Ruby

Ruby
Tatapan Mengawasi



Ruby mendapatkan tatapan tidak enak dari awal dia masuk istana, melihat banyak orang di sana. Jelas membuat Ruby sedikit senang, akhirnya ia bisa melihat banyak orang.


Dengan apa yang ia lakukan didalam istana jelas akan menjadi pusat perhatian. Dengan terus menempel pada Pangeran membuat dia tidak akan kelihatan. Saat pesta berjalan dengan meriah.


Di acara makan bersama tentunya tidak ada yang mendekati Ruby, selain canggung karena belum kenal, banyak orang yang merasa tidak enak juga karena ada Pangeran Azlan yang begitu dekat dengan Ruby di sana.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Pangeran Azlan merasa khawatir, jika Ruby merasa tidak enak. Karena banyak orang yang sedang memperhatikan mereka.


Pangeran Azlan sendiri sudah terbiasa dengan hal itu, jadi ia merasa biasa saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Berbeda dengan Ruby yang biasanya ia terlihat diam mengamati, jadi Pangeran Azlan merasa tidak enak dengan kondisi istana yang mungkin lebih banyak musuh daripada kawan.


"Aku tidak apa-apa, tenang saja. Kau jangan ikut tertipu dengan akting ku, bukanya kau sudah tahu bagaimana aku," kata Ruby menjelaskan pada Pangeran Azlan jika dia tidak serius dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang.


Ruby benar-benar menunjukkan sikap yang jauh berbeda dengan apa yang ia lakukan pada saat berada di kediaman Pangeran Azlan. Melihat itu jelas membuat Pangeran Azlan tersenyum melihat kelincikan Ruby.


Baru kali ini Pangeran Azlan merasa jika Ruby mendungnya terbukti dengan apa yang ia lakukan selalu bilang yang sebenarnya pada Pangeran.


Semua akting Ruby yang sudah direncanakan dari awal sudah diketahui oleh Pangeran Azlan, jadi jelas hal itu membuat Pangeran Azlan merasa berharga Dimata Ruby. Ia benar-benar bisa melihat tingkah istrinya itu yang berbeda dari Putri lain yang tidak suka memamerkan kelemahan nya, Ruby malah berakting jadi buruk dan pemalu. Benar-benar diluar ekspektasi Pangeran Azlan, tapi semua itu ternyata bisa berhasil mengelbuhi semua orang.


Kecuali Ratu yang sudah tahu bagaimana Rubyz dan sedang pernah bertemu dengan Ruby sebelumnya, Ratu yang tahu jika Ruby berani dan cerdas. Tak mengira akan tampil dengan penampilan buruknya.


Entah apa yang di rencanakan oleh Ruby, yang jelas Ratu merasa tertarik dengan permainan menantunya itu.


"Jelas tahu, hanya memastikan saja sebagai rasa khawatir seorang suami," kata Pangeran Azlan yang menunjukkan kelembutan pada Ruby, tak ada lagi rasa benci di mata Pangeran Azlan.


Seiring berjalanya waktu tingkah Ruby membuat Pangeran Azlan benar-benar merasa senang dan makin tertarik dengan Ruby karena sikap baiknya dan rendah hati serta banyak hal yang membuat Ruby jadi begitu berarti Dimata Pangeran Azlan.


"Suami darimana di ajak malam pertama malah menghindar," ucap Ruby membuat Dion yang ada di belakang mereka mengawasi menahan tawa.


Pangeran Azlan yang melihat itu jelas merasa tidak enak jika masalah pribadi di ceritakan dengan santai begitu.


"Bisa jaga bicaramu apa tidak ini di tempat umum kau ingin mempermalukan ku," kata Pangeran Azlan meras atidak nyaman denga. apa yang dikatakan Ruby apalagi saat melihat Dion hampir tertawa karena itu.


Ruby hanya bisa terdiam mendengar apa yang dikatakan Pangeran, tidak penting juga menurut nya untuk melakukan cerita itu, yang jelas Ruby tahu saat awal bertemu Pangeran Azlan, ia memang benar-benar benci.


