Sudden Mariage

Sudden Mariage
55



Ernes menunggu Atta di parkiran club malam. Dia bersandar di pintu mobilnya sembari menghisap rokok yang ada ditangannya. Iya, dia sengaja menunggu Atta selesai kerja.


Begitu melihat Atta keluar masih dengan penyamarannya. Ernes segera membuang rokok yang hanya dihisap beberapa kali tersebut. Ernes segera melambaikan tangannya. Tapi ternyata dia keduluan Rey yang juga sedang menunggu Atta.


"Atta..." seru Rey sembari melambaikan tangannya.


Atta segera menoleh dan berlari mendekati Rey. Dengan senyuman bahagia Atta berlari ke arah Rey. Setiap malam, Rey akan menunggunya ditempat tersebut. Padahal dia sudah melarang, tapi Rey tetap saja datang.


"Udah lama?" tanya Atta.


"Baru aja.." jawab Rey.


Ernes yang kesal lalu mendekati keduanya. Wajahnya tidak bisa dia sembunyikan raut wajah kesalnya. "Ta, mama ingin ketemu kamu!" ucapnya tiba-tiba yang membuat Atta kaget.


Seketika dia menoleh ke sumber suara dan mendapati Ernes berdiri dibelakangnya dengan wajah ditekuk. "Iya, besok aku kesana.." jawabnya.


"Dan tolong jaga jarak dari istri aku!" ucap Ernes menatap Rey dengan tajam.


Mendengar ancaman Ernes, Rey tersenyum sinis. "Istri kontrak kamu maksudnya?" tanya Rey.


Ernes membulatkan matanya mendengar perkataan Rey. Dia mengepalkan tangannya dan hendak memukul Rey. Tapi, Atta jauh lebih cepat dari reaksinya. Atta menarik tangan Rey dan memintanya untuk segera masuk ke mobil. "Iya, aku besok jengukin mama.." ucapnya.


"Pulang sama aku!" pinta Ernes.


"Nggak bisa, aku masih ada urusan dengan Rey.." Atta menolak ajakan Ernes.


"Kamu mau aku ulangi lagi perkataan aku?" tanya Ernes menatap Atta dengan tajam. Terlihat dari raut wajahnya jika Ernes sedang marah.


Tidak mau membuat keributan, Atta akhirnya mau jiga diantar oleh Ernes. Dia meminta Rey untuk pulang terlebih dahulu. "Maaf Rey, kamu pulang duluan yak!" ucap Atta dengan wajah cemas.


Rey menatap wajah Atta yang gelisah. Mungkin dia takut Rey dan Ernes akan berkelahi. Rey pun memahami posisi Atta. Biar bagaimanapun Atta masih istri sah Ernes.


"Yaudah, jaga diri kamu ya!" ucap Rey sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Dia tidak mau memperkeruh suasana.


Ernes memegangi lengan kecil Atta. Kemudian dia membawa Atta masuk kedalam mobilnya. Tiba-tiba Ernes memeluknya. "Aku kangen.." ucapnya.


Ernes juga mencium bibir Atta. Sudah lama dia tidak merasakan hangatnya bibir istrinya. Tentu saja Atta kaget dengan apa yang Ernes lakukan. Tapi, dia juga tidak menolak ciuman tersebut. Atta justru mnikmati ciuman tersebut. Sejujurnya, dia sangat merindukan lelaki tersebut. Terlebih dia menyadari jika dia mulai jatuh cinta dengan lelaki tersebut.


Ernes mulai menciumi leher Atta. Dia sangat merindukan aroma wangi wanita itu. Turun sampai ke dada. Ernes membuka baju Atta. Dia mulai mencumb*inya. Atta sam sekali tidak menolak perlakuan Ernes, tapi dia seperti menikmati aksi nakal Ernes di dalam mobil tersebut.


Ernes meminta Atta untuk berpindah tempat ke kursi belakang agar lebih leluasa. Ernes pun melancarkan aksinya kembali. Dia mulai memainkan lidahnya ke tempat yang berbentuk seperti gunung tersebut.


"Ahhh..." Atta tidak bisa menahan erangannya.


Sementara tangan Ernes bermain diarea sekitar paha Atta. Menggunakan jari tengahnya, Ernes menggali lubang yang sudah basah tersebut. Jarinya terus bergerak masuk keluar membuat sang pemilik berteriak kenikmatan.


Tidak puas hanya dengan menggunakan tangan. Ernes kemudian menyelipkan kepalanya diantara paha Atta. Dia menjulurkan lidahnya memaikan sesuatu yang telah basah.


"Ahh..." tubuh Atta menggeliat merasakan sensasi yang sudah lama tidak dia rasakan. Dua minggu dia tidak merasakan sensasi seperti itu.


