
"Ayah sama ibu tiri kamu kemana?" tanya Ernes saat dia kembali tapi tidak melihat ayah dan ibu tirinya Atta.
Sembari mengusap wajahnya Atta menjawab, "mereka pulang karena ada urusan lain katanya." Atta masih enggan menceritakan apa yang baru saja terjadi.
Sebenarnya Atta juga masih bingung, karena ibunya tidak mau pulang ke apartemen tapi memilih untuk pulang ke rumah kontrakannya yang dulu. Atta juga enggan menceritakan penyebabnya. Tidak mungkin kan dia bilang ibunya marah melihat video Ernes dengan Cintya. Nanti dikiranya ibu Atta ikut campur persoalan anaknya. Apalagi anaknya telah bersuami.
"Kenapa sih?" Ernes yang justru sangat peka ketika melihat raut wajah Atta gelisah.
Atta menggelengkan kepalanya pelan. "Mungkin aku capek aja.." jawabnya tersenyum kecil.
"Makan dulu aja! Aku yakin ibu akan segera bangun kok. Aku akan minta om Refan dan dokter lainnya untuk melakukan yang terbaik untuk kesembuhan ibu." ucap Ernes.
Lagi-lagi Atta hanya menganggukan kepalanya. Dia masih tidak percaya jika lelaki sebaik Ernes bisa selingkuh dibelakangnya. Meskipun Ernes telah menceritakan semuanya. Tapi, mengingat perkataan Tanti, menurut Atta masuk akal jika Ernes selingkuh. Bukankah mereka menikah juga bukan karena cinta.
Tak lama kemudian ibunya Atta kembali tersadar. Dia melihat Ernes yang duduk di kursi di dekat ranjangnya. Teringat akan video tadi, Susi langsung membuang mukanya. Dia marah karena anaknya dikhianati oleh Ernes.
Sebaliknya, Ernes mengerutkan keningnya melihat apa yang ibunya Atta lakukan. Dia bingung, kenapa ibunya Atta langsung membuang muka begitu melihat dia.
Namun, kecurigaan itu tidak berlangsung lama. Ernes merasa senang karena ibu mertuanya akhirnya sadar. Ernes segera memberitahu Atta jika ibunya telah sadar.
"Ta, ibu sadar.." ucapnya membuat Atta langsung mendekat ke ranjang ibunya.
"Ibu mau minum?" tanya Atta, namun Susi menggelengkan kepalanya.
"Atau makan? Biar aku beliin?" sahut Ernes yang juga merasa sangat bahagia.
Tapi, lagi-lagi Susi hanya diam. Bahkan dia sama sekali tidak mau menatap Ernes. Sampai Atta harus menggenggam tangannya dan menatap ibunya dengan muka sedih. "Buk..." lirih Atta.
"Ibu mau minum teh hangat.." ucap Susi.
Dengan segera Ernes berlari keluar untuk membelikan teh hangat untuk ibu mertuanya. Ketika Ernes keluar, Atta mengingatkan ibunya agar tidak marah kepada Ernes.
Atta juga menjelaskan kembali jika wanita yang ada di dalam video tersebut bukanlah pacar Ernes melainkan hanya teman dan rekan bisnisnya saja. "Ernes nggak selingkuh. Aku kenal sama wanita itu, dia temennya Ernes." ucap Atta.
"Teman, terkadang bisa menusuk kita dari belakang." ucap Susi.
Sebenarnya, Susi juga ingin percaya kepada menantunya. Tapi, dalam video tersebut Ernes terlihat begitu mesra dengan wanita lain. Dan Ernes tidak kelihatan terpaksa sama sekali. Bagi Susi, kepercayaan dan kesetiaan itu nomer satu dalam sebuah hubungan.
"Buk..."
"Ibu tidak bisa selamanya menjaga kamu. Ibu akan bisa pergi dengan tenang setelah ibu yakin kamu memiliki orang yang tepat dihidup kamu." ucap Susi yang membuat Atta menjadi kesal.
"Kenapa sih ibu selalu bilang pergi pergi pergi terus? Ibu mau pergi kemana? Ibu mau ninggalin Atta?" tanya Atta dengan kesal, bahkan saking kesalnya, Atta pun menangis. Atta langsung memeluk ibunya karena merasa bersalah telah berkata dengan nada tinggi ke ibunya.
"Atta tidak mau ditinggal sendiri!" ucap Atta.
Susi ikut menangis. Dia sangat bersyukur mempunyai anak seperti Atta. Meskipun dia tidak bisa memberi kebahagiaan untuk anaknya tersebut. Tapi Atta membuatnya sangat bahagia karena baktinya.
