
Mengikuti Putri Zian yang beristirahat di bawah pohon besar karena kelelahan. Tidak tahu apa yang sedang sang Putri rasakan tapi jelas membuat Pangeran merasa khawatir.
Sayang ia dilarang bicara oleh Putri Zian yang masih merasa kesal dengan Pangeran padahal kerajaan sunda tidak terlalu jauh, tapi Putri Zian memilih untuk berteduh dan istirahat di bawah pohon.
Pangeran yang hanya bisa mengikuti sang Putri dan menunggu Puri di samping nya. dengan tidak berkata sedikitpun meski Pangeran merasa penasaran dengan apa yang dimaksud dengan Putri lakukan tapi mengingat kembali pesan dari Sang Putri jelas Pangeran tidak berani untuk menanyakan atau pun bertanya kepada Putri.
"Pinjamkan aku kaki Pangeran," kata Zian yang tidur di pangkuan Pangeran.
Entah mengapa suasana di sana membuat Putri Zian sangat nyaman, menikmati pemandangan yang di indah di hutan benar-benar membuat Zian bahagia.
Pangeran Kenzi hanya bisa menatap sang putri yang sedang beristirahat dan terlelap tidur Hal itu membuat Pangeran benar-benar tidak mengerti apa yang diinginkan oleh putri yang mana dia bersikap sangat aneh hari ini dari pagi dia yang terus marah dan membuat Pangeran pun tidak boleh bertanya apapun pada dirinya hingga siang hari pun dia yang memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon di mana para pengawal sudah lebih dulu pergi meninggalkan mereka.
kerajaan azlan yang sudah tidak mau lagi yang seharusnya mereka sudah sampai di kerajaan tersebut Tapi karena sang putri yang meminta untuk berhenti dan beristirahat membuat Pangeran pun mengikuti apa yang dikatakan oleh sang putri karena jelas Pangeran tidak ingin melihat putri kecewa apalagi dia yang sudah merasa kesal dan marah terhadap Pangeran sejak pagi.
"Kau ini bisa-bisanya, tidur dengan nyenyak di saat aku merasa tidak tenang seperti ini," batin Pangeran Kenzi menatap Zian yang tidur lelap dipangkunya.
Merasa jika ia benar-benar ingin selalu menemani sang Putri tapi putri yang mudah emosi membuat Pangeran benar-benar merasa kesulitan.
"Kenapa kamu seperti ini dan tidak seperti biasanya kamu bersikap mudah marah padahal biasanya kamu tidak seperti ini dan marahnya pun cepat hilang," kata Pangeran Kenzi yang mana Masih terdengar oleh Zian ninggal membuat Putri pun menjawab apa yang dikatakan oleh pangeran.
"Entahlah aku akhir-akhir ini mudah sekali lelah dan merasa cepat marah mungkin karena kecapean jadi aku butuh istirahat dan nanti jika aku sudah sampai ke kerajaan Alanza mau istirahat," kata Zian yang membuat Pangeran tahu jiak Zian sudah tidak lagi marah pada dirinya hal tersebut membuat Pangeran merasa lebih tenang.
Pangeran Kenzi mengusap rambut Zian dengan lembut mencoba memberikan tempat yang nyaman untuk Zian, walaupun tidur hanya beralaskan rumput, Putri terlihat begitu nyenyak hingga Pangeran juga tidak berani membangunkan Putri.
Pangeran Kenzi menunggu Sang Putri sampai benar-benar terbangun dan melanjutkan perjalanan.
Perjalanan mereka yang sudah tidak terlalu jauh pun harus terhenti karena Putri yang sedang merasa kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Setelah cukup lama Zian pun akhirnya bangun dan berniat untuk melanjutkan perjalanan Tapi alangkah kagetnya saat ia juga melihat Pangeran juga tertidur.
Putri Zian memandang pangeran yang sedang tertidur bersandarkan pohon membuat Putri pun merasa bersalah karena memaksakan Pangeran untuk ikut dengannya dan pada akhirnya beristirahat juga di sana dengan Putri.
Putri mencoba membangunkan pangeran Karena ia ingin melanjutkan perjalanan Setelah merasa lebih baik lagi karena sudah istirahat dan tidur beberapa lama.
"Pangeran ayo bangun, kita harus melanjutkan perjalanan bukankah tadi pangeran yang ingin cepat-cepat sampai ke kerajaan Alanza," sebagian mencoba membangunkan pangeran dan saat Pangeran mendengar Putri siang membangunkannya pun segera terbangun menatap Sang Putri Yang ternyata sudah bangun lebih dulu dan berada di hadapannya.
"Iya, mari kita lanjutkan perjalanan," kata Pangeran Kenzi menatap Zian yang ada di hadapannya dan membuat Pangeran pun merasa senang karena Putri baik-baik saja dan akhirnya Pangeran bangkit dari duduknya untuk melanjutkan perjalanan menunggu Putri Zian yang juga mengikuti pangeran di belakangnya.
