Ruby

Ruby
Mencoba Mengobati



Ruby yang menyentuh Kaki Pangeran Azlan tapi tak ada respon apapun. Tak seperti saat memang tangan Pangeran Azlan, ia dengan cepat langsung menarik tangannya.


"Masih belum?" tanya ruby memastikan kepada Pangeran Azlan apakah kaki Pangeran Azlan sudah sembuh atau belum. 


Ruby tidak tahu jika Pangeran Azlan ternyata ini selama ini kesulitan hal-hal itu jelas membuat lebih berusaha untuk bisa membuat Pangeran, tidak merasa sakit dia berusaha menyembuhkan dengan kemampuannya tapi sepertinya tidak ada respon sama sekali nggak membuat lebih benar-benar putus asa pasti cara itu salah.


"belum Aku belum merasakan apa-apa," Jawab Pangeran Azlan dengan jujur karena dia tidak punya rasakan apapun Hal itu membuat rompi pun mulai memahami.


 Ia memandang kaki Pangeran Azlan dan hal itu tidak semut lebih tahu jika caranya itu belum berhasil. tapi ia juga tidak tahu bagaimana cara yang bisa membuat Pangeran Azlan sembuh.


Padahal Ia sudah mencoba sesuai dengan apa yang pernah ia lakukan waktu dia menyimpulkan tangannya. Tapi entah di mana permasalahannya kali ini ya benar-benar tidak bisa menyembuhkan pangeran dan hal itu jelas membuat tubuh juga bingung akan menggunakan cara yang mana lagi.


"jelas cara ini salah aku tahu ada cara yang lain atau tidak?" tanya Ruby yang lahirnya pun menanyakan pendapat kepada Pangeran Azlan Azlan.


 Yang dari tadi juga bingung untuk bisa menyimpulkan cara yang benar-benar tepat untuk menyembuhkan Pangeran Azlan. Hal-hal itu jelas membantu juga tidak tahu mana yang bisa ia lakukan karena dia juga tidak paham dengan kekuatannya itu. Hal itu juga membuat lebih terus memandang kaki Pangeran Azlan yang memang masih belum bisa digerakkan


 Hal itu menandakan jika Pangeran Azlan berada dalam sebuah membuat lebih juga tidak tahu harus bagaimana lagi karena jelas Hal itu membuat lebih merasa bingung untuk bisa menyembuhkan pangeran.


"Aku tidak tahu kan kau yang punya kekuatannya, " kata Pangeran Azlan yang jelas tidak tahu dengan menggunakan cara yang bagaimana lagi.


 ia tidak memiliki kekuatan tersebut dan hanya rugi yang bisa menggunakan kekuatannya maka dari itu saat rugi gagal melakukan cara tersebut tentu ada cara lain untuk bisa menyembuhkan kakinya. 


 Pangeran Azlan juga tidak menyalakan Ruby atas apa yang ia lakukan walaupun masih belum berhasil mereka masih bisa mencoba mencari cara yang lain. 


 Sambil berjalan tentunya mereka tidak boleh mengungkapkan kekuatan yang dimiliki oleh Ruby, dan hal itu juga membuat Pangeran Azlan bunda harus berusaha agar bisa semua secepatnya.


Maka dari mereka harus melakukan berbagai cara penyembuhan yang tepat untuk Pangeran Azlan karena semakin lama juga kan semakin sulit juga dan bisa saja saat-saat selamanya, maka dari itu segera sembuh apalagi biasanya diberi waktu satu tahun untuk bisa bertahan di kerajaan tersebut. Jika dia masih belum sembuh selama satu tahun itu maka jelas ia tak memiliki harapan lagi untuk menjadi mahkota dan untuk meneruskan rasa Kerajaan Makassar juga tidak bisa membantu apa-apa Jika dia sampai kehilangan posisinya.


