SOULMATES

SOULMATES
Cahaya Kecil



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


 


~ Assalamualaikum ~


Ini tulisan pertamaku. Mohon maaf jika banyak kesalahan, karena masih belajar juga. Mohon koreksinya ya 🙏😄


 🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Pagi mas Tira. Maaf ya aku telpon ya kepagian. Ada kegiatan apa hari ini? " Sapa ku pada lelaki diseberang sana lewat video call.


" Pagi nanti saya ada meeting sama kepala divisi dan siangnya mau cek pengiriman barang ke pelabuhan, kalau kamu? " Tanya mas Tira dari sebrang sana.


" Aku mau bimbingan skripsi, setelah itu mau kerumah Rasya. Mau nanyain kerjaan. Doain ya mas supaya aku bisa cepet dapet kerjaan"


" Insyaallah selalu saya doain. Take care ya. Nanti saya kabarin lagi. Bye. Assalamualaikum" ia mengakhiri percakapan kami dengan salam.


"Waalaikumsalam" .


Aku Mysha Rachelia. Mahasiswi tingkat akhir yang sedang nyusun skripsi dan mulai sibuk mencari pekerjaan.


Dan yang tadi Mas Tira, lengkapnya Yudistira Ghaisan . Lelaki yang sudah 6 bulan ini aku kenal lewat media sosial. Entah kenapa sejak pertama kali ia menyapa ku lewat DM di Instagram kala itu, aku mulai penasaran. Lelaki kelahiran Jakarta, 33thn yang lalu. Sekarang ia bekerja disalah satu perusahaan terkenal di Rotterdam, Belanda. Sebulan setelah perkenalan itu, ia mengutarakan niatnya untuk mencari pendamping hidup. Awalnya aku ragu, karena kita sama sekali belum pernah bertemu. Tapi hampir setiap hari dia berusaha meyakinkanku untuk menunggunya pulang ke Jakarta. Kadang, sehari saja tanpa kabar dari nya, aku merasa kehilangan. Menunggunya untuk membagikan postingan aktifitasnya di sosial media.


Sebelum mengenalnya, aku seperti kehilangan arah. Aku berfikir kenapa dunia begitu kejam, seakan tak mengijinkan aku terlihat bahagia.


Dengan sisa kesabaran yang aku punya, aku beranjak perlahan mencoba menata hati kembali dengan cahaya baru. Cahaya kecil bagaikan lentera itu mampu menemani langkahku yang hampir rapuh walaupun ia jauh.


..........


" Pagi Bu, lagi masak apa? " Sapa ku pada ibu ku yang sedari tadi sibuk menyiapkan sarapan. Tetapi tak ada balasan sapaan ku. Yang aku dapatkan hanyalah tatapan muka ketus dari nya.


'salah apa lagi aku Ya Allah, kenapa niat baikku selalu dibalas dengan kejudesan nya' fikirku dalam hati.


Ya, dia memang bukan ibu kandungku. Ayah dan ibu kandung ku pisah ketika aku kelas 5 SD . Ibu sudah menikah lagi dengan seorang dokter, sedangkan ayah menikah dengan seorang ibu rumah tangga. Dan kesalahanku, aku berpihak pada ayah yang kini menjadi siksaan batin untukku. Sebenernya dia tidak seperti ibu tiri lainnya yang suka menyiksa anak tirinya. Tapi kadang perlakukan nya yang kurang adil itulah yang membuat ku merasa selalu diabaikan.


" Aku berangkat ya Bu " sambil ku cium tangannya. Lagi-lagi ia tidak mengucapkan sepatah katapun.


Kenapa selalu begitu.. Sabar Rachel.. sabar..!! Ingat hadiahnya surga..


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di kantin kampus.


" Hai Rachel, udah siap bimbingan hari ini" sapa Rara sahabatku yang kebetulan ada jadwal bimbingan sama dengan ku.


" Pak Bobby masih jam satuan datangnya " jawabku agak kesal.


" Rajin sekali anak ini, bimbingan masih nanti siang, jam segini udah di kampus" tanya Rara heran.


" Gak apa-apa, dari pada bete di rumah " sejujurnya aku memang malas di rumah, apalagi kalau harus berdua dengan ibu tiri ku saja. Paling yang aku bisa lakukan hanya di dalam dikamar saja.


Tanpa sadar dari kejauhan ada pria yang sedari tadi memperhatikan kami.


" Cie yang lagi di pandangin pak Arya. Sampai ga kedip tuh" ledek Rara.


" Mana dia? Pindah yuk "


" Jangan lah, disini aja. Kasian tuh mukanya pak Arya kusut gitu semenjak ditinggal Lo gitu"


" Hoax tau ga. Paling karena saking stres nya ngadepin mahasiswa disini. Secara dia dosen baru".


