Ruby

Ruby
92



Akhirnya setelah Malika menjelaskan pun membuat Pangeran Adelio mengerti, walaupun masih tidak menyangka jika Malika merupakan putri dari kerajaan teratai tapi mendengar penjelasan dari malaikat tersebut membuat Pangeran Adelio pun paham alasan mereka untuk membalas dendam kepada keluarganya.


"Paman Terima kasih sudah memberikan kami tempat untuk bicara dan memaafkan kami sudah membuat keributan," kata Malika yang saat itu berpamitan kepada Paman pemilik toko obat tersebut yang sudah memberikan kesempatan untuk mereka menjelaskan kepada pangeran Adelio.


"Tidak apa-apa apa kalian sudah mau pulang?" Tanya sama paman yang sudah bersiap-siap melihat mereka dan juga pangeran pergi dari sana.


"Teman kapan-kapan aku bisa mampir lagi," jawab Malika saat itu membuat sang Paman memberikan beberapa bahan obat untuk mereka karena biasanya Alika suka dengan obat-obatan itu dan suka lupa dengan kesehatan dirinya sendiri.


"Ada sedikit obat untukmu agar kau bisa lebih sehat lagi karena aku tahu kau jarang sekali memperhatikan kesehatanmu sendiri," Kata paman tersebut yang juga tidak tahu kemampuan Malika bisa menyembuhkan dirinya sendiri.


"baik Mama and terima kasih," Kata Malika saat itu pun menerima obat tersebut dari sang paman dan berpamitan ke untuk kembali ke kerajaan karena dia pun sudah menanyakan tentang keluarganya nggak membuat mereka tahu jika ayahnya benar-benar mencampakkannya dan tidak pernah sekalipun mencarinya.


Berpamitan akhirnya mereka bersama pangeran adil maupun kembali ke kerajaan Lion untuk cukup banyak bahan obat yang mereka kumpulkan ditambah lagi dengan obat yang diberikan dari sang Paman, pemilik toko obat tersebut hingga membuat mereka pun lebih tenang.


Mereka akhirnya pulang, banyak hal yang ingin sang Pangeran tanyakan pada Malika, tahu jika tadi di sana benar-benar membuat Pangeran merasa tidak nyaman.


Pulang Mereka pun tidak membicarakan apapun sebelum sampai di istana kerajaan Hal itu pun membuat balikan juga tidak memulai pembicaraan berniat yang jelas dari awal juga diam selama dia tidak ditanya maka tidak berkata apapun sama seperti dengan pangeran juga hanyut dalam lamunannya sendiri mengingat kembali Malika yang ternyata adalah seorang putri dari kerajaan teratai yang menjadi musuh besar kerajaan Lion selama ini.


Mau dipikirkan bagaimanapun apa yang dikatakan oleh mereka benar-benar membuat Pangeran pun terpikirkan dengan dia yang selama ini tidak pernah jujur dengan statusnya padahal dari awal Pangeran juga sudah memberitahukan kepada malaikat Jika putri dari kerajaan teratai sudah tiada disitulah Pangeran tidak menyadari jika Malika dan sebenarnya sang putri yang dikabarkan tewas oleh keluarganya.


isi balas dendam yang sekarang memang benar-benar membuat mereka juga tidak bisa mengabaikan perintah dari pangeran radilium maka dari itu Pangeran radio pun berusaha untuk membantu keinginan Malika di mana dia ingin menyerang kerajaan teratai untuk membalas dendam kepada ayahnya yang sudah membuangnya selama ini dan bahkan tega mengabarkan jika Sang Putri sudah tiada.


Sampai di kediaman Pangeran Hal itu membuat Pangeran pun berkata pada malaikat karena ada hal yang ingin dibicarakan dengan malaikat apa yang dia bicarakan tadi belum benar-benar selesai.


"Bisakah kau nanti pergi ke ruanganku ada hal yang ingin aku bicarakan padamu," kata Pangeran Adelio kepada putri malikal tersebut membuat mereka pun mengiyakan permintaan pangeran.