"Aku coba sekali lagi," kata Ruby yang mulai berjongkok di hadapan Pangeran Azlan dan ingin mencobanya sekali lagi ia tidak puas dengan apa yang ia lakukan barusan karena tidak mendapatkan hasil apapun. 


 Hal itu jelas membuat Pangeran Azlan juga tidak suka dengan apa yang harus dilakukan dengan menjenguk di hadapannya jelas membuat Pangeran Azlan merasa tidak nyaman maka dari itu ia pun secepatnya menyeluruh untuk berdiri dan menghentikan Apa yang sedang ia lakukan.


Pangeran Azlan juga akan mencari cara lain yang lebih tepat agar dia bisa sembuh Ia juga tidak ingin diam saja pasti makanan akan berusaha sangat keras untuk bisa menyembuhkan lukanya tersebut, dan tidak ingin menjadi cacat selamanya Jadi jika cara itu tidak bisa pasti ada cara lain


"Lalu Pangeran Azlan Azlan mau menggunakan cara apa?" kata Ruby yang sudah merasa lelah duduk di bawah dan malah makin bersikap semaunya sendiri tidak memperdulikan larangan Pangeran.


 Berjongkok saja sudah membuat Pangeran Azlan memperingatinya untuk segera berdiri dan menghentikan Apa yang sedang ia lakukan.


 Kini malah ruby duduk sembarangan di bawah hal itu jelas membuat Pangera langsung menyuruh rugi untuk bersendiri dan tidak melakukan hal tersebut. Karena seorang putri harus bisa bersikap dengan lembut dan juga mempertahankan bangunannya dan tidak bersikap sembarangan seperti apa yang dilakukan oleh rugi sekarang ini.


 Yang duduk di bawah hal itu tidak langsung menunjukkan dan merendahkan dirinya maka dari itu pun Pangeran Azlan melarang bumi untuk melakukan hal tersebut dan untuk segera berdiri.


"Kenapa kau malah duduk di situ?" Kau tuhu tidak baik," kata Pangeran Azlan Azlan untuk melakukan hal yang tidak biasanya bahkan Apa yang dilakukan oleh rugi pun tidak wajar dilakukan oleh seorang putri maka dari itu dengan cepat Pangeran Azlan juga untuk segera berdiri


"tenang Aku sudah terbiasa seperti ini lagi pula di sini tidak ada orang Kau tidak perlu khawatir," kata Ruby tahu jika suasana di tempat itu sangat sepi dan memang tidak ada orang lain.


Hingga membuat Ruby juga merasa tenang melakukan apapun sesuai dengan keinginannya. Lagipula terus berdiri itu akan membuatnya kelelahan maka dari itu tidak ada salahnya jika dia duduk hal itu malah membuat Pangeran Azlan pun melarangnya dan menyuruhnya tetap berdiri.


 Ruby benar-benar mencoba menolak Pangeran Azlan dan berusaha untuk tetap pada pendiriannya bahkan dia tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pangeran Azlan.


 Begitulah Ruby jika memang sedang kesal dia bertindak semuanya sendiri dengan suka dirinya maka dari itu pun dia tidak mendengarkan apapun dan malah masih tetap di sana dan tidak mau beranjak.


"Kau harus secepatnya menghilangkan kebiasaan buruk itu, kau tahu kan Bagaimana raja menasehatimu," kata Pangeran Azlan ajaran mengingatkan kembali apa yang dikatakan oleh raja kepada ruby agar lebih tahu dan juga sadar apa yang harus ia lakukan.


"Sikap seperti seorang putri yang tangguh," kata Ruby bercanda dan tidak benar-benar serius mengatakan hal tersebut dia pun malah tertawa dan masih duduk di bawah tanpa mempedulikan apa yang dikatakan oleh pangeran. 


Karena ia merasa di taman tidak ada siapapun dan hanya ada mereka berdua hal itu jelas membuat lebih pun bisa bersikap semaunya sendiri.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Paman Zamir yang tiba-tiba datang membuat Ruby kaget dan langsung berdiri.