"Kita harus menunjukkan pagi perjalanan aku rasa para pengawal sudah sampai di sana karena jarak Kerajaan Allah sudah tidak jauh lagi jadi hanya butuh beberapa menit kita sudah sampai ke sana," kata sang pangeran Kenzi membuat Zian pun merasa senang karena bisa beristirahat di Kerajaan Alanza dan dia juga ingin memeriksa kesehatan di sana.
Kerajaan Alanza yang sudah tidak jauh lagi hal tersebut membuat Putri pun semakin bersemangat menuju kerajaan yang sudah ditargetkan oleh pangeran kerajaan kedua kali ini benar-benar membuat handphone penasaran Ingin melihat istana kerajaan yang ternyata memiliki berbagai hiasan dan juga tipe yang berbeda dengan istana yang satunya setiap kerajaan memiliki kebanggaannya sendiri jadi setiap tempat memiliki istana sendiri yang berbeda-beda hal itu jelas membuatnya pun merasa senang mendapatkan kebaikan dari kakaknya tersebut untuk ke istana maka dari itu sekarang ia tidak begitu tertarik lagi dengan istana kerajaan yang mana sudah mengekangnya dan tidak bisa pergi kemanapun dan pada akhirnya ia memilih untuk menjadi orang biasa yang hidup dengan biasa saja karena hal itulah yang membuatnya mengamati tentang kehidupan orang sehari-hari maka dari itu sesuai dengan yang sudah direncanakan oleh CEO maka dari itu segeralah kalian pergi ke sana karena hal itu pasti akan membuat kalian benar-benar merasa senang bisa belajar dagang dan juga barang-barang langsung yang sedang berada di sana Aku tidak tahu jika memang barang-barangnya begitu banyak kata Boba merupakan teman dari Pangeran.
"Kenapa main bercanda kepadaku itu benar-benar serius kita harus kembali bukankah kita sudah sampai tempat ini mengapa tidak dilanjutkan saja ke tempat tujuan kita bukankah itu sangat kurang efisien jika meminta kembali di saat pertengahan seperti ini kata Sian yang merasa tidak senang jika perjalanannya kembali pun telah dibatalkan oleh panitia.
Padahal dia sendiri yang membuat panitia pun merasa mahal terhadap Apa yang dilakukan oleh dirinya Padahal dia juga tidak melakukan sebuah sihir apapun yang jelas Pangeran tidak ingin tersihir oleh cahaya ini cerita tentang bola tersebut yang mana Hal itu membuat saya tidak baik-baik saja dengan.
Putri yang melakukan perjalanan untuk ke kerajaan alanza yang sudah direncanakan oleh pangeran pun akhirnya sampai di kerajaan tersebut setelah ia beristirahat cukup lama Hal tersebut dikarenakan sang putri yang merasa kelelahan memilih untuk beristirahat.
ternyata Setelah dia sampai di tempat tersebut suasananya benar-benar menarik perhatian dan masih sangat Asri Hal itulah yang dilakukan oleh Zian dan juga kawan-kawannya untuk segera menyelesaikan apa yang ingin mereka lakukan karena berada di tempat wisata tentu saja ingin melihat apa saja yang berada di sana.
Dengan Apa yang dilakukan oleh Zian pun berjalan menuju Istana Kerajaan Alanza yang sudah tidak jauh lagi hal tersebut membuat Putri merasa senang karena sudah sampai tempat tujuan dan pangeran yang berada di depannya pun membuat Putri mengikuti jejak langkah pangeran Karena istana kerajaan sudah terlihat.
"Iatana kerajaan sudah terlihat kita akan segera sampai lalu dimana para pengawal?" tanya Zian yang tidak melihat pengawal mereka semenjak di perjalanan Tadi ia tahu jika dirinya berada di belakang dan sadar jika dirinya memang memutuskan untuk beristirahat di hutan sebelum dia sampai di istana kerajaan.
Tetapi dia tidak tahu jika pengawal kerajaan sudah sampai terlebih dahulu dan sedang bersembunyi sesuai dengan perintah dari sang pangeran dan yang dikatakan oleh pangeran membuat siang juga penasaran kenapa selalu saja para pengawal bersembunyi dan tidak ikut masuk ke dalam kerajaan.
Padahal sebelum itu pangeran sudah menjelaskan kepada sang putri jika itu adalah salah satu trik pangeran di mana dia bisa mengetahui musuh dan juga bisa melindungi dirinya Jika sewaktu-waktu dia di Serang.
"aku menyuruhnya untuk bersembunyi, karena mereka Pasti akan sangat bermanfaat untuk kita jika kita diserang dan kita bisa memanggil mereka saat-saat yang genting saja. selama kita berada di istana kerajaan kita hanya membahas apa yang akan kita sampaikan kepada Sang Raja dan tidak membutuhkan para pengawal,' jelas Pangeran Kenzi membuat sang putri pun paham apa yang sedang direncanakan oleh pangeran yang mana menyuruh para pengawal untuk berjalan terlebih dahulu dan mencari posisi yang tepat dan juga aman untuk melindungi pangeran dari luar istana.
