Ruby

Ruby
Keseriusan Ruby



"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan dengan bertemu ibu suri, aku sudah pernah bilang padamu," kata Pangeran Azlan yang tidak mengerti dengan tindakan Ruby.


Pangeran Azlan mbaknya berusaha untuk menghentikan rubik, selain ia tidak tahu rencana apa yang sedang dilakukan oleh ibu Suri tentunya Pangeran benar-benar was-was akan apa yang terjadi. Ia tidak ingin Ruby memiliki hak pihak musuh, walaupun tahu selama ini Ruby berusaha untuk menyembuhkannya. tapi melihat Ruby yang sepertinya sedang marah pada Pangeran hal itu membuatnya sangat khawatir, Ruby bisa saja terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh ibu Suri.


Maka dari itu Pangeran berusaha sebisa mungkin untuk menghentikan Ruby, agar tidak bertemu dengan ibu Suri karena jelas mereka masih memiliki masalah yang harus dibicarakan. Apalagi dari semalam makanan ingin bisa menyelesaikan masalah mereka, tapi sayang dia tidak diizinkan untuk bertemu lebih dan bahkan pria sampai tidur di tempat kerja.


"Itu terserah pada ku, sebaiknya Pangeran tidak perlu ikut campur," kata Ruby yang masih saja marah.


Jadi Ia tidak ingin mengatakan apapun kepada Pangeran Azlan, ia bahkan ingin cepat bertemu dengan ibu Suri, terlepas dengan apa yang akan dikatakan oleh ibu Suri Robi tidak peduli hal itu. Karena dari awal Ruby, juga sudah berjanji pada Pangeran untuk memihaknya yang mana ia hanya ingin tahu strategi yang dilancarkan oleh musuh.


Maka dari itu dia berniat menemui Ibu Suri dan juga menunjukkan siapa dirinya, karena dikatakan oleh raja tentunya ia tidak boleh bersikap lemah di hadapan musuh.


"Jelas aku perlu tahu alasannya?" tanya Pangeran Azlan lagi yang benar-benar ingin tahu alasan Ruby untuk bisa menemui musuh. Padahal hanya panggilan minum tak bersama atau dia bisa menolaknya.


Apalagi mereka juga masih memiliki permasalahan yang harus diselesaikan. Pangeran benar-benar tidak tahu alasan sebenarnya lebih Jadi ia meminta penjelasan sebelum ruby berangkat dan juga pergi menemui Ibu suri.


Pangeran Azlan saya sangat keras untuk bisa memutihkan gigi. Karena jelas kemudian antara mereka juga masih ada permasalahan yang belum diselesaikan.


"Jangan mencoba membatasi dan mengatur ku, jika Pangeran sendiri tidak pernah menerima ku," jawab Ruby yang tidak mempedulikan apa yang ditanyakan Pangeran.


Ruby masih sangat kesal dengan kejadian semalam, ia benar-benar masih mengingat itu semua dan tidak mudah untuk memaafkan Pangeran. Itu adalah permasalahan antara mereka berdua yang mana memang tidak mempengaruhi keputusan Ruby kali ini.


Keputusan Ruby menemui Ibu Suri itu benar-benar berdasarkan Karena ia merasa penasaran, dan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan permasalahan internal antara pangeran dan juga Ibu suri.


Sedari awal Ruby sudah jelas akan mendukung Pangeran Asahan maka tidak ada niatan sedikitpun untuk berkhianat. Jadi dia benar-benar tidak mau menjelaskan apapun kepada Pangeran tujuan Ruby menemui Ibu suri.


"Kau ini bicara apa?" tanya Pangeran Azlan yang benar-benar tidak mengerti Bagaimana cara untuk menghadapi Ruby.


Jika ruby sudah marah akan sangat sulit untuk bisa membuatnya mengerti dan akan sangat sulit untuk bicara lagi kepadanya. entah apa yang membuat lebih marah tapi semua itu benar-benar membuat Pangeran Azlan dan juga masih bingung untuk bisa membuat Ruby lebih mengerti.


