
"Baiklah, bagaimana sekarang?" tanya Ruby mencari cara untuk menyembuhkan Pangeran Azlan yang sudah berjanji akan menyembuhkannya, karena apa yang Ruby lakukan jelas sangat membantu Pangeran Azlan. Kini ia tinggal mencari cara untuk bisa menyembuhkan Pangeran Azlan.
Karena dengan Menyembuhkan Pangeran Azlan, Ruby bisa membalas dendam pada Kerajaan teratai yang sudah menelantarkannya. ia harus berusaha untuk menyembuhkan Pangeran Azlan. dengan kekuatan yang ia miliki sekarang yang seharusnya bisa menyembuhkan Pangeran Azlan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Ruby menatap Pangeran Azlan menunggu jawaban dari Pangeran Azlan, ia tidak ingin membiarkan Pangeran Azlan terus berada di kursi roda nya.
"Kau Meu menyembuhkan ku di sini, apa tidak sebaiknya di ruangan kerja ku saja. aku tidak mau orang lain melihat, nanti mereka mengira yang tidak-tidak," jawab Pangeran Azlan yang menyetujui apa yang dikatakan Ruby, yang mana jelas itu adalah hal yang diinginkan oleh Pangeran Azlan, tai ika dilakukan diluar akan sangat tidak nyaman.
Karena di sana banyak penjaga dan pelayan yang berlalu lalang, jika dilakukan di tempat kerja Pangeran Azlan yang tidak banyak orang cukup nyaman untuk bisa melakukan pengobatan. Jadi Pangean Azlan menyarankan untuk mengobati Pangean tempat kerjanya saja.
"Jika Pangeran mengizinkan aku, apa tidak masalah?” tanya Rub memastikan jika ia diizinkan untuk menyembuhkan Pangeran.
Sama seperti sebelumnya kali ini pun Ruby masih belum tahu bagai cara yang tepat untuk bisa menyembuhkan Pangeran Azlan. Jadi ia berusaha sebisa mungkin untuk melakukan yang terbaik.
“Tentu saja.” Pangeran mengajak Ruby untuk menyembuhkannya, yang jelas hal itu adalah hal yang membuat Pangean Azlan juga senang, ia menantikan kesembuhannya, jika Ruby merah jelas akan sangat sulit untuk dibujuk.
Akhirnya Ruby pergi ke ruang kerja Pangeran Azlan untuk mencoba mengobati nya. Dibantu oleh Dion yang selalu setia menemani Pangeran, dion yang selalu siaga jika ia berada di dekat Ruby, karena Dion masih belum bisa menerima Ruby sepenuhnya.
Sebagai orang yang setia pada Pangeran jelas membuat Dio uga was-was jika Ruby akan menyakiti Pangeran Azlan, dengan apa yang dilakukan Pangeran dan dengan apa yang yang selama ini Ruby perbuat jelas tidak ada satupun yang membuat Pangeran Azlan tenang.
adi Dion yang waspada dan terus memandang Ruby dengan tatapan tidak suka, meski Ruby sendiri merasa tiadk nyaman, ia berusa sebisa mungkin unutk tidak memikirkan Dion an mencoba untuk mengabaikannya, karena Dia benar-benar membuat Ruby juga merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan Dion jelas membuat Ruby ingin mengusirnya dari dekat Pangeran.
Tapi apa boleh buat Ruby yang hanya pendatang tentunya harus sadar diri dengan kondisinya saat ini yang hanya sebagai orang baru yang masih belum diakui sepenuhnya oleh Pangeran dan Dion.
Ruby yang memikirkan cara tepat untuk bisa mengobati Pangeran Azlan, ia benar-benar tidak mau jika Pangeran Azlan dihina lagi oleh Zein. Jadi ia bersemangat untuk bisa mengobati Pangeran.
