SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
52. Hadiah Oliver.



Oliver masih mengajak Xena berjalan jalan keliling mall seperti kencan pada umumnya yang diinginkan Xena.


"Kamu ingin membeli sesuatu sayang",tawar Oliver pada Xena yang langsung dijawab gelengan oleh Xena.


"Tidak untuk apa aku bisa membelinya sendiri nanti kalau ingin",ucap Xena yang langsung membuat Wajah Oliver berubah sedikit muram.


"Jangan memasang wajah seperti itu King bagiku semua barang tidak sebanding dengan waktu yang kita habiskan bersama sekarang, jadi aku lebih menghargai waktu kebersamaan kita dibandingkan dengan apapun".


"Bagaimana kalau aku ingin membelikan sesuatu untukmu sebagai hadiah dikencan pertama kita ini apa kamu mau".


"King... sudah kubilang... ".


"Ayolah sayang...aku mohon, hanya barang biasa aku janji",ucap Oliver dengan ekspresi memohon kearah Xena.


"Baiklah hanya barang murah saja jangan lebih mahal dari biaya bensin mobilmu sehari",tegas Xena kepada Oliver yang langsung diangguki pemuda itu.


"Tapi maukah kamu menungguku dikafe depan itu selama aku mencarikan hadiah untukmu sayang",pinta Oliver yang membuat Xena sedikit merasa heran karena Oliver tidak ingin mengajaknya.


"Kenapa?" tanya Xena curiga.


"Hanya ingin memberikan kejutan untukmu",jawab Oliver yang membuat Xena mengangguk tapi sebelum Oliver pergi Xena tiba tiba meminta kartu silvernya yang masih dipegang Oliver.


"Kembalikan kartuku agar aku yakin kamu hanya membeli barang murah untukku",ucap Xena yang membuat Oliver mengangguk lalu mengeluarkan kartu Xena dari dalam dompetnya.


"Hanya itu",tanya Oliver dengan memberikan kartu berwarna silver itu pada Xena.


"Apa kartu yang ada didalam dompetmu itu isinya ada yang lebih banyak dari ini sekarang?",tanya Xena yang langsung dijawab gelengan oleh Oliver dan buru buru menutup dompet dengan merek terkenal itu.


"Tidak ada jangan khawatir sayang sekarang aku mencoba berhemat seperti saranmu",jawab Oliver yang membuat Xena terlihat senang mendengarnya.


"Syukurlah",jawab Xena.


"Kalau begitu tunggu disini aku tidak akan lama,"ucap Oliver dengan pergi meninggalkan Xena dikafe.


Setelah pergi dari Xena Oliver langsung menuju toko perhiasan besar yang ada diMall itu.


"Selamat siang tuan muda ada yang bisa saya bantu?",tanya pelayan toko itu ramah karena tau Oliver bukan pemuda biasa dilihat dari penampilan dan pembawaannya.


"Aku ingin sebuah cincin paling sederhana ditoko ini tapi juga paling mahal yang ada disini",ucap Oliver pada pelayan toko tersebut.


"Baiklah akan saya ambilkan",ucap pelayan itu lalu masuk meninggalkan Oliver untuk mengambil benda yang diinginkan Oliver.


Hanya sekitar 5 menit pelayan itu kembali dengan membawa sebuah cincin tipis dengan hiasan berlian kecil diatasnya, sekilas orang melihat cincin yang tunjukan pelayan itu pasti berpikir itu cincin biasa tapi saat pelayan itu memperlihatkan sertifikat asli dari benda itu Oliver sendiri sedikit terkejut melihat harganya karena lebih mahal dari harga sebuah mobil sport seperti miliknya dengan model terbaru.


"Bagaimana tuan muda,apa anda tertarik?",tanya Pelayan itu.


"Sangat bagus aku suka dan akan mengambilnya",jawab Oliver dengan mengeluarkan kartu hitam miliknya lalu menyerahkannya kepada pelayan itu.


"Apa anda ingin membungkus indah hadiah istimewa ini?",tanya Pelayan toko itu sambil menyerahkan kembali kartu kredit milik Oliver.


