SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
47.Aku Merindukanmu.



Oliver berjalan kekantor Sander untuk mengantar berkas yang dikerjakannya kemarin.


"Selamat siang,saya ingin bertemu asisten Maya,apa dia ada?".


"Anda dari... ".


"Dari Max Corporation".


"Oh... anda langsung saja kekantor direktur untuk mengantarkannya sendiri".


Mendengar itu Oliver segera mengangguk dan masuk kedalam lift menuju lantai atas dimana kantor Xena berada.


Oliver menghela nafas saat sampai didepan pintu kantor itu dia berniat hanya menemui asisten Xena lalu setelah itu pulang karena hari ini Xena masih belum kembali dari perjalanan bisnisnya.


***


"Tok... tok... ".


"Masuk",ucap suara dari dalam yang membuat Oliver langsung mengerutkan keningnya,karena suara yang menjawab ketukannya adalah suara Xena.


Dengan dada berdebar Oliver segera membuka pintu ruangan itu dan dia terbelalak karena ternyata yang duduk dikursi direktur sekarang adalah Xena.


"Apa orang yang mengantar berkas milik Max corporation sudah sampai Maya?",tanya Xena dengan tidak menatap orang yang berjalan kearahnya saat itu tapi tetap sibuk dengan tumpukan pekerjaannya dimeja.


"Sudah dan ini berkas anda nyonya Xena",ucap Oliver yang membuat Xena segera menatap kearah Oliver yang sudah berdiri tepat dihadapannya sekarang dengan wajah kesal.


"King... ",panggil Xena dengan nada sedikit gugup ditatap Oliver seperti itu.


"Aku mengantarkan berkas milik tuan Max",ucap Oliver dengan meletakkan berkas yang dibawanya ke meja Xena lalu segera berpaling untuk keluar dari ruangan itu karena kesal melihat Xena sudah berada dikantornya saat ini sedangkan dia pikir sekarang Xena masih berada diluar negeri.


"King tunggu!",pinta Xena yang tidak digubris oleh Oliver membuat Xena bergegas bangkit dari kursinya dan berjalan cepat mencegah Oliver yang akan keluar dari ruangannya.


"King tunggu!",pinta Xena dengan meraih tangan Oliver yang langsung ditepis kasar Oleh Oliver Karena kesal.


Melihat itu Xena segera memeluk tubuh Oliver dari belakang agar Oliver berhenti bergerak.


"Lepas... aku kemari hanya mengantar berkas milik tuan Max nyonya Xena",ucap Oliver yang membuat Xena semakin erat memeluk tubuh Oliver dari belakang.


"King.... maaf.. aku tidak bermaksud membohongimu dengan kembali tanpa memberitaumu,aku hanya ingin memberimu kejutan dengan pulang sehari lebih cepat dari jadwal karena aku sangat merindukanmu King",ucap Xena dengan menempelkan erat tubuhnya ketubuh Oliver agar Oliver tidak bisa pergi.


Mendengar apa yang dikatakan Xena perlahan kemarahan Oliver mencair,tapi dia tidak ingin memaafkan Xena begitu saja.


"Kurasa itu hanya alasanmu saja supaya aku tidak marah padamu",gerutu Oliver dengan tetap menggenggam tangan Xena tapi tidak berniat melepaskannya lagi.


"Aku serius King, apa kamu tau aku harus selalu lembur agar semua pekerjaanku selesai sebelum waktunya lalu bisa secepatnya kembali kemari".


"Lalu kenapa kamu tidak langsung menelponku setelah sampai!",ucap Oliver dengan nada masih ketus.


"Itu... aku malu...",jawab Xena dengan semakin membenamkan wajahnya kepunggung Oliver membuat Oliver terpaksa tersenyum mendengar jawaban Xena.


"Kemarilah",pinta Oliver dengan menyuruh Xena memutar tubuhnya untuk menghadap kearahnya.


Dengan patuh Xena melakukan apa yang diminta Oliver padanya.


"King maaf.... ",ucap Xena lagi dengan menatap kearah Oliver yang juga menatapnya.


"Aku juga King... aku merindukan,aku....".


Belum selesai Xena berbicara Oliver sudah menyambar bibir Xena dengan rakus membuat Xena sedikit terkejut tapi segera membalas lu*atan Oliver dengan sama bergairahnya.


Perpisahan mereka selama hampir seminggu ingin mereka tumpahkan lewat ciuman panas mereka sekarang yang tidak berjeda.


