SUGAR MAMMY

SUGAR MAMMY
83.Tawaran Paling Gila.



"Tu... tuan.. aku rasa anda hanya... ".


Oliver bangkit dari posisinya dan berjalan menjauhi Xena.


"Ganti bajumu dikamar mandi",perintahnya pada Xena membuat Xena merasa sedikit bingung melihat perubahan sikap Oliver yang tiba tiba itu.


Dengan sedikit rasa kecewa Xena berjalan kekamar mandi untuk mengganti bajunya yang basah.


Sementara Oliver merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan menahan kesal karena Xena masih tidak mau juga mengakui dirinya dan lebih memilih pura pura tidak saling kenal dengannya seperti sekarang.


**


Dikamar mandi Xena melepas bajunya dan mulai menggantinya dengan kemeja Oliver.


Saat merasakan kemeja itu bersentuhan dengan kulitnya tiba tiba sesuatu dalam dada Xena bergetar rindu mendamba juga rasa sakit berbaur jadi satu membuat Xena terisak memikirkan dan mengingat semuanya sekarang.


Xena harus menahan isaknya agar Oliver tidak bisa mendengarnya menangis.


Cukup lama Xena berada didalam kamar mandi sampai isaknya reda baru dia berjalan keluar dengan perlahan khawatir Oliver sedang menunggunya dan bersiap mengerjainya lagi.


Tapi saat keluar dari kamar mandi dilihatnya Oliver tertidur dengan nyenyak diatas ranjang membuat Xena menarik nafas lega dan akan langsung keluar dari ruangan itu tapi langkahnya tiba tiba terhenti dan dengan perlahan dia berjalan menuju ranjang dimana Oliver terlelap.


Melihat Oliver tertidur dengan sangat nyenyak perlahan Xena mendekat kearah pria itu dan mengulurkan tangannya untuk sekedar membelai wajah yang sangat dirindukannya itu.


Hanya menyentuh,gumam Xena dalam hati dengan menggerakkan tangannya sepelan mungkin kewajah Oliver yang tertidur.


Lalu jemarinya terhenti saat hampir menyentuh bibir pria itu yang tadi pagi sempat masuk kedalam mimpinya dan membuatnya tiba tiba sangat ingin merasakan bibir itu secara nyata bukan hanya dalam mimpi.


'Sebentar saja,Batin Xena aku hanya akan menempelkan bibirku kebibir Oliver lalu keluar dari ruangan ini sebelum dia bangun', pikirnya lalu mulai mendekatkan wajahnya kewajah Oliver.


Awalnya Xena memang hanya berniat menyentuhkan bibirnya saja tapi setelah bibir mereka saling menyentuh Xena seolah lupa niat awalnya dan dengan perlahan menyesap bibir Oliver lembut dan pelan karena masih takut Oliver bangun tapi saat dia merasa bibir Oliver sedikit terbuka Xena semakin menginginkan lebih dan dengan perlahan menyelusupkan lidahnya kedalam rongga mulut Oliver dan mulai menjelajah kedalaman rasanya.


Bahkan Xena tidak sadar kalau Oliver sudah bangun dan mulai membalas apa yang Xena lakukan padanya.


Xena mulai terlena dan terbuai dengan permainannya sendiri dan baru sadar saat tangan kekar Oliver mulai melingkari pinggangnya.


Xena bermaksud segera melepaskan tautan bibir mereka tapi terlambat Oliver sudah lebih dulu menariknya keatas ranjang dan mengungkung tubuhnya dibawahnya.


"Tu.. tuan.. O.. Oliver saya... ".


"Aku suka caramu membangunkanku nyonya Wilson tapi aku belum selesai jadi ayo kita lanjutkan lagi... ",ucap Oliver dengan kembali melu*at bibir Xena dengan rakus,membuat Xena berusaha tetap berada diambang kesadarannya agar tidak menyerahkan dirinya hari ini pada Oliver.


"Kenapa anda tidak membalasku lagi seperti tadi",ucap Oliver dengan mengakhiri ciuman panjangnya tapi belum melepaskan tubuh Xena dari kungkungannya bahkan dia sengaja meletakkan kepalanya dileher Xena dengan sesekali mengecup bagian itu dengan bibirnya.


"I... itu karena setan diotak saya sudah hilang sekarang",jawab Xena dengan berusaha menyingkirkan tubuh Oliver dari atasnya.


