bisa menghibur reader semua waktu membacanya.
Sebelum autor pamit dari cerita ini autor mau kasih tau kalian.
Setelah ini autor masih akan menulis novel baru lagi jadi autor mohon dukungannya lagi dinovel autor selanjutnya nanti.
insyaallah mulai besok sudah bisa kalian baca secara on going, ikuti autor agar kalian dapat notifikasinya.
Salam penuh super bucin dari autor buat kalian semua😊😊😊.
mohon dukung novel baru autor ya reader dengan tekan love like dan seperti biasa tinggalkan koment kalian untuk memberi semangat autor 😁😁.