
“Udara disini begitu sejuk berbeda di kerajaan teratai,” kata Ruby sambil menikmati pemandangan disana, dengan segelas teh dan cemilan di depannya, daripada terasa canggung tak ada percakapan, ia memulai percakapannya, karena suasana santai ia berbicara dengan santai.
Yang mena membuat Ibu Suri Amenr jelas langsung memanfaatkan kondisi itu, selagi Ruby memeblas tentang kerajaannya ia dengan cepat langsung menanyakan tentang Alinza yang tentunya merupakan putri yang seharusnya menikah dengan Pangeran Azlan.
Karena memang sedari awal Ibu Suri juga penasaran kenapa pengantin Pangeran azlan diganti, ia pikir itu adalah hal baik karena bisa menjatuhkan Pangeran Azlan. Tapi ternyata rumor yang beredar salah, mana mungkin bisa menjatuhkan Pangeran Azlan.
“Iya, Ibu dengar Kakakmu lebih hebat daripada kamu?” tanya Ibu Suri Amer, yang jelas tahu rumor jika Putri Alinza sangat berbakat. Jadi jelas hal itu membuat Ibu Suri langsung bertanya.
Karena rasa penasarannya itu, dengan apa yang dilakukan oleh Ruby. karena mereka juga hanya mendengar Rumor dan tidak tahu kebenarannya.
Jadi untuk mencari tahu, Ibu Suri bertanya pada Ruby, yang sedang membahas kerajaan nya. Yang mana hal itu membuat Ruby juga tidak terpancing emosi.
“Benarkah, bisa saja rumor yang beredar itu malah sebaliknya,” ucap Ratu yang menabrak sesuai dengan apa yang ia lihat, jika Ruby juga di rumor kan buru tapi ternyata tidak.
Karena dari pengalaman yang ada titik jelas humor yang beredar tidaklah benar, maka dari itu ratu langsung mematahkan apa yang dikatakan oleh ibu Suri. Pasalnya Ia juga tidak ingin jika Ruby bisa tersenggol yang mana hal itu jelas kali ini dia harus mendukung ruby. Karena Rubiah yang merupakan menantunya sekarang. terlepas dari rumah itu benar atau tidak setidaknya Ratu yang ada di pihak korupsi tidak ingin rugi dalam masalah dan juga tidak ingin rugi dijelekkan oleh ibu Suri.
Ruby yang Iya benar-benar merasa senang saat Ibu Ratu mendukungnya, tapi terlepas dari tuduhan dari ibu Suri. Jelas ia tidak bisa diam saja, yang tentunya dia juga tidak boleh menjelekkan Kakaknya sendiri. Walaupun memang benar apa yang dilakukan oleh kakaknya selama ini memang bertolak belakang dengan rumor yang beredar.
Itu semua memang dilakukan oleh raja untuk melindungi nama baik dari Aliza yang merupakan Putri kesayangannya, maka dari itu tidak ada rumor buruk beredar tentang Putri pertamanya tersebut. Yang mana hal itu jelas membuat lebih juga tahu semuanya tapi ia tidak ingin jujur dengan apa yang terjadi di kerajaannya tersebut.
“Ibu bisa saja, masing orang memiliki kelebihannya, Kakak pun sama,” jawab Ruby yang tidak ingin menjelekkan kakaknya dan masih membela Alinza.
Ruby yang juga berperan sebagai seorang adik, tentunya tidak bisa berperilaku sembarangan saat berada di hadapan musuh. hal itu bisa saja menjadi senjata makan tuan. Jika dia secara langkah Maka dari itu dia memperhitungkan semua yang akan ia lakukan. Jelas membuat Ruby juga tidak bisa langsung membicarakan keburukan tentang keluarganya sendiri, yang mana hal itu bisa jadi digunakan oleh ibu Suri untuk menyerang Ruby.
Maka dari itu ruby yang tidak terpengaruh provokasi dari ibu Suri berusaha sebesar mungkin untuk melakukan yang terbaik agar dia benar-benar tidak bisa membuatnya kesulitan.
