SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
37.Terlalu kesal karena Bianca lagi.



Xena berjalan dengan langkah terpincang kekursi kerjanya sengaja tidak menjawab pertanyaan Bianca untuk membuat rasa gugupnya hilang.


"Xena aku tanya padamu!,apa kamu sudah merasa hebat sekarang sampai mengabaikan aku begitu saja!,"hardik Bianca kesal.


"Aku tidak pernah seperti itu padamu Bianca,aku selalu perduli padamu selama ini meski kamu sudah bicara kasar dan... ".


"Kaki... kamu mau menyalahkan aku karena sudah membuat kakimu terkilir tadi pagi!".


Xena segera menggeleng,"Aku tidak menyalahkanmu tapi aku tidak suka kamu yang tidak menghargaiku sama sekali seperti ini, meski kamu menolaknya aku tetaplah ibu tirimu dan dimata hukum aku adalah walimu jadi tidak bisakah kamu menghargai aku sedikit saja".


"Baik... kalau kamu memang ingin aku menghargaimu, diwasiat Daddy memang tertulis kamu akan menjadi waliku sampai aku berusia 21tahun kalau kamu tidak menikah lagi sebelum aku berusia itu"


Xena mengangguk meski merasa bersalah karena sudah berbohong dengan Bianca soal hak walinya karena sekarang dia sudah menikah dengan Oliver.


"Jadi...bisakah kamu sedikit mendengarkan apa yang aku katakan sebagai walimu".


"Ya... baiklah,aku akan sedikit berbicara pelan padamu mulai sekarang,tapi aku juga ingin kamu menurutiku".


Xena langsung mengerutkan keningnya mendengar itu dan merasa apa yang akan dikatakan Bianca selanjutnya tidak disukainya.


"Apa yang kamu inginkan dariku? ",tanya Xena dengan menyandarkan tubuhnya kekursi kerjanya.


"Aku akan liburan keluarnegeri bersama teman temanku, jadi aku ingin kamu memberiku uang saku tanpa limite selama aku disana".


"Berapa hari kamu akan berlibur? ",tanya Xena dengan menghela nafas keras karena mulai merasa sakit kepala mendengar keinginan gadis ini.


"Satu minggu",jawab Bianca.


Kepala Xena langsung berkedut keras mendengar berapa lama Bianca akan berlibur karena dia tau selama berlibur pengeluaran gadis itu pasti akan kembali diluar nalarnya.


"Bukannya sekarang belum masuk libur semester lalu kenapa kamu ingin melakukan liburan",ucap Xena dengan nada pelan karena sedang berusaha menahan sakit kepala yang tiba tiba menyerangnya.


"Kuliah bukan masalah besar,tapi liburan ini... kami sudah merencanakannya dengan matang".


"Siapa kami itu....",tanya Xena yang mulai merasa semakin pusing.


"Kamu tidak perlu tau siapa saja yang akan pergi liburan bersamaku karena mereka teman temanku".


"Tapi mereka pergi dengan uang yang aku hasilkan Bianca apa kamu mengerti bagaiman aku setengah mati bekerja untuk membuat perusahaan Sander tetap berdiri sampai saat ini dan membuatmu bisa tetap menikmati masamudamu seperti sekarang!",teriak Xena marah.


"Cukup Xena!, aku muak dengan semua ucapanmu itu sekarang kabulkan saja apa yang aku inginkan!!",balas Bianca sama marahnya pada Xena.


"Bianca Plis... masalah dengan kartu kreditmu saja baru selesai dan sekarang kamu memintaku untuk memberikan biaya liburan tanpa limite selama seminggu apa kamu pernah berpikir kalau kamu terus seperti ini dalam beberapa bulan lagi perusahaan kalian ini akan bangkrut"


"Itu bukan urusanku,pokoknya kamu jangan sampai membuatku malu didepan teman temanku nanti",ucap Bianca dengan berjalan keluar dari ruangan Xena yang membuat Xena semakin meradang karenanya.


"Aaaakkk! ",teriaknya dengan kesal lalu menyandarkan kepalanya kesandaran kursinya.


Moodnya seketika langsung rusak tidak bisa lagi diajaknya untuk melakukan pekerjaan yang akan dilakukannya tadi.


Karena sudah tidak mungkin lagi untuk bekerja Xena segera menghubungi asistennya Maya dan memintanya untuk menghandel semua pekerjaan hari ini.