"Ya Pangeran Aku akan pergi ke ruangan Pangeran aku tahu pasti banyak pertanyaan di bidang pengaranan kita akan selesaikan masalah ini," kata Putri Malika saat itu yang benar-benar tidak punya kaki jika statusnya akan mudah diketahui dengan apa yang sudah ia lakukan hal itu pun membuat dia semakin berhati-hati jangan sampai kekuatannya juga diketahui oleh pangeran.


Lagi kemampuan penyembuhannya yang selama ini ia rahasiakan dan bahkan tidak ada seorangpun yang tahu jika dia bisa menyembuhkan orang lain dengan menggunakan darahnya tersebut pun berusaha untuk malaikat tutupi dan jangan sampai ada orang lain yang tahu karena akan sangat berbahaya.


Dengan dia yang sekarang ketahuan oleh pangeran bahwa dia merupakan seorang putri dari kerajaan teratai pun membuat mereka benar-benar merasa bersalah karena tidak memberitahukan kepada Pangeran Adelio siapa dia yang sebenarnya karena mereka sendiri pun tidak pernah menganggap dirinya sebagai seorang putri karena selama ini dia hidup di pengasingan.


Dibuang oleh keluarganya dan bahkan diasingkan bukanlah hal yang mudah bagi Malika, membuat Ia pun ingin membalaskan dendamnya tersebut kepada kerajaan dan dia benar-benar sudah bertekad bulat. apalagi dia yang sudah pernah bertemu dengan Sang Raja dan menanyakan alasan untuk membuang dirinya pun membuat mereka yakin karena sang raja juga tidak memberikan penjelasan secara jujur hingga membuat mereka mengira jika memang dia sengaja dibuang oleh sang raja.


Itu banyak alasan yang bisa digunakan oleh mereka untuk membalaskan dendamnya kepada kerajaan yang sudah mengabaikan dan mengasingkannya selama ini.


Dia juga berpikir tidak masalah untuk melakukan apa yang dia takutkan selama ini di mana dia sudah ketahuan oleh pangeran dan pasti hal itu akan membuat Ia pun merasa kesulitan jika menghadapi pertanyaan dari pangeran Adelio kali ini.


Tugas dari tadi fokus untuk kesembuhan Pangeran apalagi mempersiapkan perjalanan mereka ke kerajaan Azlan tapi ternyata semua itu tidak bisa mudah diabaikan karena Pangeran mengetahui rahasia besar yang disembunyikan oleh Malika.


Mau tidak mau jelas Malik harus menjelaskan kepada Pangeran, Apa alasan dia meminta bantuan Pangeran untuk membalaskan dendamnya titik apalagi Pangeran Adelio juga sudah mengiyakan permintaan malaikat karena mengetahui jika mereka tidak suka dengan kerajaan, tapi melihat mereka yang merupakan putri dari kerajaan teratai itu pun membuat Pangeran adilio juga menjadi ragu dengan keterangan dari Malika.


Mereka yang menyimpan rapi bahan obat-obatan yang akan dia olah untuk membuat obat bagi Pangeran pun segera membersihkan diri dan merapikan diri untuk bertemu dengan pangeran Karena Dia memiliki janji untuk menemuinya di tempat dia biasa berdiskusi kali ini.


Setelah semua saya semuanya akhirnya mereka pun datang menemui pangeran yang saat itu sudah menunggunya seperti biasa dia selalu duduk dengan tenang di meja kerjanya yang membuat mereka pun makin merasa tidak tenang.


"Silakan duduk-duduk mungkin pembahasan ini akan berlangsung cukup lama kata Pangeran Adelio kepada mereka yang menarik itu membuat mereka pun makin tidak tenang apa yang sebenarnya akan mereka bicarakan.


Pangeran Adelio Malika ke penduduk di depan pangeran dia tidak berani berbuka suara terlebih dahulu mengetahui dirinya yang salah selama ini menutupi jati dirinya.


