
Xena menatap Bianca tajam dan kesal,apalagi saat melihat kearah Oliver yang hanya diam tidak mengatakan apapun untuk membelanya, bahkan ekspresinya terkesan dingin padahal dia sangat merindukannya selama seminggu ini membuat Xena tanpa malu langsung berjalan keluar dari ruangan Oliver dengan sengaja menutup pintu ruangan itu dengan cukup keras karena kesal.
"King... lihatlah.. berani sekali dia membanting pintu didepanmu seperti itu!",hardik Bianca kesal pada sekretaris Oliver yang berpenampilan sangat kuno dan Oliver hanya diam saja melihat apa yang dilakukan Xena barusan malah dia berjalan kembali kekursi kerjanya lalu menjatuhkan tubuhnya disana.
"King!, apa kamu akan membiarkan saja dia seperti itu padamu juga padaku" adu Bianca lagi.
Oliver hanya menghela nafas sebelum menjawab Bianca.
"Bianca sebaiknya kamu keluar sekarang,aku lelah setelah melakukan penerbangan berjam jam dan saat tiba disambut ocehan tidak bergunamu ini".
"King...."."Keluarlah sekarang sebelum aku semakin marah dan mengusirmu kasar!",hardik Oliver yang membuat Bianca terdiam dan dengan kesal mengambil tas tangannya lalu keluar dari ruang kerja Oliver.
Sampai didepan meja Xena, Bianca berhenti lalu berjalan menghampiri perempuan itu yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Perempuan tua brengsek!",maki Bianca dengan memukul keras meja Xena membuat Xena terkejut dan bermaksud membalas makian Bianca tapi sebelum dia mengeluarkan suaranya Oliver sudah berada diambang pintu ruangannya dan menatap tajam kearah mereka berdua.
"Apa kamu tidak mendengar apa yang kukatakan tadi Bianca",ucapnya dengan nada sangat dingin membuat Xena yang hampir membalas Bianca terpaksa mengatupkan lagi mulutnya apalagi saat melihat tatapan tajam Oliver kearahnya yang seolah melarangnya berbicara.
"Tapi King... ".
"Keluarlah sendiri sebelum aku menyuruh petugas keamanan menjemputmu",Jawab Oliver yang langsung membuat Bianca berjalan pergi dari depan kantor Oliver dengan sangat marah.
Melihat Oliver membelanya barusan Xena ingin mengucapkan terimakasih tapi ucapannya kembali tertelan ditenggorokan karena Oliver tiba tiba memerintahnya.
"Aku ingin mandi tolong siapkan pakaian gantiku dan juga air mandiku nyonya Wilson",perintahnya dengan langsung masuk kedalam ruangannya.
Mendengar perintah arogan Oliver Xena menjadi sangat kesal tapi tetap berdiri untuk melakukannya sambil menggerutu sepanjang melakukan perintah Oliver membuat Oliver hanya mengulum senyumnya mendengar gerutuan tidak jelas dari perempuan itu.
"Tuan Oliver air mandi anda sudah siap",ucap Xena dengan berjalan keluar dari ruangan pribadi Oliver dan bermaksud kembali kemejanya tapi saat sampai dihadapan pria itu Oliver menahannya.
"Bantu aku mandi sekarang",perintahnya yang membuat Xena langsung melotot sambil mengeluarkan protesnya tapi lagi lagi tertahan dengan ucapan Oliver.
"Kepalaku sangat sakit karena terlalu lelah bekerja selama seminggu ini bisakah anda membantuku memijitnya sebentar,tenang saja nyonya Wilson saya tidak akan mandi bugil dihadapan anda jadi anda tidak perlu khawatir melihat hal yang tidak seharusnya" ucapnya lalu berjalan masuk kedalam ruangan pribadinya.
Dengan langkah berat Xena berjalan mengikuti Oliver masuk kedalam ruangan.
Didalam ruangan Oliver hanya berdiri tanpa membuka selembarpun baju ditubuhnya membuat Xena bingung.
"Kenapa anda masih berpakaian tuan Oliver?".
"Aku sedang menunggumu membantuku melepas bajuku",jawabnya dengan merentangkan tangannya seperti anak kecil membuat Xena hanya bisa menarik nafas kesal tapi tetap menuruti permintaan Oliver.
Selama melepas baju Oliver tidak melepaskan tatapannya dari wajah Xena membuat Xena merasa gugup.
