
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kuserahkan semua urusan dunia dan akhirat ku padaMu dan ku putuskan memilih apa yang telah Kau pilihkan untukku.
Selesai merapihkan mukena dan mengembalikan ke tempatnya, aku merogoh kantung tas ku untuk mengambil handphone ku yang bergetar dari tadi.
" Halo Assalamualaikum " ku jawab dengan spontan tanpa melihat siapa yang menghubungiku.
" Halo, selamat siang. Saya Putri dari perusahaan Cakra Media Utama. Mengundang anda untuk panggilan interview besok. Dimohon untuk kehadirannya. Apabila ada halangan bisa saya re-schedule? " Suara dari sebrang sana.
Tak pernah ku bayangkan sebelumnya bisa menerima panggilan interview secepat ini.
" Iya selama siang. Baik mbak, insyaallah saya bisa datang datang besok " tak akan ku sia-sia kan kesempatan kali ini.
" Baik, ditunggu kehadirannya besok jam 9 pagi ya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih "
PT. Cakra Media Utama adalah perusahaan pimpinan Orang tua nya Rasya, sahabat lamaku sewaktu SD. Ia yang merekomendasikan supaya aku mau melamar pekerjaan disana. Setidaknya untuk pengalaman bekerja.
[ Sya, thanks ya. Besok gue interview tempat bokap lu. ] Ku kirim pesan pada Rasya sebagai ucapan terima kasih.
[ Alhamdulillah, semoga lancar ya hel. Tapi maaf gue ga bisa nemenin lu besok. Ada kerjaan ke luar kota] tak butuh waktu lama untuk menunggu jawaban pesan dari nya, karena dia sendiri yang menjanjikan untuk selalu meluangkan waktunya untuk ku.
[ Ga apa-apa sya. Ini juga makasih banyak udah bantu gue].
Semoga jadi awal yang baik. Bismillah.
Bergegas aku kembali pada Rara yang masih setia menungguku di perpustakaan. Ga sabar pula rasanya ingin berbagi kabar baik ini padanya. Dengan cepat aku menyusuri koridor kampus, dan langkahku berhenti di depan kelas Antropologi. Terlihat Arya sedang asik memberi penjelasan tentang mata kuliah Pengantar Ilmu Antropologi.
Dulu, aku pernah setengah mati mencintai nya. Hingga akhirnya aku disadarkan pada suatu kejadian yang membuat aku kembali berfikir bahwa ini adalah hanyalah sebuah rasa yang lama kelamaan akan pudar dengan sendirinya.
Arya menyadari keberadaan ku yang sedang memperhatikan nya dari jendela. Seketika ia melempar senyum padaku. Senyum dengan lesung pipi itu terlihat sangat manis.
' aku harus buru-buru pergi dari sini, sebelum kelas itu menjadi gaduh karena melihat senyum termanis dari dosen kesayangannya'
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sekitar jam 8 malam aku masih berkutik didepan laptop didalam kamarku. Menyelesaikan beberapa paragraf yang masih stuck di bab 2. Tak lama terdengar suara ibu memanggil ku dari luar kamar. Dengan segera aku menghampirinya yang sedang berada di depan kamar mandi.
" Hel, jangan lupa besok sebelum berangkat baju dicuciin semua dulu " titah nya dengan nada rada meninggi sambil menunjuk setumpuk cucian kotor dikeranjang.
" Besok aku harus berangkat lebih pagi Bu, ada panggilan interview " aku mencoba beralasan. Berharap Ibu mau mengalihkan pekerjaan itu ke Luna , adikku.
" Bangun lebih pagi makanya" ujarnya sambil pergi meninggalkan ku menuju kamarnya dan kemudian menutup pintu kamarnya dengan keras. Oke, aku anggap ini adalah salah satu didikannya agar aku lebih terbiasa dengan pekerjaan rumah. Sabar lagi Rachel.
Aku kembali ke kamar dengan menahan rasa kesal. Melewati kamar adikku, Luna yang terlihat asik memainkan handphone nya.
Teringat kejadian 2 bulan lalu ketika aku menyuruhnya untuk berbagi pekerjaan rumah. Aku yang menyapu, Luna yang ngepel lantai. Tapi apa yang aku dapat, malah aku yang kena omel ibu karena Luna kurang bersih mengerjakannya.
" Ga usah nyuruh Luna makanya, dia masih kecil belom bisa beberes rumah. Buruan di pel ulang" bentaknya pada ku.
What? Masih kecil? Dia udah kelas 3 SMA loh, masa umuran segitu masih belom bisa diajak kerja sama untuk berbagi pekerjaan rumah. Dan ini lah yang membuat aku merasa semakin tidak betah di rumah. Selalu dibedakan dan Selalu disalahkan.
Suara handphone membuyarkan lamunanku.
~Mas Tira calling ~
"Assalamualaikum Sha" sapa nya dari sebrang sana. Dia satu-satunya makhluk yang memanggilku dengan sebutan Sha. Katanya biar keliatan beda dari orang lain.
" Waalaikumsalam mas " bukankah menjawab salam itu hukumnya wajib.
" Bagaimana harimu? " Tanya nya.
" Biasa aja mas. Besok aku ada panggilan interview dunk mas. Doain ya. Aku berharap banget bisa kerja sebelum wisuda"
" Oya? Pasti saya doain yang terbaik buat kamu. Oiya, saya juga ada berita baik "
" Berita apa mas? " Tanya ku penasaran.
" Cuti tahunan saya di ACC kepala divisi. Kemungkinan akan saya habiskan di Indonesia. Bulan depan saya akan pulang. Kita ketemu ya, kalau perlu sebelum saya balik lagi ke sini, saya lamar kamu dulu " jelasnya
Deg ! Pertanda apa ini? Bukan kah selama ini aku berharap bisa secepatnya bertemu dengannya. Tapi kenapa kali ini aku merasa belum siap.
" Ye, main lamar aja. Belom juga lulus. Apa kata orang nanti belom wisuda udah dilamar " ledek ku.
" Setidaknya orang tahu kalau kamu sudah ada yang menunggu. Saya mau kamu Sha. " Ujarnya penuh harap.
" Kita bertemu dulu saja mas. Siapa tahu setelah itu mas berubah pikiran "
" Jangan ragu Sha, karena saya pun tak pernah ragu ketika menyebut namamu di setiap doa yang saya pinta pada Allah " Lagi-lagi Mas Tira meyakinkan ku.
" Saya lanjut kerja dulu ya. Besok kamu hati-hati ya, Assalamualaikum. " Lanjutnya.
" Waalaikumsalam " perkataannya tadi membuat tak bisa berkata-kata lagi.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Mohon krisannya ya 🙏
Jangan lupa vote nya ya 🙏