Pengen membuat Pangeran Adelio marah kepadanya kamu mah karena Pangeran Adelio merupakan harapan satu-satunya bagi mereka untuk bisa membalaskan dalamnya kepada kerajaan teratai yang sudah membuangnya. Itu Malika pun merasa gelisah akan apa yang akan ditanyakan oleh pangeran.


Saat menyiapkan obat untuk dibawa, Hal itu membuat Malika juga tidak leluasa untuk menggunakan bahan lain karena pangeran yang ada di sana pun membuat Malika benar-benar kesulitan.


"Iya aku berharap begitu Semoga penyakit ini tidak tiba-tiba kambuh seperti biasanya," kata Pangeran Adelio saat itu sambil memperhatikan Malika.


Apa yang dilakukan Pangeran makin membuat Malika tidak nyaman karena terus dilihat olehnya. Padahal mending di abaikan sana dan tidak ditunggu malah membuat Malika lebih nyaman tapi kalau ditungguin terus jadi membuat Malika salah tingkah. Jadi hal itulah yang dilakukan oleh Pangeran Adelio yang tidak mau jauh dari Malika.


"Kau sedari tadi sibuk meracik obat ada yang bisa kubantu?" tanya pangeran saat itu yang memperhatikan Malika dan ingin membantunya.


Entah kenapa dia benar-benar memiliki sikap yang berbeda setelah mengetahui jika mereka adalah putri dari kerajaan teratai yang selama ini ia cari Pangeran tidak menyangka sama sekali.


Jika dia bisa dengan bertemu dengan sang putri dan bisa bersama dengannya memang dia yang memiliki kekuatan tersebut dan hal itu pun membuat mainan benar-benar merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Malika.


Di mana ternyata selama ini mereka menyembunyikan tentang jati dirinya tidak marah ataupun kecewa dengan kenyataan tersebut hanya saja dia tidak habis pikir dengan rencana mereka yang ingin membalas dendam kepada keluarganya sendiri.


Sebuah perang besar untuk penyerangan ke kerajaan teratai tentulah membutuhkan banyak sekali pasukan Dan akan banyak sekali menghilangkan nyawa maka dari itu Pangeran adili hukum meyakinkan mereka lagi. Karena memang jika ingin berperang Mereka pun harus serius dan tidak main-main karena jika sudah melakukan penyerangan mereka tidak akan mungkin lagi mundur.


Hal itu juga membuat Pangeran Adelia terus memperhatikan mereka yang benar-benar berbeda dari wanita pada biasanya lihat terlihat tangguh dan juga mandiri apalagi dia seorang putri dan lebih miliknya lagi ternyata selama ini dia diabaikan oleh keluarganya dan bahkan dibuang oleh keluarganya maka dari itu akhirnya Pangeran Adelio pun memperhatikan mereka yang benar-benar merasa kagum dengan mereka apalagi melihat kehebatan Mereka pun Pangeran ingin sekali membantunya tidak ingin membuatnya kerepotan.


Tapi tetap saja Mereka menyelesaikan pekerjaannya sendiri tidak mau merepotkan orang lain yang mana membuat Pangeran adil dia pun tidak memiliki kesempatan untuk membantu Sang Putri kali ini.


"Seperti ini yang tidak perlu bantuan dari pangeran aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri," jawab Malika saat itu menolak permintaan dari pangeran Adelio yang ingin membantunya karena jelas dia tidak ingin membutuhkan bantuan dia pun malah semakin kesulitan jika Pangeran ada lewat terus berada di sana.


Apalagi bahan obat terakhir yang belum lihat campurkan tersebut adalah menggunakan darah pasti akan membuat Pangeran Adelio benar-benar kaget nantinya maka dari itu mereka pun merasa tidak nyaman jika Pangeran ada dilihat terus berada di sana.


"Padahal pekerjaanmu banyak seperti itu tapi kok tidak mau meminta bantuanku sedikitpun," kata Pangeran Adelio yang benar-benar ingin membantu Malika saat itu berusaha untuk menanyakan hal yang bisa dibantu.


