
Xena menghempaskan tubuhnya kesofa diApartemennya disamping Vania dengan tubuh lelah.
"Kenapa?,apa dia menyusahkanmu? ",tanya Vania dengan ikut duduk disofa sementara Alea sibuk menonton televisi.
Xena menggeleng sambil menarik nafas keras.
"Lalu?".
"Dia tidak ada dikantor selama seminggu ini",jawab xena tanpa semangat.
"Jadi kalian belum pernah bertemu sejuk kamu bekerja disana?!",tanya Vania kecewa.
"Sudah saat hari pertama lalu setelah itu sampai hari ini kami belum bertemu lagi bahkan selama aku bekerja disana dia sama sekali tidak pernah menelpon kekantor,meski hanya untuk bertanya urusan pekerjaan".
"Em.. Xena kurasa itu karena dia berpikir kamu itu nyonya Wilson dan kamu juga baru sehari bekerja dengannya karena itu...".
"Sekarang aku tau bagaimana sifatnya sebenarnya ternyata dia hanya manis dan baik saat kita berada dihadapannya saja tapi setelah tidak bertemu dia langsung berubah tidak ingat lagi pada orang itu pantas saja selama tiga tahun ini dia sama sekali tidak berniat mencariku atau...".
"Mungkin saja dia sangat sibuk sampai...".
"Jangan membelanya lagi Vania karena aku yakin itu memang sikap aslinya hanya saja dulu aku tidak melihat karena terlalu buta oleh cintanya".
"Dan kurasa sekarang juga tetap sama".
"Apa maksudmu?",tanya Xena kesal.
Vania menggeleng,"Lalu bagaimana dengan Bianca apakah kamu sudah bertemu dengannya selama satu minggu ini".
Mendengar nama Bianca Xena langsung menarik nafas keras dan merasa kesal.
"Aku tidak menyangka ternyata Bianca punya sikap sangat menyebalkan selama ini,kamu tau Vania selama seminggu aku bekerja disana hampir setiap hari dia datang kekantor King untuk bertanya kemana King pergilah atau kapan dia kembali lalu bilang apakah ada nomor lain yang bisa dihubungi selain nomornya yang sekarang atau bla... bla..
bla.. membuat aku benar benar muak dan kesal padanya".
"Iya.. kalau jadi kamu aku juga akan merasa sama sangat kesal dan marah karena ayah anakku selingkuh dengan mantan anak tiriku".
Xena yang hampir membenarkan Vania tiba tiba melotot kesal kearah sahabatnya itu karena sengaja meledeknya.
"Sudahlah sebaiknya aku segera ganti baju dan mandi karena aku merasa sangat gerah memakai baju setebal ini".
"Seharusnya kamu muncul kekantor King sebagai Xena aku yakin dia tidak akan mengabaikanmu tapi menerkammu!".
"Jangan mulai lagi Vania!,aku tidak akan membuatnya mudah menemukanku setelah apa yang dia lakukan padaku! ".
"Terserah tapi apa kamu yakin sanggup menahan cemburumu kalau sampai melihat dia dan Bianca bersama dikantor!".
Seketika Xena menghentikan kegiatannya yang akan melepas baju yang dipakainya.
"Bagaimana?",tanya Vania penasaran.
"Aku akan membunuh mereka berdua saat itu juga sepertinya lalu pergi jauh bersama Alea dari sini",jawab Xena dengan marah sampai tanpa sengaja dia menarik kuat kancing kemejanya hingga terlepas dari tempatnya.
"Tidak perlu membunuhnya secepat itu tapi goda dia bagaimana".
"Pakai baju yang lebih tipis didalam jas tebalmu itu agar dia merasa penasaran lalu pakai parfum yang biasa kamu pakai dulu agar dia merasa semakin tergoda".
"Sebaiknya aku mandi sekarang sebelum....".
"Xena setelah tiga tahun tidak bertemu dia semakin mempesona bukan dan aku yakin kamu juga sadar akan hal itu!",teriak Vania dari luar kamar mandi yang membuat Xena terpaksa mengakui semua ucapan Vania benar bahwa sekarang Oliver lebih mempesona sementara dirinya semakin tua dan bentuk tubuhnya juga sudah berubah sejak dia melahirkan Alea berbanding terbalik dengan Bianca yang terlihat semakin cantik dan Sexy.