"Kau ternyata, begitu baik hati dan melindungi keluargamu sendiri." Ibu Suri terus memperhatikan Ruby dan bahkan memberikan pertanyaan yang membuat Ruby, benar-benar harus bisa menjawabnya dengan tepat.
Hal itu merupakan salah satu dari tata krama kerajaan yang tidak boleh dilanggar, tentunya Ruby juga harus melakukan semua itu dengan benar agar tidak terkesan seperti orang yang tidak pernah belajar sama sekali tidak. Walaupun dalam kenyataannya dia tidak mengerti tapi dia tahu bagaimana harus menyikapi pertanyaan dari ibu suri.
"Ibu Suri benar-benar terlalu berlebihan menilaiku, padahal aku tidak sebaik itu," jawab Ruby benar-benar menunjukkan rasa rendah hati titik dan tidak berlebihan hingga membuat semua orang yang mendengar juga akan memahami posisi ruby dan tahu jika Ruby tidak akan mungkin menjelekkan keluarganya. dari sanalah Ibu Suri bisa menilai Bagaimana hebatnya Ruby.
Yang tahu tata krama serta tahu cara menjawab dengan benar saat orang lain memberikan pertanyaan untuknya, dan dengan jelas lebih sulit juga tahu jika Ruby tidak sebodoh seperti apa yang dilumurkan. Dengan sekali berbicara dengan rubik tentunya Dia memiliki pengetahuan dan hal itu jelas membuat anggapan Ibu Suri benar-benar berubah sekarang.
"Tapi kau juga tidak seburuk seperti apa yang diromorkan," kata ibu Suri yang memang melihat Ruby tidak seburuk dengan apa yang dilumurkan titik bahkan dia terlihat begitu hebat yang sempurna saat bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh ibu Suri.
Bahkan dia tidak sedikitpun menjelekkan keluarganya sendiri walaupun dicer pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkannya yang bahkan pertanyaan itu bisa saja yang menjadi hal yang bisa meninggikan dirinya untuk bisa menjelekkan kakaknya.
Tapi ia tidak melakukan hal tersebut yang mana membuat Ibu Suri, jelas gabung dengan apa yang dilakukan oleh Ruby dengan berusaha sebisa mungkin mereka yang terbaik untuk lebih dan berusaha untuk tahu seberapa hebatnya ruby dan kali ini semua terjawab karena ratu benar-benar menyadari jika ruby bukan Putri yang bodoh yang bisa Iya manfaatkan ataupun peralatan.
"Kalau itu memang benar, Tapi manusia bukannya bisa berubah dan kali ini Tentunya Aku berusaha untuk bisa berubah," kata Ruby emang benar-benar menjawab semua pertanyaan Ibu Suri dengan cerdik.
Kali ini pun jawabannya tentunya benar dan tidak disangkal oleh ibu Suri, yang menahan itu membuat Ibu Suri sulit untuk bisa menunjukkan keburukan ruby di hadapan ratu. dan kali ini jelas Ibu Suri mengakui kehebatan yang dimiliki oleh Ruby.
"Aku suka dengan semangat mu," kata Ibu Suri lagi yang melanda kehabisan kata-kata untuk bisa menguji ruby. Ia hanya bisa melontarkan pujian dengan apa yang dilakukan oleh ruby. Hal itu jelas membuat bisa menghadapi Ibu Suri dengan tenang.
"Ibu suri benar-benar sangat berlebihan membuat ku senang terus di puji," kata Ruby tak tinggi hati saat ibu Suri memujinya.
"Tidak apa-apa. Bukannya sudah kewajiban seorang ibu memuji putrinya," kata Ibu suri Amer sambil melirik kepada Ibu Ratu.
Memang dari sikap keduanya memiliki permusuhan yang sulit ditebak, walaupun mereka tinggal dalam satu kerajaan Tapi tetap saja ada permusuhan yang membuat Rudi jelas tahu jika keduanya tidak akur.