Tidak sia-sia dia dulu mempertahankan Atta dan melahirkan Atta. Meskipun tanpa seorang suami dan juga banyak hujatan untuknya pada waktu. Karena pada akhirnya dia melahirkan anak yang sangat berbakti.
"Nggak nak, ibu nggak akan kemana-mana." ucap Susi dengan suara serak. Dengan lembut Susi mengelus rambut belakang Atta.
Keduanya berpelukan dengan penuh kasih sayang.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Ulfa datang bersama dengan Rey. Dia mendapat kabar dari Ryan mengenai ibunya Atta yang kembali dirawat di rumah sakit. Ulfa pun langsung segera bergegas ke rumah sakit.
"Kamu jahat bener sih, kenapa nggak kasih kabar ke aku kalau ibu di rawat lagi?" Ulfa yang marah langsung memukul lengan Atta, tapi pelan.
"Maaf deh, aku takut ganggu pekerjaan kamu." jawab Atta sembari mengelus lengannya.
"Kalau itu menyangkut ibu, aku akan tinggalin pekerjaan sepenting apapun itu.." kata Ulfa yang membuat Atta dan ibunya tersenyum senang.
Untuk Ulfa, tidak diragukan lagi. Dia benar-benar menjadi sahabat yang baik untuk Atta. Bukan hanya sahabat, tapi mungkin sudah lebih daripada saudara sendiri. Sama-sama anak tunggal dan sama-sama kekurangan kasih sayang keluarga.
"Ibu nggak apa-apa, Fa.. Bentar lagi ibu juga udah sehat.." ucap Susi.
"Rey, apa kabar?" tanya Susi kepada teman Atta yang lain, Rey.
"Baik buk, ibu gimana keadaannya?" tanya Rey balik.
"Ibu udah baikan kok. Makasih ya udah datang jengukin ibu." Rey maju dan duduk di ranjang bersama ibunya Atta.
"Rey kan juga anaknya ibu, jadi tidak perlu sungkan sama Rey.." ucap Rey.
Susi dan Rey mengobrol dengan bahagia. Sampai Ernes kembali pun mereka berdua masih ngobrol dengan menyenangkan. Susi sudah kenal lama dengan Rey jadi dia selalu ada bahan untuk ngobrol dengan Rey.
"Ini teh hangatnya, buk!" Ernes memberikan secangkir teh hangat untuk Susi.
Namun, sayangnya Susi hanya menganggukan kepalanya dan masih dengan asyik ngobrol sama Rey. Seketika wajah Ernes berubah menjadi masam. Dia tidak tahu kenapa ibu mertuanya memperlakukan dia seperti orang asing, padahal sebelumnya dia selalu baik.
Melihat wajah Ernes yang berubah masam. Atta seketika mendekat dan meraih tangannya. "Kita ngobrol diluar bentar!" pinta Atta sembari menarik tangan Ernes.
"Ibu kenapa sih? Kok kayaknya dia marah sama aku?" tanya Ernes yang masih bingung.
"Ibu lihat video kamu pelukan dengan Cintya malam itu." Ernes membulatkan matanya.
"Kamu kasih lihat ke ibu?"
"Nggaklah, aku aja udah hapus tuh video. Tante Tanti yang kasih lihat." Ernes semakin bingung, kenapa Tanti bisa tahu tentang video tersebut.
"Kok ibu tiri kamu bisa tahu?" tanya Ernes penasaran.
"Video itu direkam oleh Angel, tentu saja tante Tanti tahu."
"Angel adik tiri kamu?" Atta menganggukan kepalanya.
"Hah... jadi ibu marah, karena mikirnya Cintya itu pacar aku?" Atta menganggukan kepalanya.
"Ibu bahkan nggak mau pulang ke apartemen. Ibu maunya pulang ke rumah kontrakan yang dulu." ujar Atta.
"Tenang aja, aku akan jelasin semua ke ibu.." Ernes menarik Atta ke dalam pelukannya.
"Tapi ibu tiri dan adik kamu usil juga yak. Kayaknya mereka perlu dikasih pelajaran." ucap Ernes.
"Setuju.." sahut Atta dengan cepat.
Atta pun sudah sangat geram dengan kelakukan istri ayahnya tersebut. Sepertinya mereka sengaja membuat hubungan Atta dan Ernes menjadi renggang. Tapi sayangnya, baik Atta dan Ernes, keduanya bisa melihat niat jahat tersebut. Jadi mereka bisa dengan mudah menyelesaikan masalah tersebut.