"Anda pasti sangat cantik waktu muda dulu nyonya Wilson",ucapnya yang membuat Xena langsung menatap wajah Oliver hingga tatapan mereka bertemu.
Xena sempat terhipnotis dengan tatapan yang diberikan Oliver padanya dan dengan susah payah dia berhasil mengalihkan tatapannya lalu mencoba menjawab pertanyaan pria itu untuk mengalihkan debar jantungnya yang tidak beraturan,apalagi dia sempat ingat tentang mimpinya tadi saat sekilas menatap bibir Oliver.
"Kenapa anda bilang seperti itu tuan Oliver apakah anda sedang mencoba menghina saya dengan mengatakan saya cantik sementara anda tau bagaimana mana wajah saya".
"Apa anda tidak suka dengan pujian saya?",tanya balik Oliver.
"Tentu saja saya tidak suka, karena tidak ada yang pernah mengatakan itu pada saya bahkan bos saya sebelum anda!".
"Anda pernah bekerja menjadi sekretaris juga sebelum dengan saya?",tanya Oliver dengan nada tidak suka.
"Iya bukankah ada diCV saya".
"Untuk apa?".
"Tentu saja untuk mengetahui kinerja anda sebagai sekretaris karena saya merasa anda masih kurang berpengalaman dalam menjadi sekretaris pribadi".
Xena mendengus kesal mendengar ucapan Oliver barusan dan menarik kasar baju yang dipakai Oliver lalu meninggalkannya.
"Anda lepas sendiri bagian bawah nya karena saya rasa sangat tidak pantas kalau saya yang melakukannya".
Oliver tidak membatah ucapan Xena untuk melepas sendiri celana panjangnya dan hanya menyisakan boxer pendek yang dipakainya membuat seluruh tubuh gagah Oliver terlihat dihadapannya meski bagian pusakanya masih tertutup tapi bagi Xena itu seperti tidak menggunakan penutup karena benda itu tercetak sempurna dibalik Boxer yang dipakainya.
Xena langsung mengalihkan pandangannya dari Oliver sambil menunggu Oliver masuk kedalam bak mandi.
"Saya rasa tidak seharusnya saya membantu anda mandi seperti ini, bagaimana nanti kalau tunangan anda melihatnya dia pasti akan cemburu pada saya dan semakin membenci saya tuan Oliver ".
"Bukankah anda bilang anda tidak cantik jadi saya yakin dia tidak akan cemburu".
"Tapi saya tetap seorang perempuan dan dia juga".
"Apa anda juga dulu seperti itu dengan suami anda atau tidak pernah?",tanya Oliver dengan menatap kearah Xena dari dalam bak mandi.
"Saya tidak tau".
"Maksud anda,anda tidak pernah cemburu dengannya?".
"Tentu saja saya sangat cemburu kalau ada perempuan lain yang dekat dengan suami saya ".
"Seberapa besar rasa cemburu anda pada mereka".
"Saya berpikir ingin membunuh mereka berdua lalu... ",ucapan Xena terhenti saat melihat Oliver menatapnya dalam dari dalam bak mandi.
"I.. itu saya tidak benar benar melakukannya hanya berpikir seperti itu karena....".
"Apa anda takut saya berpikir anda sudah membunuh suami anda sebelum bekerja dengan saya?".
"Ya... karena dilihat dari penampilan saya anda pasti berpikir tidak ada laki laki yang mau menikah dengan saya bukan jadi kalau saya menikah itu pasti... ".
"Karena dia sangat mencintai anda".
"HAH?!".
"Karena saya juga seperti itu".
"Maksud anda?".
"Saya tidak akan pernah menikah dengan perempuan yang tidak saya cintai atau yang tidak bisa membuat saya jatuh cinta".
"Benarkah,jadi...apa perempuan seperti tunangan anda itu tipe anda? ",tanya Xena sinis karena kesal.
Bukannya menjawab pertanyaan Xena Oliver malah meraih tangan Xena dan menyuruhnya memijit bagian tengkuk lehernya.
"Bagian itu terasa sangat sakit mungkin karena hampir dua hari aku tidak tidur selama disana karena ingin cepat menyelesaikan pekerjaanku lalu pulang",ucapnya dengan memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan Xena dibagian tengkuknya.
Like....komentnya ya,boleh juga hadiah atau votenya supaya autor semakin semangat 😁😁.