
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Jangan pernah kembali jika hanya ingin kembali membuat luka.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Waktu menunjukan pukul sebelas malam. Dan aku bersama Arya masih menikmati keindahan kota langit Bandung dimalam hari.
" Pulang yuk pak, udah malem. Takut ga dibukain pintu nih nanti" sedari tadi sebenarnya aku resah jika nanti pulang pasti akan dimarahi habis-habisan karena pulang terlalu malam.
" Ya bagus dong, nanti pulang kerumah saya aja. Nanti kan di grebek sama pak RT terus kita di nikahin deh" jawabnya.
" Siapa juga yang mau nikah sama duda " ujar ku sambil menahan tawa.
" Duda juga masih disegel ini "
Aaahh pembicaraan ini semakin ngelantur.
" Saya jujur ya sama kamu, pernikahan saya kemarin itu cuma status. Saya sama sekali tidak menyentuh Sasya walaupun dia tidur dikamar saya. Sudah komitmen kita dari awal " jelasnya.
" Pernikahan itu terjadi hanya untuk menutupi aibnya. Setelah ia melahirkan, saya akan menceraikannya, beruntung belum sampai itu terjadi, dia sudah dipanggil yang kuasa duluan" lanjutnya.
Perkataannya cukup membuat ku kaget. Mana mungkin ada seorang laki-laki dan seorang perempuan berada dalam sebuah kamar dalam ikatan pernikahan tapi tak pernah melakukan apa-apa. Mustahil pikirku.
" Jahat" cibirku.
" Bukan jahat, tapi memang itu perjanjian kita dari awal " jelasnya.
Entahlah, itu hanya masa lalu nya. Aku menatapnya nanar.
" Dikasih tahu malah ngeliatin, iya saya tahu saya ganteng"
" Pede bener " cibirku. Tak tahan dengan kepercayaan dirinya yang over load.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Arya Mahendra Pratama, S.Ant., M.A. adalah seorang staf pengajar di Universitas Airlangga ini . Setahu ku dua tahun yang lalu sebelum terakhir bertemunya, ia sedang melanjutkan studinya untuk memperoleh gelar M.A. nya . Ternyata ia berhasil. Ya dia adalah orang yang berkomitmen apalagi dalam hal pendidikan. Apa yang ia inginkan, pasti ia akan berusaha mendapatkannya bagaimanapun caranya. Tapi entah apa yang membuat ia tertarik hingga ingin menjadi dosen disini.
Lelaki tampan dan mapan itu kini sudah menjadi pujaan para mahasiswi dan sering menjadi trending topik ghibah sekampus. Dan mulai hari ini aku harus bisa menjaga jarak dengannya ketika berada di kampus. Kalau tidak, mungkin aku juga akan menjadi bulan-bulanan para fans nya.
" Eh tau ga, pak Arya udah punya calon istri tau"
" Pak Arya bukannya duda? "
" Aduuh kalo gue si rela jadi selingkuhannya"
" Ganteng, tajir, pinter, penyayang, ga suka marah-marah, baik hati, ramah, rajin menabung. Duuh rela deh gue diperkosa sama dia"
Benar saja. Semenjak kedatangan Arya ke kampus ini, setiap sudut kampus terdengar jelas semua para mahasiswi memujinya. Tidak cuma di fakultas Antropologi saja. Hampir semua fakultas sudah mengenalnya. Sampai-sampai gorengan ter-enak di kantin kampus aja kalah pamornya. Sepertinya dia memang terlahir untuk menjadi pusat perhatian semua orang.
Hari ini aku sengaja meminta ijin pada Rasya untuk tidak masuk kerja. Aku ingin melanjutkan bimbingan skripsi ku yang mulai terabaikan seminggu ini. Aku harus bisa wisuda tahun ini. Harus.
Kabar baiknya bab dua ku di ACC pak Bobby. Aahh rasanya lega sekali . Berharap, aku bisa menyelesaikan skripsi ini secepatnya. Aku mau wisuda bareng teman-teman satu angkatan.