Walaupun Pangeran mengenal kerajaan alam dan juga pernah ke sana sebelumnya apalagi Pangeran juga pernah membantu kerajaan tersebut. Tapi tetap saja Pangeran selalu waspada jangan apa yang akan terjadi karena dia tidak ingin kehilangan nyawa dari pasukan yang ia bawa dan juga tidak ingin melihat Sang Putri terluka.
Mereka yang sudah sampai di depan pintu gerbang istana kerajaan pun tidak diizinkan untuk masuk sebelum bertanya dulu terhadap sang raja maka dari itu lagi-lagi mereka harus menunggu di depan istana yang seharusnya hal itu tidak terjadi jika mereka sudah memberitahukan kepada sang Raja sebelumnya tapi entah kenapa pesan tersebut tidak sampai di kerajaan itu melihat hal yang janggal dan tidak biasa maka dari itu Zian memutuskan ada yang tidak beres dengan perlawanan dari sang lawan yang mana tidak memberikan apapun kecuali senjata pedang yang mana jarang sekali mereka gunakan.
Tapi tetap saja mereka membawanya sebagai senjata Jika sewaktu-waktu Bertemu hal-hal yang tidak diinginkan seperti perjalanan kemarin dua kali bertemu perampok bersenjata itu bisa digunakan untuk bisa melawan para perampok tersebut dan membuat mereka pun bisa melakukan perjalanan dengan tenang karena membawa senjata.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba ada Singa yang lewat depan mereka saat Pangeran Adelio panik Malika hanya diam saja.
Sang Singa hanya menatap tajam dan pergi meninggalkan Malika, entah bagaimana cara Malika menaklukan binatang buas dan sampai di hadapan mereak tidak melakukan apa-apa sehingga jelas membuat Pangeran Adelio heran dengan apa yang alika lakukan.
“Kau ini tidak ada takut-takutnya sama sekali yah,” Kata Pangeran Adelio tidak mengira jika hutan itu benar-benar tidak semengerikan seperti apa yang ia pikirkan.
Melihat Malika yang bahkan lebih tenang saat ada binatang buas, hal itu main membuat Pangeran merasa takjub dengan Malika, padahal biasanya seorang wanita akan merasa ketakutan, menjerit atau paling tidak lari. Sedang Malika diam saja dan hanya melihatnya berjalan, tidak menarik perhatian dan malah mengabaikan seakan tidak terjadi apa-apa.
“Aku bilang sudah biasa berada di hutan sini, mungkin mereka sudah mengenalku, ai Pangeran tenang saja, tidak akan ada yang menyerang di sini,” kata Malika lagi memberitahu Pangeran Adelio.
"Memang benar-benar hebat dan begitu mandiri, Aku tidak menyangka jika ada seorang wanita yang sekuat kepada hal ini di tengah hutan tapi kau bisa saya tenang itu," kata Pangeran Adelio yang memuji kehebatan Mika yang mana mau berada di tengah hutan dan mencari bahan obat-obatan sendirian bahkan tidak takut dengan binatang buas.
Hal itu jelas membuat Pangeran Adelio dibuat kagum oleh Malika, yang terlihat mandiri dan tidak menyusahkan orang lain, maka dari itu Pangeran jelas kagum dengan kehebatan Malika yang benar-benar membuat Pangeran makin merasa tenang.
“Aku sudah mengumpulkan semua nya,” kada Danian memberikan bahan obat yang sudah dikumpulkan..
Malika pun menyatukan semuanya dan membungkusnya untuk dibawa pulang.
“Aku rasa sudah cukup, terimakasih PAngeran dan Tuan kalian sudah membantuku,” kata Malika yang senang dengan batuan mereka berdua akhirnya lebih cepat selesai.
Setelah selesai pun mereka pulang karena waktu juga sudah saing dan tidak mungkin Malika terus mencari bahan obat-obatan. Karena sudah cukup dan segera kembali ke kerajaan karena mereka harus menyiapkan perjalan untuk pergi ke kerajaan lain sebagai utusan kerajaan Lion.
“Apa ini cukup untuk keberangkatan kita selama seminggu di kerajaan Azlan?”
“Jelas cukup,” jawab Malika yang sebenarnya bahan yang digunakan oleh malika bukanlah bahan utama hanya bahan pendukung yang mana bisa dicampurkan dengan darahnya.
Pangeran Adelio juga tidak pernah tahu akan hal itu dan masih tetap mempercayai Malika, karena mengetahui jika ia bisa meracik obat dan bekerja di toko obat elas bisa dipercaya dan tidak akan melakukan hal aneh.
Hingga Pangeran Adelio sendiri mempercayai Malika bisa diandalkan, ia juga menjanjikan Malika untuk membantunya jika dia sembuh nanti, hal itulah yang dimanfaatkan oleh malika untuk membalas dendam pada keluarga yang sudah membuangnya.
“Baiklah, aku jadi merasa tenang saat pergi nanti,” kata Pangeran Adelio yang benar-benar percaya pada Malika.