Istana kerajaan yang begitu besar dan terlihat baru bagi Ruby membuat Ruby memahami sesuatu, selain banyaknya pelayan, juga ada penjaga yang tidak berhenti untuk berapa kalau malam hari, yang mana jelas ia terjaga dan tidak akan ada yang bisa melukainya.
Padahal sebagai seorang putri tentunya sudah menjadi pemandangan yang biasa tapi tidak bagi ruby karena itu terlihat luar biasa ia sendiri yang tidak memiliki iangat putri yang diperlakukan baik, sebuat perlakuan keluarga ruby memang sangat buruk jadi tidak ada salahnya niat balas dendam ruby benar-benar tertanam dalam hatinya.
Sekarang Ruby juga tahu jika ia tidak lagi diperlakukan buruk, dan semua apa yang ada si san jelas merupakan anak buat Pangeran Azlan, menjadi putra mahkota ternyata benar-benar sangat dihormati dan jelas sangat berbahaya, jika ia lengah sedikit musuh dalam kerjaan bisa saja menguasai pemerintahan.
Tapi Pangeran Azlan tidak pernah lengah, ada yang tidak pernah keluar tentunya ada pengawal nya yang selalu keluar untuk mencari informasi tentang orang-orang dalam kerajaan, sebagai politik, tentunya mereka juga harus dikendalikan, agar posisi pangeran Azlan juga aman, apalagi setelah sakit posisinya benar-benar terancam.
Jadi jelas Ruby yang ada di sana mulai memahami kondisi Pangeran dan ia juga memahami sekitar kediaman Pangeran, matanya tidak berhenti untuk mengamati sekitar dan ia juga harus paham dan tahu sebagai istri Pangeran Azlan sekarang tentunya ia tidak boleh mengabaikan orang-orang yang mendukung Pangeran Azlan.
Ruby yang sangat serius melihat apa saja yang ada di sana, sambil berjalan ke tempat kerja Pangeran Azlan, kini Pangeran sendiri yang mengajak Ruby, dengan berjalan di belakang Pangeran saat Pangeran yang ada di depannya dan dion yang jelas membantu Pangeran mendorongkan kursi roda miliki Pangeran.
“Kenapa au melihat kesana kemari, ada kan hal ganja di sini?” tanya Pangeran Azlan yang ternyata memperhatikan Ruby yang sedang berjalan di belakangnya, yang jelas ia tidak konsentrasi dengan jalannya. Tapi matanya terus memperhatikan sekitar untuk melihat penjaga dan pelayan yang sedang bekerja.
“Aku memperhatikan mereka yang sedang bekerja, bukankah mereka semua anak buah pangeran, jadi jelas aku juga tidak boleh mengabaikan mereka.
“Apa yang ingin kau lakukan dengan memperhatikan mereka,?” tanya Pangeran Azlan lagi yang ingin tahu lebih detail dengan apa yang Ruby lakukan sekarang ini. Yang jelas terlihat aneh bagi Pangeran melihat Putri Ruby berjalan melihat kesana kemari seperti baru pertama kali saat datang kesana.
Tentunya Pangeran tahu dan sadar Ruby tidak akan bertindak macam-macam, tapi apa yang dilakukan Ruby jelas membuat Pasangan tidak nyaman, pasalnya seorang putri harus terlihat anggun. sedangkan Ruby jelas berbeda dan benar-benar tidak pernah memperhatikan apa yang ia lakukan, sering kali Ruby melakukan hal yang ia sukai tanpa berfikir panjang.
“Aku hanya ingin tahu saya, jadi tahu dimana ada penjaga dan di mana tidak, jadi semisa aku ingin pergi dan menghindari penjaga aku jadi tahu au harus menuju ke arah mana,” jelas Ruby yang jelas tidak sadar dengan apa yang ia katakan di depan Pangeran,yang tentunya membuat Pangeran Azlan kaget dengan jawaban Ruby.
“Benarkah begitu, memangnya kau ingin pergi dari kerajaan ini?” tanya Pangeran Azlan penasaran dengan Pernyataan Ruby yang barusan dia sampaikan.