
Sikap cuek Oliver terus berlangsung sampai berhari hari bahkan sudah lebih 2 minggu mereka tidak terlalu bertegur sapa kalau tidak untukku urusan pekerjaan membuat Xena menjadi uring uringan tidak jelas.
Bukan hanya saat dikantor tapi juga dirumah membuat Vania yang melihat sikap Xena seperti itu menjadi merasa heran.
"Ada apa denganmu kenapa akhir akhir ini moodmu selalu buruk?! ".
"Tidak ada mungkin ini karena aku siklus bulananku saja".
"maksudmu kamu sedang datang bulan tapi ini sudah lebih seminggu".
"Aku belum datang bulan tapi sepertinya akan datang bulan karena itu...".
Tiba tiba Xena terdiam Karena ingat jadwal datang bulannya yang sudah telat beberapa hari dari biasanya.
"Ada apa? ",tanya Vania semakin bingung.
"Sekarang tanggal berapa?",tanyanya sedikit cemas tapi berusaha untuk menutupinya.
"tanggal 15 kenapa?,apa kamu sudah terlambat datang bulan? ".
"Itu... baru beberapa hari tapi... pasti tidak papa karena dulu aku juga sering mengalaminya bahkan saat baru melahirkan Alea aku sempat tidak datang bukan selama lebih 6 bulan dan itu tidak masalah sementara sekarang baru beberapa hari jadi kurasa... ".
"Itu karena kamu tidak berhubungan dengan pria mana pun jadi tidak masalah tapi kalau sekarang kamu terlambat dan sebelumnya sempat bercinta dengan seorang pria wajar saja kalau kamu khawatir".
Xena menelan ludahnya dan mengalihkan tatapannya dari Vania.
"Tentu saja tidak,kamu pikir aku perempuan macam apa sampai.. ".
"Yah.. kita lihat saja nanti",ucap Vania dengan ekspresi meragukan ucapan Xena membuat Xena kesal.
"Sebaiknya aku berangkat kekantor sekarang karena ucapanmu membuatku semakin kesal",gerutu Xena.
"Oh iya hari ini aku akan mengajak Alea menginap ditempat Darent lagi seperti waktu itu apa kamu akan lembur lagi?! ",tanya Vania tiba tiba.
Mendengar hal itu Xena segera menoleh,"Aku tidak lembur untuk apa aku lembur,sudah cukup 8 jam melihat wajah menyebalkan Oliver tidak perlu ditambah lagi dengan lembur! ".
"Oh.. baiklah kalau tidak lembur bagaimana kalau ikut kami ketempat Darent untuk makan malam karena Oliver juga bilang akan datang malam ini".
"Tidak!,aku lelah ingin istirahat malam nanti".
"Kamu yakin tidak ingin ikut tapi bagaimana kalau dia kesana dengan Bianca apa kamu...".
"Berhenti memprovokasiku Vania Karena kamu membuatku kesal sampai merasa mual sekarang!",ucap Xena lalu pergi dari Apartemennya untuk kekantor.
***
Sampai dikantor Xena merasa semakin kesal mengingat apa yang dibicarakan Vania tadi diRumah dan setiap kali kesal entah kenapa dia merasa perutnya terasa mual membuat Mood Xena benar benar buruk.
Apalagi saat siangnya dia melihat Bianca datang berkunjung kekantor Oliver setelah sejak kejadian itu dia tidak muncul lagi disana dan sekarang tiba tiba datang dengan penampilan sangat cantik juga sexy membuat Xena menjadi sangat muak melihatnya.
Bianca hanya menoleh kearah Xena sekilas dengan tatapan sinis sebelum masuk kedalam ruangan Oliver.
"Dasar pria menyebalkan saat bersamaku bilang cinta rindu dan sebagainya tapi setelah dapat apa yang diinginkannya dengan gampangnya bersikap seolah olah semua hanya mimpi",gerutu Xena dengan menahan sakit kepala yang tiba tiba kembali muncul.
Xena menyandarkan kepalanya dimeja untuk mengurangi rasa pusingnya, tapi dia terkejut karena Oliver tiba tiba memanggilnya lewat intercom.
"Nyonya Wilson bisa anda kedalam sebentar",perintah Oliver pada Xena yang hanya dijawab Xena singkat.