Jadi memang hal.itu dilakukan bukan karena rasa suka, lebih ke rasa benci dan ingin membuat Pangeran Azlan marah. Itulah mengapa Ruby bisa bicara dengan santainya.


"Kan aku bicara dengan suara pelan, pelan sangat pelan," kata Ruby yang memang sedari tadi bicara dengan suara sangat pelan agar Pangeran Azlan bisa mendengar apa yang dikatakan olehnya tapi tidak orang lain.


Tapi mau bagaimana lagi jika Raja sudah mengizinka dan Bahakan menyambutnya. Jelas hal itu membuat Ruby juga merasa sedikit aman jika ia di terima baik oleh Raja.


Karena sebelumnya Ruby mengira jika Raja kan marah dan akan menghukumnya Karena kesalahan yang ia lakukan.


"Tapi mereka bisa mendengar." Pangeran Azlan melihat ke arah para Dion yang ada di dekat mereka.


"Bukannya mereka itu orang mu," kata Ruby lagi merasa tidak masalah akan hal itu.


Ruby tidak menyangka jika Pangeran Azlan malu dengan apa yang ia katakan, padahal Pangeran Azlan menghindar karena merasa benci dengan Ruby.


Bagaimana tidak orang yang seharusnya menikah dengan nya digantikan oleh adiknya yang terkenal buruk, jelas saat itu Pangeran Azlan juga menahan emosi. Jika bukan karena penyakitnya ia pasti sudah menyerang Ruby dan memenjarakannya saat itu juga.


"Sekarang diamlah dan nikmati makanannya," kata Pangeran Azlan yang sedari tadi tidak makan sama sekali dan berusaha mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ruby, karena tahu Ruby sedang bercerita sambil mengamati sekitarnya dan sesekali mengambil makanan di depannya.


Menyaksikan itu membuat Pangeran Azlan sebenarnya merasa tidak nyaman, tapi ia juga bingung bagaimana cara menegur Ruby. Karena sikapnya itu yang diluar dugaan juga kadang membuat Pangeran Azlan sedikit terhibur.


"Aku juga sedang makan," jawab Ruby yang makan sambil bicara dengan santainya tak tahu tatakrama yang diajarkan di kerajaan. Bagaimana ia bisa tahu kehidupannya juga berbeda, dan sekarang ia dihadapkan dengan hal diluar nalar jelas ia melakukan semua itu semuanya sendiri.


Ruby merasa menahan kebebasannya hanya akan membuat nya tertekan dan ia bisa tampil semaunya sendiri juga hanya dihadapan Pangeran Azlan saja.


"Tidak ada yang makan sambil bicara seperti dirimu," tegur Pangeran Azlan memperingati Ruby yang sedari tadi asik bicara.


Sedang Pangeran Azlan menjawab dan mendengarkan Ruby tanpa memakan apapun. Karena ia tahu tidak boleh makan sambil bicara seperti itu.


Istana juga jadi tersana sangat tenang tidak ada suara orang dan rame orang yang menyajikan makan dan orang yang menikmati makanan saja. Tahu kesalahan membuat Ruby merasa bersalah sedari tadi sudah mengajak Pangeran Azlan untuk bicara padanya.


Padahal semua orang sedang menikmati makan yang dihidangkan oleh para pelayan kerajaan. Pesta yang mewah daneriah menurut Ruby.


"Oh ya ampun aku bahkan tidak menyadari itu, pantas saja dari tadi Pangeran tidak makan," kata Ruby merasa tidak enak hati di depan Pangeran Azlan, pada itu hal yang biasa selagi ia makan cemilan dan bukan makan nasi.


"Aduh kau ini, bisa-bisa makan dengan lahap sambil bercerita bagitu," ucap Pangeran Azlan lagi mengomentari Ruby.


Ruby hanya tersenyum mendengar perkataan Pangeran Azlan, karena ada makanan dimutnya dan jelas dia tidak lagi bicara setelah mendengarkan penjelasan dari Pangeran.