
"Kau benar-benar membuatku tak bisa menolak." Pangeran Azlan cara mengambil busur dan juga anak panahnya dia tidak menolak permintaan Ruby. Walaupun dia berada di kursi roda itu bukan masalah baginya.
Hal itu pun berusaha membuat Ruby tidak lagi marah kepadanya dengan apa yang ia miliki dia berusaha untuk bisa menunjukkan kemampuannya itu.
Hal itu jelas membuat Pangeran juga tidak mengabaikan Ruby, sama sekali dan menemaninya berlatih meski ia sedang sibuk mengurus dokumen kerajaan.
Karena Pangeran tidak ingin membuat Ruby marah untuk yang kedua kalinya untuk membuat Ruby bisa ceria itu akan sangat sulit, ia sudah berjuang dan berusaha selama dua hari ini dan nyatanya sulit sekali untuk bisa membuat Ruby memaafkan dirinya.
"Iya, kan aku jadi bersemangat jika ada Pangeran," kata Ruby yang benar-benar semangat untuk latihan.
Ruby yang tidak punya teman berlatih, akhirnya pun mereka bisa berlatih bersama Pangeran, karena sebelumnya Ruby tidak pernah melihat Pangeran Azlan menunjukkan kemampuannya. Sudah lama Pangeran Azlan terus berada di kursi roda, hingga banyak orang yang sudah melupakan kehebatan Pangeran.
"Kau ingin menantang ku?" tanya Pangeran Azlan mencoba untuk bertanya pada Ruby, yang mana akan membuat permainan mereka semakin seru.
Pangeran juga tidak ingin membuat ruby merasa bersedih lagi, setelah apa yang mereka lewati kemarin jelas membuat Pangeran kesulitan. dan kali ini saat melihat Ruby tidak merayakan walaupun itu sulit. Tapi menurut pangeran yang sudah kedua tangannya pun akan terasa mudah.
sebelum sakit dan sebelum tidak bisa berjalan dulu Pangeran merupakan seorang ksatria yang luar biasa di medan perang, maka dari itu pun dia dianggap sebagai putra mahkota. Hanya saja sekarang Ia yang berada di kursi roda pun berusaha untuk sembuh ingin mengembalikan nama baiknya dan ingin mendapatkan kembali apa yang seharusnya ia dapatkan.
Menjadi putra mahkota adalah hal yang membuatnya memiliki tanggung jawab penuh. Jika dia terus berada di atas kursi roda temannya hal itu juga akan mempersulit kerajaan dan bisa saja Pangeran Zein yang akan menggantikannya itu, bukan hal yang diinginkan oleh raja ataupun Ratu karena kehebatan dan juga kemampuan yang dimiliki Pangeran Azlan jauh lebih hemat daripada dan apalagi yang terlihat tamak seperti ibunya pun tidak disukai oleh raja.
"Tentu saja, aku belum pernah melihat kehebatan Pangeran," kata Ruby yang benar-benar menantikan apa yang akan dilakukan oleh pangeran karena sebelumnya ia belum pernah melihat kehebatan Pangeran Aslan.
"Baiklah, coba kita bertanding," kata Pangeran Azlan yang mencoba untuk menendang ruby agar bisa bertanding bersama.
Mungkin itu akan semakin sulit jika mereka bertanding dan tidak melakukan sendiri-sendiri hal itu membuat Pangeran juga menunjukkan kemampuannya kepada Ruby. Apalagi Ruby juga belum mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh pangeran dengan kemampuannya itu jelas membuat Pangeran pun bisa dengan mudah untuk membidik sasaran karena sudah terbiasa dengan panah.
Pangeran Azlan mengarahkan Panahnya, ia benar-benar bisa membidik sasaran walau dalam posisi duduk.
Ruby tidak mau kalah dan mencoba membidik tepat sasaran, "Lihat aku tidak akan kalah dari Pangeran," ucap Ruby bangga.
Pangeran Azlan hanya tersenyum menghadapi Ruby, yang senang saat ia bisa bersaing dengan Pangeran.
Pangeran Azlan mengambil dua anak panah sekaligus, dan menembaknya tepat sasaran.