Seperti nya aku belum melihat Arya di kampus hari ini. Apa hari ini dia tidak ada jadwal ngajar?. Berkali-kali aku membuka handphone ku , berharap ada pesan masuk masuk darinya. Semenjak dua hari yang lalu dia mengajakku ke Bandung itu, sampai saat ini ia tak ada kabarnya.
Sekali lagi ku tegaskan, bukankah aku sudah terbiasa tanpanya?
Aku tak tahu apa alasannya kenapa dia suka menghilang tiba-tiba. Sehari membuat aku merasa istimewa, esoknya berhari-hari ia menghilang tanpa kabar.
Jangan pernah kembali jika hanya ingin kembali membuat luka.
" Bagi dong minumnya, capek Nih bimbingan banyak banget yang dicoret " gerutunya kesal sambil menyeruput es jeruk milikku.
" Kerjain yang bener makanya "
" Halah, kayak lo di ACC aja "
" Liat nih, sekali setor langsung ACC" jawabku puas sambil menyodorkan lembaran kertas skripsi ku.
" Pasti dikerjain sama pak Arya"
" Enak aja, beda jurusan kali "
" Iya si ya" Rara kebingungan.
Apa dia tidak tahu, kecepatan berfikir otakku dalam keadaan kepepet itu suka jernih. Dalam waktu semalam saja bisa menyelesaikan bab dua yang sempat tertunda beberapa hari lalu.
" Eh iya, tadi sebelum kesini, gue liat pak Arya lagi duduk di gazebo taman depan mushola sama cewek, mahasiswanya kayaknya. Berdua aja, ngomongnya kayak serius banget" lanjutnya menjelaskan.
Oh, rupanya dia ada di kampus hari ini. Aku menghela nafas.
" Biarlah, lagi jumpa fans mungkin " aku mencoba mengatur nafasku.
" semenjak kedatangan dia kekampus ini,seketika pula dia menjelma menjadi sang idola para mahasiswi, bak Ariel Noah yang kemana-nama diikutin para fansnya" ucapku kesal.
"Ciee cemburu" ledek Rara.
'Jangan cemburu, jangan cemburu, jangan cemburu '.
Berkali-kali ku ucapkan agar bisa menetralkan perasaanku. Bisa jadi Rara terlalu mendramatisir. Ah tapi biarlah, bukankah saat ini aku bukan siapa-siapa nya?.
" Lo ga cemburu, apa mau gue anterin kesana sekarang?" Tanyanya.
" Enggaklah, emang gue siapanya? " Jelas ku.
" Calon istrinya " ledek Rara. " Eh iya gimana kabarnya mas Tira? Udah lo sama pak Arya aja, mas Tira buat gue"
"Ambil aja kalo dia nya mau sama Lo, dalam waktu dekat ini dia mau balik ke Jakarta"
" Hah? Serius? Pokoknya Lo kudu wajib kenalin dia ke gue "
" Iya Rara Andini Christian. Mau Dzuhur dulu ah. Tungguin disini ya, jangan kemana-mana"
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Assalamualaikum" aku mengucap salam kemudian perlahan memutar knop pintu mushola dan masuk kedalam. Aku berdiri sejenak, melihat pemandangan yang membuat hati ku berdesir lembut. Arya baru saja melipat sajadahnya. Lagi-lagi aku bertemu dengannya di mushola ini. Ujung rambutnya pun masih terlihat basah. Tak lama ia menoleh ke arahku. Ah gawat, ketauan kan. Bergegas ku taruh tas dan cepat beranjak ketempat ambil wudhu sebelum dia lebih lama melihatku.
Assalamualaikum warahmatullah, assalamualaikum warahmatullah. Setelah mengucap salam, tak lupa ku panjatkan doa untuk selalu dipermudah kan urusan dunia dan akhirat ku. Kepada siapa lagi aku harus menggantungkan keinginan ku kalau bukan kepadaNya.
Hasbunallah wa ni'mal-wakiil . Cukupkanlah Allah ( menjadi penolong ) bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa vote nya yaa
🌷