"Setan?,jadi saat anda menciumku tadi anda sedang kerasukan setan? ",tanya Oliver dengan tatapan jahil.


"Ya.. kurasa karena sekarang setan itu sudah pergi jadi biarkan saya kembali bekerja dan silahkan anda lanjutkan tidur siang anda tuan Oliver".


"Kamu benar benar perempuan yang tidak tau balas budi setelah aku membantumu menghilangkan setan mesum dari bibirmu sekarang kamu mau pergi begitu saja,seharusnya kamu gantian membantuku untuk menidurkan setan kecil milikku bagaimana",ucap Oliver dengan sengaja menggesekkan miliknya kepaha Xena yang tertutup celana kerja cukup tebal.


"Tuan Oliver jangan berpikir... ".


"Cobalah berhenti berpikir dan mari kita nikmati saja nyonya Wilson bagaimana?",ucap Oliver sengaja menggoda Xena membuat Xena segera mendorong keras tubuh Oliver sampai menyingkir.


"Saya akan kembali bekerja dan lupakan saja apa yang terjadi tadi anggap sebagai ucapan terimakasih karena anda sudah memberikan baju bekas anda agar saya tidak kedinginan".


"Kejam sekali ucapan anda pada saya nyonya Wilson tapi perlu anda tau saat seseorang berani bermain dengan saya bukan dia yang memutuskan saya untuk berhenti tapi saya,jadi mulai sekarang anda harus membiarkan saya mencium anda kalau saya ingin".


"What!!!, peraturan gila dari mana itu!!".


"Tentu saja peraturan gila saya karena anda sudah membuat saya tergila gila lagi".


"Lagi? ".


"Ya... dan sekarang tolong buatkan saya kopi karena saya perlu minuman itu untuk membuat saya melupakan sakit kepala saya karena penolakan anda".


"Kenapa anda menyalahkan saya karena menolak anda kalau anda ingin bukankah anda punya tunangan jadi... ".


"Anda yakin ingin saya menyelesaikan ini dengan tunangan saya sekarang kalau memang iya bagaimana kalau anda... ".


"Akan saya buatkan kopinya sekarang dan pakai baju anda sekarang dasar menyebalkan",gerutu Xena.


Tapi sebelum Xena menjauh Oliver menariknya membuat Xena sampai terpekik.


"King! ",tapi segera Xena menutup mulutnya dan hanya bisa menelan ludahnya berharap Oliver tidak sadar dengan panggilannya barusan.


Oliver sempat menatap Xena tapi segera bicara pada perempuan itu.


"Belajarlah berbicara sedikit manis padaku karena aku akan menghukummu kalau kamu selalu memakiku seperti tadi".


"Anda yang sudah keterlaluan pada saya tuan Oliver karena itu..".


Oliver segera memagut bibir Xena sebelum perempuan itu terus protes padanya dan baru berhenti setelah oksigen mereka berdua hampir habis.


"Anda... ",Xena segera menutup mulutnya dan menahan protesnya yang sudah hampir diucapkannya lagi ketika sadar kalau Oliver mulai akan mendekat kearahnya lagi.


"Saya akan buatkan kopi untuk anda sekarang",ucap Xena dengan berjalan keluar dari dalam ruangan Oliver.


Oliver menatap kepergian Xena dengan mengulum senyum dibibirnya.


"Baiklah sayang kita mulai lagi semuanya dengan langkah pelan tapi pasti dan seperti ini juga cukup menarik",gumamnya dengan menyugar rambutnya kebelakang lalu menarik nafas keras karena merasa lega.


**


Sementara itu Xena yang Sedang berada diruang pantri merutuki kebodohannya karena tidak bisa menahan dirinya tadi yang mulai mencium Oliver lebih dulu dan merasa sedikit menyesal meski hanya sedikit karena dia lebih banyak merasa bahagia rasa sesak dan sedih mulai menghilang dari dalam relung hatinya mengingat bagaimana Oluver menatapnya tadi,tatapan yang sama seperti dulu yang selalu diberikan pria itu tiga tahun lalu membuat sudut hati Xena menyesal telah pernah meninggalkan pria itu tanpa kabar berita karena sudah menuruti keegoisannya dan sekarang dia hanya bisa menyesal dan takut kalau sampai Oliver mengenalinya sebagai Xena.


Pelan pelan saja ya reader supaya awet ceritanya 😅😅