Untung saja saat dia masuk kedalam Bianca sedang duduk disofa dan Oliver tetap berada dimejanya jadi kekesalan Xena tidak bertambah tapi pusing dikepalanya semakin parah juga rasa mualnya saat mencium aroma parfum Bianca jadi Xena memilih duduk dihadapan Oliver menunggu pria itu bicara dengan sekali kali mengernyitkan dahinya membuat Oliver menatapnya tajam dan menunda apa yabg ingin dikatakannya pada Xena tadi dan memilih bertanya tentang keadaan Xena.
"Anda baik baik saja nyonya Wilson? ",kali ini ada nada khawatir dari suaranya membuat Xena merasa senang meski itu hanya perhatian kecil dari Oliver dan membuatnya merasa ingin jujur untuk melihat reaksi pria itu.
"Sebenarnya tidak kepala saya sangat pusing sekarang sebelum masuk kesini tadi".
"Anda sakit?",tanya Oliver dengan nada khawatir yang sudah tidak bisa lagi disembunyikan karena melihat keringat mulai menetes dari dahi Xena.
"Hanya sakit kepala dan sedikit mual saat mencium aroma yang terlalu menyengat".
"Aroma yang menyengat maksud anda? ".
"Seperti parfum yang dipakai nona Bianca saat saya menciumnya saya merasa semakin pusing dan mual".
Setelah mengatakan hal itu Xena benar benar hampir muntah dihadapan Oliver membuat Oliver secara reflek berdiri lalu mengambilkan tisu untuk Xena dan menyerahkannya.
Bianca yang mendengar apa yang dikatakan Xena merasa kesal dan bermaksud marah pada Xena tapi belum sempat dia mengeluarkan amarahnya Xena sudah berlari menuju kamar mandi yang ada diruangan Oliver untuk memuntahkan isi perutnya karena tidak tahan mencium aroma parfum Bianca saat mendekat.
"Huek.. huek....".
Oliver yang mendengar suara muntah Xena menjadi khawatir dan bermaksud membantu Xena dikamar mandi tapi segera terhenti saat mendengar gerutuan Bianca.
"Dasar perempuan tidak tau diri beraninya dia menghinaku seperti itu,aku rasa dia mual karena sedang hamil tapi beralasan karena mencium aroma parfumku".
"Apa maksudmu? ",tanya Oliver dengan tatapan tajam kearah Bianca.
"Oh... aku bukan bermaksud menghinanya sayang tapi aku hanya berasumsi kalau si nyonya Wilson itu sedang menunjukan gejala ngidam tapi dia malah... ".
"Bisakah kamu pergi sekarang Bianca karena aki ingin menanyakan ini langsung pada nyonya Wilson",pinta Oliver pelan tapi dengan nada penuh penekanan membuat Bianca tau sekarang dia harus pergi sebelum Oliver kesal.
"Baiklah aku akan pergi tapi kamu nanti jadikan mengajakku kerumah Daddy Darent untuk bertemu adik kecilmu".
"Aku tidak tau kita lihat saja nanti,sekarang pergilah dulu".
"Baiklah",jawab Bianca lalu keluar dari ruangan Oliver.
Xena yang baru keluar dari kamar mandi heran saat melihat Bianca sudah tidak ada.
"Kemana nona Bianca?,apa dia merasa tersinggung dengan ucapan saya tadi tuan Oliver kalau iya saya benar benar mintamaaf karena saya tidak bermaksud tidak sopan saat mengatakan hal itu tadi".
Bukannya menjawab pertanyaan Xena tentang Bianca Oliver malah menayakan hal lain.
"Duduklah disofa nyonya Wilson saya akan ambilkan anda air",perintah Oliver dengan berjalan menuju dispenser air mengambil air putih untuk Xena.
Dengan patuh Xena duduk disofa seperti perintah Oliver karena setelah memuntahkan semua isi perutnya dia merasa sangat lemah sekarang.
"Ini.. ",Oliver menyerahkan gelas berisi air hangat pada Xena.
"Terimakasih",jawab Xena dengan menerima gelas itu lalu meminum setengah isinya.
"Bagaimana kondisi mu?".
"Tidak papa saya masih bisa bekerja hanya butuh sedikit istirahat sebelum kembali bekerja ....".
sudah penasaran belum 😁😁