Tangannya semakin menekan kepala Ernes membuat Ernes semakin dalam lagi. Lidah Ernes tidak berhenti menyapu kenikmati tersebut. Kemudian dia bangkit dan membuka ikat pinggangnya. Ernes duduk sementara Atta diminta turun.


Mulutnya penuh dengan sesuatu yang keras tersebut. Dia tidak bisa berkata atau bersuara. Hanya bisa menatap Ernes yang memejamkan matanya sembari mendesah. "Ah.. uh.." sepertinya dia sangat menikmatinya.


Ernes menarik tangan Atta agar naik ke pangkuannya. Atta pun menurut dan menggerakan tubuhnya begitu dia duduk dipangkuan Ernes. Untung saja, kaca mobil Ernes tidak terlihat dari luar.


Sejam kemudian keduanya sama-sama berteriak. Kemudian Atta jatuh lemas dalm pangkuan Ernes. Ernes tidak membiarkan Atta turun dulu agar dia bisa menyemburkan semua cairannya ke rahim Atta.


Atta menutup matanya dan menggigit bibirnya begitu sadar apa yang telah dia lakukan. Seharusnya dia menolak tapi dia malah terlena. "Ta, kenapa kita nggak tinggal bareng lagi aja? Kita masih suami istri loh.." tanya Ernes.


Atta terdiam.


Ernes memeluknya lebih erat. "Kenapa kita nggak baikan aja!" imbuh Ernes.


"Aku nggak suka kamu deket dengan lelaki lain!"


"Kalau gitu kamu juga jangan dekat dengan wanita lain!" sahut Atta.


"Cintya maksudnya? Kita cuma karena pekerjaan saja." jelas Ernes.


"Tapi dia suka sama kamu.."


"Udah ya, jangan bahas dia lagi! Mama ingin ketemu kamu, besok kamu datang jengukin mama ya!?" pinta Ernes.


Atta menganggukan kepalanya. Ernes kemudian mengantar Atta ke rumah kontrakanya. Ernes ingin membawa Atta ke apartemen mereka tapi Atta menolak. Diajak ke kantor juga nggak mau. Langsung dibawa pulang juga menolak.


Akhirnya Ernes mengalah. Dia mengantar Atta ke rumah kontrakannya. "Aku nggak boleh turun nih? Temen cowok kamu itu aja sering mampir ke rumah kamu, masa aku nggak boleh. Aku masih suami kamu loh."


"Silahkan mampir!" ucap Atta dengan cepat, tidak mau Ernes ribut karena masalah seperti itu.


Ernes turun dan masuk ke dalam rumah Atta. Dia tersenyum kecil teringat pertama kali dia bertemu dengan Atta dan melskukan hubungan itu yang menjadi awal mula kisahnya dengan Atta.


"Aku mau mandi, kamu silahkan menunggu disini bentar!" ucap Atta berjalan menuju kamar mandi. Tapi tiba-tiba Ernes menyusulnys ke kamar mandi.


Selesai mandi bersama, Atta segera membuat mie karena dia merasa lapar setelah digempur habis-habisan oleh Ernes. "Aku hanyapunya mie aja, kamu mau nggak?" tanya Atta.


"Hmm, aku juga lapar. Buatkan satu untuk aku!"


Atta yang sebenarnya ingin melepaskan diri dari Ernes justru malah terlena kembali. Harus diakui jika Atta memang baper dengan perlakuan Ernes. Bahkan bisa dibilang kalau Atta telah jatuh cinta kepada Ernes.


Layaknya suami istri yang telah rujuk. Mereka makan bersama dan tidur bersama pula. Ernes memaksa ingin menginap di rumah Atta. Ernes memeluk Atta sembari memejamkan matanya. Dia sudah sangat mengantuk.


"Nes, kapan hubungan ini akan berakhir?" tanya Atta yang membuat Ernes kaget. Bukankah mereka telah berbaikan tapi kenapa Atta masih membahas tentang perpisahan.


"Kamu masih belum lelah? Maih mau lagi?" Ernes tidak mau membahas perpisahaan karena dia juga tidak ada niatan untuk berpisah dari Atta.


Atta langsung terdiam. Dia hanya terus memperhatikan wajah suaminya yang terlihat begitu tampan ketika tertidur. Wajah itu yang selalu terbayang dalam ingatannya. Wajah itu yang selalu dia rindukan.


"Ganteng banget ya sampai kamu terus menatap aku seperti itu?" tanya Ernes dalam keadaan mata tertutup.


Atta kaget taoi dia memilih untuk memejamkan matanya. Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan Ernes tapi sia-sia. Ernes memeluknya dengan begitu erat. Atta sulit untuk melepaskan dirinya dan memilih untuk segera memejamkan matanya tetap dalam dekapan Ernes.