"Maya tolong kamu siapkan berkas berkas yang akan kita pakai untuk rapat dengan klien besok",perintah Xena.


"Baik nyonya Xena",jawab Maya yang membuat Xena merasa sedikit lega dibuatnya.


'Sepertinya aku tidak bisa terus berada didalam kantor dengan mood seperti ini', gumamnya lalu berjalan keluar menuju Area parkir kantor untuk mengambil mobilnya.


***


Xena berkendara tanpa arah untuk membuat pikirannya sedikit tenang akibat ulah Bianca tadi dan tanpa sadar ternyata dia sudah sampai didepan gedung Apartemen Oliver membuat Xena memaki semakin kesal.


Mengingat itu Xena segera menghubungi nomor pemuda itu yang didering pertama langsung diangkat.


"Ya... sayang" jawab Oliver yang membuat Xena tanpa sadar merasa lega mendengar sapaan mesra itu.


"Aku ingin memakai Apartemenmu sekarang",ucap Xena yang membuat Oliver langsung terdiam diseberang sana.


"King... ",panggil Xena lagi yang membuat Oliver baru menjawabnya.


"Hemmm",gumam Oliver sebagai jawaban.


"Bagaimana?,"tanya Xena dengan nada memohon.


"Ya... pergilah kesana sekarang",perintah Oliver.


"Tapi aku sekarang sudah berada didepan unitmu", jawab Xena yang membuat Oliver terkejut.


"Hah.. kok! ".


"Jangan bertanya karena aku sedang malas membahasnya",jawab Xena.


"Kalau begitu masuklah kedalam dan istirahatlah",perintah Oliver.


"Aku memang ingin seperti itu tapi... aku tidak tau berapa nomor kuncinya" jawab Xena lirih karena merasa malu harus menanyakan itu pada Oliver.


"tanggal pernikahan kita",jawab Oliver yang membuat dahi Xena berkerut mencoba mengingatnya.


"King... ",panggil Xena lagi lirih takut Oliver akan marah kali ini.


"Hemmm".


"Aku lupa berapa tanggalnya",jawab Xena yang membuat Oliver langsung terdiam dan diyakini Xena dia sedang kesal sekarang karena Xena sampai melupakan itu.


Tanpa bertanya lagi Oliver langsung menyebutkannya pada Xena, mendengar angka angka yang disebutkan Oliver Xena langsung memencet tombol kunci.


"Sudah? ",tanya Oliver lagi karena Xena terdiam.


"Iya... "


"Kalau begitu istirahatlah aku akan kembali bekerja",ucap Oliver sebelum mematikan panggilan mereka.


Setelah panggilan mereka berakhir Xena segera masuk kedalam Apartemen mewah itu dengan menarik nafas panjang,antara lega dan kesal kalau mengingat untuk apa Oliver memiliki Apartemen itu yang dipikir Xena hanya disewa oleh pemuda itu sekarang.


Tapi karena kali ini dia sedang tidak ingin memikirkan tentang Oliver dan ingin menghilangkan kekesalannya karena ulah Bianca jadi Xena tidak ingin ambil pusing masalah Apartemen mewah Oliver dan memilih untuk masuk kedalam Apartemen.


Sampai didalam Xena langsung menuju kamar tidur Apartemen pikiran pertama saat ini adalah membersihkan diri lalu beristirahat paling tidak sampai nanti malam baru dia berpikir untuk mengisi perutnya setelah bangun dari tidurnya.


***


Malam Xena terbangun karena merasakan hembusan nafas hangat ditengkuknya dan sesuatu yang berat menindih perutnya yang tertutup batrobe mandi saat itu.


Perlahan Xena membuka matanya yang terasa masih berat dan mencoba menyingkirkan beban berat yang ada diperutnya tapi Xena terkejut karena saat dia berusaha menyingkirkannya tiba tiba sebuah suara yang sangat dikenalnya menolak apa yang akan dilakukannya.


"Diam sayang aku masih ngantuk",gumam Oliver dengan menarik tubuh Xena mendekat kearahnya.


Saat mendengar suara Oliver seketika Xena sadar dari tidurnya.


"King!!!, kenapa kamu ada didalam kamarku!!!",teriaknya terkejut.


like... komentarnya....jangan lupa 😁😁