Arya Mahendra Pratama adalah dosen baru salah satu mata kuliah dikampus ini. Lebih tepatnya, dia adalah orang dari masa lalu ku yang datang kembali disaat yang kurang tepat. Aku dan dia pernah menjalin hubungan cukup lama. Satu kesalahan terbesar darinya yang membuat aku harus menjauh dari nya. Semenjak saat itu, aku tak pernah lagi tahu lagi tentangnya, sampai seminggu yang lalu dia datang dan memperkenalkan dirinya sebagai dosen tetap di kampus ini. Apakah aku senang? Jawabannya adalah tidak. Kehadirannya hanya membawa luka yang sudah tertutup rapat kembali terbuka lagi. Sakit dan perih rasanya.


" Eeh dia jalan kesini, udah ya gw pergi dulu. Kayaknya dia butuh ngobrol sama lu" Rara pergi meninggalkan ku setelah dia tau pak Arya datang ingin menghampiriku.


" Rachel tunggu " katanya sambil mencoba menarik tanganku.


" Maaf pak, saya ada bimbingan " aku mencoba menghindar dari nya.


" Mau sampai kapan kamu menghindar dari saya, sebentar saja " pintanya.


Okelah, kali ini saya biarkan anda berbicara.


" Maafkan saya hel " katanya sambil menutup muka dengan kedua tangannya. Mungkin dia akan pengakuan dosa pikir ku. " Oh ya, kamu apa kabar? " Sambungnya lagi.


" Baik, langsung ke intinya aja pak, waktu saya ga banyak"


" Maafkan saya hel " lagi-lagi dia minta maaf.


" Kalau cuma mau minta maaf lain kali aja pak. Saya permisi" aku mencoba pergi beranjak meninggalkan, tapi lagi-lagi dia menarik tanganku. Entah kenapa aku masih begitu sulit untuk memaafkannya, walaupun sudah hampir dua tahun aku move on dari nya.


" Andai kamu tahu kenapa saya membiarkan kamu pergi waktu itu. " Dia mencoba menjelaskan.


" Sudah pak cukup, selama ini saya mencoba kembali menata hati saya sendiri. Dan ketika saya berhasil, bapak datang dengan seenaknya meminta maaf begitu saja"


" Makanya saya mau mencoba menjelaskan semuanya ke kamu hel". Seketika dia terdiam. "Dan apakah Kamu tahu betapa tersiksanya saya selama 2 tahun ini tanpa kamu? " Lanjutnya.


" Tidak ada yang bisa disalahkan dari sebuah perpisahan pak"


" Ya saya tahu, makanya saya ingin kamu tahu tentang semuanya yang terjadi sama saya selama ini ".


Baiklah, aku akan mencoba mendengarkannya, walaupun ada rasa sakit yang harus aku tahan.


" Waktu itu Sasya datang mengaku pada saya bahwa dia hamil dan entah apa yang ada dipikirannya kenapa dia malah minta pertanggung jawaban dengan saya, dan disaat itu pula kamu datang melihat semuanya"


Ya, yang aku lihat waktu itu memang jelas, perempuan itu memeluk Arya dengan penuh harap. Seketika ingatanku kembali mengingatnya dengan jelas. Tanpa terasa air mata jatuh tanpa sempat aku menyeka nya.


" karena pacarnya kecelakaan dan meninggal 2 hari setelah tau bahwa ia hamil.. dia sangat terpuruk dan datang kepada saya untuk menikahinya. Karena dia tak ingin menjelekan nama keluarga besarnya".


" Dan bodohnya bapak lebih memilih wanita itu dibanding saya. Ya memang saat itu saya merasa tidak ada apa\-apanya dibanding wanita itu, makanya lebih baik saya mundur pak" . Aku menyela pembicaraan nya. " Udahlah pak, sekarang cerita kita sudah selesai. Bapak sudah bersama wanita  itu dan anaknya. Jadi saya mohon, jangan ganggu saya lagi"


" Ga gitu hel, dia dan anaknya meninggal saat melahirkan. Sekarang saya benar-benar menyesal sudah menyia-nyiakan kamu" suaranya sedikit serak karena menahan tangisnya.


Pak Arya menunduk seakan tak berani menatap ku. Aku pun yang tadinya benci melihatnya menjadi iba setelah mengetahui hal yang sebenarnya. Perlahan ku usap punggung tangannya dengan lembut. Sesak rasanya.


" Maafin saya pak "


Pak Arya menatapku dengan sebelah alis terangkat. " Bisa ga manggilnya ga usah pake pak" ledeknya.


"Loh, sekarang kan udah jadi dosen"


" Biasa aja non" ledeknya lagi sambil mencubit pipiku.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Nyatanya memaafkan juga mampu berikan senyum terbaik.


🌷Jazakumullah khair 🌷


Terima kasih sudah menyempatkan membaca


🌷Ditunggu part selanjutnya ya 🌷


🌷Vote nya jangan lupa 🌷