Ruby mencoba apa yang dilakukan oleh Pangeran Azlan, memanah dengan dia anak pahah sekaligus.
Wusass!
Anak pahah itu melesat tajam tak mengenai sasaran, Ruby tahu Iya tidak bisa menyayangi Pangeran titik dia mengakui kehebatan pangeran yang mana jauh dari apa yang ia bisa, dan Hal itu benar-benar membuat Ruby pun mengakhiri latihannya Karena ia merasa Iya kalah dari pangeran.
"Sudahlah aku tidak bisa," kata Ruby bersedih setelah dia kalah dari pangeran Hal itu membuat dia menjadi tidak bersemangat.
"Kan bisa belajar," kata Pangeran Azlan menyuruh rugi untuk belajar lebih giat lagi titik Melihat kemampuan tubuh yang sangat luar biasa tentunya bisa menjadi seorang yang hebat dalam hal memanah.
Apalagi lagi Ruby yang selama ini selalu tertarik dengan panah yang membuatnya pun bisa belajar lebih cepat lagi, maka dari itu Pangeran mendorongnya agar dia bisa belajar apalagi tempat latihan mereka berada di kediaman pangeran yang jelas hal itu akan membuat Ruby Bisa leluasa berlatih dan dijamin tidak ada orang yang mengganggu kecuali jika ada tamu keluarga inti kerajaan.
Karena keluarga inti kerajaan pun bisa mengunjungi satu sama lain, di tempat latihan hingga membuat pakera juga tidak bisa menolak kedatangannya terutama saat raja dan ratu datang dan juga saat Pangeran ada di kediamannya tersebut hal itu mungkin bisa menjadi salah satu pengganggu bagian ruby. Tapi jika memang tidak ada keluarga ini kerjaan yang tiba-tiba datang jelas tidak akan ada yang mengganggu latihan Ruby.
"Iya tapi susah, aku ingin di ajari Pangeran," kata Ruby yang merengek seperti anak kecil. Ingin diajari oleh Pangeran Azlan.
Karena rasa ingin bisanya itu membuat lebih benar-benar tertarik dengan apa yang dilakukan oleh pangeran Azlan.
Hal itu membuat Ruby juga ingin mempelajari teknik yang ditunjukkan oleh pangeran Azlan. Ia pun mencoba untuk membujuk Pangeran agar mau melatihnya, walaupun dalam keterbatasan tapi kehebatan yang dimiliki Pangeran luar biasa.
Hingga membuat lebih benar-benar tertarik untuk bisa mempelajari teknik memanah yang ditunjukkan oleh pangeran hasrat. Maka dari itu pun meminta Pangeran untuk bisa mengajarinya ia benar-benar ingin menjadi lebih hebat lagi dan tidak menggunakan pemanah hanya untuk hobi sesaat saja.
Ruby serius belajar memanah untuk bisa menjadi lebih hebat lagi seperti pangeran, walaupun tidak digunakan dalam perang. Tapi sidangnya Ruby juga memiliki keinginan untuk berperang apalagi menyerang kerajaan teratai yang menjadi musuh besarnya ia berusaha untuk melihat dendam, tapi untuk menggapai semua itu ternyata sulit bagi rugi karena Pangeran Azlan sendiri belum sembuh.
Pangeran Azlan juga ntar bawa suasana dan melupakan masalah yang sedang mereka hadapi kemarin. padahal sudah beberapa hari ini mereka tidak saling bicara, tapi secepat itu mereka bisa akut dan juga akrab lagi saya itu benar-benar membuat Pangeran juga jadi lebih nyaman bersama Ruby.
"Iya, baiklah. Aku akan mengajarimu jika aku sudah sembuh," kata Pangeran Azlan membuat Ruby ingat dengan misinya.
Ruby sadar dan ingat dengan tujuannya, ia benar-benar ingat dan lupa jika ia akan menyembuhkan Pangeran Azlan. Tujuan awalnya benar-benar membuat Ruby sadar.
"Ah iya aku ingat," kata Ruby yang akhirnya mengakhiri latihan memanahnya dan mencoba untuk menyembuhkan Pangeran.