Malika yang sangat sibuk jelas membuat Pangeran Adelio pun terus memperhatikan Malika dan tangan tegas ingin membantu mereka.


Untuk meringankan pekerjaannya tapi dengan tegas Mereka menolak permintaan dari pangeran Adelio dan manjurnya untuk kembali ke kamarnya mereka benar-benar merasa terganggu hal itu jelas membuat Pangeran Adelio pun merasa bersalah karena rasa ingin tahunya tersebut.


Hingga membuat mereka pun tidak nyaman dia kira jika mereka sangat sibuk Dia pun juga bisa membantu mereka dan bisa melakukan sedikit hal yang tidak terlalu sulit bagi Pangeran untuk bisa mengerjakannya. Maka dari itu dia berusaha untuk meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan tapi ternyata langsung ditolak oleh Malika.


Karena mereka benar-benar tidak ingin mendapatkan bantuan dari pangeran Adelio yang mana hal itu malah membuat mereka pun merasa kesulitan dan juga merasa terganggu dengan kedatangan Pangeran Adelio yang saat itu membuat Malika tidak nyaman untuk meracik obat sendiri padahal selama ini dia lebih nyaman bekerja sendiri tanpa dibantu oleh orang lain.


Karena pekerjaannya memang selalu bisa menghibur mereka sendiri di mana dia nyaman sendirian daripada harus mengandalkan orang lain mereka yang sudah terbiasa sendiri pun lebih menyukai suasana yang sempit dan tidak banyak orang.


Apalagi dari dulu memang tidak ada yang membantunya hal itu jelas membuat mereka benar-benar tidak menerima bantuan dari pangeran Adelio dan ingin menyelesaikannya tanpa bantuan orang lain yang mana akan membuat mereka pun merasa kesulitan dan malah tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya tersebut.


"Itu Pangeran ini adalah tugasku jadi Pangeran tidak perlu membantuku Aku bisa menyelesaikannya sendiri biasanya juga aku sendiri," Malika menolak dengan harus agar Pangeran Adelio bisa keluar dari tempat dia.


"Kali ini aku ingin membantumu dan ingin tahu bahan obat apa saja yang kau gunakan." Pangeran adeleo yang masih berusaha untuk membujuk mereka agar dirinya diizinkan untuk membantunya.


"Seharusnya Pangeran tidak perlu tahu kan Pangeran bukan tabib Jadi kalau Pangeran terus berada di sini malah akan membuatku tidak nyaman," kata Malika menjelaskan Bagaimana seorang tabib yang lebih nyaman merasa obatnya sendiri daripada harus mendapatkan bantuan dari dari pasiennya sendiri.


"Maaf jika kau membuatku tidak nyaman baiklah aku akan keluar cepat selesaikan pekerjaanmu kita bisa bersiap-siap untuk besok nanti saat kita pergi ke kerajaan Azlan." Kan Adelia yang benar-benar menyerah dan akhirnya pun dia mengikuti permintaan dari Malika Di mana pangeran pun akhirnya tidak berada di sana dan mengurungkan niatnya untuk membantu Malika.


"Baik, Pangeran." Malika yang tersenyum pada Pangeran benar-benar membuat Pangeran Adelio enggan meninggalkan Malika Padahal dia berniat untuk bisa bersama dengan Malika dan dekat dengan dirinya mengetahui penderitaan yang selama ini sudah ia lewati.


Permintaan Malika yang tidak mau diganggu sama sekali hingga membuat Pangeran Adelio akhirnya pun mengalah dan pergi.


ndak tahu jika kedatangannya hanya akan mengganggu Malika dan hal itu jelas membuat Pangeran Adelio benar-benar merasa bersalah Maka dari itu dia pun tidak mau mengganggu membalikkan sesuai dengan permintaan dari Malika, dia pun meninggalkan Malika sendirian untuk membuat obat yang sudah biasa dibuat untuk dirinya.