Bahwa dirinya adalah sedangkan melakukan kesalahan jika memang itu adalah hal yang salah, tapi mainannya tidak tahu sama sekali. Jika perkataannya ada yang menyinggung ruby maka dari itu ya berusaha untuk bisa membuat ruby memaafkan dirinya.


Walaupun dia tidak merasa bersalah Ia pun harus berusaha susah mungkin untuk bisa meredakan amarah Ruby, maka dari itu ia berusaha untuk menanyakan alasan lulus dari awal dan juga ingin mendengarkan penjelasan dari Ruby.


Apalagi dia sudah berjanji untuk datang menemui telusuri sesuai dengan apa yang Anda katakan Ibu surya yang mengundangnya untuk minum teh bersama. Yang namanya itu adalah hal yang menyenangkan karena lu sendiri juga menantikan agar ia bisa bertemu dengan ibu Surai.


Terlepas dari apa yang sudah dilakukan oleh ruby di dalam pesta, ia tidak bisa mengenali busurnya secara dekat. Maka hal ini ia pun ingin tahu bagaimana sifat dan juga sikap ibu Suri, maka dari itu lebih sangat penasaran dan langsung menyetujui undangan minum teh tersebut.


Ia juga sedang menyangka jika Pangeran akan datang sebagai itu mungkin, jika semalam bayaran datang jelas sama belajar karena aku tidak memberitahukan apapun beberapa Pangeran bahwa dia tidak boleh menemui dirinya. Tapi pada saat pagi hari Pangeran Azlan yang datang begitu saja juga membuat lebih mudah merasa kesal.


Hingga ia tidak mau berbicara apapun beberapa pangeran saat permasalahan itu menumpuk aku membuat lebih memilih untuk tidak menemui Pangeran terlebih dahulu, karena bisa saja merusak mulutnya dan malah akan memperparah permasalahan di antara mereka.


Jadi hal itu membuat roti pun cepat-cepat bergegas untuk bisa bertemu dengan ibu Suri dan memenuhi undangan minum tehnya karena itu menggunakan sangat menyenangkan.


Apalagi ia yang belum pernah bertemu dengan ibu Suri maka lebih harus bisa memanfaatkan situasinya, di mana dia bisa mengamati Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Pangeran.


"Sudahlah di jelaskan saja Pangeran tidak akan mengerti, aku pergi." Ruby kesal berjalan melewati Pangeran tanpa menjelaskan apapun kepada Pangeran.


Pangeran Azl, yang saat itu masih berada di tempat pintu benar-benar bingung bagaimana cara untuk bisa membuat ruby mengerti.


Padahal Pangeran tidak ingin melihat Ruby, memihak musuh apalagi sampai tersusut oleh ibu Suri. Maka dari itu ia sangat khawatir saat ini Jika ruby bertemu dengan ibu Suri, apalagi dalam kondisi di mana mereka benar-benar sedang bermasalah.


Mungkin jika tidak ada masalah di antara mereka berdua Pangeran akan mengizinkan ruby, tapi kondisi kali ini benar-benar berbeda hingga membuat Pangeran juga khawatir.


Tanpa sarapan Ruby pergi meninggalkan Pangeran Azlan, karena ia juga masih kesal dengan kejadian semalam.


Ruby segera berangkat menemui ibu Suri Amer, ia pergi ke kediaman ibu suri. Karena undangan minum teh itu membuat Ruby ingin tahu banyak tentang musuhnya.


Ruby di temani Leni akhirnya sampai di sana, ternyata ia tidak sendiri karena ada Ratu juga di sana.


"Salam pada ibudan Ratu dan ibu suri," ucap Ruby sambil membungkukemberi hormat pada kedua orang yang sudah ada di hadapannya.


Dengan senyum dari Ratu menyambut Ruby, dan juga Ibu Suri yang tak kalah menantikan Ruby. Dengan bekal informasi dari Zamir, ibu Suri Amer sangat ingin tahu bagaimana Ruby sebenarnya.


"Silahkan Putri," kata Dayang dari ibu suri mempersiapkan Ruby dan akhirnya Ruby duduk bersama mereka