"Simpan saja sertifikat dan kotaknya ditoko ini suatu saat aku akan mengambilnya kalau memerlukannya",ucap Oliver yang membuat pelayan toko itu heran karena biasanya kalau seseorang membeli perhiasan ditokonya meski harganya tidak terlalu mahal tapi mereka ingin kelihatan berkelas tapi sekarang pemuda yang membeli benda paling mahal ditokonya malah cuma ingin mengambil cincin mahal itu seolah itu mainan anak anak biasa, tapi si pelayan tidak ingin terlalu memikirkannya karena orang orang kaya memang selalu bertingkah diluar kebiasaan mereka.


"Sayang... maaf lama",ucap Oliver dengan mengajak Xena pergi dari sana.


"Apa kamu tidak bisa menemukan hadiah paling murah menurut versimu King",goda Xena karena Oliver kembali tanpa membawa apa apa.


"Iya ternyata itu sangat sulit dan mulai sekarang aku harus banyak belajar untuk berhemat agar lebih sadar bahwa apa yang kita sia siakan itu ternyata berharga untuk orang lain",gerutu Oliver dengan mengajak Xena masuk kedalam mobilnya.


"Apa kita akan pulang sekarang?",tanya Xena sedikit kecewa karena kebersaman mereka akan segera selesai.


"Setelah makan malam baru kita pulang",ucap Oliver yang membuat Xena sedikit lega karena ternyata Oliver masih perduli dengan tidak mengajaknya pulang saat kelaparan.


Oliver mengajak Xena berkendara jauh kearah luar kota.


"Kita akan kemana King?",tanya Xena sedikit bingung karena mereka sudah cukup lama berkendara tapi Oliver belum juga menepikan mobilnya untuk mengajak Xena makan malam.


"Kita akan makan malam dipantai yang waktu itu bagaimana apa kamu mau?".


"Kelihatannya menyenangkan makan malam dengan menatap pemandangan alam secara langsung".


"Kamu pasti suka sayang",ucap Oliver dengan meraih tangan Xena dan membawanya kebibirnya lalu terus menggenggamnya disisa perjalanan mereka menuju pantai.


"Ayo turun",ajak Oliver dengan membukakan pintu mobil untuk Xena.


"Ternyata suasana malam disini sangat indah",ucap Xena dengan berjalan mengikuti Oliver untuk menikmati makan malam mereka.


Mereka berdua makan malam dalam diam seolah tidak sabar ingin segera menyelesaikan makan mereka lalu melakukan hal lain yaitu berjalan jalan disepanjang pantai itu.


"Sudah?",tanya Oliver yang dijawab anggukan oleh Xena lalu menerima uluran tangan Oliver yang mengajaknya pergi dari tempat itu menuju tepi pantai.


"King terimakasih untuk hari ini",ucap Xena dengan menyandarkan tubuhnya dibahu Oliver sementara tangan mereka saling bertautan sambil menikmati pemandangan pantai dimalam hari dengan duduk ditepi pantai.


"Apa kamu bahagia hari ini? ",tanya Oliver dengan mengecupkan bibirnya didahi Xena.


"Iya.... andai waktu bisa berhenti aku ingin waktu berhenti sekarang".


"Tapi aku tidak ingin waktu berhenti sayang",jawab Oliver yang membuat Xena langsung menoleh kearah Oliver.


"Kenapa? ",tanya Xena bingung dengan jawaban pemuda itu.


"Karena keinginanku masih banyak untuk bisa membuatmu benar benar bahagia dan itu butuh seumur hidupku untuk meyakinkanmu tentang perasaanku sekarang".


"King.... ",ucap Xena merasa terharu mendengar apa yang dikatakan pemuda itu padanya.


Apalagi saat tiba tiba Oliver mengeluarkan sebuah cincin kecil ditangannya membuat Xena merasa gugup dan terharu.


"King... ",panggil Xena dengan suara mulai parau meski dia pikir benda yang diberikan Oliver itu tidak seberapa harganya pikir Xena tapi cara Oliver bicara saat akan memasangkan benda kecil itu kejari manisnya benar benar membuatnya tidak tahan untuk tidak mulai terisak.


"Hari ini hanya awal Xena tapi besok lusa dan seterusnya aku akan membuktikan semua ucapanku,maukah kamu menunggu sampai waktu itu tiba,permintaanku hanya satu tolong jangan lepas benda ini dari jarimu apapun yang terjadi",ucap Oliver dengan memasangkan cincin itu dijari manis Xena lalu mengecupnya lama seolah dia ingin memberikan capnya disana.