Bahkan entah sejak kapan Oliver sudah menarik tubuh Xena kesofa yanga ada diruang kerjanya dengan posisi Xena berada diatas pangkuan pemuda itu.


"King....",desis Xena saat merasa ciuman Oliver mulai turun keselangka lehernya sementara tangan Oliver sudah mulai masuk kebalik kemeja kerja yang dipakai Xena untuk menyentuh dada milik Xena.


"Sayang...aku menginginkanmu.... ",desis Oliver disela sela lu*atan dan ciuman panasnya ditubuh Xena.


"King.... jangan.... sekarang....kita sedang dikantor.... bagaimana.....akhhh".


Oliver sudah tidak mendengarkan protes Xena tapi segera merubuhkan tubuh Xena kesofa dan langsung menindihnya membuat Xena melupakan protesnya dan mulai menikmati lagi cumbuan Oliver.


Bahkan Xena hanya bisa melenguh saat Oliver memasukkan benda pusakanya kedalam inti Xena dan mulai menggerakkan miliknya Xena hanya bisa ikut menggerakkan tubuhnya dengan liar untuk mengimbangi permainan panas Oliver siang itu.


"King... aku... akan... sampai....",desis Xena dengan melentingkan tubuhnya sementara kedua tangannya mencengkram erat bahu kekar Oliver saat merasa denyutan hebat didalam inti tubuhnya yang menandakan dia hampir mencapai puncak permainan.


Melihat Xena sudah hampir mencapai puncak Oliver semakin mempercepat gerakannya.


"King.... ",desis Xena karena merasa dirinya sudah tidak bisa menahan luapan didalam tubuhnya yang mendesak ingin keluar.


"Sekarang.... sayang..... aku.... juga..... ",desis Oliver dengan menekankan miliknya semakin dalam keinti tubuh Xena saat merasa miliknya mulai memuntahkan laharnya dan baru mengendurkan tubuhnya setelah merasa seluruh semburan miliknya habis meski kedutan rasa nikmat itu masih terasa.


"Aku mencintaimu Xena",ucap Oliver dengan mengecup puncak kepala Xena lalu kebibir perempuan itu yang masih setengah terbuka akibat pelepasan dasyat yang baru saja mereka rasakan.


Xena tidak menjawab apa yang Oliver ucapkan tapi dia merasa sangat bahagia mendengarnya dan tanpa sadar menarik tubuh Oliver kearahnya hingga mereka berpelukan dengan Xena masih tetap berada dibawah Oliver.


Tapi itu tidak lama karena Oliver segera bangkit dan mengajak Xena bangkit bersamanya.


"Sebaiknya kita membersihkan diri sekarang sayang sebelum ada yang datang",ucap Oliver dengan membopong tubuh polos Xena kekamar mandi yang ada diruangan itu.


"Kamu benar King,aku sedikit lupa kalau sekarang kita sedang berada dikantorku",jawab Xena dengan segera turun dari gendongan Oliver dan mulai menyiram tubuhnya dibawah Shower.


Melihat Xena mulai membasahi tubuhnya Oliver ikut melakukan hal yang sama,dengan mencoba menahan keinginannya untuk kembali menyentuh Xena yang terlihat sangat cantik dengan tubuh dipenuhi busa saat itu.


***


"Aku akan pergi sekarang",ucap Oliver dengan mengecup sekilas bibir Xena setelah mereka selesai berpakaian.


"Malam ini aku akan menginap diApartemen",ucap Xena dengan membelai sayang wajah tampan Oliver.


"Aku akan menjemputmu kemari nanti jadi tunggulah ya... ",jawab oliver dengan kembali mengecup Xena tapi sebelum Oliver melepaskan bibir Xena,Xena malah melu*at bibir Oliver membuat Oliver sedikit terkejut dengan apa yang Xena lakukan tapi juga bahagia.


"Sebagai permintaan maaf karena sudah berbohong padamu",jawab Xena dengan mengalihkan tatapannya dari Oliver yang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.


"Aku suka dengan caramu meminta maaf tapi aku tidak ingin kamu mengulanginya lagi karena aku benar benar sangat tersiksa dengan perpisahan kita selama beberapa hari ini sayang",ucap Oliver dengan berdiri lalu mulai berjalan meninggalkan ruangan Xena.


Like dan Komentarnya ya.... 😁😁.