Xena menghela nafas sedih lalu lebih memilih mengguyur tubuh lelahnya dibawah shower untuk membuat perasaannya lebih baik.
***
Seperti biasa Xena berangkat lebih pagi kekantor bermaksud akan membereskan ruang istirahat Oliver sebelum mulai bekerja.Sampai dikantor Xena segera masuk keruang kerja Oliver yang terlihat masih sepi seperti kemarin,Xena menghela nafas keras karena merasa dadanya sesak dan dia tau karena apa itu rindu ya dia merasa rindu pada Oliver karena sudah seminggu berada dikantor itu Oliver belum juga pulang dari perjalanannya keluar negeri.
Xena merapikan kamar itu sekedarnya lalu merebahkan tubuhnya diranjang Oliver karena merasa lelah dan bosan sendirian dikantor sepagi ini.
Xena sengaja melepaskan jas panjang dan tebal yang dipakainya dan hanya memakai kemeja kerja normal dibaliknya,karena tanpa sadar dia juga ingin sedikit menggoda Oliver bahkan hari ini dia sengaja memakai parfum dengan aroma yang biasa dipakainya dulu meski penampilannya tidak berubah.
Entah terlalu lelah atau bosan tanpa sadar Xena tertidur.
Dalam tidurnya dia seolah bermimpi melihat Oliver sedang tersenyum manis dengan berada diatasnya.
"King.. ",panggil Xena.
"Sayang.. aku merindukanmu...",ucapnya dengan membelai lembut wajah Xena seperti dulu yang selalu dilakukannya.
"Aku juga merindukanmu King sangat... maaf aku... sudah...".
"Sssttt... aku tidak ingin mendengar apapun sekarang....",ucap Oliver dengan mendekatkan wajahnya kearah Xena lalu melu*at bibir Xena lembut dan dalam membuat Xena merasa seolah mimpinya itu nyata bahkan tanpa sadar dia menge*ang saat merasa tangan Oliver menyentuh dadanya meski masih dibalik kemeja yang dipakainya.
"King... ",erang Xena dengan mengalungkan kedua tangannya untuk membuat ciuman mereka semakin dalam lalu ciuman basah Oliver perlahan turun kelehernya membuat Xena benar benar terbuai dan kembali mengerang cukup keras sampai dia merasa mendengar suaranya sendiri saat meng*rang.
Xena ingin bangun tapi matanya seolah terkunci tapi dia sangat menikmati apa yang dilakukan Oliver dimimpinya dan Xena baru tersadar dari mimpi erotisnya saat mendengar suara orang ribut dari luar ruangan istirahat Oliver.
Xena segera bangun dengan nafas sedikit tersengal karena masih merasakan rasa bibir Oliver dikulit tubuhnya.
Xena mengedarkan pandangannya dan terkejut saat melihat dirinya sempat tertidur hampir setengah jam didalam ruangan itu.
Dengan buru buru Xena merapikan lagi penampilannya karena suara dari luar ruangan terdengar semakin keras dan jelas.
Dengan langkah pelan Xena membuka handel pintu ruangan dan terkejut karena melihat Bianca berada didalam kantor Oliver dan sedang berdebat cukup hebat dengan Oliver.
Xena merasa serba salah karena baru keluar dari ruangan pribadi Oliver apalagi saat melihat wajah Bianca yang terlihat sangat marah padanya.
"King!, kenapa dia bisa berada didalam ruanganmu apa yang sudah dia lakukan!",teriak Bianca marah dengan menunjuk kearah Xena.
Xena sempat terlihat pucat saat ditunjuk Bianca seperti itu apalagi saat dia menoleh kearah Oliver,Oliver terlihat tidak perduli.
Melihat ekspresi Oliver yang sengaja tidak membelanya emosi Xena ikut bangkit.
"Saya adalah sekretaris pribadi tuan King jadi sepertinya tidak salah kalau saya keluar dari ruang pribadinya karena itu termasuk bagian tugas saya sebagai sekretarisnya",ucap Xena dengan menatap Bianca tajam.
Kayanya ada yang ehm.. ehm... ya 😁😁.